Inspiring Your Business»

Alex Gunarian, Pelaku Sablon Kelas Dunia

Alex Gunarian, Pelaku Sablon Kelas Dunia

Inspiring Your Business 17 November 2015 Loading..

Dalam menjalankan dan melayani bisnis sablon. kita harus siap menerima
tantangan setiap saat. Tantangan terbesarnya adalah harus mampu mempertahankan konsep desainer yang dituangkan di gambar atau desain ketika dipindahkan ke kaos, bahkan membuat desainnya hidup.

Sebuah desain yang terlihat di gambar pada dasarnya sama, tetapi yang membedakan adalah karakternya. Misalnya untuk pesanan Universal Studio, Singapura, warna yang keluar harus sama dengan apa yang disyaratkan karena
warnanya paten sehingga warnanya harus konsisten atau sama.

Kita sebagai pembuat harus bisa membuat hal itu, berbagai teknik sablon harus dikuasai seperti spot color dengan rumusan tertentu agar bisa mengeluarkan warna yang diinginkan. “Kita harus mampu mempertahankan warna tersebut apa pun posisi dan kondisi kaos.” Kata Alex Gunarian, pemilik Warna Aseli Prirnting.
Para pemesan datang dari berbagai penjuru seperti dari mulut ke mulut, internet atau web dan lainnya. Pemesan dari mulut ke mulut dari dari pemesan lokal atau penjual tinta seperti Lucas juga bisa merekomendasikannya. Orderan
yang cukup banyak dikerjakan Warna Aseli adalah photo print karena mempunyai mesin dan kemampuan merealisasikan gambar dengan baik.
Warna Aseli juga cukup lihai dalam membuat kaos dengan desain karakter untuk anak-anak.

Alex sebagai nakhoda Warna Aseli sangat lihai dan mumpuni dalam  merealisasikan desain kaos untuk anak-anak. Lelaki yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat bidang Advertising, tetapi kembali ke Indonesia menggeluti dunia sablon karena sejak kecil sudah cukup mengenal sablon. Ketika itu orang tuanya mempunyai toko sablon di Bandung. Ketika disuruh
meneruskan usaha sablon orang tua, Alex merasa tantangannya kurang, hanya
duduk dan menunggu pembeli datang. Saat itu Alex melihat, di Bandung yang mampu menerima orderan pecah warna di toko saya dan Lucas.
Ilmu yang dipelajari Alex ketika mengambil bidang advertising tetap dipakai
terutama dalam hal desain dan pecah warna serta membawa sablon menjadi
lebih modern. Sebenarnya membuka usaha sablon cukup mudah, apalagi saat ini kemajuan teknologi sedemikian rupa. Jika mengalami kesulitan sudah cukup banyak perusahaan atau penyedia jasa sablon yang siap membantu.
Alex sudah menekuni bisnis sablon sekitar delapan tahun dan merasa cukup puas dengan apa yang dilakukan. Namun, kami tetap terus belajar berbagai hal tentang sablon, agar tidak tertinggal dengan lainnya.
Ke depan menurut pandangan saya akan mengarah ke digital. Itu sebuah keniscayaan dan sablon manual akan berkurang tetapi tidak akan mati atau hilang. Sablon manual terus ada dengan perubahan kearah modernisasi, karena orang-orang atau konsumen melek internet dan teknologi sehingga mengerti akan kualitas. Mereka tidak lagi membandingkan antar daerah melainkan antar benua atau negara. Jadi para pelaku usaha sablon harus
mengejar kualitas yang mampu dihadirkan negara lain.
Alex melihat, orang-orang Indonesia sangat mampu karena orang-orang Indonesia sangat kreatif. Kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang dan mengarah ke digital. Alex menilai sablon digital masih permulaan dan belum maksimal. Perangkat yang hadir sudah baik tetapi dalam produksi belum bisa mengikuti kebutuhan pasar dan belum bisa diandalkan menjadi bisnis. Digital masih membutuhkan waktu cukup lama untuk matang sebagai perangkat bisnis sablon yang optimal.
Sebuah bisnis harus berjalan seimbang antara produksi dan pemasarannya. Pelaku usaha harus pandai melihat peluang, order dan permintaan. Jika orderan hanya memproduksi dalam jumlah sedikit harus dibedakan dengan yang jumlah besar atau rutin. Faktor biaya terbesar dalam bisnis sablon adalah setting dan operasional. Kita juga bisa kerja sama dengan pemesan untuk mendapatkan jumlah orderan besar secara rutin.
Usaha sablon adalah menjual layanan atau servis, jadi kita harus berusaha melayani dan membantu para pemesan untuk bisa menjual hasil produksi
kita. Kita harus saling mengisi antara tukang atau perusahaan sablon dengan
pemesan, agar sama-sama bisa menjalankan bisnis masing-masing.
Masing-masing usaha sablon memiliki karakter dan kualitas sendiri. Satu usaha
sablon dengan lainnya tidak ada yang sama persis. Mereka masing-masing mempunyai keunggulan. Warna Aseli Printing sudah mengerjakan orderan dari
Indonesia dan mancanegara, mulai dari brand local, internasional dan brand
berlisensi. (bud)

Read More »
Membangun Branding Melalui Packaging

Membangun Branding Melalui Packaging

Inspiring Your Business 07 September 2015 Loading..

 

Dijaman serba internet saat ini, hampir semua pekerjaan dapat dikerjakan secara online. Tidak hanya surat menyurat, bahkan berbelanjapun kini dapat dilakukan dengan online. Saat ini banyak sekali orang yang menawarkan barang dagangannya melalui internet, bahkan perusahaan-perusahaan besar mulai melirik e-Commerce sebagai satu lini jualannya.

Bagi anda yang memiliki usaha clothing, anda dapat memanfaatkan layanan internet untuk menjajakan produk clothing anda karena kemajuan teknologi menawarkan kemudahan proses dan fleksibilitas. Tentu saja, dalam berjualan, kualitas produk menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Jangan sampai pembeli kecewa ketika menerima baju atau kaos pesanan yang kualitasnya ternyata jauh dari harapan.

Tidak hanya kualitas produk yang harus anda perhatikan. Sebagai penjual, anda juga harus memperhatikan cara packing atau mengemas produk untuk dikirim kepada konsumen. Tampilan kemasan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen saat produk sampai ditangannya. Dan ini cukup mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen. Karena cantiknya satu kemasan produk merupakan bagian dari branding. Branding yang kreativ pasti akan menjadi media marketing yang baik.

Apabila kemasan produk anda menarik dan konsumen senang saat menerimanya, maka citra bisnis anda mulai terbangun, konsumen akan berfikir untuk melakukan repeat order. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan  untuk membangun brand anda dengan kemasan produk.

Ciri Khas

Buat ciri khas yang mencerminkan toko online dan kemasan produk anda. Bisa karena bentuk kemasannya, warna, atau logo.

Kemasan Yang Menarik

Terkadang, para penjual online memanfaatkan barang bekas untuk mengirim barang dagangannya dengan alasan penghematan. Misalnya kardus bekas. Sebaiknya anda hindari hal ini, karena ini juga menjadi penilaian atas keseluruhan produk anda. Mungkin anda dapat menggantinya dengan kertas daur ulang yang kemudian anda stempel dengan logo toko online anda.

Keamanan Produk

Setelah memperhatikan tampilan kemasan, penting juga untuk memperhatikan keamanan produk yang anda kirimkan. Untuk produk clothing seperti baju atau kaos, sebelum dan/atau sesudah dibungkus, ada baiknya bila dikemas lagi menggunakan plastic. Ini menjaga agar apabila bungkus sobek, produk anda tetap terjaga.

Mempercantik Kemasan

Penting bagi penjual online, untuk mengemas pesanan dengan tampilan yang unik, menarik, dan berkesan secara visual. Misalnya anda bisa menambahkan pita pengikat, selotip warna-warni, atau stiker yang menarik. Cara ini dapat menaikkan nilai jual produk di mata konsumen.

Masukkan Kartu Nama

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, anda dapat menyertakan kartu nama kedalam kemasan produk  yang dikirimkan. Mungkin terlihat sepele, tetapi hal ini dapat mempengaruhi brand awareness toko online anda.

Masukkan Katalog dan Detail Produk

Ini termasuk salah satu cara untuk berpromosi. Dengan menyertakan catalog dan detail produk dalam kemasan yang dikirim, maka anda “memaksa” konsumen untuk melihat produk apa lagi yang anda jual. Bukan tidak mungkin, apabila mereka berminat, mereka akan memesan kembali.

Sisipkan Gimmick atau Bonus-bonus Kecil

Anda dapat menjaga kesetiaan konsumen dengan menyisipkan gimmick atau bonus-bonus kecil dalam kemasan produk yang dikirimkan. Bisa berupa gantungan kunci, sticker, ballpoint dan lain-lain. Ini akan membuat konsumen merasa diperhatikan dan diistimewakan.

Berikut ada beberapa contoh kemasan unik dan menarik yang bisa anda jadikan referensi bagi produk anda.

Read More »
Rumah Batik Komar

Rumah Batik Komar

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Batik sebagai warisan budaya Indonesia sangat perlu dilestarikan dan diedukasikan kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda. Agar esensi batik yang sebenarnya berkesinambungan. Dengan demikian, mereka tahu perbedaan batik dengan tekstil bercorak batik.

Konvensi Batik RSNI (Rancangan Standarisasi Nasional Indonesia) di Yogyakarta pada tahun 2013 bersepakat mendefinisikan Batik sebagai kerajinan tangan sebagai pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.
Berdasarkan definisi konvensi maka Batik begitu istimewa dan bernilai sehingga patut dilestarikan. Untuk mengedukasi dan melestarikannya, masyarakat harus diberikan fasilitas agar mereka dapat belajar dan memahami proses pembuatan batik. Oleh karena itu H. Komarudin Kudiya S.Ip, M.Ds bersama istri Hj. Nuryanti Widya mendirikan Rumah Batik Komar.
Komarudin Kudiya merupakan keturunan keluarga pembatik Desa Trusmi, Plered, Cirebon,
Jawa Barat, sehingga cukup familiar dengan aneka macam desain batik. Komar mendirikan Rumah Batik Komar awalnya untuk memproduksi dan melestarikan Batik Cirebon pada tahun 1998 di Kota Bandung, Jawa Barat. Saat ini memiliki workshop dan showroom di Jalan Cigadung Raya Timur I No. 5.
Batik Komar produksi aneka jenis motif batik modern dengan kualitas kain terbaik, kaya warna dan otentisitas. Semua produknya memujudkan identitas unik dan desain baru. Rumah Batik Komar mempekerjakan sekitar 300 orang yang tersebar di kota Cirebon dan Bandung.
Workshop dan dan showroom yang terletak di Bandung, tercatat sebagai pemegang rekor MURI untuk batik terpanjang, membuka “dapur” tempat produksinya untuk umum. Komar melakukan ini agar batik milik Indonesia tidak dicabut pengakuannya oleh UNESCO, karena menjaga kelestarian dan menggunakan batik adalah salah satu perjanjiannya.
Komar juga pernah mempelopori batik cap terpanjang di dunia yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Ia juga masih terus berjuang untuk mengembangkan bergam motif batik dari Sabang sampai Merauke.
Rumah Batik Komar tidak hanya memproduksi batik sebagai komoditas jualan tetapi juga sebagai fasilitasi untuk para pengunjung yang tertarik dengan proses pembuatan batik atau ingin belajar membuat batik sendiri. Hal ini dilakukan dalam upaya memperbanyak orang untuk mengenal dan mencintai ragam tekstil khas Indonesia.
Setiap rombongan yang dating diajak belajar proses membatik, dari mulai mencanting, mencelup, sampai jadi sebuah sapu tangan batik. Mereka dibimbing para karyawan galeri itu. Komar juga menyiapkan waktu untuk memberikan penjelasan kepada siapa pun dan menjawab pertanyaan mereka mengenai sejarah batik dan proses pembuatannya.
Mayarakat yang ingin belajar membuat batik, Komar menyediakan berbagai paket pelatihan dengan materi dan waktu belajar berbeda-beda. Berbagai materi yang akan dilatih seperti materi mendasar, materi profesional, pengenalan desain, pembuatan batik, proses pewarnaan dan pemasaran batik.
Paket-paket yang ditawarkan Rumah Batik Komar, seperti paket kunjungan melihat proses membatik untuk rombongan kurang dari 20 orang biaya yang dikenakan sebesar Rp15 ribu per orang. Jika lebih dari 20 orang maka biayanya menjadi Rp10 ribu per orang.
Untuk pelatihan membatik sapu tangan pewarnaan satu warna (Celup), kain katun 40 x 40 cm dikenakan biaya Rp40 ribu, Rp70 ribu dan Rp90 ribu per orang. Biaya yang dikenakan tergantung jumlah peserta pelatihan. Sedangan proses membatik sapu tangan empat warna (colet) berukuran 40 x 40 cm akan dikenakan biaya antara Rp70 ribu, Rp95 ribu dan Rp105 ribu per orang. Hal ini juga tergantung jumlah peserta. Semakin banyak peserta pelatihan biayanya semakin murah.
Sedangkan untuk berlatih membuat taplak meja besar pewarnaan 4 warna (colet) dengan ukutan 1 x 1 meter dalam waktu 8 jama selama 3 hari akan dikenakan biaya sebesar Rp1,5 juta per orang atau Rp500 ribu per hari. Pelatihan ini bisa diikuti secara sendiri-sendiri.
Semantara untuk paket profesional dengan materi produkdi dan manajemen industri batik dengan pemberi materi langsung oleh pemilik Rumah Batik Komar dan belajar mambuat batik dari awal hingga akhir akan dikenakan tarif sebesar Rp3 juta per orang. Pelatihan ini dilakukan selama 8 jam per hari dalam jangka waktu selama 5 hari.
Rumah Batik Komar libur pada hari Minggu atau Hari besar. Jadi Pelatihan ini dilakukan pada hari Senin hingga Sabtu. Para peserta tidak perlu repot untuk membawa kain katun dan bebas menggunakan bahan dan peralatan Batik Komar selama pelatihan. Selain itu peserta akan mendapat sertifikat.

Read More »
Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Banyak orang bermimpi ketika memakai baju, tidak ada yang menyamainya. Kini hal itu bukanlah mimpi, merek baju IDEKU hadir untuk membuatnya nyata karena memastikan hanya Anda yang memiliki baju berdesain eksklusif di dunia ini.

Baju berdesain eksklusif dan hanya satu-satunya di dunia hadir untuk Anda dengan merek IDEKU akan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya. IDEKU menjamin, kemana pun baju itu dipakai tidak akan pernah ada yang sama.
IDEKU merancang dan mengkreasi baju ini dengan memadukan motif-motif tradisional Indonesia yang mempunyai nilai tinggi baik dari motif batik, motif Bali, Kalimantan dan lain sebagainya. Tim desain kami berupaya menampilkan modifikasi motif tradisional yang fashionable.” kata Sugiarto, pendiri dan pemilik PT Indo Duta Eka Kreasi Unik.

Indonesia dan berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan dan mempopulerkan secara nasional dan internasional, untuk itu kami membuat kreasi dari beragam motif dan ragam hias tradisional Indonesia.
IDEKU sebuah usaha yang dibangun dengan mengandalkan kreatifitas dan harus selalu kreatif. Baju eksklusif satu desain dan hanya satu-satunya di dunia merupakan sebuah karya kreatif untuk menjadi bisnis yang unggul dan berbeda dengan semua produk yang ada.
Desain dan Motif
Kekayaan motif tradisional Indonesia menginspirasi divisi desain IDEKU untuk menghasilkan karya kreatif tanpa takut kehabisan ide. Desain yang dihasilkan mereka sekitar 20-30 desain setiap hari.
Tim divisi desain IDEKU terdiri dari anak-anak muda Indonesia kreatif yang memiliki kemampuan memodifikasi berbagai motif tradisional untuk menciptakan sebuah desain yang cantik, enak dipandang dan nyaman ketika dipakai.
Desain dan motif yang sudah siap. akan diproduksi sekali saja dengan jumlah hanya satu kain untuk menjadi sebuah baju dengan menggunakan teknologi modern yakni melalui digital print.
Satu Baju
Sebuah desain dituangkan atau diprint pada sebuah kain hanya dibuat menjadi sebuah baju saja. Desain dan motif serupa tidak akan pernah diproduksi lagi sampai kapan pun. Jadi baju ini menjadi satu-satunya di dunia dengan merek IDEKU.
Bagi mereka yang sudah membeli atau memiliki baju eksklusif IDEKU ini, dirinya menjadi pemilik tunggal. Kemana pun dirinya pergi ke berbagai belahan bumi ini, tidak akan pernah ada yang menyamainya. Baju IDEKU ini menjadi sangat-sangat eksklusif, hanya satu orang saja di dunia yang memilikinya.
Butik Ideku
Dalam mendistribusikan baju-baju eksklusif IDEKU, sementara waktu akan disebar di tiga toko yang berlokasi berbeda yakni di Court Harapan Indah, Bekasi; Sarinah Thamrin lantai 4, Jakarta dan Galeria Jakarta, Cilandak Town Square (CITOS), Jakarta.
Keistimewaan yang ditawarkan oleh IDEKU kepada konsumennya adalah seseorang yang telah melakukan pembelian baju eksklusif ini, pihak IDEKU akan mencatatnya sehingga selalu terdata pemilk bajunya dan otomatis sebagai pemegang yang sah desainnya.
Ke depan, IDEKU akan terus menambah persebaran store yang ada. Jika memungkinkan akan terdistribusi ke sejumlah kota besar di Indonesia. Selain akan didistribusikan di toko, baju-baju ini juga akan ditawarkan secara online. Saat ini masih dalam proses pembuatan websitenya.
Harga terjangkau
Baju eksklusif IDEKU ditawarkan kepada seluruh kalangan masyarakat. IDEKU berupaya menjual baju ini dengan harga terjangkau sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memilikinya.
IDEKU akan menawarkan baju dengan desain eksklusif dan satu-satunya di dunia dengan harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp850 ribu saja. Menurut kami kisaran harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia.


Sebelumnya IDEKU telah menghadirkan berbagai produk fasyen seperti baju, baju muslim, dasi dan lain sebagainya. Produk kami ini cukup diminati para konsumen, mereka merasa nyaman ketika menggunakannya. Hadirnya produk terbaru IDEKU yang eksklusif ini, kami yakini juga akan direspon oleh masyarakat Indonesia.
Baju eksklusif bermotif tradisional asli Indonesia merupakan wujud dari rasa cinta IDEKU akan seni warisan leluhur budaya Indonesia. “Kami berharap karya ini bisa membantu memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke masyarakat luas dan juga menghadirkan rasa bangga pada produk dalam negeri.” harap Sugiarto

Read More »
Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: BW

Berawal dari hobi dan kegemarannya mengkoleksi sepatu, Andina Nabila Irvani sukses menggabungkan kedua hobinya menjadi satu produk yang berkelas dengan omzet puluhan juta.

Disatu tempat di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terdapat satu workshop yang memproduksi aneka produk fashion seperti sepatu, tas, dompet dan lain sebagainya. Workshop yang diberi nama SlightShop ini memiliki keunikan tersediri akan produk-produknya. Sepatu, tas maupun dompet yang dijual diperindah dengan unsur lukis sehingga membuat produk-produk fashion ini terlihat elegan, unik dan tidak pasaran. Semua produk dilukis dengan tangan oleh para seniman professional.

Adalah Andina Nabila Irvani S.Sn, gadis cantik kelahiran Bandung, 31 Juli 1990 yang menjadi sosok penting dalam produksi sepatu lukis ini. Dina, sapaan akrabnya, adalah lulusan Binus University jurusan Animation – Visual Communication Design.

Awal Mula Menjadi Pengusaha

“Menyalurkan hobi,” kata Dina ketika ditanya perihal awal memulai usaha sepatu lukisnya. Dina memulai usaha sepatu lukisnya pada tahun 2008. Selain memang karena hobi, Dina juga suka mengoleksi sepatu. Dari situ timbullah pemikiran untuk membuat produk yang dia suka dan sesuai dengan hobinya. “Saya mencintai seni, dan ingin agar seni tersebut menjadi bagian dalam fashion kita sehari-hari,” tulis Dina dalam Company Profilenya. 

Bermodalkan satu juta rupiah dan mengusung konsep Art to Wear, Dina memulai usahanya. Pada awalnya, Dina mampu melukis 5-7 sepatu setiap harinya. Dengan merek dagang Slight, Dina memasarkan hasil karyanya melalui website www.slightshop.com dan juga dibeberapa media social. Dina menganggap bahwa media online menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk pemasaran produknya. Selain murah dan mudah, media online juga bisa menjangkau wilayah yang luas tanpa batas. Tapi tidak hanya itu, Dina juga mengandalkan para distributor dan reseller untuk menjual hasil karyanya yang menyasar segmen pengguna wanita dewasa yang menyukai fashion dan menghargai seni. “Sebagian besar pelanggan kami tinggal dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Manado dan lain-lain. Rata-rata mereka berusia dewasa dan remaja dengan rentang umur 19-27 tahun,”tambahnya. Dina juga telah menerima beberapa pesanan secara individual dari wilayah ASEAN.

Sepatu lukis yang diproduksinya dia jual dengan harga bervariasi, mulai dari 100 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Kini, Dina telah memiliki 4 orang karyawan dengan kepandaian melukis untuk membantu produksinya. Setiap hari tidak kurang 20 pasang sepatu mampu diproduksi. Omzetnya pun meroket mencapai kisaran 35 juta perbulan.  

Sebagai seorang pengusaha, terkadang tidak lepas dari permasalahan. Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga professional yang memiliki skill bagus dibidang melukis. Dengan semakin banyaknya order yang diterima membuat Dina harus mencari asisten-asisten yang bisa membantunya agar konsumen tidak kecewa. Karena dalam bisnis online dan menjual jasa seperti ini, ketepatan waktu dan kejujuran menjadi satu modal penting dalam berusaha. Sementara untuk bahan baku, Dina bisa mendapatkannya di Jakarta atau terkadang harus mengimpor dari negara lain.

Prestasi Yang Pernah Diraih

Berkat sepatu lukisnya, Dina pernah didaulat menjadi Winner of Shell LiveWire Business Start Up pada tahun 2009. Kemudian pernah juga menjadi nominator Asia’s Best Young Enterpreneur 2009. Pada 2011, Dina juga meraih penghargaan Wirausaha Muda Terbaik dari Kemenpora.

Sedangkan pada tahun 2014 ini, Dina sempat menjadi pembicara dalam Konferensi GAPURA yang diadakan pada bulan Maret yang lalu. Dan pada bulan September tepatnya tanggal 18-21, Dina dengan SlightShopnya mengikuti pameran yang diadakan di Thailand. Pameran yang bertajuk “ASEAN Young Enterpreneur Assembly 2014” ini diikuti oleh pengusaha muda dari 9 negara termasuk Andina dari Indonesia. 

Ketika disinggung tentang pendapatnya terhadap pasar bebas ASEAN 2015 nanti, Dina berpendapat bahwa para pengusaha harus bersiap meningkatkan kualitas produksinya dan terus berpromosi agar dapat bersaing dengan brand-brand luar negeri. Karena bagi Dina sendiri, pasar bebas ASEAN ini merupakan peluang bagi para pengusaha untuk bisa lebih mempromosikan produknya sampai ke luar negeri karena peluang ekspor lebih terbuka. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa pasar bebas ini juga mendatangkan ancaman bagi pengusaha dalam negeri, karena bukan tidak mungkin pengusaha asing memasukkan produk yang sama. Inilah mengapa, para pengusaha harus bisa meningkatkan kualitas produknya.

Untuk mempermudah pengusaha meningkatkan kualitas produsinya, Dina mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah termasuk aspek perizinan, birokrasi, biaya impor bahan baku dan kemudahan-kemudahan lain. Ini diperlukan adanya kerjasama yang erat antara pemerintah dan pengusaha untuk bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri ke luar.

Diakhir pembicaraan, Dina mengungkapkan targetnya untuk lebih memperkuat brand, meningkatkan kualitas produk, menambah lebih banyak variasi produksi dan mengembangkan distribusi agar SlightShop lebih dikenal lagi.

“Yang penting jangan takut untuk memulai, jangan berhenti berkreasi dalam membuat lukisan dan melakukan inovasi. Sambil jalan kita juga belajar berbisnis, InshaAllah akan ketemu triknya,” tips dari Dina bagi mereka yang hendak memulai usaha. Bagi yang ingin melihat koleksi sepatu karya Dina bisa mengunjungi www.slightshop.com

Read More »