Screen Printing»

Tantangan Buat Pakaian Fitness

Tantangan Buat Pakaian Fitness

Screen Printing 13 September 2016 Loading..

Sebelum menerima order membuat pakaian fitness, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para sabloner. Mengerjakan pakaian ini menawarkan tantangan menarik. Beberapa kendala yang harus dipikirkan sebelum menerima pekerjaan garmen ini.

Pakaian fitness memiliki sifat yang unik, karena itu harus pandai membandingkannya dengan pakaian biasa. Penyablon juga harus memutuskan metode dekorasi terbaik. Semua itu tergantung dari cara mempersiapkan, menerapkan, dan pilihan garmennya.

Untuk pakaian fitness, ada beberapa hal yang harus diketahui. Pakaian ini dapat diindentifikasikan sebagai pakaian performa, tetapi mempunyai kompresi atau bahan "dry-wicking".  Secara spesifikasi pakaian ini dibuat elastis untuk beban, cardio, yoga, olahraga, kelenturan dan lain lain.

Pakaian fitness dapat dikelompokan sesuai fungsinya, misalnya kelompok alat kompresi, garmen dry-wicking, dan alat panas dan dingin. Pengelompokkan ini untuk membantu penjualan, tetapi kurang membantu dalam tahap produksi.

Sementara itu, dalam hal dekorasi pakaian fitness, ada empat faktor yang mempengaruhi dan harus diperhatikan oleh para penyablon yaitu komposisi bahan dan kelenturan, area dekorasi garmen dan komposisi garmen.

Komposisi Bahan

Dalam membuat pakaian fitness, komponen bahan kadang sulit ditentukan. Untuk menghasilkan performa t-shirt yang lentur dibutuhkan bahan lycra dan spandex. Namun, perlu diketahui bahan ini mempengaruhi hasil akhir sablon. Jika ingin mencoba produk baru sebaiknya lakukan diskusi dengan supplier agar tidak ada kejutan selama produksi.

Tantangan yang harus pikirkan menyangkut bahan pakaian fitness adalah

  1. Bahan dan benang  yang sensitif kepada panas atau jahitan terjadi distorsi atau rapuh saat proses pengeringan.
  2. Bahan sintetis yang mungkin menolak tinta dan penempelan sablon atau membutuhkan tinta katalisator untuk di washfast. Seperti nilon dan bahan lainnya.
  3. Bahan yang sangat tipis atau bahan mesh-weave mungkin akan mentransferkan tinta kepada bahan lain.
  4. Warna garmen mungkin akan menyublim kepada tinta atau bagian lain dari garmen saat heat pressing.
  5. Permukaan yang tidak konsisten juga dapat menyebabkan hasil sablon seperti rusak atau using. Ini juga dapat terjadi apabila bahan terlalu menyerap dan tinta terlalu encer.

Lawan semua masalah itu adalah dengan mendapatkan spesifikasi jelas dari suplier. Sebaiknya minta bahan ekstra dan ambil waktu untuk mencoba metode dekorasi di bahan sebelum  produksi.

Kelenturan Bahan

Dengan bahan lentur, para decorator harus memilih, akan menyablon dengan tinta stretch atau menyablon dengan tinta biasa serta memperkirakan resiko distorsi ketika pakaiannya dipakai. Masalah ini bisa menjadi rumit apabila bahannya dibuat di bahan besar dan bergaris karena hasil sablon akan retak ketika di lenturkan. Modifikasi tinta akan dilakukan dengan menambahkan kelenturan dan terkadang mengurangi ketebalan. Pengujian diperlukan untuk memastikan permorma pakaian.

Solusi populer –salah satu pilihan bagus untuk pakaian kompresi custom dan sintetis –dengan menggunakan heat pressed vinyl. Ini akan memberikan pengeleman ekstra dan stabilitas dekorasi ketika proses kelenturan. Hal ini dapat menjadi solusi yang ringan karena tidak mempengaruhi kelenturan pakaian. Kekhawatiran menggunakan gaya dekorasi ini adalah apakah desainnya cukup simple untuk menyiangi dan disiapkan agar berhasil.

Opsi populer lainnya adalah sublimasi, dimana membutuhkan bahan yang dicampur atau di lapisi polyester untuk mentransfer tintanya secara benar. Cara ini akan menghasilkan dekorasi dan desain yang menakjubkan.

Sublimasi pakaian populer di pasaran, banyak orang berebut untuk membuat sablon dengan gaya ini karena dapat dilakukan lebih bervariasi. Contohnya, beberapa garmen dibuat dengan lengan di sublimasi tetapi bagian depannya polos untuk memberi kesan pasar untuk garmen custom.

Area Dekorasi Garmen

Permintaan sablon pakaian fitness tumbuh pesat, pakaian ini tampil dalam berbagai pengerjaan dengan heat press atau sublim berbeda-beda. Para penyablon harus memiliki ide yang jelas ketika menyablon dan menentukan harga. Perhatikan artwork, jenis garmen dan jumlah pesanan.

Komposisi Garmen

Komposisi pakaian fitness menjadi faktor penting untuk menentukan metode dan batasan gambar yang akan digunakan. Bagi mereka yang belum pernah menyablon pakaian fitness, sebaiknya memiliki contoh pakaian sebelum masuk ke tahap produksi. Jika menyablon dengan design yang besar, Anda membutuhkan ukuran terbesar dan terkecil dari pakaian itu, agar Anda tahu apakah ukuran area yang akan di sablon.

Ketika memiliki contoh, Anda bisa mengukur area yang akan disablon, lakukan pengujian untuk mengetahui seberapa sensitif kepada panas pakaian itu. Dan dapatkan ide bagaimana membuat pakaian itu dengan alat Anda.

Menyablon pakaian fitness mempunyai tantangan unik karena bahan performa, pakaian dan variable dekorasi yang harus diatur. Mengetahui kendala sebelumnya akan membantu Anda ketika akan membuat keputusan menerima pesanan atau tidak.

Sumber: Thomas Trimingham, Subs: Niaz Khan

Read More »
East vs West Screen Printing

East vs West Screen Printing

Screen Printing 08 September 2016 Loading..

Industri sablon atau screen printing di Indonesia dikenal ada dua kubu yaitu “West Coast” (modern) dan “East Coast” (tradisional). West Coast lebih mengedepankan peralatan yang canggih dan serba automatis sedangkan East Coast lebih pada penggunaan peralatan tradisional dan skill untuk menghasilkan hasil printing yang baik dan berkualitas.

Untuk mengetahui lebih jauh perbedaan dua kubu di industri sablon, berikut kami uraikan lebih jauh.

West Coast

Kubu West Coast merupakan kubu Modern yang memiliki peralatan paling muktahir di dalam industri screen printing dewasa ini, seperti mesin Carousel printer atau bahkan mesin Oval yang canggih.

Para penganut kubu ini berpikir bahwa sangat perlu menggunakan peralatan-peralatan mutakhir untuk menunjang bisnisnya. Kubu ini sangat concern pada hal-hal tehnik seperti Screen Tension, Screen Mesh, screen frame, squeegee type dan lain sebagainnya.

Untuk target pasar atau market, West Coast memiliki market di industri berskala besar, karena itu mereka perlu mempersiapkan kapasitas produksi yang sesuai dengan harapan atau target. Pada umumnya kubu ini sudah memiliki jaringan yang cukup memadai di dalam industri terkait seperti industri Garmen.

Kelebihan West Coast

Dengan memiliki pengetahuan yang cukup dalam industri screen printing dan juga ditunjang peralatan yang canggih, tentu saja kubu West Coast memiliki kelebihan dalam kapasitas produksi dan juga kualitas yang stabil. Mereka mampu memproduksi pekerjaan dalam jumlah banyak dan memenuhi syarat untuk memperoleh pekerjaan dari brand-brand ternama seperti Nike, Adidas, Puma, Under Armor dan lain sebagainya.

Di samping dapat memenuhi kapasitas besar kubu west coast juga tidak terlalu mengkhawatirkan keluar masuknya tenaga kerja printing yang ahli, karena mereka menggunakan mesin dan hanya membutuhkan operator yang dapat dididik dalam waktu singkat.

Kelemahan.

Sudah barang tentu, untuk digolongkan dalam kubu West Coast diperlukan permodalan yang sangat besar, seperti tempat yang memadai, daya listrik yang besar dan juga modal untuk membeli peralatan yang berharga sangat mahal.

Selain itu, kubu West Coast juga cukup sulit memproduksi pesanan dalam kapasitas kecil, karena kapasitas produksi mesin sangat cepat dan besar sehingga kurang efisien jika digunakan untuk memproduksi dalam jumlah kecil.

Untuk resiko, tentu saja dengan menggunakan modal yang besar resiko yang harus dihadapi juga menjadi lebih besar, jika usaha tidak berjalan dengan semestinya maka resiko kerugian juga menjadi besar pula.

Kubu East Coast

Bagi kubu East Coast, mereka lebih melihat screen printing atau sablon sebagai industri kreatif. Mereka berfikir bisa menggunakan peralatan-peralatan tradisional saja, sehingga kubu ini beranggapan bahwa tanpa menggunakan peralatan yang canggih pun mampu dihasilkan printing yang baik dan berkualitas.

Kubu East Coast, banyak yang membanggakan sinar matahari. Sinar matahari yang mereka gunakan lebih canggih daripada meja expose mana pun di dunia. Mereka juga sangat bangga dengan hasil printingnya karena bisa dikatakan dapat sama atau mendekati dengan hasil cetak mesin canggih sekali pun.

Kelebihan.

Majalah Printex sebelumnya pernah membahas untuk membuka bisnis screen printing secara tradisional tidak memerlukan modal besar, hanya perlu beberapa puluh juta saja kita sudah bisa mulai melakukan bisnis screen printing.

Mereka penganut kubu East coast tidak menggunakan mesin berkapasitas besar, karena itu East coast lebih efisien untuk mengerjakan pekerjaan dalam jumlah atau kapasitas kecil.

Kubu East Coast sangat cocok untuk pemula karena tidak memerlukan permodalan yang besar, maka jika bisnis tidak berjalan dengan semestinya, kerugian yang ditanggung tidaklah besar.

Kelemahan.

Dengan menggunakan peralatan yang boleh dikatakan sederhana maka kapasitas yang dapat dihasilkan tentu saja jauh dibawah screen printing yang telah menggunakan mesin automatis. Jika ingin menambah kapasitas tentu saja memerlukan tenaga kerja yang handal lebih banyak, tetapi untuk mencari tenaga printer yang handal tidaklah mudah. Tenaga handal tentunya memerlukan skill dan pengalaman yang cukup lama.

Beberapa perusahaan besar juga kurang mempercayai kubu East Coast terutama didalam hal kapasitas produksi.

Kesimpulan

Tidak ada yang salah dalam memilih salah satu kubu, karena masing-masing kubu memiliki kelebihan dan kelemahan. Apapun kubu yang Anda pilih, ada beberapa hal yang harus di penuhi oleh kedua belah kubu, antara lain :

Film Positif.

Apa pun kubu yang Anda pilih, akan selalu menggunakan film positif yang baik, jangan menggunakan kertas kalkir, meskipun dapat digunakan dan sangat murah harganya. Kertas kalkir sangat mudah kusut bahkan sebelum digunakan sekalipun sehingga menggangu registrasi gambar.

Screen Frame.

Disarankan untuk menggunakan screen frame aluminium, meskipun harganya jauh lebih mahal dibanding menggunakan frame kayu. Frame aluminium lebih tahan lama atau awet dan dapat digunakan untuk tension yang tinggi.

Exposure.

Memang benar, tidak ada lampu di dunia yang dapat menandingi sinar matahari, tetapi harus diingat bahwa matahari tidak selalu memberikan sinar yang paling terik karena akan dipengaruhi factor cuaca. Cuaca berpengaruh cukup besar dan tanpa dapat diprediksi perubahannya.

Inks.

Secanggih apa pun peralatan yang dimiliki, jika menggunakan tinta dengan kualitas yang jelek, maka akan menghasilkan kualitas cetak yang jelek pula. Oleh sebab itu gunakan selalu tinta dengan kualitas yang baik.

Selamat berkarya. (Benny S. Rahardjo)

Read More »
Menarik Atau Mendorong

Menarik Atau Mendorong

Screen Printing 31 Mei 2016 Loading..

Metode pengoperasian squeegee akan mempengaruhi hasil sablon. Di berbagai tempat seperti open house, pameran dan took, masih jarang terlihat menggunakan squeegee dengan metode mendorong melainkan dengan metode menarik.

Bukannya tiada waktu dan tempat untuk menggunakan metode mendorong , padahal kadang kala lebih efektif mendorong squeegee daripada menariknya ketika harus memindahkan gambar sedikit ke atas, agar penerapannya sejajar tanpa harus memindahkan seluruh layar. Namun hal itu lebih sebagai pengecualian.

Untuk beberapa orang, itu mungkin lebih benar secara ergonomis. Mengapa mesin sablon otomatis menggunakan bilah yang fleksibel? Kenapa tidak mensimulasikan teknik mendorong? Mungkin terlihat aneh ketika melihat orang mendorong bukan menarik.

Ya, memang ada beberapa orang yang kesulitan menarik dan bahkan mereka mendapatkan hasil yang lebih bagus ketika mendorong karena postur tubuh kurang tinggi atau badannya memiliki disabilitas. Setelah dipelajari beberapa tahun, menarik squeegee memperbolehkan bilahnya untuk lebih fleksibel daripada mendorongnya.

Contohnya, ketika menyablon sebuah skateboard. Permukaannya memiliki banyak lekukan terutama di tepian. Namun, ketika squeegee ditarik, hasilnya halus dan bilahnya dapat mengatasi kondisinya. Ketika squeegee didorong bilahnya tidak dapat mengatasi sebaik ditarik dan bahkan meninggalkan goresan.
Namun, ketika menyablon kaos, itu tak akan berpengaruh karena permukaannya relatif rata. Tapi, bagaimana kalau menyablon di atas lekukan atau resleting, atau kalau alasnya tidaklah datar.

Untuk menyablon dua kali di layar yang sama, dengan metode berbeda menjadi larangan yang jelas. Pilihlah satu metode saja. Menyablon di kedua arah dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti gambar yang kabur dan juga kesulitan menerapkan warna lain. Teknik ini juga dapat menyebabkan distorsi yang lebih parah ketika layar kita kurang ketat.

Menyabon dengan metode menarik atau mendorong hanyalah sebuah pilihan

Sumber : Keith Stevens

Read More »
The Chromaline Exposure Calculator

The Chromaline Exposure Calculator

Screen Printing 23 Maret 2016 Loading..

Untuk mengendalikan seluruh proses produksi screen printing diperlukan alat ukur waktu penyinaran yang tepat saat meng-afdruk screen. Berikut kami perkenalkan salah satu alatnya yaitu “Chromaline Exposure Calculator”, berupa selembar film.

Pengenalan komponen dari alat ukur ini.
Area A – Line Resolution Targets. Merupakan area kalkulator yang Anda gunakan pertama. Terdiri atas lima pasang kotak dengan garis-garis didalamnya yang dinamakan Target Resolusi Garis. Perhatikan angka diantara pasangan dalam target ini.
Area B. Quality of Print Check. Area dari kalkulator ini sebaiknya digunakan setelah Anda memperoleh perhitungan yang tepat. Pemeriksaan kualitas
adalah tiga paragrap dari contoh cetak dengan huruf ukuran 8, 6 dan 4 point.
Area C. Halftone Reproduction Targets. Gunakan area ini ketika Anda bekerja dengan gambar nada setengah (= gambar raster).

Petunjuk penggunaan
1. Letakkan Kalkulator di atas screen. Letakkan kalkulator di atas screen sehingga emulsi akan menempel langsung dengan stensil (obat afdruk). Untuk mengetahui sisi emulsi dari kalkulator, ketika memegang kalkulator, bagian coakan berada di sisi kanan atas, sisi emulsi dari kalkulator
menghadap Anda.
2. Menyinari Screen. Sinari screen dua kali lebih lama dari waktu yang Anda perkirakan tepat dengan menggunakan Lampu UV. Catat dan namai dengan Waktu Tes Penyinaran. Waktu tes penyinaran = perkiraan waktu penyinaran X 2.
3. Kembangkan (Develop) Screen. Kembangkan screen, kemudian keringkan. Screen yang basah akan mengembung dan dapat salah pengukurannya.
4. Pelajari Target resolusi garis (Area A) di stensil untuk menentukan waktu penyinaran yang tepat. Perhatikan hanya area A saja. Area B dan C mungkin nampak penyinarannya seperti berlebih. Lihat pada setiap pasangan dari target
resolusi garis dan pilih yang terjelas, dan gambar yang paling tajam, Catat nomer
diantara pasangan terbaik dan lanjutkan ke langkah kelima. Catatan: Bila tidak
mungkin memilih image dari satu pasangan yang “terbaik” , lakukan salah satu hal berikut, tergantung dari apa yang anda lihat.

• Bila seluruh target resolusi garis “hilang tercuci”, mulai lagi langkah 1 dan dua kalikan lama penyinaran dari waktu penyinaran awal. Catat waktu penyinaran kedua ini yang lebih lama.
• Atau, jika jika seluruh target resolusi garis “saling berhimpitan”, mulai lagi langkah 1 dan kurangi waktu penyinaran dengan setengahnya. Catat waktu penyinaran baru yang lebih pendek.
Catatan : Terkadang anda tidak dapat melihat pasangan target degan garis yang tajam dan jelas. Sebagai contoh, Taret nomer 0,50 mungkin terlalu gemuk dan target nomer 0,33 banyak yang hilang. Pilih angka yang mungkin berada diantara target yang mungkin tidak terlalu tepat. Pada contoh yang diberikan, 0,40 mungkin berfungsi untuk mendapatkan waktu penyinaran yang tepat.
5. Gunakan rumus ini untuk menentukan waktu penyinaran yang tepat.
Angka Target Terbaik X Waktu Tes Penyinaran = Waktu penyinaran yang tepat.
Contohnya : 0,50 X 2 menit = 1 menit.
6. Bagaimana menggunakan Area B untuk memeriksa Kualitas Cetak. Buat stensil baru dengan menggunakan waktu penyinaran yang tepat dari hasil percobaan langkah ke 5. Lihat Print Quaity Check copy .

Tanya diri sendiri: Seberapa jelas dan tajam setiap hasil cetak pada setiap paragrap? Apakah sudah sesuai dengan harapan anda untuk kejelasan dan ketajamannya pada bahan yang anda cetak. Apabila paragrap pada Area B diatas stensil anda harapkan lebih jelas dan lebih tajam, pertama lakukan ini:
1. Periksa dua kali, waktu penyinaran anda yang tepat pada pasangan pertama (1:00) pada target resolusi garis di Area A. Gambar akan tajam dan jelas bila waktu penyinaran anda sudah tepat. Jika anda sudah menggunakan waktu penyinaran yang tepat, anda mungkin perlu melakukan satu atau dua perubahan
untuk memperoleh gambar yang lebih tajam dan lebih jelas.
i. Gunakan screen dengan jumlah mesh lebih tinggi /halus
ii. Periksa emulsi/ketebalan film
iii. Gunakan jenis sistem emulsi Chromaline yang berbeda. Tanyakan kepada penjualnya.
7. Petunjuk membaca Target Area C , Target reproduksi Nada setengah (gambar raster).
1. Buat stensil baru sesuai dengan waktu penyinaran yang sudah kita tentukan di langkah 5.
2. Perhatikan Area C pada screen anda. Nampak 3 set pola raster dari 0 – 100%. Ada 65, 85 dan 100 raster garis. Catatan : Kalkulator penyinaran berfungsi baik pada titik raster bulat, dibanding bentuk persegi atau elips/ oval. Bagaimana Jarak lampu mempengaruhi hasil penyinaran, beginilah hubungan antara jarak lampu ke film dan waktu penyinaran : Ketika jarak lampu ditambah, waktu penyinaran akan bertambah pula secara proporsional dengan kuadrat dari jaraknya.

Sebagai contoh, jika waktu penyinaran adalah 3 menit pada jarak satu meter, maka waktu penyinaran menjadi empat kali waktu penyinaran pertama = 12 menit, pada saat jarak lampu dua meter, sembilan kali atau 27 menit, bila jaraknya menjadi tiga meter. Ini hanya sekedar contoh. Waktu dan jarak akan bervariasi, tergantung dari
ketebalan stensil, peralatan yang digunakan dan kondisi dari tempat kerja kita. (BS)

Read More »
Sablon Digital Menggunakan Transfer Paper

Sablon Digital Menggunakan Transfer Paper

Screen Printing 18 Maret 2016 Loading..

Sablon digital menggunakan transfer paper merupakan teknik memindahkan gambar dengan proses yang paling mudah dan cepat. Teknik sablon menggunakan transfer paper ini memungkinkan anda untuk membuat kaos dalam jumlah satuan.

Apabila anda ingin membuat kaos berdesain khusus dengan proses sablon, terkadang ada jumlah minimal pemesanan yang harus anda penuhi. Tapi tidak dengan metode transfer paper ini, anda dapat membuat kaos desain sendiri meski hanya satu. Prosesnya pun tidak sulit dan tidak membutuhkan banyak peralatan.

Metode Transfer Paper yaitu metode sablon digital yang menggunakan media kertas khusus yang disebut “Transfer Paper”, di mana gambar atau desain dicetak menggunakan printer ke atas kertas khusus yang kemudian diaplikasikan ke kaos menggunakan mesin pemanas(heat press) seperti setrika.

Ada dua jenis transfer paper yakni transfer paper untuk kaos warna putih atau warna terang biasanya disebut dengan transfer paper standard atau light. Dan transfer paper untuk kaos warna hitam atau gelap yang biasa disebut transfer paper dark.

Untuk mengaplikasikan metode ini, yang perlu anda lakukan adalah

1. Membuat desain gambar menggunakan software pengolah gambar seperti   Adobe Photoshop atau Corel Draw.
2. Setelah desain selesai, baliklah gambar tersebut dengan setting ‘Mirror’ lalu cetak ke atas transfer paper. Cetak menggunakan printer inkjet, jika anda menggunakan tinta infus, gunakan tinta pigmen atau tinta sublim untuk hasil yang maksimal.
3. Setelah desain dicetak/diprint, gunting sisi desain gambar dengan jarak sekitar 5mm.
4. Siapkan kaos putih atau warna terang lainnya dan juga karton untuk alas.
5. Letakkan kertas transfer paper diatas kaos kemudian alasi dengan karton.
6. Press kaos menggunakan heat press agar gambar menempel selama kurang lebih 15 detik dengan suhu sekitar 100-150⁰, atau jika anda tidak memiliki mesin heat press, anda dapat menggunakan setrika. Teknik setrika dengan cara tahan dan tekan jangan di gosok-gosok, lakukan selama 15-20 detik untuk setiap bagian kertas yang disetrika, dan ulangi ke bagian lainnya sehingga semua bagian terkena panas.
7. Setelah selesai, kelupas kertas transfer paper secara perlahan, diamkan beberapa menit agar tinta benar-benar kering dan menempel di kaos.

Untuk kaos berwarna gelap, teknik pengaplikasiannya sedikit berbeda dengan warna terang. Gambar tidak perlu disetting ‘Mirror’. Lalu gambar di print diatas kertas transfer paper. Gunting sekeliling gambar. Sebelum di press ke atas kaos, lepaskan dulu lapisan transfer paper yang berwarna putih secara perlahan. Kemudian letakkan diatas kaos dan press menggunakan heat press atau bisa juga menggunakan setrika. Lepaskan transfer paper dari kaos dan tunggu sampai tinta benar-benar kering. Dan gambar anda akan menyatu dengan kaos. Silakan mencoba. BW

Read More »