All Print Indonesia 2014, Pagelaran Teknologi Printing Terbesar

Event 24 November 2014 Loading..
Event

All Print Indonesia 2014 yang diselenggarakan Krista Exhibitions diikuti oleh perusahaan dari China, Korea, Malaysia,  Singapura, India, dan Taiwan menampilkan berbagai teknologi printing untuk cetak digital, cetak tekstil, cetak sablon, 3D Print, LED, LABEL, Kemasan atau box dan jasa cetak.

Berbagai mesin berteknologi pun didatangkan seperti mesin offset 4 warna dari Jepang, mesin offset 5 warna, Three-Knife Trimmers, Die-Cutting Machine, Book Binding Machines, Laminating Machines, Stitching Machines, large format digital printing, Computer to plate systems, continuous stationary printing presses, chemicals, ink-jet Papers, printing inks automated (combines), screen printing machines, adhesives & glues, Adhesive Viny, Consumable, Display system, Eco Solvent printer, ink & cleaning liquid, Pigment papers, Solvent printer, dan spare parts Machine.

Pameran ini menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema-tema menarik yang pastinya diperlukan oleh semua pihak yang terlibat guna memberikan informasi yang lebih lengkap. Selain itu, pameran juga memperlihatkan kegiatan demo and training vehicle wrapping.

All print Indonesia 2014 diharapkan dapat mendorong pelaku usaha di industri percetakan untuk menghasilkan produk-produk berkualitas. Ajang ini juga bisa menjadi jembatan penghubung dan sarana kemunikasi serta sumber informasi antara manufaktur, pelaku usaha dan pembeli atau konsumen. Pameran ini terbuka para pelaku bisnis, pengusaha di bidang percetakan dan mahasiswa.

Pameran ini didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan asosiasi seperti Asosiasi Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Tut Wuri Handayani, Asia Print, Indonesia Print Awards, Asian Print Awards, Indonesia Print Awards, Asian  Print Awards, Indonesia Packaging Federation (IPF), dan Indonesia Assosiation of exhibition and Convention Organizers.

“Industri grafika merupakan industri yang memiliki potensi begitu besar untuk dikembangkan. Indonesia merupakan Negara terbesar ke enam di dunia di industri pulp, sedangkan industri kertasnya menduduki posisi ke Sembilan terbesar di dunia, kata Panggah Susanto, Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, menurut ketua Asosiasi Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Jimmy Juneanto mengatakan, “Industri grafika yang ditekuni tidak akan mati seiring dengan perkembangan atau kemajuan teknologi yang terjadi, bahkan saling melengkapi untuk mendapatkan efisiensi yang lebih baik.”

Masyarakat merespon positif pameran ini. Antusias pengunjung sudah terlihat pada hari pertama pameran, sekitar 3.236 orang berbondong-bonding menyaksikan pameran. Para pengunjung ingin melihat, mengerti dan mengikuti kemajuan teknologi.