PRINTEX INNOVATION BERBAGI PENGETAHUAN USAHA TEKSTIL DAN SABLON

Event 31 Mei 2016 Loading..
Event

Pelaku usaha harus terus meng-update pengetahuan agar usaha yang ditekuninya maju dan berkembang. Untuk menambah pengetahuan para pelaku usaha Majalah Printex menggelar kegiatan Printex Innovation yang menghadirkan pembicara yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidangnya. Seperti Charlie Taublieb dan Muhammad Lukman.

Dalam pemeran industri tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara bernama Indo Intertex 2016 di JIExpo Kemayoran Jakarta pada akhir April lalu. Pameran ini menghadirkan berbagai perangkat dan teknologi terkini bagi industri tekstil. Berbagai Negara ikut ambil bagian.

Selain menggelar pameran, Indo Intertex 2016 menyelenggarakan seminar WTiN South East Asia Digital Textile Conference dengan tajuk “The State of the Art in Printing Technology”. Seminar ini menghadirkan para pembicara terbaik di bidangnya. Seperti Designer Fika Julia yang membahas New creative adventures in digital textiles, Mikito Nakahata Sales and Marketing Specialist Konica Minolta mengangkat Industrial revolution with inkjet technology, Dr. Christophe Bulliard, Commercial Director, Sensient Imaging Technologies mengulas The development of digital textile printing solutions as a contribution to more sustainable manufacturing processes, dan Mr Farley Chen, Regional Sales Manager, Atexco China (Hong Hua Digital) menjelaskan Digital printing bring new dimension to Indonesian printing business.

Kegiatan lain yang juga berlangsung adalah Printex Innovation. Acara ini berlangsung selama pameran dengan menghadirkan Charlie Taublieb, pakar screen printing dari Amerika Serikat yang membawakan materi Simulated Color Process, kemudian dilanjutkan dengan gesut bareng bersama para pelaku sablon Nusantara.

Pada hari kedua pameran, digelar berbagi pengetahuan oleh Muhammad Lukman dari JBatik dengan tema mengembangkan desain batik tradisional dengan batik fractal, dan dilanjutkan oleh Adi Nugroho dari Adobe Indonesia yang mengulas Because, Creativity Changes The World.

Para pengunjung kembali dimanjakan pada hari ketiga, Printex Innovation menjelaskan bisnis on-line kaos satuan yang dibawakan oleh Yudhi Hidayat dari Printkaos.com, kemudian dijelaskan juga meraup untung dengan kasa cetak sublimasi oleh Sugiarto dari IDEKU. Sementara bagi pelaku usaha di digital printing, Oboy dari TDAG Printer menjabarkan topik kualitas cetak DTG bagus sedangkan Farley dari Kalorin menguraikan tentang Berkreasi dengan Direct to Textile.

Pada hari terakhir pameran Indo Intertex 2016, Charlie Taublieb kembali berbagi pengetahuan kepada para pengunjung di areal Printex Innovation dengan bahasan Four Color Process.

Para pengunjung yang juga pelaku usaha di industri tekstil dan garmen terutama pelaku sablon, digital print untuk kaos dan lainnya terlihat senang dan menikmati berbagai pengetahuan yang disajikan, bahkan beberapa orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bersama gurunya terlihat mengikuti dengan seksama dan antusias.

Harapannya kegiatan Printex Innovation akan terus digelar, guna memenuhi kebutuhan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha di Industri tekstil dan garmen Indonesia.
Sampai jumpa di acara Printex Innovation berikutnya.