PrintexShow

Event 13 November 2014 Loading..
Event

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Permukiman Pulogadung (PKPPUKMPP) bersama Majalah Printex menyelenggarakan sebuah pameran untuk mempertemukan para produsen atau distributor dengan para pekalu bisnis di lingkungan PIK pada tanggal 24 September 2014.

Pameran yang mengambil lokasi di kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan selama satu hari diikuti oleh enam peserta yang terdiri dari produsen dan distributor yaitu Mimaki, Dunia Sandang, Barudan, Charlie SPS, Juki dan Groz Beckert.

PIK Penggilingan merupakan salah satu sentra bisnis andalan di DKI Jakarta yang mempunyai peran sangat penting. PIK diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan, karena itu perlu terus ditumbuhkembangkan guna menghadapi era pasar bebas yang penuh tantangan.

PIK Penggilingan yang terletak di jalan Raya Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur dibangun pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Cokropranolo tahun 1982. Pemerintah daerah terus dibina secara sistematis oleh Pemerintah Daerah Jakarta.  Industri kecil ini memegang peranan penting dalam pembangunan di suatu wilayah.

Pemerintah daerah Jakarta berupaya mengembalikan PIK sebagai perkampungan industri dengan dukungan berbagai pihak. Namun sayang, barang-barang yang diproduksi PIK masih memerlukan biaya produksi tinggi, sehingga tidak mampu bersaing dengan produk China yang beredar di pasar Indonesia.

Untuk mengatasi biaya  operasional dan memenangkan persaingan perlu adanya jembatan yang menghubungkan produsen atau distributor dengan para pelaku bisnis. Salah satunya dengan menyelenggarakan pameran seperti Printex show ini yang mempunyai tujuan menginformasikan berbagai perkembangan yang terjadi, baik produk dan maupun teknologinya.

Ter-update-nya informasi kepada pelaku usaha diharapkan bisa membantu keberhasilan bisnis mereka dan akhirnya mampu memenangkan persaingan bisnis di daerah, nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Bambang Supriyadi, pendiri dan pemimpin redaksi Majalah Printex mengatakan, “Sangatlah penting mempertemukan para pelaku bisnis industri apparel dengan produsen atau distributor, lembaga pendidikan fesyen dan masyarakat umum.”

Bambang menjelaskan, salah satu teori untuk memahami keterkaitan elemen-elemen penting dalam suatu usaha adalah teori Triple Helix yang diperkenalkan oleh Henry Etzkowitz, seorang peneliti dari Stanford University. Triple Helix merupakan suatu hubungan resiprok antara tiga elemen besar dalam suatu usaha, yakni pemerintah, akademisi, dan industri.

Dalam teori ini, pemerintah diperkenalkan sebagai publik kontrol. Pemerintah memiliki fungsi untuk memberikan batasan dari kegiatan di dalam usaha tersebut dalam bentuk regulasi atau peraturan-peraturan dalam tingkat cakupan tertentu.

Sementara akademisi diperkenalkan sebagai novelty production. Lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi atau universitas tentunya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memperbaharui dan melahirkan inovasi-inovasi yang menunjang aktivitas negara di berbagai disiplin ilmu.

Sedangkan industri diperkenalkan sebagai wealth generation. Tentu saja, proses bisnis dilakukan oleh industri dan dari pintu inilah seharusnya negara memperkaya dirinya, untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Suryantika Sinaga

“Kegiatan Printex Show ini sangat penting, karena dapat menjadi jembatan antara produsen atau distributor dengan para pelaku bisnis terkait” kata Suryantika Sinaga, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Mikro (PKPPUM).

Suryantika berharap kegiatan seperti Printex Show ini berlangsung paling tidak tiga tau empat kali dalam setahun. “Rutinnya pertemuan antara produsen dengan pelaku usaha otomatis akan memberikan informasi segar dan bisa mengetahui teknologi yang sedang berkembang. Akhirnya para pelaku bisnis dapat meningkatkan produksinya,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Suryantika mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan berharap para undangan yang hadir dapat memanfaatkan peristiwa penting ini.

Printex Show 2014 ini mendapat respon luar biasa dari pelaku  bisnis industri apparel dari lingkungan PIK, sekitar 67 pelaku usaha hadir ke pameran. Mereka secara umum cukup gembira bisa hadir dan berharap, kegiatan seperti ini akan sering diselenggarakan.

Semangat para pelaku bisnis terlihat dalam pemeran ini. Mereka mencoba memperoleh informasi dari para produsen peralatan industri tekstil dan garmen seperti Mimaki, Dunia Sandang, Barudan, Charlie SPS, Juki dan Groz Beckert yang menjadi peserta pameran Printex Show.

Sementara para produsen juga terlihat antusias memperkenalkan teknologi terkini kepada para pengunjung yang merupakan pelaku usaha di lingkungan PIK Penggilingan. Selain menjelaskan para peserta juga mendemokan berbagai peralatan terbaru yang dibawanya, agar bisa membantu dan meningkatkan produksi para pelaku usaha.

Para pengunjung secara bergiliran berpindah dari satu peserta ke lainnya. Seperti terlihat booth Charlie SPS sebagai produsen tinta sablon Indonesia berkualitas Internasional. Charlie SPS juga memamerkan dan mendemokan peralatan screen printing kepada para pengunjung pameran. Alfred, General Marketing Charlie SPS menjelaskan peralatan dan tinta printing serta sablon kepada siapa pun.

Para pengunjung pun terlihat antusias mendengarkan apa yang dijelaskan oleh crew Charlie sps. Selain mendengarkan penjelasan, para pengunjung melontarkan berbagai pertanyaan dan juga mencoba peralatan yang disediakan.

Charlie SPS

Suasana yang sama juga terlihat di booth Dunia Sandang, perusahaan pakaian asal Bandung, Jawa Barat yang menampilkan berbagai produk kaos dan lainnya. Begitu juga di booth Mimaki, Barudan, Juki, dan Groz Beckert.

Dunia SandangBarudan

Majalah Printex dan pengelola kawasan PIK berharap kegiatan pameran Printex Show 2014 bisa menjadi jembatan yang saling menguntungkan baik bagi produsen atau distributor maupun pelaku bisnis walau pun hanya berlangsung selama satu hari. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan.