INDO INTERTEX 2016 - Moving Forward for ASEAN’s Bright Market

Event 30 Maret 2016 Loading..
Event

Peraga Expo menyelenggarakan pameran dagang terbesar internasional di ASEAN untuk industry tekstil dan garmen. 

Salah satu ajang pameran industri tekstil paling berpengaruh di Asia Tenggara - Indo Intertex 2016 akan dihelat di Jakarta. Pameran ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo, Indonesia pada tanggal 27 - 30  April 2016. Lebih dari 610 peserta pameran dari 24 negara turut serta meramaikan Indo Intertex 2016 yang akan memanfaatkan ruang lebih dari 23.300 meter persegi . Produk dan solusi yang dipamerkan akan meliputi mesin dan teknologi terbaru dalam pemintalan , tenun , rajut , pencelupan, pencetakan , pengujian tekstil dan peralatan pengukuran dan kontrol , mesin garmen dan aksesoris , produk tekstil serta semua jenis zat warna dan pigmen.

Respon yang cukup tinggi dari produsen tekstil terkenal dan garmen internasional untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia menjadikan nilai tambah strategis terhadap kualitas produk dan produktivitas yang lebih tinggi sebagai respon terhadap hadirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC).

IndoIntertex 2016 bertindak sebagai pelopor untuk memimpin transformasi dan peningkatan industri tekstil di Indonesia. Ajang ini membawa susunan produk dari seluruh dunia dengan dukungan kuat dari badan-badan perdagangan internasional dan badan-badan pemerintah seperti Jerman, Italia, Cina, Korea , Taiwan dan diikuti oleh sejumlah peserta pameran yang setia seperti JUKI, BROTHER dan Groz – Beckert yang akan menampilkan generasi terbaru dari jarum jahit dan Fongs yang akan menampilkan mesin pencelupan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi , penghematan energi dan ramah lingkungan.

Menyajikan Perpaduan Antara Bahan Tekstil dengan Teknologi

Selain demonstrasi one stop mesin tekstil dan peralatan, Indo Texprint 2016 yang hadir bersamaan, akan  menyediakan demo screen printing di Balai C2 yang memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan pakar-pakar sablon. Para pelaku industri juga dapat bisa mengakses teknologi terbaru , informasi dan pengembangan tren pasar tekstil dan pakaian.

Selain itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia(API) akan menyelenggarakan seminar dengan tema "Sustaining Tekstil dan Garmen di Indonesia" di mana para pembicara profesional akan menyoroti konservasi energi potensial dan pembangunan industri yang berkelanjutan . Pada hari ke-2 , Anfa ( Asia Non -woven Fabric Association ) akan memunculkan prospek pengembangan industri tekstil teknis di Indonesia saat WTIN ( Information Tekstil Dunia Network) yang akan membuat platform konferensi baru untuk teknologi digital printing .

Indo Intertex 2016 yang mengusung tema “Moving Forward for ASEAN’s Bright Market” ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian, Bapak Saleh Husin. (BW)