Tags Clothing Company»

5 Steps To Successfully Managing Your Clothing Brand

5 Steps To Successfully Managing Your Clothing Brand

Inspiring Your Business 19 Agustus 2011 Loading..

I saw this post by Rachelle Hynes on behance and thought it was a really simple checklist about what you should be doing with your clothing brand.

Read More »
Memulai Usaha Bordir Untuk Customized Order

Memulai Usaha Bordir Untuk Customized Order

Other Application 29 Oktober 2011 Loading..

Penulis: Benny Rahardjo
foto-foto: Dok. PRINTEX

Bordir adalah cara kreatif dan dinamis untuk menghasilkan keuntungan.

Read More »
Mengenal Ragam Jenis Kain

Mengenal Ragam Jenis Kain

Textile & Garment 11 November 2014 Loading..

Penulis: B. Wisanggeni

Dunia fashion telah booming sejak puluhan tahun lalu. Tidak lagi terhitung jumlah jenis pakaian yang telah diproduksi dan digunakan oleh banyak orang. Tetapi tidak semua orang tahu dan mengerti apa nama bahan yang digunakan untuk pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, kami akan sedikit mengulas tentang beberapa jenis kain dan karakteritisknya.

Cotton

Nama bahan ini cukup familiar ditengah masyarakat. Bahan ini pula yang sering jadi andalan distro untuk menarik pembeli. Bahan ini terdiri dari 2 macam yaitu Cotton Combed dan Cotton Carded. Sifat kedua jenis bahan ini sama yaitu tidak panas dan dapat menyerap keringat karena bahan dasarnya adalah serat kapas. Tetapi ada satu ciri yang membedakan keduanya, Cotton Combed lebih halus dan lebih ringan sehingga lebih nyaman digunakan dibanding Cotton Carded. Jika digunakan untuk kaos, biasa dikenal dengan jenis Cotton Combed 20’s, 30’s dan lain-lain. Ini membedakan tebal tipisnya kaos. Adapula yang dinamakan Double Cotton, bahan ini lebih tebal dari Combed 20’s. Bahan ini nyaman dan biasanya berat kebawah ketika dipakai. Sayangnya, bahan ini cepat melar ketika sering dicuci.

Viscose

Bahan ini biasanya digunakan untuk lingerie, underwear, casual wear sampai jaket. Bahan ini halus, licin dan lentur. Ketika dipakai terasa lembut dan dingin di kulit. Bahan ini juga menyerap keringat dan warnanya mengkilat. Viscose terbuat dari serat kayu Eucalyptus, sejenis pohon Pinus. Perawatan untuk pakaian dengan bahan Viscose adalah jangan merendam dengan deterjen dalam waktu yang lama.  Ada pula bahan yang dicampur dari bahan Viscose dengan Cotton. Bahan ini disebut CVC-Cotton Viscose. Kelebihan bahan ini adalah tingkat susut polanya(Shrinkage) lebih kecil dari Cotton.

Polyester

Bahan ini terbuat dari serat sintetis, terkadang perpaduan dari serat fiber poly dengan bijih plastic. Tidak heran jika pakaian dengan bahan ini jika dipakai akan terasa panas dan tidak menyerap keringat. Biasanya noda makanan maupun minyak sulit hilang dari pakaian berbahan dasar Polyester atau PE. Bahan Polyester kerap juga dicampur dengan bahan Cotton. Bahan ini namanya TC atau Teteron Cotton. Kualitasnya berada dibawah Cotton karena sifat Polyester yang panas dan tidak menyerap keringat. Tetapi bahan ini memiliki kelebihan diantaranya tahan kusut dan tidak cepat melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Linen

Bahan kain ini hampir seperti katun, namun memiliki serat yang lebih kuat. Bahan ini sangat cocok untuk dibuat sebagai gaun ataupun casual wear. Bahannya nyaman dipakai karena dingin dan menyerap keringat. Perawatan untuk pakaian berbahan Linen harus ekstra perhatian, bahan ini mudah kusut sehingga anda harus memperhatikan petunjuk mencuci maupun menyetrikanya dengan benar. Pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air hangat ketika hendak mencucinya.

Wool

Bahan ini tebal dan menyerap air sehingga sangat susah dibersihkan apabila terkena noda dan akan menyusut jika cara mencucinya tidak benar. Karena tebal sehingga cukup berat dipakai, orang akhirnya lebih banyak memilih jenis Lightweight Wool. Bahan ini lebih ringan dan cukup awet tanpa mengurangi kesan mewahnya.

Sutra

Bahan ini sering juga disebut Silk. Seperti namanya, bahan ini memang terbuat dari kepompong ulat sutra. Sutra umumnya menyerap air dan sangat mudah sobek. Untuk itu, pencucian dengan sistem dry clean sangat disarankan untuk pakaian berbahan sutra. Kain sutra ini berkembang menjadi beberapa jenis diantaranya Chiffon, Crepe de Chine, Duchesse Satin, Dupion, Georgette, Habutai, Matika, Organza, Taffeta dan masih banyak lagi

Denim

Denim merupakan material kain yang terbuat dari katun Twill. Teksturnya mirip karpet tapi lebih tipis dan halus. Nama Denim sendiri di yakini berasal dari Perancis dengan nama bahan Serge de Nimes. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini hanya memiliki satu warna yaitu Indigo. Tapi dengan perkembangan zaman, dibuatlah Denim dengan warna-warna lain. Bahan ini merupakan bahan yang sangat popular di masyarakat. Jeans merupakan salah satu pakaian yang terbuat dari bahan Denim. Nama Jeans sendiri dipopulerkan pertama kali oleh Levi Strauss dan Jacob Davis melalui perusahaannya Levis yang memproduksi celana berbahan Denim pada 1873.

Leather & Suede

Bahan ini sebetulnya sama-sama terbuat dari kulit. Yang membedakan adalah jika Leather terbuat dari bahan kulit luar, maka Suede terbuat dari bahan kulit bagian dalam. Penggunaan bahan ini akan terlihat elegan dan mewah. Perawatannya pun memerlukan perhatian khusus. Ada beberapa hewan yang kulitnya biasa di manfaatkan pada industry fashion diantaranya kambing, domba, sapi, buaya, ular dan sebagainya. Tetapi anda jangan sampai terkecoh dengan penampilan, karena saat ini banyak juga tersedia bahan kulit sintetis. Untuk membedakan antara kulit asli dan sintetis, anda dapat melihat pada teksturnya, biasanya kulit sintetis bertekstur halus tanpa kerutan. Selain itu, dapat pula dibedakan dari baunya. Kulit sintetis, bahannya cenderung tidak berbau, bahkan ada yang wangi. Kemudian, cek pula berat bahan. Kulit asli akan lebih berat dibanding kulit buatan atau sintetis.

Lycra

Banyak orang mengenal Lycra dengan nama Spandex. Bahan ini terbuat dari campuran bahan kimia elastomer. Ciri kain ini adalah lentur dan memiliki elastisitas tinggi. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti baju renang, baju aerobic, legging, baju selam dan sebagainya. Pemakaian bahan spandex atau lycra ini biasanya dicampur dengan bahan lain seperti Polyester. Untuk baju renang, persentase penggunaan bahan spandex mencapai hampir 10% yang digabung dengan bahan Nylon atau Polyester.

Drill

Kain Drill merupakan kain yang dipintal dalam tekstur diagonal dengan jalinan benang yang kuat. Kain Drill biasa terbuat dari bahan katun atau polyester. Jika di klasifikasi berdasar serat, Drill terbagi atas 3 serat yaitu Twist Drill atau kain berserat kecil, American Drill atau kain berserat sedang dan Japan Drill atau kain berserat besar.

Lacoste

Lacoste sering dikenal dengan nama Pique. Kain ini merupakan kain yang memiliki pori-pori. Kain ini biasanya terbuat dari bahan katun, polyester atau gabungan dari keduanya. Nama Lacoste sendiri diambil dari nama produsen kaos yang mengunakan bahan kain Pique. Selain Lacoste, produsen lain yang menggunakan bahan kain ini adalah Polo. Yang membedakan adalah jika Pique Polo memiliki pori-pori yang lebih kecil, sementara Pique Lacoste memiliki serat yang berpori besar.

Canvas

Kain ini bertekstur tebal dan kasar. Biasanya sering digunakan untuk jaket lapangan yang digunakan pada pertambangan atau untuk mendaki gunung. Karena tebal, kain ini mampu melindungi tubuh penggunanya dari goresan batu atau benda lainnya. Ketebalan ini pulalah yang membuat pakaian yang terbuat dari bahan ini memiliki bobot yang tidak ringan.

Demikian beberapa jenis kain yang sering ditemui dipasaran. Apabila anda hendak membeli bahan pakaian, tentukan terlebih dahulu jenis bahan yang akan dipergunakan. Selamat berbelanja.

Read More »
Dri Fit Material

Dri Fit Material

Digital Printing 11 Desember 2014 Loading..

Penulis: Benny Setiawan Rahardjo

Nike Dri FIT adalah teknologi pembuatan t’shirt/kaos yang menjadikan tubuh penggunanya tetap sejuk dan kering. Tidak lembab hingga memaksimalkan efektifitas dan optimalisasi saat digunakan berolahraga karena dapat menyerap keringat penggunanya.

Teknologi ‘Dri-FIT’ ini mendaur ulang 13 juta botol plastik dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jepang dan Taiwan. Selanjutnya, setiap satu jersey, masing-masing dibuat dengan menggunakan delapan botol plastik bekas yang didaur ulang. Langkah menciptakan baju bola plastik buatan Nike ini, rupanya membantu mengurangi konsumsi energi hingga 30 persen dibandingkan dengan memproduksi polyester secara tradisional. 

Keunggulan teknologi Dri-FIT untuk para pesepak bola dengan menggunakan baju bola plastik buatan Nike ini adalah : Pertama, 1. Teknologi Dri-FIT pada jersey  buatan Nike ini, dapat menjaga para pesepak bola agar tetap kering dan sejuk saat bermain. 2. Jersey ini 15 persen lebih ringan ketimbang versi-versi sebelumnya. Jersey dengan teknologi ‘Dri-FIT’ ini, merupakan kostum dengan model yang aerodinamis, lebih pas dengan badan dan atletis. Selain itu jersey ini dapat lebih meregang sebesar 17 persen dibandingkan kostum versi sebelumnya. Ketiga, terdapat ratusan lubang pada bagian ketiak dan pinggang jersey, sehingga dapat menjaga dan mengatur suhu tubuh para pesepak bola.

Busana Dri FIT Nike mampu menjaga tubuh tetap sejuk dan kering. Dua faktor penting memaksimalkan efektifitas dan optimalisasi saat berolahraga. Bahan Kaos Dri Fit, Apakah Anda sering berharap di saat berolahraga suhu tubuh bisa diatur agar bisa merasa lebih nyaman? Menjaga tubuh Anda tetap sejuk dan kering adalah dua faktor penting untuk memaksimalkan efektifitas dan tetap selalu optimal saat berolahraga.

Agar aktifitas olahraga Anda tetap berjalan nyaman, banyak orang yang memilih bahan Dri Fit. Dri fit merupakan bahan kaos yang paling banyak digemari sekarang ini. Penguapan air dari bahan ‘Dri FIT’. Terutama dari brand appareal ( merek ) Nike. Sedangkan Adidas dengan bahan yang sama dengan dri fit, mengeluarkan produk dengan menggunakan teknologi ClimaCool sport appareal, yang dapat mengoptimalisasikan temperatur tubuh saat melakukan olahraga sehingga Anda dapat berolahraga secara lebih efisien dan lebih baik.
Sebenarnya dri-fit terbuat dari campuran polyester, spandex dan nilon. Seperti kebanyakan bahan lain, dri fit memiliki sifat lentur dan padat.

Kaos dengan bahan dri-fit seringkali digunakan untuk olahraga dengan aktifitas penggunaannya agar tetap kering. Seperti halnya lari jarak jauh, tennis, dan golf.
Dri-fit dan ClimaCool adalah teknologi dengan sistem terintegrasi yang bekerja untuk mengatur temperatur tubuh Anda lebih baik dari teknologi mana pun, yang tidak ditemukan pada bahan pakaian lain.
Dri-fit dan ClimaCool menghantarkan panas dan keringat keluar dari tubuh Anda melalui kombinasi materi pakaian penghilang kelembaban, dengan bahan yang bersaluran ventilasi berpotongan tiga dimensi yang mampu membuat udara untuk bersirkulasi dekat kulit Anda.
Dengan melakukan pemetaan terhadap zona pada tubuh yang rentan terhadap panas dan keringat, banyak appareal baju olagraga memasukkan teknologi ini di area yang paling dibutuhkan untuk mengoptimalisasikan temperatur tubuh saat melakukan olahraga sehingga Anda dapat berolahraga secara lebih efisien dan lebih baik.

Perawatan
Merawat produk busana Nike Dri FIT mudah saja, namun harus dicuci dalam air dingin dengan deterjen cair. Setelah mencuci, pakaian Dri FIT harus digantung sampai kering. Jika menggunakan deterjen yang salah atau mesin pengeringan, dapat mengurangi efektifitas teknologi Dri FIT tersebut.
Sering kali, orang sulit mengeluarkan bau keringat dari pakaian Dri FIT. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan deterjen Win, jenis deterjen yang diformulasikan secara khusus untuk membersihkan peralatan atletik tanpa menurunkan efektifitas kemampuan penyerapannya. Jangan pernah mengeringkan dengan mesin cuci atau menggunakan pemutih pakaian.

Read More »
Target Ekspor Tekstil Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2019

Target Ekspor Tekstil Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2019

News 13 Januari 2015 Loading..

Pemerintah dan pengusaha Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) diharapkan saling bekerjasama untuk meningkatkan ekspor nasional tiga kali lipat pada tahun 2019. Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta kedua pihak bersma-sama mewujudkan target pemerintah ini.

Nilai ekspor industri TPT Indonesia diharapkan mencapai nilai 36 miliar Dolar AS pada tahun 2019, saat ini nilai ekspor industri TPT telah mencapai 12,68 miliar Dolar AS dengan surplus neraca perdagangan sekitar 4,21 miliar Dolar AS. Dengan nilai ekspor tersebut,  produk TPT mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar 11,22% terhadap total ekspor industri nasional.

Menperin menyatakan industri TPT mampu mempertahankan surplus rata-rata senilai 4,3 miliar Dolar AS dengan kontribusi ekspornya di atas 10% terhadap total ekspor industri nasional. Kontribusi produk tekstil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan non migas mencapai 8,67%. Dalam hal tenaga kerja industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 10,6% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Padahal neraca perdagangan nasional mengalami defisit sejak tahun 2012.

"Saya harap para pengusaha industri TPT bersama pemerintah dapat bekerja sama untuk mewujudkan target ekspor 2019 sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing," kata Saleh Husin, Menteri Perindustrian (Menperin).

Menperin mengutarakan industri TPT nasional merupakan industri strategis yang memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri, serta penghasil devisa ekspor non migas dengan nilai yang cukup signifikan. Sementara itu, industri TPT memiliki struktur industri yang telah terintegrasi dari hulu ke hilir. Produk garmen nasional sudah diakui dunia sebagai produk berkualitas baik yang diminati di manca Negara.

Industri TPT telah menunjukkan nilai surplus perdagangan dalam beberapa tahun terakhir mencapai lebih dari 6 milyar dolar AS. Bahkan pada triwulan II tahun 2014, ekspor industri garmen mencapai 3,7 miliar Dolar AS atau berkontribusi sebesar 58% dari total ekspor Industri TPT Nasional.

Sementara itu, di sisi ketenagakerjaan, industri garmen memberi kontribusi penyerapan tenaga kerja mencapai 800 ribu orang dan setiap tahunnya memberikan tambahan penyerapan tenaga kerja baru hingga 30 ribu orang. Sebesar 52% dari SDM industri TPT diserap oleh industri garmen.

Gambaran di atas mencerminkan, industri garmen berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian nasional dan produk garmen Indonesia diakui kualitasnya di mancanegara. Namun, kinerja yang sudah baik ini harus lebih ditingkatkan dengan mengintegrasikan kemampuan suplai bahan baku kain dari dalam negeri.

Saat ini, industri TPT membutuhkan kain hingga 2,1 juta ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi industri kain mencapai 2,5 juta ton per tahun. Melihat ketidakseimbangan itu maka seharusnya kebutuhan produk kain dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri. Indonesia masih melakukan impor kain mencapai 615 ribu ton atau 29% dari kebutuhan kain domestik.

Pemerintah sudah berupaya memperbaiki program untuk industri ini, misalnya Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan industri TPT yang telah berlangsung selama delapan tahun seharusnya telah memiliki kemampuan yang memadai. Ke depan koordinasi dan komunikasi yang terbuka diharpkan dapat menjawab permasalahan yang terjadi.

Untuk mewujudkan target maka Kementerian Perindustrian berkomitmen akan mendukung industri TPT agar bisa berjaya di pasar domestik  maupun mancanegara.

Read More »
Industri Apparel Tidak Pernah Mati

Industri Apparel Tidak Pernah Mati

Textile & Garment 29 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Industri apparel tidak akan pernah mati, apalagi Indonesia mempunyai pemerintah yang memberikan dukungan besar dan keahlian masyarakat cukup baik tetapi ketersediaan Sumber Daya Manusianya terbatas

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas menjadi kendala tersendiri untuk meraih peluang di industri apparel. “Cukup banyak mesin produksi tidak berjalan optimal karena SDM-nya tidak tersedia cukup,” kata William Tan, Managing Dunia Sandang ketika PRINTEX melakukan perbincangan di kantor Dunia Sandang, Pasir Koja, Bandung.

Peluang Indonesia sangat besar untuk industri apparel. Dunia Sandang cukup ramai didatangi pembeli dan kegiatan garmen mulai ekspor kembali ke berbagai Negara seperti United Kingdom dan Australia, karena permintaannya ada. Jadi ke depan, tergantung dari pasar yang kita tuju. Pesaing sangat banyak, jika kita menyasar kelas menengah ke bawah akan sulit berkembang.
Pasar menengah ke bawah mungkin profitnya lebih besar, tetapi untuk jangka pendek. Bila dilihat secara jangka panjang masih menjadi pertanyaan.

Dunia sandang, dalam menyikapi pasar yang besar membuka delapan divisi dengan program unggulan. Hal ini sangat penting untuk antisipasi pasar ke depan. “Kami tidak takut bersaing karena memiliki berbagai keunggulan seperti memiliki kemampuan di industri apparel dengan baik dan berpengalaman baik pengetahuan bahan, proses dan lain-lain. Selain itu, juga memiliki inovasi dan kreativitas yang sangat baik,” tegas William.

Indonesia memiliki kemampuan dan peluang yang besar di depan, dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja dan lainnya. Posisi Negara tetangga seperti posisi Indonesia pada tahun 1998/1999.
Kami bingung jika dikatakan industri apparel dikatakan sepi, Dunia Sandang untuk tahun 2014 mencapai outstanding 250 ribu pieces, padahal tahun 2013 hanya mencapai 160 ribu saja. Pertumbuhan yang cukup signifikan, “Memang hal itu tergantung market kita dan hubungan dengan para kostumer,” ucap William.

Kalau diamati, cukup banyak kejatuhan para pelaku usaha karena ulahnya sendiri. Seringkali terjadi, jika sudah merasa sukses menjadi kurang fokus dan gaya hidupnya berlebihan. Mereka baru akan menyadari ketika sudah terjatuh.
Industri fesyen harus mengikuti kemajuan teknologi untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan wajib diusahakan walau pun industri fesyen tidak akan mati selama manusia butuh pakaian.

Berkat kemajuan teknologi, berbagai sarana promosi dan melayani para pelanggan tersedia, cepat dan mudah, seperti email, media social dan lain sebagainya. Saat ini memasarkan produk tekstil dan garmen tidak lagi mengenal jarak, semua dengan mudah lintas daerah, wilayah dan Negara.
“Dalam menghadapi persaingan ke depan, kita tidak perlu takut, yang terpenting adalah focus dan mengikuti prosesnya. Kita melakukan sesuai kapasitas dan telaten serta kerja keras dan cerdas,” kata William. Lebih lanjut, beliau menyatakan kita harus tetap mempunyai bisnis utama dan perlu melakukan diversifikasi usaha. Selain itu, harus berkesinambungan dari generasi ke genarasi. Jangan hanya berfikir untuk satu generasi saja setelahnya bingung atau mati.
Tren Fesyen
Para desainer sudah memprediksi tren fashion tahun ke depan secara umum. Para perancang mode, sudah mempersiapkan model-model busana yang diperkirakan akan menjadi tren. Perkembangan tren fesyen sangat dipengaruhi oleh teknologi, budaya, dan perubahan alam serta perilaku konsumen.

Secara desain tahun 2015 diprediksi mengusung desain simple bergaris, dan akan dimotori oleh kaum kreatif yang bermunculan dengan kata kunci creative mind set dan selalu mengedepankan fungsi.

Paduan unsur tradisional dan modern dimodifikasi menjadi lebih simple elegan sehingga tetap ada perpaduan motif dari budaya Indonesia. Warna yang ditampikan lebih harmonis bernuansa netral seperti hitam polos, putih transparan, silver, gold, namun dipadu dengan sentuhan motif tradisional. Siluetnya juga akan lebih sederhana juga asimetris.

Selain itu, ke depan terinspirasi dari kerusakan alam dan ekosistem yang hampir punah. Warna Hitam dan perpaduan warna netral lainnya yang akan mendominasi tema kedua ini. Dari unsure teknologi perkembangan gadget serta generasi muda yang semakin kreatif dalam menciptakan suatu karya khususnya di Kota Jakarta.

Warna terang seperti kuning, ungu, pink, merah, serta oranye, akan mendominasi tren tahun mendatang. Busana yang ditampilkan akan mudah dimodifikasi menjadi berbagai model. Untuk busana muslim akan mengambil warna alami seperti offputih, hijau, coklat tanah, dan hijau menjadi perpaduan dinamis untuk menjadi tren busana muslim 2015.

Read More »
Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

News 25 Februari 2015 Loading..

Ketika saya mendengar istilah “Simulated Process Printing”, saya langsung terpikir pada kaos hitam. Mungkin karena latar belakang saya dalam industri ini adalah mencetak kaos Rock’N’Roll ketika pertama kali memulainya. Bukan berarti pula bahwa simulated process color tidak dapat dilakukan dengan baik  pada bahan kain berwarna  kenyataanya, bila proses desain dan separasi dilakukan dengan tepat, hasil cetak akan nampak bagus dari setiap warna dari hitam ke putih, tetapi seringkali dihubungkan dengan warna gelap.

“Simulated Process Printing” adalah istilah yang sering digunakan tetapi tidak selalu dapat didefinisikan. Interpertasi saya dengan istilah itu adalah “gambar tampil dengan warna penuh yang dibuat dengan penggunaan titik raster dari warna kuning, magenta, cyan dan hitam untuk menciptakan efek warna penuh, nyatanya tidak”. Gambar diharapkan tampil warna penuh, tetapi nyatanya kita masih memerlukan ada warna khusus untuk gambar itu. Warna-warna mungkin berubah dari satu gambar ke gambar lain, dan tinta biasanya opaque. Jika gambar didesain dan diseparasi dengan tepat, dapat dicetak dengan warna apapun termasuk hitam.

Untuk mengerjakan simulated process print, anda memerlukan gambar yang kontras, artinya bagian highlight yang kuat dan shadow yang kuat dengan satu arah penyinaran. Agar berhasil dalam pencetakan, adalah penting untuk mengerti apa saja yang harus dilakukan  untuk mecapai hasil simulated process print yang baik, dalam kasus saya, hasil cetak nampak bagus d iatas kaos hitam.

Pertama, Ketahui untuk siapa Anda membuat desain ini. Ketika pertama kali masuk dalam industri, kami mencetak untuk konser Rock’N’Roll. Hari ini, tetapi khususnya di tahun 1970 an, apapun warna selain hitam tidak akan bagus penjualannya di dalam konser. Jika anda mendesain untuk biker, olahraga ekstrim atau beberapa atlet profesional, kaos warna hitam paling banyak dibeli. Disamping itu, biker tidak akan pernah memakai warna pink. (selengkapnya dapat Anda baca di Majalah PRINTEX XV, 2015 dan dalam seminar di Indonesia Apparel Production Expo 2015 di Solo, Jawa Tengah, 5 – 8 Maret 2015)

Read More »
Plaza Indonesia, Pusat Mode dan Gaya Hidup Premium Indonesia

Plaza Indonesia, Pusat Mode dan Gaya Hidup Premium Indonesia

News 11 Maret 2015 Loading..

Era fesyen dan gaya hidup premium di Indonesia hadir di Jakarta sekitar 25 tahun lalu dengan hadirnya Plaza Indonesia, sebuah kompleks perbelanjaan dan pusat bisnis premium di Jakarta. Seiring perjalanan waktu, Plaza Indonesia semakin memantapkan diri sebagai pusat mode dan gaya hidup papan atas Indonesia.

Pada tahun 1983, empat perusahaan besar Indonesia bergabung untuk merealisasikan ide membangun kawasan Plaza Indonesia. Dan tahun 1990, realisasi Plaza Indonesia hadir dengan memperkenalkan SOGO sebagai departement store franchise pertama di Indonesia, butik-butik desainer ternama dan outlet F&B seperti Lamoda.

Plaza Indonesia menjadi sebuah tempat mewah dan elegan yang berlokasi dan didedikasikan untuk masyarakat di Indonesia. Sejak saat itu, keberadaan Plaza Indonesia menjadi awal kehidupan modernisasi negeri ini baik di bidang fesyen maupun gaya hidup lainnya. 

“Sejak awal, Plaza Indonesia konsistensi berperan sebagai landmark fesyen dan gaya hidup modern. Hal berkat dukungan pengunjung, mitra, dan sahabat Plaza Indonesia,” kata Zamri Mamat, GM Marketing & Communications PT Plaza Indonesia Realty, Tbk. Zamti menambahkan bentuk konsistensi tersebut diwujudkan dalam inovasi-inovasi baik itu dalam pengembangan pelayanan, kelengkapan fasilitas, dan renovasi  yang kami lakukan secara berkala.

Zamri memanfaatkan momen spesial perjalanan 25 tahun Plaza Indonesia untuk menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih Plaza Indonesia dan mengajak Anda merayakan momen perjalanan yang penuh harmoni, keindahan, kebahagiaan dan kasih sayang dalam beragam program yang telah disiapkan pada bulan Maret mendatang.

Dalam perayaan 25 tahun, Plaza Indonesia akan menggelar Plaza Indonesia Fashion Week Spring Summer 2015 pada taggal 23-27 Maret 2015. Acara yang sudah berlangsung untuk yang kelima kalinya ini akan menampilkan lebih banyak karya dari desainer muda Indonesia berbakat serta merek-merek internasional ternama.

Pembukaan Plaza Indonesia Fashion Week Spring Summer 2015 akan digelar di Function Hall Plaza Indonesia Level 2, dengan menampilkan 40 koleksi terbaru Sebastian Red yang dirancang khusus oleh Sebastian Gunawan untuk merayakan 25 tahun perjalanan Plaza Indonesia. Sebastian Gunawan merupakan satu diantara deretan nama besar di dunia fesyen Indonesia yang tumbuh dan besar bersama Plaza Indonesia.

Plaza Indonesia juga menyiapkan 25th Anniversary Lucky Draw yang menawarkan hadiah utama sebuah mobil Audi A7, hadiah bulanan yang merupakan voucher belanja Plaza Indonesia senilai 25 Juta rupiah dan hadiah mingguan berupa tas tangan wanita Longchamp. Program Lucky Draw ini dimulai sejak 1 Maret hingga 31 Juli 2015.

Read More »