Silaturahmi Nasional - Persiapan Industri Grafika Menghadapi MEA

Seminar 21 Januari 2016 Loading..
Seminar

Industri Printing dan Grafika masih tetap eksis, walau pun terjadi pelemahan rupiah, krisis ekonomi global dan akan berlakunya pasar bebas. Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam industri grafika karena negara ini memiliki salah satu industri kertas terbesar di dunia.

Perubahan-perubahan di industri grafika terjadi, beberapa perusahaan percetakan skala mikro sudah menggunakan mesin-mesin digital printing canggih. Industri Grafika saat ini mendapatkan tantangan besar dari dunia digital. Sungguh pekerjaan yang tidak mudah untuk para wirausahawan percetakan dalam menanggapi tantangan tersebut. Dengan menjadi inovatif dan kreatif adalah satu-satunya jalan agar penggunaan kertas dalam industri grafika dapat terus berjalan.

 

Dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN ini diharapkan bahwa Indonesia mampu menarik investor-investor percetakan dari luar negeri untuk mengembangkan teknologi machinery. Kemajuan teknologi machinery adalah hal yang mutlak dalam industri manapun termasuk industri grafika. Mesin-mesin cetak offset yang digunakan oleh industri grafika Indonesia saat ini masih didominasi oleh kekuatan besar dalam industri grafika dunia seperti mesin Heidelberg dari Jerman dan mesin Komori serta Ryobi dari Jepang.

Efisiensi kerja  menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas perusahaan agar mampu berkompetisi dengan perusahaan sejenis, bahkan memenangkan  persaingan. Perusahaan harus melakukan efisiensi kerja  seperti perbaikan internal manajemen, mengikuti perkembangan teknologi, kompetensi Sumber Daya  Manusia ditingkatkan, dan memiliki data produksi yang lengkap dan akurat, serta penguasaan informasi dan teknologi secara utuh.

Indonesia harus optimis menghadapi pasar bebas ASEAN, Indonesia memiliki semua yang Negara lain punya. Mulai dari teknologi, mesin, sumber daya manusia hingga bahan baku. Pemerintah juga harus mendukung dengan kebijakan dan regulasi serta pembenahan dalam industri itu sendiri.

Sebagai contoh, Thailand membuat program 10 tahun untuk industri grafika dan pemerintah membujuk para pelaku usaha untuk pindah ke wilayah khusus dengan memberikan intensif dan tawaran yang menguntungkan.

Semua pihak harus bekerja sama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Yakinlah Indonesia mempunyai suatu yg baik dengan harga terjangkau.

Pemerintah dan Asosiasi terkait akan berupaya menjalin kerjasama. Indonesia masih sebagai base produksi sedangkan pemasarannya dilakukan oleh pihak lain atau luar negeri.

Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, masyarakat Indonesia harus saling bahu membahu dan bekerjasama dalam hal standarisasi harga dan spesifikasi yang jelas dan pasti, kualitas, biaya, dan delivery untuk menghasilkan suatu yang baik. bud