Mutu dan Standarisasi Tinta Sublimasi

Digital Printing 08 Juni 2015 Loading..
Digital Printing

Penulis: Budi Santoso

Sublimasi printing adalah transfer dari kertas ke atas kain polyester mau pun bahan lainnya. Sublimasi printing atau disebut juga dye-sublimation printer berkembang sangat pesat kerena kemudahan dalam produksi. Printing jenis ini dapat digunakan untuk usaha industri kecil karena dapat dilakukan dengan modal kecil.

Tinta sublimasi disebut juga dengan tinta dispersemengalami proses tinta menjadi gas karena pemanasan. Tinta akan meresap ke dalam serat polyester dan permanen sehingga memiliki daya cuci yang baik. Tinta ini dapat dibagi menjadi dua yakni low energy dan high energy.

Sebuah tinta yang dijual ke pasar harus memenuhi standarisasi yang jelas, hal ini penting untuk acuan produk atau industry di dunia. Inktec member contoh, tinta proses merupakan tinta yang digunakan untuk memproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu seperti offset lithography, rotograveru, letterpress atau sablon.

Oleh karena itu, tinta harus memenuhi standar baku tertentu misalnya spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai opacity atau transparency. Hal ini akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan tinta yang hanya digunakan untuk satu lapisan (single layer), karena tinta dapat ditumpuk.

Standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi internasional terhadap warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk proses percetakan: Sheet-fed dan heat-set web offset lithographic printing, Coldset, Offset lithographic printing, publication gravure printing, screen printing dan flexographic printing adalah ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5.

Saat ini teknik separasi berkembang pesat, penggunaan 4 tinta proses masih dominan. Demikian juga dengan metode menambah warna tinta cetak yang berkembang pesat. Pantone mengembangkan teknologi HIFI Color melalui proses hexachrome dan Opaltone.

Pada teknik digital inkjet printing perkembangan didorong oleh masalah teknis seperti kecilnya nozzle dalam printing head dan juga persaingan reproduksi warna yang sempurna sesuai target pasar. Hal senada dengan tinta, perangkat printer pun hadir dengan menyediakan warna hingga 6 – 12 warna.

“Standarisasi produk tinta merupakan hal yang mutlak. Hal ini sangat menguntungkan konsumen atau para pengguna produk. InkTec standarisasi Internasional merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi, terbukti InkTec diakui dan digunakan di hamper 100 negara di dunia” tegas A. Marzuki, Managing Director PT Sinar Mitra Cendikia.

Marzuki menambahkan standarisasi untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan mutu dan kualitas tinta. Para pengguna jangan sampai salah membeli tinta, karena tidak jarang setiap kloter produksi mutu dan kualitasnya warna berbeda-beda.

InkTec, merek tinta Go Green yang diproduksi perusahaan publik Korea Selatan yang sudah berumur 20 tahun  focus di ink jet technology, terus berinovasi menggunakan teknologi terbaru dalam proses produksi dan pengadaan bahan baku yang berkualitas dengan bantuan para tenaga ahli. InkTec berhasil memproduksi berbagai tinta seperti tinta desktop, Large Format, UV, hingga tinta khusus yang terbuat dari air emas untuk percetakan sircuit board PCB elektronik.

Beberapa sertifikasi tinta yang sudah dikenal dan dipakai di dunia seperti KTR Europe GmbH for DTI Water-Based Dye Ink, untuk keamanan penggunaan di bahan polyester, RoHs C, REACH Compliant. Sertifikasi menjadi hal yang mutlak bagi merek yang ingin memasuki area industri masal agar mutu dan kualitas terus terjaga dan terjamin dari waktu ke waktu.

Untuk printer Mimaki juga didukung oleh Tinta Dye Sub Sb300 ink. Belgian textile research centre Centexbel  memberikan sertifikat tinta yang ramah lingkungan kepada tinta Mimaki, dye sub seri Sb300. Sertifikat ini telah dianggap memenuhi kriteria Oeko-Tex standard 100 dan sistem Eco-passport certification  yang menjamin bahwa tinta tersebut tidak berbahaya bagi kulit manusia.

Produk ini merupakan tinta sublimasi aqueous yang diluncurkan pada 2012, dan diperuntukkan bagi printer tekstil Mimaki TS500-1800 (untuk dye sublimation transfer). Mike Horsten, general manager, marketing Mimaki EMEA menyatakan, sertifikat ini merupakan keuntungan bagi pabrik garmen.

Bagi konsumen, sebuah tinta bersertifikasi juga sangat penting, karena mutu dan kualitas yang teruji akan membuat produk yang bisa dihasilkan konsisten dan juga menghemat biaya, karena tidak cepat merusak mesin atau printer.

Setiap Negara memiliki lembaga sertifikasi yang akan disesuaikan dengan pasar di dalam negeri mereka masing-masing baik sertifikasi mutu bahan dan standar warna.

Pengguna tinta juga harus waspada pada beredarnya produk palsu, selain akan memperoleh produk yang tidak jelas kualitasnya juga akan merusak mesin atau head printer, sayangilah printer Anda dimiliki. jika head printer rusak maka akibatnya sangat mahal dan juga merusak hasil produksi.

Di Indonesia, pertumbuhan tinta digital terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini didorong oleh berbagai faktor misalnya hadirnya perangkat-perangkat terbaru di Indonesia, pengguna digital printing semakin besar dan palaku usaha juga terus bertambah.

Melihat pertumbuhan ini, para produsen tinta harus jeli mengambil hati konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh InkTec yang berupaya memberikan solusi mutu terbaik di kelasnya. Tinta InkTec compatible dengan berbagai merek printer, tinta ini sudah disesuaikan dengan standar mutu tinta dari setiap merek yang dipasarkan.

Sebuah printer tidak boleh asal dalam pemakaian tinta, karena setiap merek printer memiliki teknologi dan cara kerja pencetakan masing-masing, begitu juga dengan unsur tinta yang digunakan akan berbeda di setiap printer.

Dalam upaya memperbesar pasar, InkTec mengeluarkan jenis tinta baru yakni sublem SubliNova Hi Lite atau High Color Density) yang siap memberikan efisiensi biaya dan hasil maksimal mislanya warna lebih cerah, penggunaaan lebih hemat dan mampu menempel di kertas transfer tipis. Marzuki yakin teknologi ini belum dimiliki oleh produsen tinta compatible pada umumnya.

Di pasar terdapat tinta printer untuk semua jenis printer atau ada juga untuk semua merek printer sekaligus. Perlu diinformasikan hal ini akan sangat merugikan penggunanya karena mungkinkan seluruh printer bisa menggunakan tinta yang sama, sementara produsennya berbeda dan standarisasinya juga berbeda?