Tags Desain»

Step by Step Tees Design

Step by Step Tees Design

Graphic & Design 27 Oktober 2011 Loading..

Oleh Yohanes Hasudungan

STEP 1

Ada banyak cara untuk menghasilkan sebuah desain.

Read More »
Masa Depan Pendidikan Tinggi Desain

Masa Depan Pendidikan Tinggi Desain

Graphic & Design 01 Desember 2014 Loading..

Penulis: Bambang Supriyadi

Saat ini dan masa mendatang kehidupan seseorang ditentukan oleh pendidikan yang telah diperolehnya. Berlawanan dengan tuntutan masa depan, justru sekolah tidak menyiapkan siswa pada tuntutan masa depan, tetapi berkutat dengan sistem pendidikan masa lalu. Bisa jadi tenaga, dana dan pemikiran kita dihabiskan untuk mempersiapkan, menakar dan melaksanakan sistem pendidikan yang mungkin tidak akan berlaku di masa depan.

Diperlukan suatu sistem pendidikan yang berorientasi pada masa depan yang tidak bisa muncul seketika, perlu gerakan massal, pemikiran terbuka dan keberanian untuk meletakkan dasar yang tanggap terhadap masa depan. Manusia Indonesia semakin terpusatkan pada tugas intelektual dan kreatif. Orang yang progresif yang berani bicara melawan arus sering dituduh peramal, futuritis dan pemimpi. Jacque Barzun berkata :”Sangat tidak masuk akal untuk mencoba mendidik demi hari ini yang tidak mungkin didefinisikan”.

Para pendidik diam-diam mengakui kebangkrutan sistem sekarang, tapi belum berani melangkah lebih jauh karena masih ragu untuk menetapkan masa depan sebagai titik tolak. Sementara itu kecaman bertubi-tubi terhadap sistem pendidikan saat ini: terlalu standard, pengelompokkan yang generalis, peran guru yang yang otoriter, kurang kesempatan individu untuk berkembang mandiri, sitem penilaian tertutup, laboratorium, studio dan perpustakaan yang terbatas, Guru besar yang pasif dan sarana fisik yang tidak memadai.

Perlu kurikulum yang dinamis, luwes yang mampu membekali keperluan manusia kontemporer, sehingga mahasiswa kelak mampu menghadapi masalah yang berubah-ubah dan tidak terduga. Bagian penting dari kurikulum sekarang perlu dipertahankan, agar modernisasi masa depan tidak berjalan serampangan.

Eward de Bono, Guru besar Universitas Oxford di London menawarkan, “Kita perlu berfikir secara lateral yang berkaitan erat dengan pemahaman, kreatifitas dan humor, karena kebudayaan itu bermakna membangun gagasan”. Suatu masalah perlu didekati secara intuitif, tidak hanya secara rasional dan sistematis. Bahkan Prof.Van Peursen menulis secara sederhana, ”Bila kita hanya meneruskan garis-garis perkembangan ke arah semua dunia yang mungkin, maka manusia dapat menjadi buta terhadap segala sesuatu yang dalam dunia ini tidak mungkin”.

Pendidikan desain merupakan salah satu pendidikan termuda di dunia. Lahir dari tantangan industrial dan perkembangan ekonomi yang cepat, sehingga tercipta Desainer oleh tenaga perancang dengan latar belakang beragam seperti seniman, insinyur, tukang, guru, perajin dan lainnya.

Desain bukan seni, menurut Prof Charles L.Owen, Guru besar Illinois Institute of Technology, bukan pula enjinering, apalagi sains. Desain adalah satu perpaduan dari berbagai disiplin. Pendidikan yang maju adalah yang menyajikan mata kuliah umum yang diperkaya oleh spesialisasi dan mengarah pada satu, Metoda pemecahan masalah; dua, Penyusunan konsep dan tiga, Visualisasi dan komunikasi. Mahasiswa desain tidak perlu menghindari spesialisasi malahan mereka harus menempa diri pada tugas dari berbagai disiplin ilmu, bahkan perlu merintis profesi yang menghimpun berbagai didiplin menjadi paduan cipta yang fungsional dan estetis.

Kebudayaan lokal

Ciptaan intelektual dan artistik berkaitan erat dengan kemerdekaan berfikir, mengeluarkan pendapat, ungkapan seni yang bermanfaat untuk memperkaya khazanah kebudayaan suatu bangsa. Penciptaan artistik menjadi ciri dari kondisi sosial dan budaya suatu masyarakat bebas dari pengaruh atau diskriminasi politik, ideologi, ekonomi dan sosial budaya. Kebudayaan ini berkaitan dengan kesempatan mendapat pendidikan nilai budaya lokal maupun internasional sehingga dapat mendorong, menyemangati inovasi dan kreatifitas baru.

Rayuan maut oleh budaya asing.
Bila pengembangan budaya terbengkalai, maka dapat berakibat porak poranda budaya karena banjir bandang budaya luar atau kegersangan kering kerontang budaya, terutama dalam pengalihan satu generasi kepada generasi berikut. Dampak lain yaitu kita “dijajah” oleh budaya “baru” yang bertentangan dengan nilai yang dianut dan dijunjung tinggi. Maka jati diri masyarakat bangsa telah hilang hilang atau runtuh pilar-pilarnya. Bentuk dan cara masuknya budaya ini beraneka cara dan wujud berupa dasa muka, dasa kemanisan, dan dasa kebengisan. Ketidak sadaran kita untuk tunduk dan takluk ini buka untuk perseorangan atau kelompok, tetapi untuk seluruh anak bangsa nusantara jadi bersifat kolektif.

Kebangkitan budaya nasional
Dalam keadaan terkepung budaya asing, dalam keadaan porak poranda kehilangan jati diri, para seniman, perancang, desainer, arsitek, tidak akan sulit menempa diri, mengembangkan karakter gubahan atau ciptanya yang khas nusantara yang keIndonesiaan. Akankah kita terus menerus akan menjadi “to become” Indonesia? Dan bukan menjadi “to be” Indonesian seperti bangsa lain yang bangga to be American, to be Japanesse, to be France. Para perancang atau desainer Indonesia mendapat tugas berat untuk menciptakan karya seni rupa atau desain yang berwajah, berkarakter, berjiwa dan mengandung roh nusantara. Tentunya kita masih ingat peristiwa dimana bangsa lain ingin mengakui: batik, angklung, reog, gamelan dan lainnya, menjadi warisan budaya asli mereka karena kerinduan akan warisan asli bangsanya, sedangkan kita menyia-nyiakannya.

Read More »
Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Andina Nabila Irvani, Meroket Berkat Sepatu Lukis

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: BW

Berawal dari hobi dan kegemarannya mengkoleksi sepatu, Andina Nabila Irvani sukses menggabungkan kedua hobinya menjadi satu produk yang berkelas dengan omzet puluhan juta.

Disatu tempat di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terdapat satu workshop yang memproduksi aneka produk fashion seperti sepatu, tas, dompet dan lain sebagainya. Workshop yang diberi nama SlightShop ini memiliki keunikan tersediri akan produk-produknya. Sepatu, tas maupun dompet yang dijual diperindah dengan unsur lukis sehingga membuat produk-produk fashion ini terlihat elegan, unik dan tidak pasaran. Semua produk dilukis dengan tangan oleh para seniman professional.

Adalah Andina Nabila Irvani S.Sn, gadis cantik kelahiran Bandung, 31 Juli 1990 yang menjadi sosok penting dalam produksi sepatu lukis ini. Dina, sapaan akrabnya, adalah lulusan Binus University jurusan Animation – Visual Communication Design.

Awal Mula Menjadi Pengusaha

“Menyalurkan hobi,” kata Dina ketika ditanya perihal awal memulai usaha sepatu lukisnya. Dina memulai usaha sepatu lukisnya pada tahun 2008. Selain memang karena hobi, Dina juga suka mengoleksi sepatu. Dari situ timbullah pemikiran untuk membuat produk yang dia suka dan sesuai dengan hobinya. “Saya mencintai seni, dan ingin agar seni tersebut menjadi bagian dalam fashion kita sehari-hari,” tulis Dina dalam Company Profilenya. 

Bermodalkan satu juta rupiah dan mengusung konsep Art to Wear, Dina memulai usahanya. Pada awalnya, Dina mampu melukis 5-7 sepatu setiap harinya. Dengan merek dagang Slight, Dina memasarkan hasil karyanya melalui website www.slightshop.com dan juga dibeberapa media social. Dina menganggap bahwa media online menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk pemasaran produknya. Selain murah dan mudah, media online juga bisa menjangkau wilayah yang luas tanpa batas. Tapi tidak hanya itu, Dina juga mengandalkan para distributor dan reseller untuk menjual hasil karyanya yang menyasar segmen pengguna wanita dewasa yang menyukai fashion dan menghargai seni. “Sebagian besar pelanggan kami tinggal dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Manado dan lain-lain. Rata-rata mereka berusia dewasa dan remaja dengan rentang umur 19-27 tahun,”tambahnya. Dina juga telah menerima beberapa pesanan secara individual dari wilayah ASEAN.

Sepatu lukis yang diproduksinya dia jual dengan harga bervariasi, mulai dari 100 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Kini, Dina telah memiliki 4 orang karyawan dengan kepandaian melukis untuk membantu produksinya. Setiap hari tidak kurang 20 pasang sepatu mampu diproduksi. Omzetnya pun meroket mencapai kisaran 35 juta perbulan.  

Sebagai seorang pengusaha, terkadang tidak lepas dari permasalahan. Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga professional yang memiliki skill bagus dibidang melukis. Dengan semakin banyaknya order yang diterima membuat Dina harus mencari asisten-asisten yang bisa membantunya agar konsumen tidak kecewa. Karena dalam bisnis online dan menjual jasa seperti ini, ketepatan waktu dan kejujuran menjadi satu modal penting dalam berusaha. Sementara untuk bahan baku, Dina bisa mendapatkannya di Jakarta atau terkadang harus mengimpor dari negara lain.

Prestasi Yang Pernah Diraih

Berkat sepatu lukisnya, Dina pernah didaulat menjadi Winner of Shell LiveWire Business Start Up pada tahun 2009. Kemudian pernah juga menjadi nominator Asia’s Best Young Enterpreneur 2009. Pada 2011, Dina juga meraih penghargaan Wirausaha Muda Terbaik dari Kemenpora.

Sedangkan pada tahun 2014 ini, Dina sempat menjadi pembicara dalam Konferensi GAPURA yang diadakan pada bulan Maret yang lalu. Dan pada bulan September tepatnya tanggal 18-21, Dina dengan SlightShopnya mengikuti pameran yang diadakan di Thailand. Pameran yang bertajuk “ASEAN Young Enterpreneur Assembly 2014” ini diikuti oleh pengusaha muda dari 9 negara termasuk Andina dari Indonesia. 

Ketika disinggung tentang pendapatnya terhadap pasar bebas ASEAN 2015 nanti, Dina berpendapat bahwa para pengusaha harus bersiap meningkatkan kualitas produksinya dan terus berpromosi agar dapat bersaing dengan brand-brand luar negeri. Karena bagi Dina sendiri, pasar bebas ASEAN ini merupakan peluang bagi para pengusaha untuk bisa lebih mempromosikan produknya sampai ke luar negeri karena peluang ekspor lebih terbuka. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa pasar bebas ini juga mendatangkan ancaman bagi pengusaha dalam negeri, karena bukan tidak mungkin pengusaha asing memasukkan produk yang sama. Inilah mengapa, para pengusaha harus bisa meningkatkan kualitas produknya.

Untuk mempermudah pengusaha meningkatkan kualitas produsinya, Dina mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah termasuk aspek perizinan, birokrasi, biaya impor bahan baku dan kemudahan-kemudahan lain. Ini diperlukan adanya kerjasama yang erat antara pemerintah dan pengusaha untuk bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri ke luar.

Diakhir pembicaraan, Dina mengungkapkan targetnya untuk lebih memperkuat brand, meningkatkan kualitas produk, menambah lebih banyak variasi produksi dan mengembangkan distribusi agar SlightShop lebih dikenal lagi.

“Yang penting jangan takut untuk memulai, jangan berhenti berkreasi dalam membuat lukisan dan melakukan inovasi. Sambil jalan kita juga belajar berbisnis, InshaAllah akan ketemu triknya,” tips dari Dina bagi mereka yang hendak memulai usaha. Bagi yang ingin melihat koleksi sepatu karya Dina bisa mengunjungi www.slightshop.com

Read More »
Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Ideku, Membuat Satu Desain Untuk Satu Baju, Hanya Satu Di Dunia

Inspiring Your Business 27 Januari 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Banyak orang bermimpi ketika memakai baju, tidak ada yang menyamainya. Kini hal itu bukanlah mimpi, merek baju IDEKU hadir untuk membuatnya nyata karena memastikan hanya Anda yang memiliki baju berdesain eksklusif di dunia ini.

Baju berdesain eksklusif dan hanya satu-satunya di dunia hadir untuk Anda dengan merek IDEKU akan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya. IDEKU menjamin, kemana pun baju itu dipakai tidak akan pernah ada yang sama.
IDEKU merancang dan mengkreasi baju ini dengan memadukan motif-motif tradisional Indonesia yang mempunyai nilai tinggi baik dari motif batik, motif Bali, Kalimantan dan lain sebagainya. Tim desain kami berupaya menampilkan modifikasi motif tradisional yang fashionable.” kata Sugiarto, pendiri dan pemilik PT Indo Duta Eka Kreasi Unik.

Indonesia dan berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan dan mempopulerkan secara nasional dan internasional, untuk itu kami membuat kreasi dari beragam motif dan ragam hias tradisional Indonesia.
IDEKU sebuah usaha yang dibangun dengan mengandalkan kreatifitas dan harus selalu kreatif. Baju eksklusif satu desain dan hanya satu-satunya di dunia merupakan sebuah karya kreatif untuk menjadi bisnis yang unggul dan berbeda dengan semua produk yang ada.
Desain dan Motif
Kekayaan motif tradisional Indonesia menginspirasi divisi desain IDEKU untuk menghasilkan karya kreatif tanpa takut kehabisan ide. Desain yang dihasilkan mereka sekitar 20-30 desain setiap hari.
Tim divisi desain IDEKU terdiri dari anak-anak muda Indonesia kreatif yang memiliki kemampuan memodifikasi berbagai motif tradisional untuk menciptakan sebuah desain yang cantik, enak dipandang dan nyaman ketika dipakai.
Desain dan motif yang sudah siap. akan diproduksi sekali saja dengan jumlah hanya satu kain untuk menjadi sebuah baju dengan menggunakan teknologi modern yakni melalui digital print.
Satu Baju
Sebuah desain dituangkan atau diprint pada sebuah kain hanya dibuat menjadi sebuah baju saja. Desain dan motif serupa tidak akan pernah diproduksi lagi sampai kapan pun. Jadi baju ini menjadi satu-satunya di dunia dengan merek IDEKU.
Bagi mereka yang sudah membeli atau memiliki baju eksklusif IDEKU ini, dirinya menjadi pemilik tunggal. Kemana pun dirinya pergi ke berbagai belahan bumi ini, tidak akan pernah ada yang menyamainya. Baju IDEKU ini menjadi sangat-sangat eksklusif, hanya satu orang saja di dunia yang memilikinya.
Butik Ideku
Dalam mendistribusikan baju-baju eksklusif IDEKU, sementara waktu akan disebar di tiga toko yang berlokasi berbeda yakni di Court Harapan Indah, Bekasi; Sarinah Thamrin lantai 4, Jakarta dan Galeria Jakarta, Cilandak Town Square (CITOS), Jakarta.
Keistimewaan yang ditawarkan oleh IDEKU kepada konsumennya adalah seseorang yang telah melakukan pembelian baju eksklusif ini, pihak IDEKU akan mencatatnya sehingga selalu terdata pemilk bajunya dan otomatis sebagai pemegang yang sah desainnya.
Ke depan, IDEKU akan terus menambah persebaran store yang ada. Jika memungkinkan akan terdistribusi ke sejumlah kota besar di Indonesia. Selain akan didistribusikan di toko, baju-baju ini juga akan ditawarkan secara online. Saat ini masih dalam proses pembuatan websitenya.
Harga terjangkau
Baju eksklusif IDEKU ditawarkan kepada seluruh kalangan masyarakat. IDEKU berupaya menjual baju ini dengan harga terjangkau sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memilikinya.
IDEKU akan menawarkan baju dengan desain eksklusif dan satu-satunya di dunia dengan harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp850 ribu saja. Menurut kami kisaran harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia.


Sebelumnya IDEKU telah menghadirkan berbagai produk fasyen seperti baju, baju muslim, dasi dan lain sebagainya. Produk kami ini cukup diminati para konsumen, mereka merasa nyaman ketika menggunakannya. Hadirnya produk terbaru IDEKU yang eksklusif ini, kami yakini juga akan direspon oleh masyarakat Indonesia.
Baju eksklusif bermotif tradisional asli Indonesia merupakan wujud dari rasa cinta IDEKU akan seni warisan leluhur budaya Indonesia. “Kami berharap karya ini bisa membantu memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke masyarakat luas dan juga menghadirkan rasa bangga pada produk dalam negeri.” harap Sugiarto

Read More »
Draw with Wacom Tablet

Draw with Wacom Tablet

Graphic & Design 28 Januari 2015 Loading..

Penulis: Benny Setiawan Rahardjo

Graphic Designer saat ini sangat dimanjakan dengan teknologi, beberapa saat yang silam kita dimudahkan dengan kemunculan mouse, sehingga proses memilih materi yang ada pada layar monitor lebih dimudahkan, dengan teknologi saat ini Mouse sudah mulai ditinggalkan, khususnya bagi para Graphic Design, mouse sudah digantikan oleh teknologi tablet yang disebut dengan Wacom Tablet. Graphic designer lebih dimudahkan karena Wacom tablet berbentuk pena sehingga proses mengambar menjadi lebihnya aman dan leluasa.
Wacom tablet memiliki banyak model, tentukan model tablet Wacom yang akan Anda beli. Setiap tablet memiliki pro dan kontra mereka sendiri, setiap Wacom juga dibuat untuk kegiatan yang berbeda. Tergantung pada apa yang akan Anda gunakan, misalnya menggambar atau mengedit foto. Beberapa model Wacom antara lain :
-Wacom Bamboo Series
-Wacom Intuos Series
-Wacom Cintiq Series

Wacom Bamboo
Wacom bamboo adalah tablet keluaran Wacom yang paling murah, dibuat untuk rumahan atau perkantoran, setiap input akan ditampilkan pada layar monitor bukan pada tablet.

Wacom Intuos
Wacom Intuos dibuat untuk profesional, jika Anda memiliki anggaran yang ketat tetapi Anda ingin kualitas Wacom yang baik, maka model Intuos adalah pilihan yang bijak. Wacom Intuos 4 memiliki 2048 tingkat tekanan, sedangkan Wacom Intuos 2 dan 3 memiliki 1024 tingkat tekanan yang sempurna dan lebih dari cukup untuk digunakan untuk T-Shirts design.

Wacom Cintiq
Jika Anda adalah profesional dan Anda ingin meningkatkan produktivitas Anda, maka Anda perlu Wacom Cintiq series. Ini bukan tablet biasa, karena Anda dapat langsung mengambar dan mendapat gambar langsung pada layar Wacom.

Read More »
Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

Sunday Dress Up Diikuti Ribuan Peserta

News 02 Februari 2015 Loading..

Serangkaian kegiatan pendahuluan menjelang Indonesia Fashion Week 2015 digelar. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Sunday Dress Up (SDU) yang mengusung konsep Fun Walk menggunakan batik, tenun atau sarung.

Menjelang Indonesia Fashion Week 2015 yang akan digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015 bertema Urban Style menggelar kegiatan Fun Walk dari Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Gedung Sapta Pesona. Acara ini cukup meriah walau diguyur hujan, para peserta tetapi semangat meramaikan kegiatan ini.

Sunday Dress Up diikuti oleh berbagai pihak seperti siswa-siswi sekolah mode, komunitas, model, exhibitor, blogger, media, dan koreografer, hingga perancang mode ternama. Kegiatan ini tahun lalu berhasil menghadirkan 2.000 peserta fun walk.

Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan penggunaan busana produksi dalam negeri yang bercirikan kelokalan atau mengangkat budaya local. Selain itu juga dapat mendukung sektor pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat membuka acara Sunday Dress Up memberikan apresiasi kepada APPMI yang konsisten dan terus-menerus melaksanakan Indonesia Fashion Week, tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Arief Yahya menambahkan dukungan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media sebagai strategi kooperatif merupakan hal yang mutlak.

Sub bidang Mode sebagai salah satu sub bidang Ekonomi Kreatif mampu berkontribusi cukup besar di PDB. Tahun 2014 mampu menyumbang PDB sebesar Rp 204,11 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3,95 juta. Sementara target tahun 2019 sebesar USD 25,44 Miliar.

Arief berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk mode dalam negeri. Acara ini merupakan salah satu wujud gerakan mempromosikan fesyen Indonesia dan diikuti lebih dari 2.000 peserta. Sunday Dress Up menjadi cara baru bagi masyarakat untuk mencintai fesyen lokal. 

Read More »
Movest 2015 Gelar Kompetisi Jahit dan Desain Kaos Gratis

Movest 2015 Gelar Kompetisi Jahit dan Desain Kaos Gratis

News 14 April 2015 Loading..

H -1 pelaksanaan Movest Fashion Day 2015, semua persiapan terus dilakukan pihak Printex. Demi kesuksesan acara yang digelar di kampus Polimedia Kreatif yang berlokasi di jalan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Tidak hanya pihak Printex, para peserta pameran pun sibuk mempersiapkan program-program untuk mendukung event ini. Pihak Sabba Manggala Tama, selaku authorized dealer mesin jahit Juki bahkan akan mengadakan kompetisi menjahit bagi para mahasiswa Polimedia jurusan Fashion Mode maupun bagi para pengunjung yang hadir. Sabba Manggala Tama juga menjanjikan hadiah yang menarik bagi pemenang kompetisi ini.

Tidak hanya Sabba Manggala Tama yang menyiapkan promonya, PT. Rhino Indonesia Sukses juga turut memeriahkan event ini dengan menggratiskan logo dada Polimedia bagi para mahasiswa dan mahasiswi kampus Polimedia. Syartanya mudah, cukup bawa kaos putih sendiri untuk terus disablon logo menggunakan media Polyflex.

Bagi anda yang ingin menggunakan desain sendiri dan ingin desainnya diaplikasikan menggunakan Polyflex, pihak Rhino juga siap membantu, tentunya syarat dan ketentuan berlaku.

PT. Rhino Indonesia Sukses merupakan supplier bermacam jenis Polyflex seperti PU, PVC, Printable, Metallic, Reflective, Glow in the Dark dan Glitter. So, kunjungi event ini dari tanggal 15-16 April 2015 di kampus Polimedia, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Jangan lupa mampir ke booth Sabba Manggala Tama juga Rhino Indonesia Sukses dan dapatkan promo-promonya.

Read More »
MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

News 15 April 2015 Loading..

Movest sebagai ajang kreativitas mahasiswa resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif  Jakarta hari ini 15 April 2015.

PT Printex Indo Putrajaya, penerbit Majalah Printex bekerjasama dengan Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Jakarta untuk menggelar kreativitas fashion mahasiswa dengan nama MOVEST 2015.

Movest 2015 digelar untuk meningkatkan kreativitas kawula muda atau mahasiswa di industri Apparel atau sandang Indonesia. Ajang ini diselenggarakan di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Srengseng Sawah Jakarta mulai tanggal 15 - 16 April 2015.

Dalam MOVEST 2015 digelar berbagai kegiatan seperti pameran, demo perangkat apparel, kompetisi  jahit dan seminar industri Apparel Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan para vendor di industri Apparel seperti MImaki, Gildan, tinta InkTec, ASABA, Indo  digital, ideku, dan lain sebagainya dengan masyarakat dan mahasiswa sedini mungkin.

“Mempertemukan vendor dengan mahasiswa sangat penting khususnya bagi jurusan desain mode. Dengan perkembangan teknologi dan tren di industri apparel yang cepat harus diikuti dan dipahami sebagai bekal pengetahuan mereka ketika terjun di dunia kerja, kata Bambang Supriyadi, direktur utama PT Printex Indo Putrajaya dan pemimpin umum Majalah Printex.

Bambang menambahkan, bagi vendor informasi kemajuan dan perkembangan peralatan di industri apparel ke mahasiswa juga penting. Apalagi fashion sebagai salah satu lokomotif industri kreatif Indonesia. Sementara kami sebagai media berupaya menjembatani kesenjangan yang ada antara produsen, para pelaku usaha dan mahasiswa atau pihak lain terkait indutri apparel.

Kreativitas mahasiswa dalam MOVEST 2015 terlihat pada kompetisi fashion desain yang diikuti para mahasiswa dan siswa-siswi SMK dari sejumlah kota. Kompetisi Fashion desain diikuti oleh 30 tim yang terdiri dari 3-4 orang untuk setiap timnya.

Setiap tim harus membuat karya desain bertema baju pesta dan kerja kemudian diproduksi menggunakan perangkat digital untuk selanjutnya dijahit hingga jadi. Setelah menjadi sebuah busana pesta pada tanggal 16 April 2015 akan digelar Fashion Show. Dalam fashion show tersebut para juri akan menilai dan menentukan siapa yang berhak juara kompetisi Fashion desain Movest 2015.

Untuk pameran teknologi Movest 2015 menampilkan kemajuan dan kecanggihan berbagai perangkat teknologi tekstil atau apparel. Perangkat teknologi ini akan dihadirkan oleh ASABA distributor printer digital ecosolvent Mutoh, Indodigital menampilkan mesin Epson F2000, Indoplotter, Sabba Manggala Tama menampilkan mesin jahit Juki dan Rhino menampilkan mesin Print dan Cut untuk bahan Polyflek serta pewarnaan untuk tekstil oleh Pantone dan InkTec.

Selain peralatan berbagai aksesoris dan produk jadi juga ditampilkan para peserta pameran seperti smartyhands, ideku, Gildan, dan Jerry Moss.

Hal yang menarik di Movest 2015, Sabba Manggala Tama selama pameran akan menggelar kompetisi menjahit untuk para pengunjung tanpa dipungut bayaran atau gratis dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menarik. Sedangkan Rhino, akan menggelar demo desain print dan cut serta menyablonnya di kaos para pengunjung secara gratis.

Mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan Movest 2015 di Polimedia secara gratis dan boleh mengikuti berbagai acara yang digelar para peserta pameran.

Read More »