Tags Batik»

Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

News 02 Februari 2015 Loading..

Serangkaian kegiatan pendahuluan menjelang Indonesia Fashion Week 2015 digelar. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Sunday Dress Up (SDU) yang mengusung konsep Fun Walk menggunakan batik, tenun atau sarung.

Menjelang Indonesia Fashion Week 2015 yang akan digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015 bertema Urban Style menggelar kegiatan Fun Walk dari Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Gedung Sapta Pesona. Acara ini cukup meriah walau diguyur hujan, para peserta tetapi semangat meramaikan kegiatan ini.

Sunday Dress Up diikuti oleh berbagai pihak seperti siswa-siswi sekolah mode, komunitas, model, exhibitor, blogger, media, dan koreografer, hingga perancang mode ternama. Kegiatan ini tahun lalu berhasil menghadirkan 2.000 peserta fun walk.

Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan penggunaan busana produksi dalam negeri yang bercirikan kelokalan atau mengangkat budaya local. Selain itu juga dapat mendukung sektor pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat membuka acara Sunday Dress Up memberikan apresiasi kepada APPMI yang konsisten dan terus-menerus melaksanakan Indonesia Fashion Week, tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Arief Yahya menambahkan dukungan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media sebagai strategi kooperatif merupakan hal yang mutlak.

Sub bidang Mode sebagai salah satu sub bidang Ekonomi Kreatif mampu berkontribusi cukup besar di PDB. Tahun 2014 mampu menyumbang PDB sebesar Rp 204,11 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3,95 juta. Sementara target tahun 2019 sebesar USD 25,44 Miliar.

Arief berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk mode dalam negeri. Acara ini merupakan salah satu wujud gerakan mempromosikan fesyen Indonesia dan diikuti lebih dari 2.000 peserta. Sunday Dress Up menjadi cara baru bagi masyarakat untuk mencintai fesyen lokal. 

Read More »
Batik Fractal,  Batik Dengan Sentuhan Ilmu Matematika

Batik Fractal, Batik Dengan Sentuhan Ilmu Matematika

Other Application 14 April 2016 Loading..

Sebenarnya apa sesungguhnya batik fractal itu? Batik Fractal adalah batik yang didesain dengan rumus fractal. Fractal adalah cabang ilmu matematika yang meneliti tentang pengulangan atau literasi dan kesamaan diri atau self similarity.

Batik ini motif desainnya dibuat dengan rumus matematika yang diaplikasikan menggunakan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. Jadi singkatnya, batik fractal merupakan kombinasi dari empat elemen, yaitu seni, budaya, sains, dan teknologi.

Awal mula berdirinya batik fractal ini dimulai dengan riset yang dilakukan oleh Nancy Margried, Yun Hariadi, dan Muhamad Lukman dari Pixel People Project asal ITB Bandung, mengenai motif-motif batik tradisional dan hubungannya dengan ilmu matematika fractal.

Sepanjang tahun 2007 riset ini mengumpulkan lebih dari 300 motif batik tradisional yang ada di seluruh Indonesia dan meneliti unsur-unsur matematika fractal di dalamnya. Dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa batik memiliki unsur matematika dan dapat dimodelkan dengan fractal. Penelitian ini pertama kali ditampilkan di 10th Generative Art International Conference di Milan, Italia pada akhir 2007. Atas karyanya ini, Pixel People Project mampu menyabet penghargaan “Stamp of Approval” dari UNESCO, Award of Excellence, pada tahun 2008.

Dari penelitian yang dilakukan, dipastikan bahwa ada tiga pola fractal yang dapat menjadi motif batik generative secara komputasional, yaitu

  • Fractal sebagai batik

Hasil simulasi komputer dalam bentuk fractal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional. Kustomisasi dapat dilakukan atas aturan-aturan iteratifnya, modifikasi pada bentuk pencorakan warna, dan sebagainya.

  • Hibrida fractal batik

Motif dari fractal dapat digunakan sebagai model utama sebagai dasar ornament dan dekorasi untuk desain batik. Modus desain ini adalah menggabungkan pola fraktal secara estetik yang dilahirkan secara komputasional dan apa yang dilahirkan melalui tradisi budaya batik yang telah dikenal luas.

  • Batik inovasi fractal

Bentuk implementasi dari gambar dengan pola tertentu atau acak dengan menggunakan bentuk-bentuk algoritma pengisian dari ornamen batik yang asli sebagai isen atau pola batik yang telah dikenal secara tradisional. Dua motif batik diproses ulang sehingga menghasilkan motif baru dengan memperhatikan pola dan prinsip proses membatik.

Motif batik ini didesain dan diolah menggunakan software computer bernama jBatik. Aplikasi ini mampu menciptakan motif-motif batik modern dengan berbasiskan desain batik tradisional. Pola-pola batik tradisional dipetakan secara matematis kemudian diterjemahkan ke dalam perangkat lunak sehingga menciptakan pola-pola batik baru secara digital. 

Prosesnya, gambar batik akan diolah dan dibuat distribusi frekuensinya. Kemudian dimensinya dihitung dan dibuat fraktalnya.  Dari satu rumus Fractal, software jBatik dapat menghasilkan beragam motif baru dengan mudah hanya dengan mengganti parameternya. 

Read More »
JBatik, Berkreasi Desain Tekstil Tanpa Batas

JBatik, Berkreasi Desain Tekstil Tanpa Batas

Graphic & Design 14 April 2016 Loading..

Saat ini, Piksel Indonesia sudah berkembang menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang desain dan teknologi. Dalam bidang desain, Batik Fractal berkembang menjadi merek produk busana Ready To Wear. Batik Fractal juga menjadi merek segala macam produk yang dihasilkan oleh Piksel Indonesia dengan menggunakan piranti lunak kami, jBatik. Dalam bidang teknologi, Piksel Indonesia mengembangkan jBatik sebagai piranti lunak untuk membuat beragam desain motif.

TENTANG BATIK FRACTAL
Batik Fractal adalah sebuah brand yang memproduksi kain batik dan produk busana mempergunakan kain batik tersebut. Batik Fractal mempergunakan jBatik untuk memproduksi semua motifnya, dan mengaplikasikannya dengan cara tradisional seperti canting dan cap batik ataupun dengan teknologi digital printing. Kain batik tersebut kemudian diolah menjadi koleksi Ready to Wear, aksesoris dan produk lainnya. Batik Fractal juga membuat beragam media lain untuk mengaplikasikan desain yang dibuat dengan jBatik.

TENTANG JBATIK
jBatik adalah piranti lunak yang dihasilkan oleh Piksel Indonesia. Piranti lunak ini
mengkhususkan diri dalam bidang desain, khususnya dalam bidang desain motif. Pada awalnya, jBatik ditujukan untuk pengembangan batik karena kaitannya dengan pengulangan motif-motif yang terdapat di dalam batik. Namun pada perkembangannya, jBatik juga dapat dipergunakan untuk membuat desain lainnya yang tidak melulu batik. jBatik saat ini juga dipergunakan untuk membuat karya seni seperti pattern design untuk tekstil, senilukis, desain untuk interior, bahkan untuk karya arsitektur.

jBatik bergerak dalam bidang generative design. Desain pada jBatik "dibangkitkan” dengan algoritma yang terdapat di jBatik. Pengguna menggunakan seperangkat perintah sederhana untuk membuat desaindesain
dalam jBatik. Pengguna kemudian dapat menghasilkan puluhan desain baru dengan mengganti parameter-parameter yang terdapat di jBatik.

Pengguna juga dapat membuat desain baru dengan mencampurkan parameter desainnya dengan desain yang lain. Paradigma inilah yang membedakan jBatik dengan piranti lunak lainnya, bila piranti lunak lainnya tidak memiliki seperangkat parameter untuk membuat beragam varian desain, maka jBatik memiliki kemampuan tersebut. Walau termasuk piranti lunak dengan pendekatan baru, jBatik juga dirancang untuk memiliki user interface yang memampukan pengguna mendesain dengan mudah. M. Lukman

Read More »
Batik Fractal Goes to Sillicon Valley.

Batik Fractal Goes to Sillicon Valley.

News 15 April 2016 Loading..

Seorang teknopreneur Indonesia asal Bandung terpilih menjadi salah satu dari 100 semi finalis di ajang Global Innovation through Science and Technology (GIST) Entrepreneur Competition 2016. Kompetisi bergengsi dari Silicon Valley ini diikuti oleh 1000 orang pengusaha teknologi muda dari seluruh dunia.

Mewakili Indonesia, jBatik Mobile, piranti lunak untuk membuat desain Batik Fractal menjadi salah satu semi finalis di bidang IT. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga menampilkan kemajuan Indonesia di mata dunia.

Berfokus menerapkan teknologi dalam industri batik tradisional, Nancy Margried bersama teman-teman menciptakan Batik Fractal dan telah merintis usaha mereka serta memberdayakan perajin batik tradisional dengan teknologi sejak 2009. Hingga saat ini sudah ada 1700 pengguna software jBatik yang tersebar di seluruh Indonesia, dan sebagian besar dari mereka adalah perajin batik tradisional yang tinggal di sentra-sentra batik. Melalui penggunaan software ini, proses desain motif dapat dipercepat, dipermudah dan variasi desain tidak terbatas jumlahnya. Namun, proses mencetak batik dapat tetap dilakukan dengan tradisional menggunakan canting atau cap. Dengan demikian, teknologi tidak akan mematikan budaya tradisi batik yang sudah ada sejak ratusan tahun.

Nancy Margried dan kawan-kawan melihat,  Indonesia memiliki kelebihan sangat besar dengan adanya seni budaya dan produk buatan tangan yang masih berjalan industrinya dalam skala UKM dan industri besar, tersebar di seluruh nusantara. Usaha kecil dalam bidang batik ini menyokong puluhan ribu perajin dan sudah selayaknya industri ini disentuh dengan teknologi untuk meningkatkan industrinya dan menyejahterakan serta mencerdaskan pelakunya.

Keikutsertaan dalam GIST Competition ini adalah upaya Batik Fractal menggalang bantuan dan dana investasi dari investor global, sekaligus mempromosikan karya teknologi anak bangsa dan budaya Indonesia pada kancah internasional. Untuk mendukung keikutsertaan jBatik Mobile  dalam kompetisi ini silakan

  1. Klik link: http://www.gistnetwork.org/
  2. Pilih Register di kanan atas, dan register data anda.
  3. Klik http://www.gistnetwork.org/content/tech-i-semi-finalists-voting
  4. Lihat Emerging Economies, klik Indonesia
  5. Lihat kotak dengan judul:  Nancy Panjaitan, jBatik Mobile
  6. Klik vote

Keseluruhan proses memakan waktu 3 menit, dan pemilih dapat memilih kembali setelah 24 jam. Proses voting ditutup tanggal 1 Mei 2016. Ayo, dukung inovator Indonesia, dukung Batik Fractal Goes to Sillicon Valley.

 

Read More »
Edukasi Generasi Muda Untuk Membatik

Edukasi Generasi Muda Untuk Membatik

News 03 Oktober 2016 Loading..

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Kementerian Perindustrian membuka Pameran Batik Budaya Bangsa.  Pameran ini dibuka oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih. Pembukaan pameran ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Heppy Djarot Saiful Hidayat, serta Ketua Hari Batik Nasional 2016 Nita Kenzo.

“Kementerian Perindustrian terus berupaya mengedukasi para generasi muda Indonesia untuk belajar membatik. Langkah ini dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendorong penumbuhan wirausaha baru. Langka yang diambil antara lain, kami tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan kegiatan ekstrakurikuler membatik pada Sekolah Menengah Kejuruan,” kata Gati Wibawaningsih.

Gati meyakinkan, gerakan melestarikan, menggunakan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya selama ini telah mendongkrak permintaan batik nasional dan pertumbuhan industri batik di dalam negeri. “Peluang pasar batik saat ini juga sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Nita Kenzo menyampaikan, Yayasan Batik Indonesia telah meluncurkan program menarik tahun ini, yaitu Batik Karya Saya guna memberikan rasa bangga pada generasi muda terhadap batik nasional. Program ini juga memberikan pelatihan membatik secara cuma-cuma kepada 50 siswa SMK 27 Jakarta. Sekolah tersebut dipilih lantaran memiliki jurusan tata busana.

"Kreativitas mereka sangat berkembang, termasuk saat membuat ornamen batik. Mereka sudah bisa membayangkan, jika membuat motif seperti ini nantinya pola bajunya akan seperti apa," kata Nita. Pelatihan tersebut telah diberikan sebanyak 13 kali selama September 2016. Para siswa memulai latihannya setiap pulang sekolah.

Upaya tersebut disambut baik oleh Puan, lebih lanjut Puan mengatakan, program pelatihan membatik ini perlu sinergi dengan pelaku industri untuk menyalurkan para lulusan. “Di samping itu, perlu juga sinergi untuk menyesuaikan kebutuhan industri saat ini. Biar sejalan antara lulusan dengan dunia kerja,” tegasnya.

Puan menambahkan, perlu program dan kegiatan strategis bersama antara Kementerian/Lembaga dengan pihak terkait dalam mempertahankan kearifan lokal terutama untuk mengajak generasi muda Indonesia memahami dan memakai batik buatan dalam negeri. “Diperlukan juga sosialisasi secara masif kepada anak-anak agar mengetahui batik jenis apa yang dipakai dan jangan pakai yang impor,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gati mengatakan, pihaknya aktif melakukan kegiatan promosi dan fashion show melalui berbagai event baik di domestik maupun internasional yang berhasil menarik perhatian masyarakat dunia terhadap batik Indonesia. “Bahkan, kegiatan tersebut mampu meningkatkan permintaan ekspor batik nasional. Batik juga dapat mengeksplor karya kreatif mulai dari tingkatan perajin batik hingga fashion designer,” paparnya.

Kemenperin selama ini terus berupaya meningkatkan daya saing industri batik nasional dengan berbagai upaya antara lain melalui bimbingan teknis, pendampingan tenaga ahli, fasilitasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi promosi dan pameran. “Saat ini pembinaan industri batik juga diarahkan untuk menggunakan zat warna alam untuk mewujudkan industri batik yang ramah lingkungan sesuai dengan isu green industry,” papar Gati.

Tantangan yang juga dihadapi oleh industri Industri batik nasional adalah adanya produk tekstil motif batik dengan harga yang jauh lebih murah dan diproduksi dalam jumlah besar. Untuk itu, diperlukan regenerasi pembatik dan standardisasi produk.  “Kami telah menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) produk batik dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk perajin batik,” ujarnya.

Read More »