Industri Apparel Tidak Pernah Mati

Textile & Garment 29 Januari 2015 Loading..
Textile & Garment

Penulis: Budi Santoso

Industri apparel tidak akan pernah mati, apalagi Indonesia mempunyai pemerintah yang memberikan dukungan besar dan keahlian masyarakat cukup baik tetapi ketersediaan Sumber Daya Manusianya terbatas

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas menjadi kendala tersendiri untuk meraih peluang di industri apparel. “Cukup banyak mesin produksi tidak berjalan optimal karena SDM-nya tidak tersedia cukup,” kata William Tan, Managing Dunia Sandang ketika PRINTEX melakukan perbincangan di kantor Dunia Sandang, Pasir Koja, Bandung.

Peluang Indonesia sangat besar untuk industri apparel. Dunia Sandang cukup ramai didatangi pembeli dan kegiatan garmen mulai ekspor kembali ke berbagai Negara seperti United Kingdom dan Australia, karena permintaannya ada. Jadi ke depan, tergantung dari pasar yang kita tuju. Pesaing sangat banyak, jika kita menyasar kelas menengah ke bawah akan sulit berkembang.
Pasar menengah ke bawah mungkin profitnya lebih besar, tetapi untuk jangka pendek. Bila dilihat secara jangka panjang masih menjadi pertanyaan.

Dunia sandang, dalam menyikapi pasar yang besar membuka delapan divisi dengan program unggulan. Hal ini sangat penting untuk antisipasi pasar ke depan. “Kami tidak takut bersaing karena memiliki berbagai keunggulan seperti memiliki kemampuan di industri apparel dengan baik dan berpengalaman baik pengetahuan bahan, proses dan lain-lain. Selain itu, juga memiliki inovasi dan kreativitas yang sangat baik,” tegas William.

Indonesia memiliki kemampuan dan peluang yang besar di depan, dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja dan lainnya. Posisi Negara tetangga seperti posisi Indonesia pada tahun 1998/1999.
Kami bingung jika dikatakan industri apparel dikatakan sepi, Dunia Sandang untuk tahun 2014 mencapai outstanding 250 ribu pieces, padahal tahun 2013 hanya mencapai 160 ribu saja. Pertumbuhan yang cukup signifikan, “Memang hal itu tergantung market kita dan hubungan dengan para kostumer,” ucap William.

Kalau diamati, cukup banyak kejatuhan para pelaku usaha karena ulahnya sendiri. Seringkali terjadi, jika sudah merasa sukses menjadi kurang fokus dan gaya hidupnya berlebihan. Mereka baru akan menyadari ketika sudah terjatuh.
Industri fesyen harus mengikuti kemajuan teknologi untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan wajib diusahakan walau pun industri fesyen tidak akan mati selama manusia butuh pakaian.

Berkat kemajuan teknologi, berbagai sarana promosi dan melayani para pelanggan tersedia, cepat dan mudah, seperti email, media social dan lain sebagainya. Saat ini memasarkan produk tekstil dan garmen tidak lagi mengenal jarak, semua dengan mudah lintas daerah, wilayah dan Negara.
“Dalam menghadapi persaingan ke depan, kita tidak perlu takut, yang terpenting adalah focus dan mengikuti prosesnya. Kita melakukan sesuai kapasitas dan telaten serta kerja keras dan cerdas,” kata William. Lebih lanjut, beliau menyatakan kita harus tetap mempunyai bisnis utama dan perlu melakukan diversifikasi usaha. Selain itu, harus berkesinambungan dari generasi ke genarasi. Jangan hanya berfikir untuk satu generasi saja setelahnya bingung atau mati.
Tren Fesyen
Para desainer sudah memprediksi tren fashion tahun ke depan secara umum. Para perancang mode, sudah mempersiapkan model-model busana yang diperkirakan akan menjadi tren. Perkembangan tren fesyen sangat dipengaruhi oleh teknologi, budaya, dan perubahan alam serta perilaku konsumen.

Secara desain tahun 2015 diprediksi mengusung desain simple bergaris, dan akan dimotori oleh kaum kreatif yang bermunculan dengan kata kunci creative mind set dan selalu mengedepankan fungsi.

Paduan unsur tradisional dan modern dimodifikasi menjadi lebih simple elegan sehingga tetap ada perpaduan motif dari budaya Indonesia. Warna yang ditampikan lebih harmonis bernuansa netral seperti hitam polos, putih transparan, silver, gold, namun dipadu dengan sentuhan motif tradisional. Siluetnya juga akan lebih sederhana juga asimetris.

Selain itu, ke depan terinspirasi dari kerusakan alam dan ekosistem yang hampir punah. Warna Hitam dan perpaduan warna netral lainnya yang akan mendominasi tema kedua ini. Dari unsure teknologi perkembangan gadget serta generasi muda yang semakin kreatif dalam menciptakan suatu karya khususnya di Kota Jakarta.

Warna terang seperti kuning, ungu, pink, merah, serta oranye, akan mendominasi tren tahun mendatang. Busana yang ditampilkan akan mudah dimodifikasi menjadi berbagai model. Untuk busana muslim akan mengambil warna alami seperti offputih, hijau, coklat tanah, dan hijau menjadi perpaduan dinamis untuk menjadi tren busana muslim 2015.