Rumah Batik Komar

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..
Inspiring Your Business

Penulis: Budi Santoso

Batik sebagai warisan budaya Indonesia sangat perlu dilestarikan dan diedukasikan kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda. Agar esensi batik yang sebenarnya berkesinambungan. Dengan demikian, mereka tahu perbedaan batik dengan tekstil bercorak batik.

Konvensi Batik RSNI (Rancangan Standarisasi Nasional Indonesia) di Yogyakarta pada tahun 2013 bersepakat mendefinisikan Batik sebagai kerajinan tangan sebagai pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.
Berdasarkan definisi konvensi maka Batik begitu istimewa dan bernilai sehingga patut dilestarikan. Untuk mengedukasi dan melestarikannya, masyarakat harus diberikan fasilitas agar mereka dapat belajar dan memahami proses pembuatan batik. Oleh karena itu H. Komarudin Kudiya S.Ip, M.Ds bersama istri Hj. Nuryanti Widya mendirikan Rumah Batik Komar.
Komarudin Kudiya merupakan keturunan keluarga pembatik Desa Trusmi, Plered, Cirebon,
Jawa Barat, sehingga cukup familiar dengan aneka macam desain batik. Komar mendirikan Rumah Batik Komar awalnya untuk memproduksi dan melestarikan Batik Cirebon pada tahun 1998 di Kota Bandung, Jawa Barat. Saat ini memiliki workshop dan showroom di Jalan Cigadung Raya Timur I No. 5.
Batik Komar produksi aneka jenis motif batik modern dengan kualitas kain terbaik, kaya warna dan otentisitas. Semua produknya memujudkan identitas unik dan desain baru. Rumah Batik Komar mempekerjakan sekitar 300 orang yang tersebar di kota Cirebon dan Bandung.
Workshop dan dan showroom yang terletak di Bandung, tercatat sebagai pemegang rekor MURI untuk batik terpanjang, membuka “dapur” tempat produksinya untuk umum. Komar melakukan ini agar batik milik Indonesia tidak dicabut pengakuannya oleh UNESCO, karena menjaga kelestarian dan menggunakan batik adalah salah satu perjanjiannya.
Komar juga pernah mempelopori batik cap terpanjang di dunia yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Ia juga masih terus berjuang untuk mengembangkan bergam motif batik dari Sabang sampai Merauke.
Rumah Batik Komar tidak hanya memproduksi batik sebagai komoditas jualan tetapi juga sebagai fasilitasi untuk para pengunjung yang tertarik dengan proses pembuatan batik atau ingin belajar membuat batik sendiri. Hal ini dilakukan dalam upaya memperbanyak orang untuk mengenal dan mencintai ragam tekstil khas Indonesia.
Setiap rombongan yang dating diajak belajar proses membatik, dari mulai mencanting, mencelup, sampai jadi sebuah sapu tangan batik. Mereka dibimbing para karyawan galeri itu. Komar juga menyiapkan waktu untuk memberikan penjelasan kepada siapa pun dan menjawab pertanyaan mereka mengenai sejarah batik dan proses pembuatannya.
Mayarakat yang ingin belajar membuat batik, Komar menyediakan berbagai paket pelatihan dengan materi dan waktu belajar berbeda-beda. Berbagai materi yang akan dilatih seperti materi mendasar, materi profesional, pengenalan desain, pembuatan batik, proses pewarnaan dan pemasaran batik.
Paket-paket yang ditawarkan Rumah Batik Komar, seperti paket kunjungan melihat proses membatik untuk rombongan kurang dari 20 orang biaya yang dikenakan sebesar Rp15 ribu per orang. Jika lebih dari 20 orang maka biayanya menjadi Rp10 ribu per orang.
Untuk pelatihan membatik sapu tangan pewarnaan satu warna (Celup), kain katun 40 x 40 cm dikenakan biaya Rp40 ribu, Rp70 ribu dan Rp90 ribu per orang. Biaya yang dikenakan tergantung jumlah peserta pelatihan. Sedangan proses membatik sapu tangan empat warna (colet) berukuran 40 x 40 cm akan dikenakan biaya antara Rp70 ribu, Rp95 ribu dan Rp105 ribu per orang. Hal ini juga tergantung jumlah peserta. Semakin banyak peserta pelatihan biayanya semakin murah.
Sedangkan untuk berlatih membuat taplak meja besar pewarnaan 4 warna (colet) dengan ukutan 1 x 1 meter dalam waktu 8 jama selama 3 hari akan dikenakan biaya sebesar Rp1,5 juta per orang atau Rp500 ribu per hari. Pelatihan ini bisa diikuti secara sendiri-sendiri.
Semantara untuk paket profesional dengan materi produkdi dan manajemen industri batik dengan pemberi materi langsung oleh pemilik Rumah Batik Komar dan belajar mambuat batik dari awal hingga akhir akan dikenakan tarif sebesar Rp3 juta per orang. Pelatihan ini dilakukan selama 8 jam per hari dalam jangka waktu selama 5 hari.
Rumah Batik Komar libur pada hari Minggu atau Hari besar. Jadi Pelatihan ini dilakukan pada hari Senin hingga Sabtu. Para peserta tidak perlu repot untuk membawa kain katun dan bebas menggunakan bahan dan peralatan Batik Komar selama pelatihan. Selain itu peserta akan mendapat sertifikat.