WPAP, Pop Art Karya Anak Bangsa

Graphic & Design 22 Mei 2015 Loading..
Graphic & Design

Wedha Pop Art Potrait (WPAP) karya Wedha Abdul Rasyid ingin memberikan inspirasi untuk seni rupa Indonesia. Seni ini ingin tampil berbeda, memiliki impresi yang kuat dan atraktif. Saat ini, WPAP sedang digandrungi anak muda di Indonesia dan dunia.

Cukup panjang perjalanan WPAP untuk diapresiasikan sebagai karya seni anak bangsa Indonesia. Seni ini sebenarnya dimulai sejak tahun 1990-an. Namun karena berbagai hal, seni sempat terkubur belasan tahun.

Baru pada tahun 2008, WPAP bangkit dengan dukungan berbagai pihak seperti Prof.Dr. Soedarso SP. Dan, untuk menyemarakkan seni WPAP, Wedha menggelar pameran tunggal karya seni WPAP. Pameran itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Wedha ingin memberikan suatu karya untuk Indonesia, Ia tergerak bukan hanya sebagai pengikut karya seni sebelumnya. “Indonesia kaya akan karya seni, saya merasa malu dengan para leluhur bangsa Indonesia yang telah melahirkan banyak karya. Saya ingin melahirkan sebuah seni yang bisa dikatakan baru” kata Wedha dalam seminar di IAPE 2015, Surabaya. Jawa Timur.

Hasilnya sangat membanggakan, WPAP telah diakui oleh dunia sebagai karya seni rupa dari Indonesia. Negara seperti Perancis dan Canada ingin belajar mengenai WPAP, bahkan sudah terbentuk komunitas WPAP.

Di Indonesia, WPAP sudah tercatat dalam rekor MURI oleh SMK IPIEMS Surabaya untuk gelar WPAP terbanyak.

Saat ini WPAP bisa diaplikasikan ke berbagai hal, termasuk di kaos atau produk tekstil. Kemajuan teknologi digital printing sangat mempermudah menampilkan warna-warna dalam WPAP. Hal ini dibuktikan oleh mesin Digital to Garment Anajet. Hanya dalam waktu satu jam saja, mulai dari  membuat desain hingga jadi atau ter-print di kaos, sebuah karya seni WPAP menghiasi kaos polos Gildan.

Semoga WPAP terus berkembang sebagai karya seni rupa anak Indonesia dan bisa menginspirasi banyak hal di industri apparel.