BEKRAF Siap Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

News 31 Maret 2016 Loading..
News

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu sektor andalan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global, khususnya saat memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebagai lembaga yang bertanggungjawab langsung kepada presiden, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjadi pihak terdepan dalam mengelola dan menumbuhkembangkan potensi ekonomi kreatif kota-kabupaten di seluruh Indonesia secara sinergis dan berkelanjutan.

Skema kerja sama dalam pembangunan ekonomi kreatif adalah adanya kelengkapan infrastruktur kelembagaan dalam keterlibatan unsur ‘quadro helix’ (birokrasi, akademisi, bisnis dan komunitas) serta adanya dukungan infrastruktur digital yang berkualitas dan modern.

Ketua Panitia ICCC 2016, Liliek Setiawan mengatakan bahwa even ini akan banyak sekali menghasilkan sejumlah rekomendasi dan arahan yang berguna bagi pengembangan kota kreatif, “Banyak sekali arahan-arahan yang dihasilkan dari birokasi dalam bentuk kebijakan dan kemudian selanjutnya bisa diaplikasikan dari sisi bisnis dan juga ada community sebagai katalisatornya tidak lupa sekarang ada faktor plusnya yaitu media,” ujarnya.

Untuk merumuskan dan mematangkan konsep pengembangan ekonomi kreatif secara masif di tingkat kabupaten-kota, Bekraf bekerja sama dengan Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif Indonesia, Pemkot Malang dan Komunitas Malang Creative Fusion (MCF) ambil bagian dalam menyelenggarakan konferensi Indonesia Creative Cities Conference 2 (ICCC2), 31 Maret-1 April 2016 di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang juga bersamaan dengan pelaksanaan Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Expo ini dihadiri oleh seluruh walikota dan delegasi dari beberapa negara Asean.

Konferensi ICCC 2 yang bertajuk “Menuju Kota Kreatif Indonesia yang berkelanjutan” ini diharapkan mampu mewakili inovasi, komoditas, dinamika dan aneka bentuk kreativitas di indonesia yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi kreatif di level kota dan kabupaten. Selain itu, untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dalam upaya membangun potensi ekonomi kreatif yang ada dari masing-masing daerah.

Sasaran even ini secara nasional adalah terbentuknya organisasi Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif, lengkap dengan susunan pengurus dan program kerja, sehingga aktivitas di kota dan kabupaten bisa tumbuh, berkembang dan saling berkolaborasi sebagaimana terjadi di tingkat nasional maupun internasional. 

“Jejaring kota kreatif ini adalah kunci dari kemajuan ekonomi kreatif. Karena tidak mungkin semuanya diatur dari pusat. Di Malang bisa diatur dari pusatnya kota Malang. Tapi di Indonesia tidak bisa diatur kreativitas rakyatnya, kreativitas yang didukung oleh regulasi oleh pemimpin di pusat, tidak bisa. Jadi tanpa adanya jejaring kota kreatif ini, impossible kita melakukan percepatan,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Pada Konferensi ICCC2 ini akan dibahas sejumlah isu, keberhasilan dan permasalahan ekonomi dan industri kreatif. Hasil pembahasan tersebut diharapkan bisa merumuskan kesepakatan bahwa pengertian kota kreatif, industri kreatif dan ekonomi kreatif yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai dasar rekomendasi strategis penguatan kontribusi kota kreatif pada kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan.

Di lain kesempatan, Wali Kota Malang Mochamad Anton menyatakan perwakilan luar negeri seperti Kroasia dan China ikut meramaikan perhelatan akbar Kota Apel di akhir bulan ini. “Kami melibatkan berbagai negara yang memang telah melakukan sister city dengan kota Malang. Dimana kami juga sudah melakukan hubungan kerja, dimana UKM UKM ini sudah berlangsung di tempat mereka,” ujarnya.