IAPE MEMASUKI ERA MEA 2016

News 28 Januari 2016 Loading..
News

Selama tahun 2015, pameran dan kegiatan Indonesia Apparel Production (IAPE) digelar di beberapa kota di Jawa. Antusias perusahaan dalam berpartisipasi cukup terlihat sedangkan para pengunjung juga tidak mau melewatkan kegiatan tahunan ini. Pameran dan kegiatan IAPE akan kembali digelar tahun 2016 paling tidak di tiga kota yakni Solo, Denpasar dan Bandung.

Indonesia Apparel Production (IAPE) menjadi ajang untuk memamerkan teknologi dan mesin terbaru industri garmen, konveksi dan sablon di Indonesia. IAPE menghadirkan komponen rantai bisnis industri tekstil dan garmen mulai dari hulu hingga hilir atau mulai dari bahan hingga produk jadi. Tujuan pameran IAPE adalah sebagai media atau fasilitas para peserta pameran memperkenalkan, mempromosikan dan memasarkan serta mengedukasi produk-produk mereka kepada masyarakat luas umumnya dan para pengunjung pameran khususnya. Antara peserta dan pengunjung diharapkan dapat berkomunikasi dan selanjutnya bisa bekerja sama yang saling menguntungkan.

Indonesia merupakan pasar yang besar bagi industri apparel dan Pulau Jawa masih menjadi pilihan tepat untuk target sosialisasi, promosi, penguatan merek dan pemasaran. Oleh karena itu selama tahun 2015, IAPE hanya hadir di Jawa yakni Solo, Jawa Tengah sebagai representative Provinsi Jawa Tengah untuk menggambarkan industri tekstil, garmen dan batik berskala nasional dan internasional.
Sedangkan Surabaya, Jawa Timur merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dan juga sebagai pintu gerbang menuju kawasan Indonesia Tengah dan Timur seperti kota-kota di Kalimantan (Balikpapan danBanjarmasin), Sulawesi (Makasar dan Manado), Bali dan Papua.
Sementara Kota Bandung, Jawa Barat merupakan kawasan yang dikenal sebagai kota belanja fashion di Indonesia. Kota ini sebagai barometer industri garmen, konveksi, dan sablon berskala nasional.
“Selama penyelenggaraan IAPE 2015 di tiga kota tersebut kami berharap dapat mendekatkan pihak-pihak terkait yakni antara supplier dengan customer, antara produsen dan konsumen. Selain itu kami juga berharap terjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan di kedua belah pihak.” Kata Aulia
Sunhandhyka, CEO Moremedia Kreasi.


Peserta yang berpartisipasi dalam IAPE 2015 seperti Samafitro, Surya Wahana
Fortuna, Epson Indonesia, Tajima Gunung Mas, Lucas SPS, Barunesia Jayadi, Mastar Perdana Indonesia, Digital Prima Imaging, Nano SNG, Grozbeckert, Pukka Indonesia, Central SPS, Charlie SPS, Indoplotter, Juki, Kennway Indonesia, Citra Sukses Persada, Mulia Mandiri Supply, Darius Machinery, Rhino Indonesia Sukses, Prima Mode (Gildan), Bhinneka Mentari Dimensi, Asaba Divisi Mutoh, Nusantara Indo Digital, Anverson Indonesia, Gramedia Asri Media (Pantone), dan LengPeng.

Pada tahun 2016, IAPE akan kembali digelar untuk menjembatani kebutuhan produk apparel dengan menyajikan perkembangan mode dan teknologi sehingga industri tekstil dan garmen terus berkembang.
Produsen berupaya memenuhi kebutuhan pasar dengan hasil kreasi dan inovasinya. Para pelaku usaha dan produsen menyadari persaingan semakin ketat, semua pihak perlu langkah strategis untuk bisa  mempertahankan maupun memperluas pasar.

Tahun ini, Indonesia masuk era baru yakni era perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Peluang dan tantangan meraih pasar yang besar terbuka luas. Bahkan pemerintah akan memperluas pasar hingga kawasan samudera Pasifik dengan mengadakan perjanjian kemitraan ekonomi strategis Trans-Pasifik diantara negara-negara di kawasan samudera Pasifik.

IAPE juga berencana memperluas penyelenggaraan pamerannya yakni menggelar di salah satu kota di luar Jawa yakni di Pulau Bali, selain tetap menyelenggarakan pameran di kota Solo dan Bandung.
Era persaingan bebas di ASEAN menjadi tantangan semua pihak untuk meraih kesuksesan. IAPE akan tetap menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait industri tekstil dan garment seperti kegiatan diskusi, seminar atau workshop serta fashion show. Sampai berjumpa di pameran IAPE 2016. bud