INDONESIA PRODUKSI MEREK-MEREK PAKAIAN DUNIA

News 27 Januari 2016 Loading..
News

Asosiasi Petekstilan Indonesia (API) bidang Data dan Informasi mendata merekmerek pakaian atau fashion brand dunia yang diproduksi di Indonesia ada sekitar 150-200 merek. API melihat potensi keterlibatan Indonesia dalam menghasilkan produk-produk ternama di dunia.

Keterlibatan Indonesia dalam memproduksi produk-produk ternama dunia cukup besar dan diperkirakan terus bertambah. Menurut data API, produk yang  diproduksi di Tanah Air seperti produk pakaian merek Zara, Adidas, Nike, The North Face, Amer Group, Salomon, Arcteryx, Calvin Klein, H&M dan lain-lain. Perusahaan tekstil dan garmen di Indonesia telah mendapat kepercayaan yang cukup besar, karena itu pemerintah harus terus memberikan fasilitas dan dorongan kepada industri tekstil di Indonesia. Pemerintah harus merawat industri ini, jangan sampai kepercayaan yang sudah tertanam menjadi tidak berdaya karena kondisi yang tidak kondusif. 

Ketua Umum Asoasiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat menyatakan cukup banyak produk fashion ternama internasional atau luar negeri diproduksi di Indonesia. Namun, sayangnya daya saing produsen-produsen dari Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sebagai contoh, dalam memproduksi produk sejenis atau sama, seperti H&M, secara kualitas masih berbeda-beda atau belum terstandarisasi. Begitu juga dengan faktor kebersihan atau kerapihan. produk-produk Indonesia juga masih harus bersaing dengan produk yang diproduksi di negara lain seperti dari China atau Vietnam.
Ade mengungkapkan bahwa produsen pakaian di Indonesia biasanya mendapatkan order dari perusahaan fashion untuk membuat sebuah model pakaian yang telah ditentukan. Beberapa merek yang diproduksi di Indonesia misalnya merek Zara diproduksi produsen Citra Busana, Bogor, Jawa Barat; merek Van Heusen diproduksi Metro Garmen, Bandung, Jawa Barat; merek Hugo Bossdan Calvin Klein juga diproduksi di Bandung, Jawa Barat; merek H&M diproduksi Jawa Tengah, dan Uniqlo diproduksi di Tangerang dan  Majalengka, Jawa Barat.
Sementara, PT Pan Brothers Tbk, emiten produsen garmen terintegrasi selama ini mengerjakan pembuatan produk fashion terutama pakaian jadi atau garmen tujuh merek dunia, yakni Mitsubishi, Adidas, The North Face, Amer Group (Arcteryx dan Salomon), dan Nike.
Untuk tahun 2015, Pan Brothers menyiapkan dana hingga US$ 40 juta untuk belanja modal. Anggaran belanja modal ini akan dialokasikan untuk pemeliharaan serta tambahan dana pembangunan dua pabrik Eco Smart di Boyolali, Jawa Tengah. Pihak manajemen menyatakan secara garis besar anggaran belanja modal Pan Brothers yang berasal dari kas internal perseroan dan pinjaman sindikasi membagi menjadi US$ 5-10 juta –untuk maintenance atau perawatan dan sebesar US$ 30 juta dialokasikan untuk tambahan dua pabrik baru Eco Smart di Boyolali.

Pan Brothers optimistis langkah ini akan mampu mendorong perseroan untuk masuk ke segmen ritel seiring dengan kemampuan perseroan dalam memproduksi brand international dengan product development.
Kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa sangat mempengaruhi kinerja industri tekstil Indonesia. Menurut hasil analisis PT Mandiri Sekuritas, setiap 1% kenaikan ekonomi AS, akan meningkatkan 1,5% pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ke AS pada tiga kuartal berikutnya. Sedangkan setiap 1% kenaikan ekonomi kawasan Eropa, akan meningkatkan 3% pertumbuhan ekspor TPT Indonesia ke kawasan Eropa pada dua kuartal berikutnya. bud