Jenis dan Variasi Jarum Jahit

Other Application 27 April 2015 Loading..
Other Application

Munculnya variasi kain dan mesin jahit juga diikuti oleh jenis dan sistem jarum jahit sebagai fitur yang sangat penting dalam jahit menjahit. Peran jarum berkembang mengikuti kebutuhan untuk memberikan performa terbaik dari setiap mesin yang menggunakan jarum.

Jarum akan mengikuti kebutuhan, apakah untuk kain baru atau khusus, mesin jahit baru dengan kecepatan yang terus meningkat. Untuk memudahkan identifikasi jarum, Anda menggunakan tiga parameter yaitu sistem, ujung jarum dan ukuran.

Sistem jarum menentukan dimensi sebuah jarum agar sesuai dengan jenis mesin jahit dan jahitannya. Jarum dirancang dengan bervariasi panjang bagian jarum yang runcing, ketebalan bagian atas, jenis mata jarum dan lain sebagainya. Anda disarankan untuk memeriksa kecocokan sistem jarum dengan mesin jahitnya.

Sebuah jarum bisa dibedakan berdasarkan ujungnya, ada yang berujung bundar dan cutting. Untuk jarum berujung bundar dapat dibedakan berdasarkan fungsinya yakni Jarum ujung slim set atau jarum ujung bundar acute (SPI), ujung set cloth atau ujung bundar normal (R), ujung light ball (SES), ujung heavy ball (SKF), dan spesial ball point (SKL).

Jarum berujung cutting atau tajam dan runcing dibedakan menurut bentuk yakni lensa, bundar, segitiga, dan kotak. Jarum jenis ini biasanya digunakan untuk menjahit bahan bukan kain yang padat.

Sementara itu, bila dilihat dari ketebalan sebuah jarum menggunakan nomor metrik (Nm). Nomor ini sebagai informasi akan diameter bagian runcing jarum dalam hitungan millimeter yang diukur tepat dari atas bagian cekung namun tidak termasuk bagian runcing jarum. Misalnya, Jarum dengan nomor Nm 110 diartikan jarum itu berdiameter 1,1 milimeter. Ketebalan bagian runcing jarum di sisi kanan sebesar 1,1 milimeter.  sedangkan Jarum bernomor Nm 50 maka jarum itu memiliki ukuran diameter sebesar setengah millimeter.

Cara penomoran ukuran jarum standar lainnya adalah sistem penomoran Singer/Asia yang kadang kala dianggap sebagai sistem Amerika yang menggunakan nomor untuk menunjukkan ukuran. Berikut gambar yang menunjukkan perbandingan Nm dan Singer dengan jumlah referensi ukuran yang lain.

Untuk menentukan jarum yang tepat jika digunakan pada sebuah kain, berikut cara cepat menentukan apakah benang dan jarum sudah cocok atau pas adalahg jika jarumnya terlalu besar maka  jarum akan jatuh ke bagian bawah benang, sedangkan jika jarum terlalu kecil maka jarum akan tetap berada di bagian atas benang. Sementara itu,jarum yang cocok atau pas, jarum akan berputar jatuh perlahan ke bagian bawah benang.

Bagi Anda yang sering mengalami masalah dengan jarum seperti cepat patah ketika sedang menjahit. Patahnya sebuah jarum dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti menggunakan jarum berkualitas buruk, kain tertarik ketika sedang menjahit, jarum tidak menusuk kain dengan baik, jarumnya terlalu halus untuk jenis kain tersebut dan sepatu jahit longgar sehingga jarum menabrak sepatu jahit.