Tags Community»

Kopdar Ketiga Gesuter Bekasi

Kopdar Ketiga Gesuter Bekasi

News 12 Januari 2015 Loading..

Para penggiat sablon daerah Bekasi dan sekitarnya berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan bisnis. Mereka berkumpul dan menamakan diri sebagai Gesuter Bekasi, wadah untuk bertukar pikiran dalam ketrampilan, bisnis dan berbagai hal terkait sablon dan apparel.

Gesuter Bekasi, komunitas penggiat sablon yang belum  berumur satu tahun siap menjadi wadah bagi semua orang yang memiliki hobi, profesi, pekerjaan dan mahasiwa atau pelajar kegiatan sablon atau apparel untuk daerah Bekasi dan sekitarnya.

Walau pun masih baru, Gesuter Bekasi membuat program pelatihan dan dan pertemuan atau Kopdar dengan seluruh anggotanya secara rutin. Untuk pertemuan mereka melakukannya setiap dua bulan sekali.

Pada 10 Januari  2015 lalu, Gesuter Bekasi mengadakan pertemuan rutin dua bulan di Bale-bale, Pangkalan Jati, Pondok Gede untuk saling berbagi pengalaman dan bisnis serta melakukan evaluasi program.

Dalam pertemuan ketiga ini, mereka mengundang PRINTEX  dan komunitas sablon dari Bandung , Jawa Barat. Kopdar kali ini, kami berbincang-bincang mengenai berbagai hal seperti cara pemasaran, standarisasi produk dan berbagi untuk kemajuan bersama. 

Dalam komunitas Gesuter Bekasi, masing-masing anggota memiliki ketrampilan yang berbeda-beda misalnya keahlian membuat sample, trampil dalam Quality Control (QC), desain, konveksi dan lain-lainnya. “Kami semua berkumpul dalam kumuntas ini saling berbagi dan memberikan motivasi untuk maju” kata Ipang Supangat, Ketua Gestuer Bekasi.

Untuk memperluas komunitas, Gesuter Bekasi mengajak berbagai komunitas lain untuk kumpul. “Kali ini  kami mengundang Bandung dan Printex gabung untuk menyegarkan pengetahuan dan bekerjasama” kata Ibnu ketika membuka kopdar.

Selain berbisnis, Gesuter membuat program amal misalnya membantu bencana alam banjir di Bandung, Jawa barat atau sebelumnya melakukan donasi untuk Gaza dari seluruh pecinta kaos sablon Indonesia.

“Kami berharap Gesuter Bekasi tetap terus eksis dan rutin bertemu untuk berbagi informasi terkait kegiatan sablon” kata Ipang. 

Read More »
Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

News 02 Februari 2015 Loading..

Serangkaian kegiatan pendahuluan menjelang Indonesia Fashion Week 2015 digelar. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Sunday Dress Up (SDU) yang mengusung konsep Fun Walk menggunakan batik, tenun atau sarung.

Menjelang Indonesia Fashion Week 2015 yang akan digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015 bertema Urban Style menggelar kegiatan Fun Walk dari Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Gedung Sapta Pesona. Acara ini cukup meriah walau diguyur hujan, para peserta tetapi semangat meramaikan kegiatan ini.

Sunday Dress Up diikuti oleh berbagai pihak seperti siswa-siswi sekolah mode, komunitas, model, exhibitor, blogger, media, dan koreografer, hingga perancang mode ternama. Kegiatan ini tahun lalu berhasil menghadirkan 2.000 peserta fun walk.

Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan penggunaan busana produksi dalam negeri yang bercirikan kelokalan atau mengangkat budaya local. Selain itu juga dapat mendukung sektor pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat membuka acara Sunday Dress Up memberikan apresiasi kepada APPMI yang konsisten dan terus-menerus melaksanakan Indonesia Fashion Week, tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Arief Yahya menambahkan dukungan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media sebagai strategi kooperatif merupakan hal yang mutlak.

Sub bidang Mode sebagai salah satu sub bidang Ekonomi Kreatif mampu berkontribusi cukup besar di PDB. Tahun 2014 mampu menyumbang PDB sebesar Rp 204,11 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3,95 juta. Sementara target tahun 2019 sebesar USD 25,44 Miliar.

Arief berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk mode dalam negeri. Acara ini merupakan salah satu wujud gerakan mempromosikan fesyen Indonesia dan diikuti lebih dari 2.000 peserta. Sunday Dress Up menjadi cara baru bagi masyarakat untuk mencintai fesyen lokal. 

Read More »
Movest Fashion Days 2015

Movest Fashion Days 2015

Event 09 April 2015 Loading..

Majalah Printex bekerjasama dengan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta untuk menyelenggaran acara Movest Fashion Days 2015. Acara ini menggelar kompetisi desain fashion hingga fashion show serta pameran peralatan apparel.

Movest Fashion Days 2015 yang mengusung tema kreativitas, meningkatkan bisnis sandang Indonesia menggelar satu rangkaian acara presentasi dan demo teknologi terkini peralatan produksi sandang (apparel production) bagi para pebisnis industri apparel, lembaga pendidikan fesyen, dan masyarakat umum.

Acara ini bertujuan menjadikan para pebisnis industri apparel, para entrepreneur muda, masyarakat umum memperoleh informasi terkini (up-todate) atas teknologi yang efisien dan berkualitas. “Kami berharap informasi ini dapat membantu keberhasilan dalam bisnis mereka, sehingga mereka dapat memenangi persaingan bisnis di daerahnya atau pasar ekspor, kata Bambang Supriyadi, Pimpinan Majalah Printex.

Movest 2015 diselenggarakan di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (POLIMEDIA), di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada hari dan tanggal Rabu dan Kamis, tanggal 15-16 April 2015.

Kampus sebagai tempat pelaksanaan untuk memberi wawasan sejak dini kepada para mahasiswa dari jurusan Fesyen untuk mengetahui dan akrab dengan teknologi industri apparel,  memberikan informasi tentang peluang bisnis apparel kepada mahasiswa dari berbagai kampus jurusan Fesyen dan Desain di Jakarta dan juga masyarakat umum disekitar Kampus Polimedia dan kota Depok.

Acara yang digelar dalam Movest 2015 adalah PRINTEX SHOW, Pameran peralatan produksi garment / apparel seperti komputer desain, pra-cetak, sablon, digital printing, print n cut, mesin bordir, mesin jahit, kain, kaos polos dan penampilan distro brand lokal dan pengusaha kecil serta demo peralatan cetak sablon dan digital.

Selain acara pameran Movest 2015 juga melaksanakan Lomba Desain Dan Fesyen: Bagi Mahasiswa dan Siswa sekolah desain fesyen se Jakarta Selatan, Seminar Bisnis dan Teknis, Penampilan Fashion show mahasiswa, dan Pertunjukan musik mahasiswa.

Dengan mempersembahkan karya para mahasiswa Desain Mode Polimedia melalui ajang busana diharapkan mampu menjadi wadah edukasi seputar dunia fashion dalam upaya mengasah kreativitas. 

Movest Fashion Days 2015 diharapkan menjadikan industri kreatif Indonesia terus maju seiring perkembangan tren fashion dan bisa memberikan inspirasi serta edukasi bagi para pelaku kreatif.

Kegiatan ini sesuai dengan visi PoliMedia yakni "Menjadi lembaga pendidikan tinggi terkemuka dan unggul di bidang industri kreatif." Dan merealisasikan misi institusi yaitu "Menciptakan dan mengembangkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, kompetitif, dan berakhlak mulia serta berwawasan kebangsaan."

Serta misi institusi yakni Misi Menciptakan dan mengembangkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, kompetitif, dan berakhlak mulia serta berwawasan kebangsaan. Menciptakan program-program pendidikan di bidang industri kreatif yang berbasis produksi dan kewirausahaan. Dan, Mengembangkan, menerapkan, dan menyebarluaskan teknologi di bidang industri kreatif yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan industri.

Read More »
Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Event 03 November 2015 Loading..

Setelah beberapa waktu, tidak ada kegiatan berkumpul anggota SPM, Aladin SPS membuat acara Aladinstar yaitu kegiatan kumpul dari para pegiat screen printing dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan bahkan dari Kota Bandung.

Bertempat di Aladin SPS Cabang Tangerang, pada hari Minggu, 1 Nopember 2015,  dari jam 9:00 – 17:30 diadakan workshop pisah warna secara manual yang dipandu instruktur Chepy dari MADAT distro-merch &record Parung Bogor. Chepy mengajarkan bagaimana memisahkan warna secara manual untuk cetak spot color hingga 6 warna.

Menariknya semua peserta workshop yang berjumlah 50 orang dapat langsung mempraktekkan secara bergantian mencetak sablon di atas kaos GILDAN seri Soft Style warna hitam di atas meja sablon dengan 12 palet.

Dilanjutkan sesi kedua dengan memisahkan warna CMYK guna mendapat hasil full color. Dalam workshop itu juga ditampilkan demo cetak dengan mesin DTG ‘Ferari’ dari Surabaya.

Meski cuaca panas, para peserta workshop tetap bertahan hingga sore,mereka puas karena disamping mendapat pengetahuan baru dari instruktur, juga pengalaman dari teman sesama praktisi screen printing, untuk hal-hal yang sederhana misal menutup kaos dengan sepotong celotape agar kaos tidak kotor oleh gambar pas-cross. Terima kasih kepada semua pendukung acaraini, Aladin sps GILDAN , PRINTEX.

Read More »
Silaturahmi Nasional - Persiapan Industri Grafika Menghadapi MEA

Silaturahmi Nasional - Persiapan Industri Grafika Menghadapi MEA

Seminar 21 Januari 2016 Loading..

Industri Printing dan Grafika masih tetap eksis, walau pun terjadi pelemahan rupiah, krisis ekonomi global dan akan berlakunya pasar bebas. Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam industri grafika karena negara ini memiliki salah satu industri kertas terbesar di dunia.

Perubahan-perubahan di industri grafika terjadi, beberapa perusahaan percetakan skala mikro sudah menggunakan mesin-mesin digital printing canggih. Industri Grafika saat ini mendapatkan tantangan besar dari dunia digital. Sungguh pekerjaan yang tidak mudah untuk para wirausahawan percetakan dalam menanggapi tantangan tersebut. Dengan menjadi inovatif dan kreatif adalah satu-satunya jalan agar penggunaan kertas dalam industri grafika dapat terus berjalan.

 

Dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN ini diharapkan bahwa Indonesia mampu menarik investor-investor percetakan dari luar negeri untuk mengembangkan teknologi machinery. Kemajuan teknologi machinery adalah hal yang mutlak dalam industri manapun termasuk industri grafika. Mesin-mesin cetak offset yang digunakan oleh industri grafika Indonesia saat ini masih didominasi oleh kekuatan besar dalam industri grafika dunia seperti mesin Heidelberg dari Jerman dan mesin Komori serta Ryobi dari Jepang.

Efisiensi kerja  menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas perusahaan agar mampu berkompetisi dengan perusahaan sejenis, bahkan memenangkan  persaingan. Perusahaan harus melakukan efisiensi kerja  seperti perbaikan internal manajemen, mengikuti perkembangan teknologi, kompetensi Sumber Daya  Manusia ditingkatkan, dan memiliki data produksi yang lengkap dan akurat, serta penguasaan informasi dan teknologi secara utuh.

Indonesia harus optimis menghadapi pasar bebas ASEAN, Indonesia memiliki semua yang Negara lain punya. Mulai dari teknologi, mesin, sumber daya manusia hingga bahan baku. Pemerintah juga harus mendukung dengan kebijakan dan regulasi serta pembenahan dalam industri itu sendiri.

Sebagai contoh, Thailand membuat program 10 tahun untuk industri grafika dan pemerintah membujuk para pelaku usaha untuk pindah ke wilayah khusus dengan memberikan intensif dan tawaran yang menguntungkan.

Semua pihak harus bekerja sama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Yakinlah Indonesia mempunyai suatu yg baik dengan harga terjangkau.

Pemerintah dan Asosiasi terkait akan berupaya menjalin kerjasama. Indonesia masih sebagai base produksi sedangkan pemasarannya dilakukan oleh pihak lain atau luar negeri.

Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, masyarakat Indonesia harus saling bahu membahu dan bekerjasama dalam hal standarisasi harga dan spesifikasi yang jelas dan pasti, kualitas, biaya, dan delivery untuk menghasilkan suatu yang baik. bud

Read More »
PT EPSON INDONESIA - DARI INDONESIA UNTUK DUNIA

PT EPSON INDONESIA - DARI INDONESIA UNTUK DUNIA

News 21 Januari 2016 Loading..

Satu setengah dasawarsa PT Epson Indonesia melayani berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Indonesia bukan hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai pemain. Epson Indonesia menjadi pelopor bagi group Epson untuk pembuatan produk dari label atau slogan “Untuk Indonesia” menjadi “Dari Indonesia Untuk Dunia”.

Epson, perusahaan pemimpin kelas dunia dibidang digital imaging dan cetak memasarkan berbagai produknya di Indonesia melalui PT Epson Indonesia sejak tanggal 1 Oktober 2000. Ketika itu berdiri sebagai perwakilan penjualan dan pemasaran di Indonesia dan secara operasional di bawah kendali kantor regional Epson Singapore, Pte. Ltd.
Kini, Epson Indonesia merayakan hari jadinya ke-15 dan menjadi sebuah kebanggaan, karena bukan hal yang mudah untuk mencapainya. Epson Indonesia harus terus bekerja keras, berkomitmen dan konsisten untuk selalu memberi pelanggan solusi terbaik yang melebihi ekspektasi mereka.

Dengan memasarkan beragam varian produk, Epson Indonesia mempunyai omset penjualan dengan pertumbuhan sekitar 15-20% per tahun. Kategori printer Ink Jet berkontribusi sebesar 53% terhadap penjualan tahun fiskal 2014. Epson menjadi peringkat pertama untuk pasar produk printer Dot Matrix, printer TM, projector dan juga printer Inkjet (L-Series). Ke depan, Epson optimis bisnisnya tetap tumbuh “dua digit”. Indonesia melahirkan dan memasarkan printer Inkjet L-Series pada tahun 2010. Printer ini sukses dipasarkan di lebih dari 140 negara di dunia. Oleh karena itu, Epson Indonesia mencanangkan momen ini menjadi inspirasi bagi Epson Indonesia, karyawan, value sales partner, distinguished customer and media partner untuk terus meraih posisi ‘dari Indonesia untuk Dunia”.

Untuk membuat dan memasarkan produk Epson di Indonesia, Epson menggandeng industri Tanah Air memasuki pasar dunia melalui pabrik di Cikarang dan Batam yang memproduksi printer kelas menengah dan high-end. Epson Indonesia juga sudah memiliki pusat R&D sendiri.

Lahirnya printer Epson L-Series berteknologi Ink Tank karena terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang memakai tinta suntik untuk mengisi ulang cartridge. Printer ini hadir pertama kali tahun 2010 dan dipasarkan hanya untuk Indonesia. Namun sekarang, printer yang disukai konsumen ini telah dipasarkan di 140 negara.
Respon yang sangat positif dari konsumen menjadikan Epson Indonesia mengubah label atau slogan “Untuk Indonesia” menjadi “Dari Indonesia Untuk Dunia”. Ide dari Indonesia sudah terbukti juga sesuai dan disukai konsumen seluruh dunia.

Produk Inovatif dan Teknologi terbaik
Dengan berorientasi pada pelanggan, Epson selalu memperhatikan dan mendengar segala bentuk masukan dari pelanggan sebelum menciptakan produk. Produk sesuai kebutuhan pelanggan menjadi kunci keberhasilan. Selain itu, Epson selalu mengadirkan produk inovatif melebihi harapan pelanggan pada segmen pasar yang lebih luas, mulai dari konsumen ritel hingga korporasi dan industri.

Salah satu produk Epson Indonesia yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan market di Indonesia adalah printer L100 dan L200 sebagau printer berteknologi Ink Tank System. Kemudian Large Format Printer iCTP/iCTF (inkjet Computer to Plate/inkjet Computer to Film) menjadi solusi untuk dunia percetakan dalam membuat plate atau film. Produk ini mengusung label “Untuk Indonesia”.

Epson terus berinovasi dalam melahirkan produk sesuai kebutuhan konsumen (Customer value), berbekal teknologi terdepan seperti PrecisionCore, generasi terbaru Printhead Epson yang dihasilkan melalui metode manufaktur “MEMS”. PrecisionCore memiliki performa tinggi dan mempunyai ketahanan yang
sangat lama, sehingga printer dapat mencapai kecepatan mencetak tertinggi dan menghasilkan kualitas dengan ketahanan terbaik pada berbagai bidang media.
Pada bulan November 2015, Epson sebagai pemimpin pasar di printer sublimasi-dye di kawasan Asia Tenggara dengan market share sebesar 96.1% pada kuartal pertama 2014, meluncurkan printer generasi terbaru SureColor F-Series model F-6270, F7270 dan F9270 untuk pasar tekstil dan barang-barang promosi berbasis on-demand digital printing.
Printer yang menanamkan teknologi PrecisionCore didesain untuk produksi bentuk lembaran, sehingga cocok untuk mencetak kain atau pakaian, merchandise dan cetak pada bidang keras yang memiliki permukaan keras seperti logam. Printer ini membuka kesempatan bisnis baru di segmen pasar merchandise, dekorasi rumah dan kantor.
Dengan menggunakan tinta Epson UltraChrome DS dengan tinta hitam baru, mampu menampilkan intensitas warna menjadi dramatis dan image lebih tajam, karena tinta memiliki kepekatan tinggi. Selain itu, printer ini juga dilengkapi dengan aplikasi Wasatch SoftRIP yang memungkinkan pengguna dapat melakukan pencetakan dengan fitur khusus pencetakantekstil.
Untuk printer SureColor F9270 Epson menanamkan printhead dual Epson PrecisionCore Thin Film Piezo untuk menghasilkan kecepatan tinggi, produktivitas roll-to-roll dengan kontrol mata printhead presisi mampu memastikan warna, kecerahan dan ketajaman pada hasil cetak. Printer ini mempunyai kecepatan produksi lebih dari 100 meter persegi per jam.
Epson menjaga biaya produksi yang tetap rendah dengan sistem suplai tinta kapasitas tinggi, tiga liter per warna sangat memudahkan pengguna untuk mencapai biaya produksi efisien per meter persegi-nya. bud

Read More »
IAPE MEMASUKI ERA MEA 2016

IAPE MEMASUKI ERA MEA 2016

News 28 Januari 2016 Loading..

Selama tahun 2015, pameran dan kegiatan Indonesia Apparel Production (IAPE) digelar di beberapa kota di Jawa. Antusias perusahaan dalam berpartisipasi cukup terlihat sedangkan para pengunjung juga tidak mau melewatkan kegiatan tahunan ini. Pameran dan kegiatan IAPE akan kembali digelar tahun 2016 paling tidak di tiga kota yakni Solo, Denpasar dan Bandung.

Indonesia Apparel Production (IAPE) menjadi ajang untuk memamerkan teknologi dan mesin terbaru industri garmen, konveksi dan sablon di Indonesia. IAPE menghadirkan komponen rantai bisnis industri tekstil dan garmen mulai dari hulu hingga hilir atau mulai dari bahan hingga produk jadi. Tujuan pameran IAPE adalah sebagai media atau fasilitas para peserta pameran memperkenalkan, mempromosikan dan memasarkan serta mengedukasi produk-produk mereka kepada masyarakat luas umumnya dan para pengunjung pameran khususnya. Antara peserta dan pengunjung diharapkan dapat berkomunikasi dan selanjutnya bisa bekerja sama yang saling menguntungkan.

Indonesia merupakan pasar yang besar bagi industri apparel dan Pulau Jawa masih menjadi pilihan tepat untuk target sosialisasi, promosi, penguatan merek dan pemasaran. Oleh karena itu selama tahun 2015, IAPE hanya hadir di Jawa yakni Solo, Jawa Tengah sebagai representative Provinsi Jawa Tengah untuk menggambarkan industri tekstil, garmen dan batik berskala nasional dan internasional.
Sedangkan Surabaya, Jawa Timur merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dan juga sebagai pintu gerbang menuju kawasan Indonesia Tengah dan Timur seperti kota-kota di Kalimantan (Balikpapan danBanjarmasin), Sulawesi (Makasar dan Manado), Bali dan Papua.
Sementara Kota Bandung, Jawa Barat merupakan kawasan yang dikenal sebagai kota belanja fashion di Indonesia. Kota ini sebagai barometer industri garmen, konveksi, dan sablon berskala nasional.
“Selama penyelenggaraan IAPE 2015 di tiga kota tersebut kami berharap dapat mendekatkan pihak-pihak terkait yakni antara supplier dengan customer, antara produsen dan konsumen. Selain itu kami juga berharap terjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan di kedua belah pihak.” Kata Aulia
Sunhandhyka, CEO Moremedia Kreasi.


Peserta yang berpartisipasi dalam IAPE 2015 seperti Samafitro, Surya Wahana
Fortuna, Epson Indonesia, Tajima Gunung Mas, Lucas SPS, Barunesia Jayadi, Mastar Perdana Indonesia, Digital Prima Imaging, Nano SNG, Grozbeckert, Pukka Indonesia, Central SPS, Charlie SPS, Indoplotter, Juki, Kennway Indonesia, Citra Sukses Persada, Mulia Mandiri Supply, Darius Machinery, Rhino Indonesia Sukses, Prima Mode (Gildan), Bhinneka Mentari Dimensi, Asaba Divisi Mutoh, Nusantara Indo Digital, Anverson Indonesia, Gramedia Asri Media (Pantone), dan LengPeng.

Pada tahun 2016, IAPE akan kembali digelar untuk menjembatani kebutuhan produk apparel dengan menyajikan perkembangan mode dan teknologi sehingga industri tekstil dan garmen terus berkembang.
Produsen berupaya memenuhi kebutuhan pasar dengan hasil kreasi dan inovasinya. Para pelaku usaha dan produsen menyadari persaingan semakin ketat, semua pihak perlu langkah strategis untuk bisa  mempertahankan maupun memperluas pasar.

Tahun ini, Indonesia masuk era baru yakni era perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Peluang dan tantangan meraih pasar yang besar terbuka luas. Bahkan pemerintah akan memperluas pasar hingga kawasan samudera Pasifik dengan mengadakan perjanjian kemitraan ekonomi strategis Trans-Pasifik diantara negara-negara di kawasan samudera Pasifik.

IAPE juga berencana memperluas penyelenggaraan pamerannya yakni menggelar di salah satu kota di luar Jawa yakni di Pulau Bali, selain tetap menyelenggarakan pameran di kota Solo dan Bandung.
Era persaingan bebas di ASEAN menjadi tantangan semua pihak untuk meraih kesuksesan. IAPE akan tetap menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait industri tekstil dan garment seperti kegiatan diskusi, seminar atau workshop serta fashion show. Sampai berjumpa di pameran IAPE 2016. bud

Read More »
IndoIntertex, Mini ITMA Indonesia

IndoIntertex, Mini ITMA Indonesia

Event 29 Maret 2016 Loading..

Keinginan memajukan dan membesarkan industri tekstil dan garmen Indonesia, membuat Paul Kingsen dari Peraga Expo berkomitmen secara rutin setiap tahun menyelenggarakan Pameran Indointertex. Pameran ini untuk menjembatani produsen dengan pelaku usaha dalam menyampaikan informasi dan produk terkini.

Indointertex, sebuah pameran bagi industri tekstil dan garmen atau apparel yang diselenggarakan setahun sekali. Akhir April 2016 nanti akan berlangsung pameran yang ke-14 kalinya. Pameran kali ini digawangi oleh Paul Kingsen sebagai Project Officer. Delapan tahun sudah Paul berkecimpung pada penyelenggaraan pameran ini.

Paul sebagai generasi kedua sebagai penyelenggara pameran Peraga Expo berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri tekstil dan garmen di Indonesia terutama untuk revitalisasi mesin. Sejak awal Peraga Expo menyelenggarakan pameran yang menampilkan mesin-mesin terbaru industri tekstil dan garmen sehingga para pelaku usaha bisa memperoleh informasi lebih dalam tentang teknologi mesin.

Pameran dan edukasi mesin dan teknologi industri tekstil dan garmen dengan nama IndoIntertex pertama kali diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat di arena PT Dirgantara Indonesia. Awalnya pameran diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan kami memilih lokasi Bandung sebagai tempat penyelenggaraan, karena 80 persen industri tekstil dan garmen berpusat di Kota Kembang ini.

Namun, antusias peserta dan pengunjung pada pameran ini begitu besar, membuat kami harus memindahkan lokasi pameran dari Bandung ke Jakarta. “Kami mencari lokasi yang representatif untuk pameran seperti ruangan, fasilitas pendukung seperti AC, Listrik, areal parkir dan lainnya. Kami sepakat mengambil lokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.” ujar Paul dalam perbincangan kami di kantor.

Kami ingin brand Indointertex ini lebih besar, kami ingin pameran ini dikenal dan melibatkan buyer dari Asia Tenggara. Kami mengundang para produsen atau pihak-pihak yang terkait dengan industri tekstil dan garment. Kami bukan hanya focus kepada buyer Indonesia saja tetapi juga Asia Tenggara. Jenis pameran seperti Indointertex global dikenal dengan nama ITMA. Peraga ingin menampilkan mini ITMA ala Indonesia atau Peraga. Kami pamerkan berbagai hal tentang tekstil printing, non woven dari hulu ke hilir sudah dihadirkan, tetapi porsinya masih kecil. Ke depan hal ini akan kami buat lebih focus dan semakin lebih besar, karena pasarnya berbeda-beda.

Peraga berupaya mengikuti tren yang terjadi di dunia tekstil dan garment. Kami sering berdiskusi dengan para pelaku usaha di industri ini tentang hal-hal yang diperlukan atau dibutuhkan mereka. “Kami ingin menjembatani pelaku usaha dengan perkembangan yang terjadi di industri misalnya teknologi dan produk terbaru,” kata Paul dalam perbincangan di kantor Peraga Expo atau PT Peraga Nusantara Jaya Sakti.

Sejak tahun 2010, penyelenggaraan IndoIntertex berlangsung di JIExpo Jakarta dan visi misi Peraga adalah ingin memajukan industri tekstil dan garmen Indonesia dan memperkenalkannya hingga ke luar negeri. Pameran ini menghadirkan perkembangan teknologi terbaru global yang diproduksi berbagai negara atau produsen. Pameran Indointertex semakin dinantikan oleh semua pihak. Sedianya pameran ini diselenggarakan dua tahun sekali, atas permintaan yang sangat besar dari para produsen dalam dan luar negeri serta pelaku usaha di industri tekstil dan garment, maka Indointertex diputuskan hadir setiap tahun sejak tahun 2013.

Lokasi pameran di Jakarta Internasional Expo di Kemayoran, Jakarta menyamankan semua pihak seperti penyelenggaraan pameran, peserta dan juga pengunjung. Terbukti setiap pameran, peserta yang berpartisipasi bisa dikatakan sebagian besar tetap atau sama.

Indointertex hadir bukan hanya mengejar target transaksi, pameran ini ingin mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha industri tektil dan garmen serta membuka pasar di industri tekstil dan garment di Indonesia dan dunia.


Oleh karena itu, Pameran ini didukung oleh berbagai pihak seperti Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta sejalan dengan program kementerian yakni program peremajaan mesin-mesin produksi. Pemerintah mensubsidi sebesar 10% jika melakukan peremajaan mesin produksi.

Indointertex menampilkan 90% eksibitor Indonesia dan selebihnya berasal dari kawasan regional Asia seperti China, India dan lain sebagainya. Eksibitor Eropa dan Amerika juga tertarik hadir. Mereka tertarik karena pameran ini sesuai dengan pasar mereka yakni memenuhi kebutuhan perusahaan atau pabrik. Indonesia dan Vietnam menduduki posisi sangat baik dan sangat berpotensi untuk industri tekstil dan garment. Sementara pengunjung pameran ini sekitar 70% berasal dari Jabodetabek dan Bandung, serta 20% dari daerah lain di Indonesia.

Masyarakat bisa hadir di pameran ini secara gratis dan sekitar 15 ribu pengunjung akan memadati pameran ini. Pengunjung pameran boleh dikatakan stabil, karena mereka merupakan pelaku usaha atau pihak-pihak terkait. Mereka datang dengan tujuan, apakah ingin mengganti mesin produksi, melihat kemajuan dan perkembangan teknologi atau mesin, atau sekedar meng-update pengetahuan atau informasi saja.

Pameran ini memang memasang target B to B (business to business) bukan business to consumer (B to C). Pihak perusahaan biasanya memerintahkan karyawannya untuk menghadiri pameran ini, sehingga mereka memperoleh informasi dan teknologi terbaru di Industri tekstil dan garment.

Tahun 2016, Indointertex akan digelar pada bulan April 2016. Paul menjelaskan akan melakukan ekspansi ke tekstil printing dengan melakukan kerjasama dengan world textile information network. Selain itu, pameran akan menampilkan mesin dan teknologi terbaru dari beberapa produsen dan berlangsungnya Musyawarah Nasional dan seminar Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). “Kami ingin menyajikan sebuah pameran Mini ITMA ala Peraga Expo di Indonesia,” tegas Paul.

Setiap pameran terselenggara cukup sukses, pihak peserta pameran cukup puas sehingga pameran ini bisa dikatakan stabil. Tahun ini kami ingin fokus ke industri tektil printing. Industri tekstil dan garmen tahun 2016 diperkirakan meningkat, kami juga optimis industri ini bertahan dan naik.

Pameran Indointertek 2016 akan lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya karena menempati ruangan dan fasilitas baru, sehingga pengunjung bisa menyaksikan alur one stop solution, mulai chemical, texprint, teknikal tekstil dan laundry. Pengunjung bisa menyaksikan industri hulu hingga hilir. Tahun 2016, industri tektil dan garment Indonesia diharapkan bangkit dan maju. Masyarakat Indonesia bisa melihat kemajuan dan perkembangan industri tekstil dunia di pameran ini. Jika Anda tidak hadir pada pameran ini akan sangat rugi. Indointertex 2016 hadir di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada tanggal 27-30 April 2016. (bud)

Read More »