Mengenal Ragam Jenis Kain

Textile & Garment 11 November 2014 Loading..
Textile & Garment

Penulis: B. Wisanggeni

Dunia fashion telah booming sejak puluhan tahun lalu. Tidak lagi terhitung jumlah jenis pakaian yang telah diproduksi dan digunakan oleh banyak orang. Tetapi tidak semua orang tahu dan mengerti apa nama bahan yang digunakan untuk pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, kami akan sedikit mengulas tentang beberapa jenis kain dan karakteritisknya.

Cotton

Nama bahan ini cukup familiar ditengah masyarakat. Bahan ini pula yang sering jadi andalan distro untuk menarik pembeli. Bahan ini terdiri dari 2 macam yaitu Cotton Combed dan Cotton Carded. Sifat kedua jenis bahan ini sama yaitu tidak panas dan dapat menyerap keringat karena bahan dasarnya adalah serat kapas. Tetapi ada satu ciri yang membedakan keduanya, Cotton Combed lebih halus dan lebih ringan sehingga lebih nyaman digunakan dibanding Cotton Carded. Jika digunakan untuk kaos, biasa dikenal dengan jenis Cotton Combed 20’s, 30’s dan lain-lain. Ini membedakan tebal tipisnya kaos. Adapula yang dinamakan Double Cotton, bahan ini lebih tebal dari Combed 20’s. Bahan ini nyaman dan biasanya berat kebawah ketika dipakai. Sayangnya, bahan ini cepat melar ketika sering dicuci.

Viscose

Bahan ini biasanya digunakan untuk lingerie, underwear, casual wear sampai jaket. Bahan ini halus, licin dan lentur. Ketika dipakai terasa lembut dan dingin di kulit. Bahan ini juga menyerap keringat dan warnanya mengkilat. Viscose terbuat dari serat kayu Eucalyptus, sejenis pohon Pinus. Perawatan untuk pakaian dengan bahan Viscose adalah jangan merendam dengan deterjen dalam waktu yang lama.  Ada pula bahan yang dicampur dari bahan Viscose dengan Cotton. Bahan ini disebut CVC-Cotton Viscose. Kelebihan bahan ini adalah tingkat susut polanya(Shrinkage) lebih kecil dari Cotton.

Polyester

Bahan ini terbuat dari serat sintetis, terkadang perpaduan dari serat fiber poly dengan bijih plastic. Tidak heran jika pakaian dengan bahan ini jika dipakai akan terasa panas dan tidak menyerap keringat. Biasanya noda makanan maupun minyak sulit hilang dari pakaian berbahan dasar Polyester atau PE. Bahan Polyester kerap juga dicampur dengan bahan Cotton. Bahan ini namanya TC atau Teteron Cotton. Kualitasnya berada dibawah Cotton karena sifat Polyester yang panas dan tidak menyerap keringat. Tetapi bahan ini memiliki kelebihan diantaranya tahan kusut dan tidak cepat melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Linen

Bahan kain ini hampir seperti katun, namun memiliki serat yang lebih kuat. Bahan ini sangat cocok untuk dibuat sebagai gaun ataupun casual wear. Bahannya nyaman dipakai karena dingin dan menyerap keringat. Perawatan untuk pakaian berbahan Linen harus ekstra perhatian, bahan ini mudah kusut sehingga anda harus memperhatikan petunjuk mencuci maupun menyetrikanya dengan benar. Pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air hangat ketika hendak mencucinya.

Wool

Bahan ini tebal dan menyerap air sehingga sangat susah dibersihkan apabila terkena noda dan akan menyusut jika cara mencucinya tidak benar. Karena tebal sehingga cukup berat dipakai, orang akhirnya lebih banyak memilih jenis Lightweight Wool. Bahan ini lebih ringan dan cukup awet tanpa mengurangi kesan mewahnya.

Sutra

Bahan ini sering juga disebut Silk. Seperti namanya, bahan ini memang terbuat dari kepompong ulat sutra. Sutra umumnya menyerap air dan sangat mudah sobek. Untuk itu, pencucian dengan sistem dry clean sangat disarankan untuk pakaian berbahan sutra. Kain sutra ini berkembang menjadi beberapa jenis diantaranya Chiffon, Crepe de Chine, Duchesse Satin, Dupion, Georgette, Habutai, Matika, Organza, Taffeta dan masih banyak lagi

Denim

Denim merupakan material kain yang terbuat dari katun Twill. Teksturnya mirip karpet tapi lebih tipis dan halus. Nama Denim sendiri di yakini berasal dari Perancis dengan nama bahan Serge de Nimes. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini hanya memiliki satu warna yaitu Indigo. Tapi dengan perkembangan zaman, dibuatlah Denim dengan warna-warna lain. Bahan ini merupakan bahan yang sangat popular di masyarakat. Jeans merupakan salah satu pakaian yang terbuat dari bahan Denim. Nama Jeans sendiri dipopulerkan pertama kali oleh Levi Strauss dan Jacob Davis melalui perusahaannya Levis yang memproduksi celana berbahan Denim pada 1873.

Leather & Suede

Bahan ini sebetulnya sama-sama terbuat dari kulit. Yang membedakan adalah jika Leather terbuat dari bahan kulit luar, maka Suede terbuat dari bahan kulit bagian dalam. Penggunaan bahan ini akan terlihat elegan dan mewah. Perawatannya pun memerlukan perhatian khusus. Ada beberapa hewan yang kulitnya biasa di manfaatkan pada industry fashion diantaranya kambing, domba, sapi, buaya, ular dan sebagainya. Tetapi anda jangan sampai terkecoh dengan penampilan, karena saat ini banyak juga tersedia bahan kulit sintetis. Untuk membedakan antara kulit asli dan sintetis, anda dapat melihat pada teksturnya, biasanya kulit sintetis bertekstur halus tanpa kerutan. Selain itu, dapat pula dibedakan dari baunya. Kulit sintetis, bahannya cenderung tidak berbau, bahkan ada yang wangi. Kemudian, cek pula berat bahan. Kulit asli akan lebih berat dibanding kulit buatan atau sintetis.

Lycra

Banyak orang mengenal Lycra dengan nama Spandex. Bahan ini terbuat dari campuran bahan kimia elastomer. Ciri kain ini adalah lentur dan memiliki elastisitas tinggi. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti baju renang, baju aerobic, legging, baju selam dan sebagainya. Pemakaian bahan spandex atau lycra ini biasanya dicampur dengan bahan lain seperti Polyester. Untuk baju renang, persentase penggunaan bahan spandex mencapai hampir 10% yang digabung dengan bahan Nylon atau Polyester.

Drill

Kain Drill merupakan kain yang dipintal dalam tekstur diagonal dengan jalinan benang yang kuat. Kain Drill biasa terbuat dari bahan katun atau polyester. Jika di klasifikasi berdasar serat, Drill terbagi atas 3 serat yaitu Twist Drill atau kain berserat kecil, American Drill atau kain berserat sedang dan Japan Drill atau kain berserat besar.

Lacoste

Lacoste sering dikenal dengan nama Pique. Kain ini merupakan kain yang memiliki pori-pori. Kain ini biasanya terbuat dari bahan katun, polyester atau gabungan dari keduanya. Nama Lacoste sendiri diambil dari nama produsen kaos yang mengunakan bahan kain Pique. Selain Lacoste, produsen lain yang menggunakan bahan kain ini adalah Polo. Yang membedakan adalah jika Pique Polo memiliki pori-pori yang lebih kecil, sementara Pique Lacoste memiliki serat yang berpori besar.

Canvas

Kain ini bertekstur tebal dan kasar. Biasanya sering digunakan untuk jaket lapangan yang digunakan pada pertambangan atau untuk mendaki gunung. Karena tebal, kain ini mampu melindungi tubuh penggunanya dari goresan batu atau benda lainnya. Ketebalan ini pulalah yang membuat pakaian yang terbuat dari bahan ini memiliki bobot yang tidak ringan.

Demikian beberapa jenis kain yang sering ditemui dipasaran. Apabila anda hendak membeli bahan pakaian, tentukan terlebih dahulu jenis bahan yang akan dipergunakan. Selamat berbelanja.