Alex Gunarian, Pelaku Sablon Kelas Dunia

Inspiring Your Business 17 November 2015 Loading..
Inspiring Your Business

Dalam menjalankan dan melayani bisnis sablon. kita harus siap menerima
tantangan setiap saat. Tantangan terbesarnya adalah harus mampu mempertahankan konsep desainer yang dituangkan di gambar atau desain ketika dipindahkan ke kaos, bahkan membuat desainnya hidup.

Sebuah desain yang terlihat di gambar pada dasarnya sama, tetapi yang membedakan adalah karakternya. Misalnya untuk pesanan Universal Studio, Singapura, warna yang keluar harus sama dengan apa yang disyaratkan karena
warnanya paten sehingga warnanya harus konsisten atau sama.

Kita sebagai pembuat harus bisa membuat hal itu, berbagai teknik sablon harus dikuasai seperti spot color dengan rumusan tertentu agar bisa mengeluarkan warna yang diinginkan. “Kita harus mampu mempertahankan warna tersebut apa pun posisi dan kondisi kaos.” Kata Alex Gunarian, pemilik Warna Aseli Prirnting.
Para pemesan datang dari berbagai penjuru seperti dari mulut ke mulut, internet atau web dan lainnya. Pemesan dari mulut ke mulut dari dari pemesan lokal atau penjual tinta seperti Lucas juga bisa merekomendasikannya. Orderan
yang cukup banyak dikerjakan Warna Aseli adalah photo print karena mempunyai mesin dan kemampuan merealisasikan gambar dengan baik.
Warna Aseli juga cukup lihai dalam membuat kaos dengan desain karakter untuk anak-anak.

Alex sebagai nakhoda Warna Aseli sangat lihai dan mumpuni dalam  merealisasikan desain kaos untuk anak-anak. Lelaki yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat bidang Advertising, tetapi kembali ke Indonesia menggeluti dunia sablon karena sejak kecil sudah cukup mengenal sablon. Ketika itu orang tuanya mempunyai toko sablon di Bandung. Ketika disuruh
meneruskan usaha sablon orang tua, Alex merasa tantangannya kurang, hanya
duduk dan menunggu pembeli datang. Saat itu Alex melihat, di Bandung yang mampu menerima orderan pecah warna di toko saya dan Lucas.
Ilmu yang dipelajari Alex ketika mengambil bidang advertising tetap dipakai
terutama dalam hal desain dan pecah warna serta membawa sablon menjadi
lebih modern. Sebenarnya membuka usaha sablon cukup mudah, apalagi saat ini kemajuan teknologi sedemikian rupa. Jika mengalami kesulitan sudah cukup banyak perusahaan atau penyedia jasa sablon yang siap membantu.
Alex sudah menekuni bisnis sablon sekitar delapan tahun dan merasa cukup puas dengan apa yang dilakukan. Namun, kami tetap terus belajar berbagai hal tentang sablon, agar tidak tertinggal dengan lainnya.
Ke depan menurut pandangan saya akan mengarah ke digital. Itu sebuah keniscayaan dan sablon manual akan berkurang tetapi tidak akan mati atau hilang. Sablon manual terus ada dengan perubahan kearah modernisasi, karena orang-orang atau konsumen melek internet dan teknologi sehingga mengerti akan kualitas. Mereka tidak lagi membandingkan antar daerah melainkan antar benua atau negara. Jadi para pelaku usaha sablon harus
mengejar kualitas yang mampu dihadirkan negara lain.
Alex melihat, orang-orang Indonesia sangat mampu karena orang-orang Indonesia sangat kreatif. Kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang dan mengarah ke digital. Alex menilai sablon digital masih permulaan dan belum maksimal. Perangkat yang hadir sudah baik tetapi dalam produksi belum bisa mengikuti kebutuhan pasar dan belum bisa diandalkan menjadi bisnis. Digital masih membutuhkan waktu cukup lama untuk matang sebagai perangkat bisnis sablon yang optimal.
Sebuah bisnis harus berjalan seimbang antara produksi dan pemasarannya. Pelaku usaha harus pandai melihat peluang, order dan permintaan. Jika orderan hanya memproduksi dalam jumlah sedikit harus dibedakan dengan yang jumlah besar atau rutin. Faktor biaya terbesar dalam bisnis sablon adalah setting dan operasional. Kita juga bisa kerja sama dengan pemesan untuk mendapatkan jumlah orderan besar secara rutin.
Usaha sablon adalah menjual layanan atau servis, jadi kita harus berusaha melayani dan membantu para pemesan untuk bisa menjual hasil produksi
kita. Kita harus saling mengisi antara tukang atau perusahaan sablon dengan
pemesan, agar sama-sama bisa menjalankan bisnis masing-masing.
Masing-masing usaha sablon memiliki karakter dan kualitas sendiri. Satu usaha
sablon dengan lainnya tidak ada yang sama persis. Mereka masing-masing mempunyai keunggulan. Warna Aseli Printing sudah mengerjakan orderan dari
Indonesia dan mancanegara, mulai dari brand local, internasional dan brand
berlisensi. (bud)