NANOSNG MEMBUAT IGE YOGYA LEBIH NGEJRENG

News 09 Desember 2014 Loading..
News

Sebagai salah satu peserta pameran IGE (Indonesia Grafika Expo) kali ini di Yogyakarta 15-18 Oktober 2014, NANOSNG salah satu perusahaan Korea yang bergerak dibidang cetak digital di atas tekstil nampak sangat menonjol. Dengan “gerbang” yang tinggi seperti arch de triumph di Paris, stand NANOSNG berdiri megah di tengah peserta lannya.

Mr.Yang Bae Geun, Direktur SNG menyatakan bahwa setiap kali ikut pameran selalu membawa seluruh peralatan cetak sublimasinya secara lengkap yaitu printer MUTOH seri VJ1324 V, RJ 900X, VJ 1624W dan VJ1638 WX  serta Heat Press KYUNGILTECH type GTS 44 dan type ATM 3-70. Semuanya ini untuk menunjukkan kepada khalayak Yogya bahwa proses cetak sublimasi ini mudah dan tidak perlu tenaga banyak.

Kalau di stand NANOSNG kita melihat satu motor trail besar dan beberapa jersey dan pakaian balap, maka pada pameran kali ini, NANOSNG mengajak patner lokalnya di Yogyakarta yaitu ADRIANS ADRIANS dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pembalap motor trail dan road racer, dan mengembangkan bisnisnya dengan  membuka toko untuk keperluan balap, seperti motor, pakaian balap, jersey dan kelengkapan lainnya. ADRIANS juga telah mengembangkan jasa printing digital subimasi untuk pembuatan pakaian balap.

“Dengan rangkaian peralatan printing sublimasi yang relatif sederhana  dapat dipakai sebagai modal awal untuk membuka usaha jasa printing tekstil” ungkap Iwan, dari Pemasaran NANOSNG. Printing sublimasi tidak hanya diterapkan dalam pakaian olah raga, tetapi juga untuk mencetak kain sifon, dan juga pada kain satin untuk jilbab, sarung bantal dan berbagai kegunaan lainnya.

Untuk itu pada pameran kali ini NANOSNG lebih mentargetkan untuk memberi edukasi untuk industrialis Yogya dan Solo akan kemampuan ini, karena selama ini banyak jasa printing sublimasi dikerjakan di Bandung dan Jakarta yang sebenarnya bisa dikerjakan di Yogya sendiri

Pada pameran IGE kali ini NANOSNG telah menjual beberapa mesin heatpress GTS dan mesin laminating yang bekerjasama dengan perusahaan leasing Verena. “Dengan dana sebesar 205 juta rupiah Anda sudah dapat memulai bisnis printing sublimasi”, imbuh Iwan. (Bambang Supriyadi, PRINTEX)