Kualitas, Standar dan Konsistensi T-Shirt

Textile & Garment 23 September 2015 Loading..
Textile & Garment

T-Shirt atau kaos merupakan produk apparel yang banyak dipakai masyarakat di dunia. Para produsen kaos berlomba memproduksi kaosnya dengan berbagai kelebihan. Dalam hal kualitas mereka saling bersaing, untuk standar, mereka mengikuti standar yang berlaku di pasar sedangkan upaya konsisten juga dilakukan sehingga konsumen memperoleh kepastian warna yang ada.

Mencari T-Shirt di Indonesia sangatlah mudah, anda ingin mencari kaos lokal banyak beredar. Jika menyukai kaos impor seperti Gildan, Fruit of The Loom, Hanes, dan Alstyle Apparel & Activewear juga bisa dengan mudah didapatkan.

Demikian juga bila ada permintaan kaos tanpa menyertakan mereknya juga sangatlah gampang, atau lebih ekstrem lagi, anda ingin membuat kaos sendiri baik dari segi pemilihan bahan, jahitan dan lain sebagainya bisa dilakukan.

Semua hal itu bisa dikatakan tergantung permintaan dan kebutuhan konsumen. Konsumen sekarang sudah sangat pandai, cermat dan teliti. Bila sebuah produk sudah tidak sesuai pasar maka bisa tamat produk tersebut.

Sebagai contoh, tahun-tahun sebelumnya kebutuhan akan kaos lokal bisa dikatakan sangatlah tinggi. Hal ini, karena produksi para pelaku usaha dan permintaan konsumen. Tetapi setahun belakangan, konsumen lebih tertarik
menggunakan kaos impor atau global dan para pelaku usaha mau tidak mau mengikuti permintaan konsumen.

Konsumen lebih memilih kaos impor atau global karena dua hal yakni standarisasi ukuran sama sehingga konsumen tidak pusing dengan mencari-cari ukuran yang pas dengan tubuhnya. Kedua, adanya konsistensi warna. Jika ingin membeli beberapa atau banyak kaos global bisa dipastikan konsisten atau warnanya sama tidak mengalami perubahan.

Saat ini kaos lokal dan impor saling bersaing. Kaos impor menawarkan kecepatan, kualitas karena melalui seleksi quality control yang ketat dan otomatis, tidak memiliki jahitan samping, tidak mudah menyusut atau menerapkan Preshrunk Disposal serta standarisasi ukuran dan konsitensi warna.

Sementara kaos lokal menawarkan kualitas, ukuran lebih mendekati penggunanya, bisa didesain sesuai konsumen atau permintaan, harga kaos terjangkau. Pengusaha kaos distro akan memilih kaos yang sesuai dengan segmen pasarnya misalnya produk yang unik, kualitas bahan, jahitan, sablon harus sama dengan produk branded, dan harus dilengkapi juga dengan aksesoris seperti hangtag menggunakan merek. Sedangkan pengusaha sablon kaos distro akan lebih dalam memlih bahan kaos polos.

Saat ini Anda bisa membeli kaos secara eceran atau tidak ada minimal order dari para distributor kaos. Hal inilah yang membuat persaingan bisnis kaos semakin ketat. “Kaos lokal sebelumnya cukup mendominasi usaha sablon manual dan digital, tapi sekarang dengan masuknya kaos global dan bisa
dibeli secara eceran serta konsumen menyukainya, maka dominasinya beralih ke kaos global,” kata Yudi, pelaku usaha jasa digital printing kaos. Yudi menambahkan, kami sebagai pelaku usaha mengikuti penggunaan kaos yang diinginkan oleh konsumen.

Kaos impor yang beredar di Indonesia memang memiliki standarisasi ukuran umum, berdasarkan regional, misalnya untuk ukuran orang Indonesia, kami ambil contoh kaos Gildan akan memakai ukuran standar orang Asia. “Kaos Global merek Gildan tidak akan membuat standarisasi ukuran kaos berdasarkan negara atau daerah. Kami hadir untuk melengkapi kebutuhan para pelaku usaha jika ingin memproduksi secara cepat dan berjumlah besar,” kata Herlina Gea, Brand Manager PT Prima Mode Indonesia.

Dalam memilih produk kaos polos global, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa pemasok atau distributornya sudah memiliki nama akan reputasinya yang baik serta konsisten tentunya, hal ini bisa dilihat di websitenya dan bandingkan dengan website distributor yang lain.

Periksalah sebisa mungkin apakah distributor kaos import tersebut sudah memiliki pengalaman yang cukup lama atau belum akan berbisnis pakaian kaos secara grosiran. Konfirmasikan ditributor kaos memiliki barang dalam rentang berbagai harga sehingga masuk dalam anggaran setiap seseorang.

Saat ini Indonesia sudah mulai memasuki era pasar bebas. Berbagai tempat pasar dan toko untuk berlomba-lomba jual kaos. Kebijakan ini membawa dampak positif maupun negatif. Negatifnya adalah jika pengusaha indonesia kurang mampu bersaing dan berinovasi maka bisnis jual kaosnya terancam
gulung tikar. Namun dampak positifnya konsumen memiliki banyak pilihan barang dan penawaran harga yang variatif. Hal ini dapat merangsang daya beli masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor yang berkembang adalah maraknya pedagang online maupun offline yang membuka usaha jual kaos polos import.

Seiring dengan terbukanya era digital dan menjamurnya toko-toko online jual kaos sudah tak bisa dipungkiri terjadi perubahan tren dalam dunia dagang pakaian. Saat ini demam anak muda dan remaja Indonesia sering  menggunakan pakaian kaos. Hal ini memicu banyaknya permintaan konsumen kepada distrubutor maupun supllier kaos sesuai dengan permintaan pasar. Melihat potensi pasar sekarang ini, semakin marak orang membuka usaha jual kaos dengan harga terjangkau. (Bud)