Kemenperin Pacu Kinerja Industri Kulit, Alas Kaki dan Aneka

News 02 November 2016 Loading..
News

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto membuka Temu Usaha, Pameran, dan Fashion Show Industri Alas Kaki, Kulit dan Aneka Nasional di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta pada tanggal 1 November 2016. Event ini diikuti oleh lebih dari 50 pelaku industri dan akan berlangsung selama tanggal 1 – 4 November 2015 mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB serta terbuka untuk umum.

Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kinerja industri kulit, alas kaki dan aneka karena merupakan kelompok industri pengolahan yang dikategorikan sebagai sektor prioritas dalam pengembangannya. Kelompok industri ini juga berperan strategis sebagai penghasil devisa negara. 

Airlangga menyampaikan, industri kulit, alas kaki dan aneka memberikan kontribusi terhadap nilai ekspor sebesar USD 12,28 miliar atau 8,17 persen dari total ekspor nasional pada tahun 2015. Selain itu, kelompok industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang atau 7,7 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur dan jumlah nilai investasinya mencapai Rp 22,8 triliun. “Pada triwulan II tahun 2016,pertumbuhan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 7,74 persen, sedangkan pertumbuhan industri aneka mencapai 3,84 persen, ungkapnya.

Kelompok industri kulit, alas kaki dan aneka mencakup 11 sektor, yaitu industri penyamakan kulit, industri barang dari kulit, industri alas kaki, industri kaca mata, industri alat ukur waktu, industri alat musik, industri mainan, industri alat tulis, industri perhiasan, industri alat olahraga, serta industri pengolahan lainnya.

Perkuat branding nasional

Di sisi lain, Menperin meminta kepada para pelaku industri kulit, alas kaki dan aneka untuk memperkuat branding nasional agar bisa berdaya saing dan dikenal di pasar global. “Karena salah satu nilai tambah adalah branding dari produk. Selain itu, dengan menjadi merek global, produk kulit, alas kaki dan aneka asal Indonesia akan dicari oleh dunia internasional,” ujarnya.

Airlangga menyampaikan, Indonesia hingga saat ini masih menjadi basis manufaktur untuk produk kulit dengan merek-merek internasional dan belum banyak memproduksi merek nasional. “Padahal, industri dalam negeri mampu memproduksi produk kulit, alas kaki dan aneka yang cukup berkualitas dengan mengikuti mode terkini,” tuturnya.

Di samping itu, lanjut Airlangga, belanja iklan juga menjadi hal yang penting dalam memperkenalkan merek-merek nasional, sehingga pemerintah bersama pelaku industri perlu memprioritaskannya.

Dalam sesi diskusi dengan pelaku industri yang dihadiri sebanyak 150 orang, turut hadir Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Menkeu mengatakan ingin mengetahui secara langsung mengenai kendala yang dihadapi para investor dalam berusaha di Indonesia.

“Saya datang ke sini mau mendengar langsung dari pelaku industri apa sebetulnya keluhan dari segi policy, karena dari segi pemerintah, industri ini yang menciptakan kesempatan kerja cukup banyak,” ujarnya.

Untuk itu, kata Menkeu, pihaknya juga akan mendorong pelaku industri untuk terus menciptakan nilai tambah produk. "Kami akan mendukung apa yang bisa dilakukan industri ini untuk terus berkreasi dan berinovasi, sehingga tidak hanya bersaing di dalam negeri, tetapi juga mampu ekspor," ungkapnya.