IndoIntertex, Mini ITMA Indonesia

Event 29 Maret 2016 Loading..
Event

Keinginan memajukan dan membesarkan industri tekstil dan garmen Indonesia, membuat Paul Kingsen dari Peraga Expo berkomitmen secara rutin setiap tahun menyelenggarakan Pameran Indointertex. Pameran ini untuk menjembatani produsen dengan pelaku usaha dalam menyampaikan informasi dan produk terkini.

Indointertex, sebuah pameran bagi industri tekstil dan garmen atau apparel yang diselenggarakan setahun sekali. Akhir April 2016 nanti akan berlangsung pameran yang ke-14 kalinya. Pameran kali ini digawangi oleh Paul Kingsen sebagai Project Officer. Delapan tahun sudah Paul berkecimpung pada penyelenggaraan pameran ini.

Paul sebagai generasi kedua sebagai penyelenggara pameran Peraga Expo berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri tekstil dan garmen di Indonesia terutama untuk revitalisasi mesin. Sejak awal Peraga Expo menyelenggarakan pameran yang menampilkan mesin-mesin terbaru industri tekstil dan garmen sehingga para pelaku usaha bisa memperoleh informasi lebih dalam tentang teknologi mesin.

Pameran dan edukasi mesin dan teknologi industri tekstil dan garmen dengan nama IndoIntertex pertama kali diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat di arena PT Dirgantara Indonesia. Awalnya pameran diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan kami memilih lokasi Bandung sebagai tempat penyelenggaraan, karena 80 persen industri tekstil dan garmen berpusat di Kota Kembang ini.

Namun, antusias peserta dan pengunjung pada pameran ini begitu besar, membuat kami harus memindahkan lokasi pameran dari Bandung ke Jakarta. “Kami mencari lokasi yang representatif untuk pameran seperti ruangan, fasilitas pendukung seperti AC, Listrik, areal parkir dan lainnya. Kami sepakat mengambil lokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.” ujar Paul dalam perbincangan kami di kantor.

Kami ingin brand Indointertex ini lebih besar, kami ingin pameran ini dikenal dan melibatkan buyer dari Asia Tenggara. Kami mengundang para produsen atau pihak-pihak yang terkait dengan industri tekstil dan garment. Kami bukan hanya focus kepada buyer Indonesia saja tetapi juga Asia Tenggara. Jenis pameran seperti Indointertex global dikenal dengan nama ITMA. Peraga ingin menampilkan mini ITMA ala Indonesia atau Peraga. Kami pamerkan berbagai hal tentang tekstil printing, non woven dari hulu ke hilir sudah dihadirkan, tetapi porsinya masih kecil. Ke depan hal ini akan kami buat lebih focus dan semakin lebih besar, karena pasarnya berbeda-beda.

Peraga berupaya mengikuti tren yang terjadi di dunia tekstil dan garment. Kami sering berdiskusi dengan para pelaku usaha di industri ini tentang hal-hal yang diperlukan atau dibutuhkan mereka. “Kami ingin menjembatani pelaku usaha dengan perkembangan yang terjadi di industri misalnya teknologi dan produk terbaru,” kata Paul dalam perbincangan di kantor Peraga Expo atau PT Peraga Nusantara Jaya Sakti.

Sejak tahun 2010, penyelenggaraan IndoIntertex berlangsung di JIExpo Jakarta dan visi misi Peraga adalah ingin memajukan industri tekstil dan garmen Indonesia dan memperkenalkannya hingga ke luar negeri. Pameran ini menghadirkan perkembangan teknologi terbaru global yang diproduksi berbagai negara atau produsen. Pameran Indointertex semakin dinantikan oleh semua pihak. Sedianya pameran ini diselenggarakan dua tahun sekali, atas permintaan yang sangat besar dari para produsen dalam dan luar negeri serta pelaku usaha di industri tekstil dan garment, maka Indointertex diputuskan hadir setiap tahun sejak tahun 2013.

Lokasi pameran di Jakarta Internasional Expo di Kemayoran, Jakarta menyamankan semua pihak seperti penyelenggaraan pameran, peserta dan juga pengunjung. Terbukti setiap pameran, peserta yang berpartisipasi bisa dikatakan sebagian besar tetap atau sama.

Indointertex hadir bukan hanya mengejar target transaksi, pameran ini ingin mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha industri tektil dan garmen serta membuka pasar di industri tekstil dan garment di Indonesia dan dunia.


Oleh karena itu, Pameran ini didukung oleh berbagai pihak seperti Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta sejalan dengan program kementerian yakni program peremajaan mesin-mesin produksi. Pemerintah mensubsidi sebesar 10% jika melakukan peremajaan mesin produksi.

Indointertex menampilkan 90% eksibitor Indonesia dan selebihnya berasal dari kawasan regional Asia seperti China, India dan lain sebagainya. Eksibitor Eropa dan Amerika juga tertarik hadir. Mereka tertarik karena pameran ini sesuai dengan pasar mereka yakni memenuhi kebutuhan perusahaan atau pabrik. Indonesia dan Vietnam menduduki posisi sangat baik dan sangat berpotensi untuk industri tekstil dan garment. Sementara pengunjung pameran ini sekitar 70% berasal dari Jabodetabek dan Bandung, serta 20% dari daerah lain di Indonesia.

Masyarakat bisa hadir di pameran ini secara gratis dan sekitar 15 ribu pengunjung akan memadati pameran ini. Pengunjung pameran boleh dikatakan stabil, karena mereka merupakan pelaku usaha atau pihak-pihak terkait. Mereka datang dengan tujuan, apakah ingin mengganti mesin produksi, melihat kemajuan dan perkembangan teknologi atau mesin, atau sekedar meng-update pengetahuan atau informasi saja.

Pameran ini memang memasang target B to B (business to business) bukan business to consumer (B to C). Pihak perusahaan biasanya memerintahkan karyawannya untuk menghadiri pameran ini, sehingga mereka memperoleh informasi dan teknologi terbaru di Industri tekstil dan garment.

Tahun 2016, Indointertex akan digelar pada bulan April 2016. Paul menjelaskan akan melakukan ekspansi ke tekstil printing dengan melakukan kerjasama dengan world textile information network. Selain itu, pameran akan menampilkan mesin dan teknologi terbaru dari beberapa produsen dan berlangsungnya Musyawarah Nasional dan seminar Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). “Kami ingin menyajikan sebuah pameran Mini ITMA ala Peraga Expo di Indonesia,” tegas Paul.

Setiap pameran terselenggara cukup sukses, pihak peserta pameran cukup puas sehingga pameran ini bisa dikatakan stabil. Tahun ini kami ingin fokus ke industri tektil printing. Industri tekstil dan garmen tahun 2016 diperkirakan meningkat, kami juga optimis industri ini bertahan dan naik.

Pameran Indointertek 2016 akan lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya karena menempati ruangan dan fasilitas baru, sehingga pengunjung bisa menyaksikan alur one stop solution, mulai chemical, texprint, teknikal tekstil dan laundry. Pengunjung bisa menyaksikan industri hulu hingga hilir. Tahun 2016, industri tektil dan garment Indonesia diharapkan bangkit dan maju. Masyarakat Indonesia bisa melihat kemajuan dan perkembangan industri tekstil dunia di pameran ini. Jika Anda tidak hadir pada pameran ini akan sangat rugi. Indointertex 2016 hadir di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada tanggal 27-30 April 2016. (bud)