Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

News 25 Februari 2015 Loading..
News

Ketika saya mendengar istilah “Simulated Process Printing”, saya langsung terpikir pada kaos hitam. Mungkin karena latar belakang saya dalam industri ini adalah mencetak kaos Rock’N’Roll ketika pertama kali memulainya. Bukan berarti pula bahwa simulated process color tidak dapat dilakukan dengan baik  pada bahan kain berwarna  kenyataanya, bila proses desain dan separasi dilakukan dengan tepat, hasil cetak akan nampak bagus dari setiap warna dari hitam ke putih, tetapi seringkali dihubungkan dengan warna gelap.

“Simulated Process Printing” adalah istilah yang sering digunakan tetapi tidak selalu dapat didefinisikan. Interpertasi saya dengan istilah itu adalah “gambar tampil dengan warna penuh yang dibuat dengan penggunaan titik raster dari warna kuning, magenta, cyan dan hitam untuk menciptakan efek warna penuh, nyatanya tidak”. Gambar diharapkan tampil warna penuh, tetapi nyatanya kita masih memerlukan ada warna khusus untuk gambar itu. Warna-warna mungkin berubah dari satu gambar ke gambar lain, dan tinta biasanya opaque. Jika gambar didesain dan diseparasi dengan tepat, dapat dicetak dengan warna apapun termasuk hitam.

Untuk mengerjakan simulated process print, anda memerlukan gambar yang kontras, artinya bagian highlight yang kuat dan shadow yang kuat dengan satu arah penyinaran. Agar berhasil dalam pencetakan, adalah penting untuk mengerti apa saja yang harus dilakukan  untuk mecapai hasil simulated process print yang baik, dalam kasus saya, hasil cetak nampak bagus d iatas kaos hitam.

Pertama, Ketahui untuk siapa Anda membuat desain ini. Ketika pertama kali masuk dalam industri, kami mencetak untuk konser Rock’N’Roll. Hari ini, tetapi khususnya di tahun 1970 an, apapun warna selain hitam tidak akan bagus penjualannya di dalam konser. Jika anda mendesain untuk biker, olahraga ekstrim atau beberapa atlet profesional, kaos warna hitam paling banyak dibeli. Disamping itu, biker tidak akan pernah memakai warna pink. (selengkapnya dapat Anda baca di Majalah PRINTEX XV, 2015 dan dalam seminar di Indonesia Apparel Production Expo 2015 di Solo, Jawa Tengah, 5 – 8 Maret 2015)