Tags Apparel»

Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: BW

Berawal dari hobi dan kegemarannya mengkoleksi sepatu, Andina Nabila Irvani sukses menggabungkan kedua hobinya menjadi satu produk yang berkelas dengan omzet puluhan juta.

Disatu tempat di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terdapat satu workshop yang memproduksi aneka produk fashion seperti sepatu, tas, dompet dan lain sebagainya. Workshop yang diberi nama SlightShop ini memiliki keunikan tersediri akan produk-produknya. Sepatu, tas maupun dompet yang dijual diperindah dengan unsur lukis sehingga membuat produk-produk fashion ini terlihat elegan, unik dan tidak pasaran. Semua produk dilukis dengan tangan oleh para seniman professional.

Adalah Andina Nabila Irvani S.Sn, gadis cantik kelahiran Bandung, 31 Juli 1990 yang menjadi sosok penting dalam produksi sepatu lukis ini. Dina, sapaan akrabnya, adalah lulusan Binus University jurusan Animation – Visual Communication Design.

Awal Mula Menjadi Pengusaha

“Menyalurkan hobi,” kata Dina ketika ditanya perihal awal memulai usaha sepatu lukisnya. Dina memulai usaha sepatu lukisnya pada tahun 2008. Selain memang karena hobi, Dina juga suka mengoleksi sepatu. Dari situ timbullah pemikiran untuk membuat produk yang dia suka dan sesuai dengan hobinya. “Saya mencintai seni, dan ingin agar seni tersebut menjadi bagian dalam fashion kita sehari-hari,” tulis Dina dalam Company Profilenya. 

Bermodalkan satu juta rupiah dan mengusung konsep Art to Wear, Dina memulai usahanya. Pada awalnya, Dina mampu melukis 5-7 sepatu setiap harinya. Dengan merek dagang Slight, Dina memasarkan hasil karyanya melalui website www.slightshop.com dan juga dibeberapa media social. Dina menganggap bahwa media online menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk pemasaran produknya. Selain murah dan mudah, media online juga bisa menjangkau wilayah yang luas tanpa batas. Tapi tidak hanya itu, Dina juga mengandalkan para distributor dan reseller untuk menjual hasil karyanya yang menyasar segmen pengguna wanita dewasa yang menyukai fashion dan menghargai seni. “Sebagian besar pelanggan kami tinggal dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Manado dan lain-lain. Rata-rata mereka berusia dewasa dan remaja dengan rentang umur 19-27 tahun,”tambahnya. Dina juga telah menerima beberapa pesanan secara individual dari wilayah ASEAN.

Sepatu lukis yang diproduksinya dia jual dengan harga bervariasi, mulai dari 100 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Kini, Dina telah memiliki 4 orang karyawan dengan kepandaian melukis untuk membantu produksinya. Setiap hari tidak kurang 20 pasang sepatu mampu diproduksi. Omzetnya pun meroket mencapai kisaran 35 juta perbulan.  

Sebagai seorang pengusaha, terkadang tidak lepas dari permasalahan. Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga professional yang memiliki skill bagus dibidang melukis. Dengan semakin banyaknya order yang diterima membuat Dina harus mencari asisten-asisten yang bisa membantunya agar konsumen tidak kecewa. Karena dalam bisnis online dan menjual jasa seperti ini, ketepatan waktu dan kejujuran menjadi satu modal penting dalam berusaha. Sementara untuk bahan baku, Dina bisa mendapatkannya di Jakarta atau terkadang harus mengimpor dari negara lain.

Prestasi Yang Pernah Diraih

Berkat sepatu lukisnya, Dina pernah didaulat menjadi Winner of Shell LiveWire Business Start Up pada tahun 2009. Kemudian pernah juga menjadi nominator Asia’s Best Young Enterpreneur 2009. Pada 2011, Dina juga meraih penghargaan Wirausaha Muda Terbaik dari Kemenpora.

Sedangkan pada tahun 2014 ini, Dina sempat menjadi pembicara dalam Konferensi GAPURA yang diadakan pada bulan Maret yang lalu. Dan pada bulan September tepatnya tanggal 18-21, Dina dengan SlightShopnya mengikuti pameran yang diadakan di Thailand. Pameran yang bertajuk “ASEAN Young Enterpreneur Assembly 2014” ini diikuti oleh pengusaha muda dari 9 negara termasuk Andina dari Indonesia. 

Ketika disinggung tentang pendapatnya terhadap pasar bebas ASEAN 2015 nanti, Dina berpendapat bahwa para pengusaha harus bersiap meningkatkan kualitas produksinya dan terus berpromosi agar dapat bersaing dengan brand-brand luar negeri. Karena bagi Dina sendiri, pasar bebas ASEAN ini merupakan peluang bagi para pengusaha untuk bisa lebih mempromosikan produknya sampai ke luar negeri karena peluang ekspor lebih terbuka. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa pasar bebas ini juga mendatangkan ancaman bagi pengusaha dalam negeri, karena bukan tidak mungkin pengusaha asing memasukkan produk yang sama. Inilah mengapa, para pengusaha harus bisa meningkatkan kualitas produknya.

Untuk mempermudah pengusaha meningkatkan kualitas produsinya, Dina mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah termasuk aspek perizinan, birokrasi, biaya impor bahan baku dan kemudahan-kemudahan lain. Ini diperlukan adanya kerjasama yang erat antara pemerintah dan pengusaha untuk bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri ke luar.

Diakhir pembicaraan, Dina mengungkapkan targetnya untuk lebih memperkuat brand, meningkatkan kualitas produk, menambah lebih banyak variasi produksi dan mengembangkan distribusi agar SlightShop lebih dikenal lagi.

“Yang penting jangan takut untuk memulai, jangan berhenti berkreasi dalam membuat lukisan dan melakukan inovasi. Sambil jalan kita juga belajar berbisnis, InshaAllah akan ketemu triknya,” tips dari Dina bagi mereka yang hendak memulai usaha. Bagi yang ingin melihat koleksi sepatu karya Dina bisa mengunjungi www.slightshop.com

Read More »
Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Banyak orang bermimpi ketika memakai baju, tidak ada yang menyamainya. Kini hal itu bukanlah mimpi, merek baju IDEKU hadir untuk membuatnya nyata karena memastikan hanya Anda yang memiliki baju berdesain eksklusif di dunia ini.

Baju berdesain eksklusif dan hanya satu-satunya di dunia hadir untuk Anda dengan merek IDEKU akan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya. IDEKU menjamin, kemana pun baju itu dipakai tidak akan pernah ada yang sama.
IDEKU merancang dan mengkreasi baju ini dengan memadukan motif-motif tradisional Indonesia yang mempunyai nilai tinggi baik dari motif batik, motif Bali, Kalimantan dan lain sebagainya. Tim desain kami berupaya menampilkan modifikasi motif tradisional yang fashionable.” kata Sugiarto, pendiri dan pemilik PT Indo Duta Eka Kreasi Unik.

Indonesia dan berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan dan mempopulerkan secara nasional dan internasional, untuk itu kami membuat kreasi dari beragam motif dan ragam hias tradisional Indonesia.
IDEKU sebuah usaha yang dibangun dengan mengandalkan kreatifitas dan harus selalu kreatif. Baju eksklusif satu desain dan hanya satu-satunya di dunia merupakan sebuah karya kreatif untuk menjadi bisnis yang unggul dan berbeda dengan semua produk yang ada.
Desain dan Motif
Kekayaan motif tradisional Indonesia menginspirasi divisi desain IDEKU untuk menghasilkan karya kreatif tanpa takut kehabisan ide. Desain yang dihasilkan mereka sekitar 20-30 desain setiap hari.
Tim divisi desain IDEKU terdiri dari anak-anak muda Indonesia kreatif yang memiliki kemampuan memodifikasi berbagai motif tradisional untuk menciptakan sebuah desain yang cantik, enak dipandang dan nyaman ketika dipakai.
Desain dan motif yang sudah siap. akan diproduksi sekali saja dengan jumlah hanya satu kain untuk menjadi sebuah baju dengan menggunakan teknologi modern yakni melalui digital print.
Satu Baju
Sebuah desain dituangkan atau diprint pada sebuah kain hanya dibuat menjadi sebuah baju saja. Desain dan motif serupa tidak akan pernah diproduksi lagi sampai kapan pun. Jadi baju ini menjadi satu-satunya di dunia dengan merek IDEKU.
Bagi mereka yang sudah membeli atau memiliki baju eksklusif IDEKU ini, dirinya menjadi pemilik tunggal. Kemana pun dirinya pergi ke berbagai belahan bumi ini, tidak akan pernah ada yang menyamainya. Baju IDEKU ini menjadi sangat-sangat eksklusif, hanya satu orang saja di dunia yang memilikinya.
Butik Ideku
Dalam mendistribusikan baju-baju eksklusif IDEKU, sementara waktu akan disebar di tiga toko yang berlokasi berbeda yakni di Court Harapan Indah, Bekasi; Sarinah Thamrin lantai 4, Jakarta dan Galeria Jakarta, Cilandak Town Square (CITOS), Jakarta.
Keistimewaan yang ditawarkan oleh IDEKU kepada konsumennya adalah seseorang yang telah melakukan pembelian baju eksklusif ini, pihak IDEKU akan mencatatnya sehingga selalu terdata pemilk bajunya dan otomatis sebagai pemegang yang sah desainnya.
Ke depan, IDEKU akan terus menambah persebaran store yang ada. Jika memungkinkan akan terdistribusi ke sejumlah kota besar di Indonesia. Selain akan didistribusikan di toko, baju-baju ini juga akan ditawarkan secara online. Saat ini masih dalam proses pembuatan websitenya.
Harga terjangkau
Baju eksklusif IDEKU ditawarkan kepada seluruh kalangan masyarakat. IDEKU berupaya menjual baju ini dengan harga terjangkau sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memilikinya.
IDEKU akan menawarkan baju dengan desain eksklusif dan satu-satunya di dunia dengan harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp850 ribu saja. Menurut kami kisaran harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia.


Sebelumnya IDEKU telah menghadirkan berbagai produk fasyen seperti baju, baju muslim, dasi dan lain sebagainya. Produk kami ini cukup diminati para konsumen, mereka merasa nyaman ketika menggunakannya. Hadirnya produk terbaru IDEKU yang eksklusif ini, kami yakini juga akan direspon oleh masyarakat Indonesia.
Baju eksklusif bermotif tradisional asli Indonesia merupakan wujud dari rasa cinta IDEKU akan seni warisan leluhur budaya Indonesia. “Kami berharap karya ini bisa membantu memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke masyarakat luas dan juga menghadirkan rasa bangga pada produk dalam negeri.” harap Sugiarto

Read More »
Industri Apparel Tidak Pernah Mati

Industri Apparel Tidak Pernah Mati

Textile & Garment 29 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Industri apparel tidak akan pernah mati, apalagi Indonesia mempunyai pemerintah yang memberikan dukungan besar dan keahlian masyarakat cukup baik tetapi ketersediaan Sumber Daya Manusianya terbatas

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas menjadi kendala tersendiri untuk meraih peluang di industri apparel. “Cukup banyak mesin produksi tidak berjalan optimal karena SDM-nya tidak tersedia cukup,” kata William Tan, Managing Dunia Sandang ketika PRINTEX melakukan perbincangan di kantor Dunia Sandang, Pasir Koja, Bandung.

Peluang Indonesia sangat besar untuk industri apparel. Dunia Sandang cukup ramai didatangi pembeli dan kegiatan garmen mulai ekspor kembali ke berbagai Negara seperti United Kingdom dan Australia, karena permintaannya ada. Jadi ke depan, tergantung dari pasar yang kita tuju. Pesaing sangat banyak, jika kita menyasar kelas menengah ke bawah akan sulit berkembang.
Pasar menengah ke bawah mungkin profitnya lebih besar, tetapi untuk jangka pendek. Bila dilihat secara jangka panjang masih menjadi pertanyaan.

Dunia sandang, dalam menyikapi pasar yang besar membuka delapan divisi dengan program unggulan. Hal ini sangat penting untuk antisipasi pasar ke depan. “Kami tidak takut bersaing karena memiliki berbagai keunggulan seperti memiliki kemampuan di industri apparel dengan baik dan berpengalaman baik pengetahuan bahan, proses dan lain-lain. Selain itu, juga memiliki inovasi dan kreativitas yang sangat baik,” tegas William.

Indonesia memiliki kemampuan dan peluang yang besar di depan, dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja dan lainnya. Posisi Negara tetangga seperti posisi Indonesia pada tahun 1998/1999.
Kami bingung jika dikatakan industri apparel dikatakan sepi, Dunia Sandang untuk tahun 2014 mencapai outstanding 250 ribu pieces, padahal tahun 2013 hanya mencapai 160 ribu saja. Pertumbuhan yang cukup signifikan, “Memang hal itu tergantung market kita dan hubungan dengan para kostumer,” ucap William.

Kalau diamati, cukup banyak kejatuhan para pelaku usaha karena ulahnya sendiri. Seringkali terjadi, jika sudah merasa sukses menjadi kurang fokus dan gaya hidupnya berlebihan. Mereka baru akan menyadari ketika sudah terjatuh.
Industri fesyen harus mengikuti kemajuan teknologi untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan wajib diusahakan walau pun industri fesyen tidak akan mati selama manusia butuh pakaian.

Berkat kemajuan teknologi, berbagai sarana promosi dan melayani para pelanggan tersedia, cepat dan mudah, seperti email, media social dan lain sebagainya. Saat ini memasarkan produk tekstil dan garmen tidak lagi mengenal jarak, semua dengan mudah lintas daerah, wilayah dan Negara.
“Dalam menghadapi persaingan ke depan, kita tidak perlu takut, yang terpenting adalah focus dan mengikuti prosesnya. Kita melakukan sesuai kapasitas dan telaten serta kerja keras dan cerdas,” kata William. Lebih lanjut, beliau menyatakan kita harus tetap mempunyai bisnis utama dan perlu melakukan diversifikasi usaha. Selain itu, harus berkesinambungan dari generasi ke genarasi. Jangan hanya berfikir untuk satu generasi saja setelahnya bingung atau mati.
Tren Fesyen
Para desainer sudah memprediksi tren fashion tahun ke depan secara umum. Para perancang mode, sudah mempersiapkan model-model busana yang diperkirakan akan menjadi tren. Perkembangan tren fesyen sangat dipengaruhi oleh teknologi, budaya, dan perubahan alam serta perilaku konsumen.

Secara desain tahun 2015 diprediksi mengusung desain simple bergaris, dan akan dimotori oleh kaum kreatif yang bermunculan dengan kata kunci creative mind set dan selalu mengedepankan fungsi.

Paduan unsur tradisional dan modern dimodifikasi menjadi lebih simple elegan sehingga tetap ada perpaduan motif dari budaya Indonesia. Warna yang ditampikan lebih harmonis bernuansa netral seperti hitam polos, putih transparan, silver, gold, namun dipadu dengan sentuhan motif tradisional. Siluetnya juga akan lebih sederhana juga asimetris.

Selain itu, ke depan terinspirasi dari kerusakan alam dan ekosistem yang hampir punah. Warna Hitam dan perpaduan warna netral lainnya yang akan mendominasi tema kedua ini. Dari unsure teknologi perkembangan gadget serta generasi muda yang semakin kreatif dalam menciptakan suatu karya khususnya di Kota Jakarta.

Warna terang seperti kuning, ungu, pink, merah, serta oranye, akan mendominasi tren tahun mendatang. Busana yang ditampilkan akan mudah dimodifikasi menjadi berbagai model. Untuk busana muslim akan mengambil warna alami seperti offputih, hijau, coklat tanah, dan hijau menjadi perpaduan dinamis untuk menjadi tren busana muslim 2015.

Read More »
Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

News 02 Februari 2015 Loading..

Serangkaian kegiatan pendahuluan menjelang Indonesia Fashion Week 2015 digelar. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Sunday Dress Up (SDU) yang mengusung konsep Fun Walk menggunakan batik, tenun atau sarung.

Menjelang Indonesia Fashion Week 2015 yang akan digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015 bertema Urban Style menggelar kegiatan Fun Walk dari Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Gedung Sapta Pesona. Acara ini cukup meriah walau diguyur hujan, para peserta tetapi semangat meramaikan kegiatan ini.

Sunday Dress Up diikuti oleh berbagai pihak seperti siswa-siswi sekolah mode, komunitas, model, exhibitor, blogger, media, dan koreografer, hingga perancang mode ternama. Kegiatan ini tahun lalu berhasil menghadirkan 2.000 peserta fun walk.

Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan penggunaan busana produksi dalam negeri yang bercirikan kelokalan atau mengangkat budaya local. Selain itu juga dapat mendukung sektor pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat membuka acara Sunday Dress Up memberikan apresiasi kepada APPMI yang konsisten dan terus-menerus melaksanakan Indonesia Fashion Week, tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Arief Yahya menambahkan dukungan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media sebagai strategi kooperatif merupakan hal yang mutlak.

Sub bidang Mode sebagai salah satu sub bidang Ekonomi Kreatif mampu berkontribusi cukup besar di PDB. Tahun 2014 mampu menyumbang PDB sebesar Rp 204,11 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3,95 juta. Sementara target tahun 2019 sebesar USD 25,44 Miliar.

Arief berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk mode dalam negeri. Acara ini merupakan salah satu wujud gerakan mempromosikan fesyen Indonesia dan diikuti lebih dari 2.000 peserta. Sunday Dress Up menjadi cara baru bagi masyarakat untuk mencintai fesyen lokal. 

Read More »
PAMERAN BISNIS & TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAIAN 2nd GREAT JAVA ROADSHOW IAPE 2015

PAMERAN BISNIS & TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAIAN 2nd GREAT JAVA ROADSHOW IAPE 2015

Event 17 Februari 2015 Loading..

ASEAN Economic Community (AEC) atau Pasar Bebas ASEAN akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015. Seluruh negara anggota ASEAN sepakat segera mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata dan berarti di Kawasan Asia Tenggara.

Apabila AEC terlaksana, ASEAN akan menjadi pasar tunggal berbasis produksi tunggal, sehingga arus barang, jasa, investasi dan tenaga terampil, serta arus modal lebih bebas di antara Negara ASEAN, sehingga tingkat persaingan semakin tinggi.

Rendahnya peringkat Indonesia di tingkat pelaksanaan usaha pada tahun 2014 (Doing Business 2013, International Finance Corporation, Worl Bank) yaitu peringkat 114 dari 189 negara. Peringkat ini menjadi gambaran bahwa daya saing usaha Indonesia di kawasan ASEAN masih kurang. Indonesia akan menjadi tujuan pemasaran bagi produk Negara ASEAN lainnya, apabila tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk meningkatkan daya saing seperti:
1. Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia
2. Peningkatan Daya Saing Manajemen Usaha
3. Peningkatan Daya Saing Infrastruktur Usaha (Peralatan dan Teknologi).

Sandang/ pakaian/ apparel merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dipakai sehari-hari, sehingga sandang menjadi produk yang memiliki nilai kebutuhan lebih. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih besar daripada Negara ASEAN lainnya (40% penduduk ASEAN) merupakan pasar yang sangat potensial bagi sebuah produk.

MORE MEDIA KREASI bekerjasama dengan Majalah PRINTEX kembali akan menggelar roadshow pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) pada tahun 2015 dengan Brand “2Nd Great Java Roadshow IAPE”.
IAPE merupakan Pameran Bisnis dan Teknologi Produksi Sandang (Apparel Production) yang menyajikan proses bisnis mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari proses desain, proses produksi hingga proses penjualan barang jadi, sehingga akan tersaji rantai model bisnis yang komprehenship. Pameran ini akan menyajikan proses produksi sandang pokok (pakaian) dan sandang penunjang (aksesoris, topi, dan lain lain).

Pameran IAPE mengusung misi untuk menggiatkan usaha produksi sandang beserta kelengkapannya dengan melaksanakan sosialisasi dan pemasaran ke daerah. Masyarakat akan mendapatkan informasi produk bisnis atau pun teknologi terbaru untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing memenuhi kebutuhan dalam negeri (nasional) mau pun luar negeri (ekspor).

IAPE juga bertujuan untuk memfasilitasi para peserta pameran untuk memperkenalkan, mempromosikan dan memasarkan produk-produknya kepada pengunjung pameran. Sedangkan bagi pengunjung, pameran ini sebagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan perlengkapan usaha dibidang produksi pakaian secara komprehensif, dalam rangka menangkap peluang bisnis yang lebih menguntungkan.
Pameran ini diharapkan mampu menjadi media komunikasi yang komprehensif sehingga terjalin kerjasama atau interaksi dan transaksi saling menguntungkan.

ROADSHOW IAPE 2015 HADIR DI KOTA SOLO
Pameran SEBAGAI salah satu media penyampaian informasi yang komprehensif dalam memperkenalkan produk atau brand dan menjadi media edukasi yang tepat agar produk dapat diserap dengan baik oleh pasar. Dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat, pameran bisa menjadi salah satu ujung tombak pemasaran yang efektif.

Brand 2nd Great Java Roadshow IAPE 2015 akan hadir di Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah. Solo dipilih sebagai tempat pertama (pembuka) pelaksanaan dengan pertimbangan, saat ini industri produksi pakaian (Garment, Konveksi, Sablon) di wilayah Jawa Tengah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Wilayah Jawa Tengah memiliki nilai lebih yang menguntungkan dan mendukung tumbuhnya iklim industri yang kondusif.
Pameran IAPE di Kota Solo akan dilaksanakan pada 5 – 7 Maret 2015 dengan mengambil tempat penyelenggaraan di Diamond Solo Convention Center, Jl. Slamet Riyadi, Solo.

Pameran ini sangat tepat untuk dikunjungi para pelaku bisnis industri produksi pakaian di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur Bagian Barat seperti Madiun, Ponorogo, Ngawi, Blitar dan sekitarnya guna mendapatkan informasi terkini dan peluang bisnis produksi pakaian paling terbaru.

Read More »
Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

News 25 Februari 2015 Loading..

Ketika saya mendengar istilah “Simulated Process Printing”, saya langsung terpikir pada kaos hitam. Mungkin karena latar belakang saya dalam industri ini adalah mencetak kaos Rock’N’Roll ketika pertama kali memulainya. Bukan berarti pula bahwa simulated process color tidak dapat dilakukan dengan baik  pada bahan kain berwarna  kenyataanya, bila proses desain dan separasi dilakukan dengan tepat, hasil cetak akan nampak bagus dari setiap warna dari hitam ke putih, tetapi seringkali dihubungkan dengan warna gelap.

“Simulated Process Printing” adalah istilah yang sering digunakan tetapi tidak selalu dapat didefinisikan. Interpertasi saya dengan istilah itu adalah “gambar tampil dengan warna penuh yang dibuat dengan penggunaan titik raster dari warna kuning, magenta, cyan dan hitam untuk menciptakan efek warna penuh, nyatanya tidak”. Gambar diharapkan tampil warna penuh, tetapi nyatanya kita masih memerlukan ada warna khusus untuk gambar itu. Warna-warna mungkin berubah dari satu gambar ke gambar lain, dan tinta biasanya opaque. Jika gambar didesain dan diseparasi dengan tepat, dapat dicetak dengan warna apapun termasuk hitam.

Untuk mengerjakan simulated process print, anda memerlukan gambar yang kontras, artinya bagian highlight yang kuat dan shadow yang kuat dengan satu arah penyinaran. Agar berhasil dalam pencetakan, adalah penting untuk mengerti apa saja yang harus dilakukan  untuk mecapai hasil simulated process print yang baik, dalam kasus saya, hasil cetak nampak bagus d iatas kaos hitam.

Pertama, Ketahui untuk siapa Anda membuat desain ini. Ketika pertama kali masuk dalam industri, kami mencetak untuk konser Rock’N’Roll. Hari ini, tetapi khususnya di tahun 1970 an, apapun warna selain hitam tidak akan bagus penjualannya di dalam konser. Jika anda mendesain untuk biker, olahraga ekstrim atau beberapa atlet profesional, kaos warna hitam paling banyak dibeli. Disamping itu, biker tidak akan pernah memakai warna pink. (selengkapnya dapat Anda baca di Majalah PRINTEX XV, 2015 dan dalam seminar di Indonesia Apparel Production Expo 2015 di Solo, Jawa Tengah, 5 – 8 Maret 2015)

Read More »
IAPE 2015, Industri Apparel Indonesia Menuju MEA 2015

IAPE 2015, Industri Apparel Indonesia Menuju MEA 2015

News 04 Maret 2015 Loading..

PT. More Media Kreasi bekerjasama dengan Majalah Printex kembali menghadirkan Pameran Bisnis dan Teknologi Produksi Pakaian dengan tajuk Indonesia Apparel Production Expo 2015. Pameran yang diselenggarakan pada tanggal 5 hingga 7 Maret di Diamond Convention Centre Solo ini mengusung tema Kesiapan Industri Apparel Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

IAPE 2015 kali ini menghadirkan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi produksi pakaian, bahan/material, aksesoris dan kelengkapan lainnya. Selain itu, pada pameran ini juga dihadirkan rangkaian acara seminar dengan pembicara-pembicara yang kompeten di industri apparel. Salah satu pembicara adalah Mr. Charlie Taubleib, salah seorang pakar screen printing yang diundang khusus dari Amerika.

Maksud dan tujuan dibalik diselenggarakannya pameran ini ialah selain sebagai wadah branding dan promosi bagi para peserta pameran, diharapkan pameran ini dapat menjadi penghubung antara produsen apparel dengan masyarakat sehingga mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan teknologi apparel. Pameran ini juga diharapkan mampu menjadi media promosi yang efektif dan efisien.

Indonesia Apparel Production Expo diselenggarakan tanggal 5-7 Maret 2015, bertempat di Diamond Solo Convention Center, Jl. Slamet Riyadi 390 Solo. Pameran terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 sampai 19.00.

Read More »
IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

News 05 Maret 2015 Loading..

Ajang pameran tekstil terbesar di Indonesia yang diselenggarakan di Diamond Solo Convention Center mulai tanggal 5 – 7 Maret 2015 resmi dibuka sekitar pukul 10.00 pagi. Pembukaan dilakukan oleh Liliek Setyawan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia.

Gelegar Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2015 dimulai hari ini. “Solo sebagai kota kreatif dipilih untuk kedua kalinya. Solo boleh dikatakan sebagai salah satu pusat industri kreatif khususnya tekstil di Indonesia. Pemerintah harus terus mendukung para pelaku usaha,” kata Bambang Supriyadi, Penyelenggara IAPE 2015 Solo.

Bambang menambahkan, industri fashion sangat besar kontribusinya bagi pendapatan negara, sekitar 7% telah ikut memberikan kontribusi. Fashion mendukuki peringkat kedua atau hanya dibawah kuliner dalam kontribusi terhadap pendapatan negara.

Berbagai pihak baik itu pemerintah sebagai pemegang regulasi, asosiasi tekstil dan pemerintah daerah hadir dalam pembukaan ajang ini. Dari pihak pemerintah, dari Kementrian Perdagangan dihadiri oleh Donna Gulton, Direktur kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan.

Dalam sambutannya Donna mengatakan, “Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki pangsa pasar yang sangat besar, pelaku usaha banyak dan memiliki kualitas bagus yang tidak kalah dengan yang negara lain.”

Sementara dari pihak Asosisasi Pertekstilan Indonesia, Liliek Setyawan mengatakan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 12,74 miliar dollar AS sedangkan impornya sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Namun, Liliek yakin Indonesia sangat mampu bersaing di kancah ASEAN karena Indonesia memiliki banyak keunggulan seperti Indonesia mempunyai penduduk terbesar di ASEAN yakni 43% dari total  penduduk ASEAN.

Indonesia juga memiliki sumberdaya alam dan manusia yang besar serta berdaya saing tinggi. Tetapi perlu diingat, jangan kita terlena dalam menyikapi pasar bebas. kita lengah maka menyebabkan membanjinya produk luar Indonesia. “Indonesia akan mampu bersaing jika bisa menguasai masyarakat sendiri dan ASEAN, karena menguasai ASEAN berarti menguasai dunia,” kata Liliek.

Para pengunjung bisa menikmati berbagai produk tekstil yang menjadi peserta pameran. Ada booth zona Digital printing, SPS dan bordir. Pameran ini dibuka hingga tanggal 7 Maret 2015.

Read More »