Pangsa Pasar Kaos Polos 2016 Sangat Besar

Textile & Garment 21 Januari 2016 Loading..
Textile & Garment

Kaos atau T-Shirt telah menjadi salah satu jenis pakaian sehari-hari yang nyaman digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Permintaan kaos polos tahun 2016 diperkirakan tumbuh sangat signifikan.

Bisnis kaos akan tumbuh signifikan pada tahun 2016, masyarakat semakin nyaman dengan kaos polos atau pun bergambar.  Kaos sangat mudah didapatkan, tersedia dalam beragam kualitas dan ukuran serta harganya cukup terjangkau.

Ke depan bisnis kaos polos atau bergambar terbuka lebar dan menjanjikan. Kaos yang diberi gambar atau desain bisa dikatakan merefleksikan penggunanya dan tren. Sebagai contoh hadirnya kaos berdesain batik atau pahlawan menggambarkan motif yang tengah menjadi tren saat itu. Bila tren berganti maka desain kaos akan dengan mudah berganti pula.

Persebaran kaos polos di Indonesia belum merata, hingga saat ini masih terkonsentrasi di Jawa. Herlina Gea, Brand Manager PT Prima Mode Indonesia, distributor tunggal kaos polos Gildan di Indonesia  mengatakan, “Daerah di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta pulau-pulau lain di Indonesia belum terjamah secara maksimal, karena masih mempunyai banyak kendala misalnya biaya pengiriman yang tinggi dan butuh waktu pengiriman yang cukup lama.” Herlina menambahkan, ini peluang dan tantangan bagi Gildan untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.

Tahun 2016, PT Prima Mode Indonesia sebagai pemegang distributor tunggal kaos polos merek Gildan untuk Indonesia yakin, penjualan kami akan naik lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Herlina menyatakan, hingga saat ini orang Indonesia yang mengenal gildan masih sedikit dan pengalihan bisnis juga belum total. “Kami harus berusaha memperkenalkan Gildan ke masyarakat luas, tantangan ini harus menjadi peluang,” tegas Herlina.

Saat ini, masyarakat semakin paham dalam hal memilih kaos, terutama kaos polos. Konsumen sudah mengerti standarisasi ukuran, bahan dan kualitas lainnya. Jika Anda ingin bisnis kaos, pastikan berhubungan atau bekerjasama dengan distributor resmi. Sebagai contoh, kaos polos Gildan bisa menjadi pilihan. Merek ini memberikan jaminan ketersediaan kaos dan adanya jaminan kemudahan dalam menjalankan bisnis. Sudah cukup banyak para pelaku usaha dan masyarakat menggunakan merek ini sebagai peluang bisnis dan memperbesar usaha dalam hal printing, dan ketersediaan kaos atau barang.

Herlina sangat yakin, tahun 2016 bisnis kaos polos tumbuh dengan sangat-sangat signifikan terutama di Jabodetabek dan Jawa. Sedangkan pasar di luar Jawa misalnya Medan di Sumatera Utara, Makasar di Sulawesi dan Bali serta Batam dan Riau, menjadi pasar baru yang harus ditingkatkan.

Pasar di luar Jawa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dijangkau, karena daerah-daerah tersebut belum terlayani dengan baik.  Memang mereka telah mengenal kaos polos berkualitas seperti Gildan tetapi volumenya masih kecil.

Kendala yang dihadapi oleh para distributor adalah biaya pengiriman tinggi, waktu pengiriman lama dan belum adanya event besar atau signifikan untuk industri apparel.

Masyarakat Indonesia masih belum mengenal betul jenis dan merek kaos polos, sebagai gambaran ketika pameran di IAPE Bandung, yang dikenal sebagai kota tekstil dan garmen serta sablon pengunjung yang belum mengenal gildan  sekitar 90 persen. Sementara ketika pameran di Jakarta sekitar 60 persen pengunjung belum mengenal Gildan. Ini angka yanga besar dan harus disosialisasikan dan peluang Gildan sangat besar sekali.

Kaos polos terus merambah ke berbagai konsumen, salah satunya merambah ke berbagai brand yang menjadikan kaos polos sebagai materialnya. Memang perlu disadari bahwa peluang ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus konsisten dan serius menanganinya. Ini merupakan salah satu peluang di tahun-tahun mendatang. Selain itu, berbagai perusahaan juga akan memakai kaos polos untuk seragam atau uniform dan sebagai media promosi. Selama ini mereka memperoleh dari pihak lain bukan langsung dari Gildan.

Kebutuhan masyarakat akan kaos polos sangat besar. Hal ini terbukti ketika kondisi ekonomi terguncang akibat kurs mata uang rupiah melemah. Melemahnya nilai tukar mata uang tidak mengganggu permintaan akan kaos polos. Ketersediaan kaos polos sudah menjadi kebutuhan para pelaku usaha dan masyarakat yang telah mengenal Gildan. Kaos polos sangat diperlukan atau dibutuhkan untuk usaha atau kegiatan printing. Mereka menggunakan dalam kegiatan printing digital dan sablon manual. Digital menunjukkan peningkatan.

Bila Anda tertarik untuk turut berbisnis kaos, hal penting yang perlu dicermati yakni supplier terpercaya. Dengan supplier terpercaya, Anda dapat fokus dengan pemasaran dan promosi tanpa harus memikirkan soal produksi karena kaos yang dibutuhkan sudah dapat disuplai oleh rekanan bisnis. Anda juga sebaiknya paham tentang bahan-bahan kaos, seperti bahan kaos jenis katun, polyester, PE, cotton viscose atau CVC, dan TC.

Penggunaan kaos berkembang ketika munculnya teknologi screenprint di atas kaos katun pada awal  tahun 1960-an sehingga memunculkan berbagai bentuk kaos, seperti tank top, muscle shirt, scoop neck, dan v-neck.

Terjadinya perubahan dari segi bahan dan teknologi produksi membuat makna kaos berubah dalam kehidupan sosial. Saat ini, variasi kaos sebagai pakaian luar sangat beragam. Kaos diproduksi dalam warna-warna primer atau pun dalam kombinasi yang lebih kompleks.

Tumbuhnya industri periklanan, kaos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk atau kegiatan. kaos seringkali dibagikan gratis dan dijadikan iklan berjalan oleh pengiklan.

Perusahaan-perusahaan membuat kaos dengan nama atau logo perusahaan yang tertera di atasnya, dan menjualnya di toko-toko sebagai pakaian produksi massal yang siap pakai. Bagi sejumlah besar pemakainya, tentu memakai kaos bergambar tidak dimaksudkan sebagai iklan, melainkan sebagai indikasi status dan pendapatan pemakainya, loyalitas atau kepercayaan pada satu produk.

Kaos buatan perusahaan tertentu dianggap mewakili gaya hidup atau selera yang khas, selain sekaligus si pemakai mengiklankan perusahaan pembuatnya. Misalnya kaos bermerek Benetton, Ralph Lauren atau Calvin Klein. Simbol-simbol tertentu pada kaos, seperti buaya kecil atau kuda poni dan pemain polo kecil (dan berbagai variannya), juga sangat penting. Simbol-simbol ini bukan hanya menunjukkan status pemakainya yang mampu mengkonsumsi pakaian buatan desainer mahal, tetapi juga status dalam sistem fashion itu sendiri.

Sejarah kaos bukan saja menunjukkan cepatnya perubahan teknologi dalam industri garmen, melainkan juga menunjukkan bagaimana fashion bernegosiasi dengan ruang dan waktu.

Beberapa hal harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum memulai usaha kaos adalah segmentasi pasar, kreatif desain dan inovasi, variasi produk, dan bahan kaos serta distribusi dan jaringan pasar yang tepat. bud