Tags Distro»

5 Steps To Successfully Managing Your Clothing Brand

5 Steps To Successfully Managing Your Clothing Brand

Inspiring Your Business 19 Agustus 2011 Loading..

I saw this post by Rachelle Hynes on behance and thought it was a really simple checklist about what you should be doing with your clothing brand.

Read More »
Start a Printing Business Franchise Opportunities

Start a Printing Business Franchise Opportunities

Digital Printing 23 Agustus 2011 Loading..

Our T-Shirt Franchise owners provide their customers with beautiful printed T-shirts, as well as uniforms, jerseys, sweatshirts and jackets.

Read More »
Memulai Usaha Bordir Untuk Customized Order

Memulai Usaha Bordir Untuk Customized Order

Other Application 29 Oktober 2011 Loading..

Penulis: Benny Rahardjo
foto-foto: Dok. PRINTEX

Bordir adalah cara kreatif dan dinamis untuk menghasilkan keuntungan.

Read More »
Mengenal Ragam Jenis Kain

Mengenal Ragam Jenis Kain

Textile & Garment 11 November 2014 Loading..

Penulis: B. Wisanggeni

Dunia fashion telah booming sejak puluhan tahun lalu. Tidak lagi terhitung jumlah jenis pakaian yang telah diproduksi dan digunakan oleh banyak orang. Tetapi tidak semua orang tahu dan mengerti apa nama bahan yang digunakan untuk pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, kami akan sedikit mengulas tentang beberapa jenis kain dan karakteritisknya.

Cotton

Nama bahan ini cukup familiar ditengah masyarakat. Bahan ini pula yang sering jadi andalan distro untuk menarik pembeli. Bahan ini terdiri dari 2 macam yaitu Cotton Combed dan Cotton Carded. Sifat kedua jenis bahan ini sama yaitu tidak panas dan dapat menyerap keringat karena bahan dasarnya adalah serat kapas. Tetapi ada satu ciri yang membedakan keduanya, Cotton Combed lebih halus dan lebih ringan sehingga lebih nyaman digunakan dibanding Cotton Carded. Jika digunakan untuk kaos, biasa dikenal dengan jenis Cotton Combed 20’s, 30’s dan lain-lain. Ini membedakan tebal tipisnya kaos. Adapula yang dinamakan Double Cotton, bahan ini lebih tebal dari Combed 20’s. Bahan ini nyaman dan biasanya berat kebawah ketika dipakai. Sayangnya, bahan ini cepat melar ketika sering dicuci.

Viscose

Bahan ini biasanya digunakan untuk lingerie, underwear, casual wear sampai jaket. Bahan ini halus, licin dan lentur. Ketika dipakai terasa lembut dan dingin di kulit. Bahan ini juga menyerap keringat dan warnanya mengkilat. Viscose terbuat dari serat kayu Eucalyptus, sejenis pohon Pinus. Perawatan untuk pakaian dengan bahan Viscose adalah jangan merendam dengan deterjen dalam waktu yang lama.  Ada pula bahan yang dicampur dari bahan Viscose dengan Cotton. Bahan ini disebut CVC-Cotton Viscose. Kelebihan bahan ini adalah tingkat susut polanya(Shrinkage) lebih kecil dari Cotton.

Polyester

Bahan ini terbuat dari serat sintetis, terkadang perpaduan dari serat fiber poly dengan bijih plastic. Tidak heran jika pakaian dengan bahan ini jika dipakai akan terasa panas dan tidak menyerap keringat. Biasanya noda makanan maupun minyak sulit hilang dari pakaian berbahan dasar Polyester atau PE. Bahan Polyester kerap juga dicampur dengan bahan Cotton. Bahan ini namanya TC atau Teteron Cotton. Kualitasnya berada dibawah Cotton karena sifat Polyester yang panas dan tidak menyerap keringat. Tetapi bahan ini memiliki kelebihan diantaranya tahan kusut dan tidak cepat melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Linen

Bahan kain ini hampir seperti katun, namun memiliki serat yang lebih kuat. Bahan ini sangat cocok untuk dibuat sebagai gaun ataupun casual wear. Bahannya nyaman dipakai karena dingin dan menyerap keringat. Perawatan untuk pakaian berbahan Linen harus ekstra perhatian, bahan ini mudah kusut sehingga anda harus memperhatikan petunjuk mencuci maupun menyetrikanya dengan benar. Pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air hangat ketika hendak mencucinya.

Wool

Bahan ini tebal dan menyerap air sehingga sangat susah dibersihkan apabila terkena noda dan akan menyusut jika cara mencucinya tidak benar. Karena tebal sehingga cukup berat dipakai, orang akhirnya lebih banyak memilih jenis Lightweight Wool. Bahan ini lebih ringan dan cukup awet tanpa mengurangi kesan mewahnya.

Sutra

Bahan ini sering juga disebut Silk. Seperti namanya, bahan ini memang terbuat dari kepompong ulat sutra. Sutra umumnya menyerap air dan sangat mudah sobek. Untuk itu, pencucian dengan sistem dry clean sangat disarankan untuk pakaian berbahan sutra. Kain sutra ini berkembang menjadi beberapa jenis diantaranya Chiffon, Crepe de Chine, Duchesse Satin, Dupion, Georgette, Habutai, Matika, Organza, Taffeta dan masih banyak lagi

Denim

Denim merupakan material kain yang terbuat dari katun Twill. Teksturnya mirip karpet tapi lebih tipis dan halus. Nama Denim sendiri di yakini berasal dari Perancis dengan nama bahan Serge de Nimes. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini hanya memiliki satu warna yaitu Indigo. Tapi dengan perkembangan zaman, dibuatlah Denim dengan warna-warna lain. Bahan ini merupakan bahan yang sangat popular di masyarakat. Jeans merupakan salah satu pakaian yang terbuat dari bahan Denim. Nama Jeans sendiri dipopulerkan pertama kali oleh Levi Strauss dan Jacob Davis melalui perusahaannya Levis yang memproduksi celana berbahan Denim pada 1873.

Leather & Suede

Bahan ini sebetulnya sama-sama terbuat dari kulit. Yang membedakan adalah jika Leather terbuat dari bahan kulit luar, maka Suede terbuat dari bahan kulit bagian dalam. Penggunaan bahan ini akan terlihat elegan dan mewah. Perawatannya pun memerlukan perhatian khusus. Ada beberapa hewan yang kulitnya biasa di manfaatkan pada industry fashion diantaranya kambing, domba, sapi, buaya, ular dan sebagainya. Tetapi anda jangan sampai terkecoh dengan penampilan, karena saat ini banyak juga tersedia bahan kulit sintetis. Untuk membedakan antara kulit asli dan sintetis, anda dapat melihat pada teksturnya, biasanya kulit sintetis bertekstur halus tanpa kerutan. Selain itu, dapat pula dibedakan dari baunya. Kulit sintetis, bahannya cenderung tidak berbau, bahkan ada yang wangi. Kemudian, cek pula berat bahan. Kulit asli akan lebih berat dibanding kulit buatan atau sintetis.

Lycra

Banyak orang mengenal Lycra dengan nama Spandex. Bahan ini terbuat dari campuran bahan kimia elastomer. Ciri kain ini adalah lentur dan memiliki elastisitas tinggi. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti baju renang, baju aerobic, legging, baju selam dan sebagainya. Pemakaian bahan spandex atau lycra ini biasanya dicampur dengan bahan lain seperti Polyester. Untuk baju renang, persentase penggunaan bahan spandex mencapai hampir 10% yang digabung dengan bahan Nylon atau Polyester.

Drill

Kain Drill merupakan kain yang dipintal dalam tekstur diagonal dengan jalinan benang yang kuat. Kain Drill biasa terbuat dari bahan katun atau polyester. Jika di klasifikasi berdasar serat, Drill terbagi atas 3 serat yaitu Twist Drill atau kain berserat kecil, American Drill atau kain berserat sedang dan Japan Drill atau kain berserat besar.

Lacoste

Lacoste sering dikenal dengan nama Pique. Kain ini merupakan kain yang memiliki pori-pori. Kain ini biasanya terbuat dari bahan katun, polyester atau gabungan dari keduanya. Nama Lacoste sendiri diambil dari nama produsen kaos yang mengunakan bahan kain Pique. Selain Lacoste, produsen lain yang menggunakan bahan kain ini adalah Polo. Yang membedakan adalah jika Pique Polo memiliki pori-pori yang lebih kecil, sementara Pique Lacoste memiliki serat yang berpori besar.

Canvas

Kain ini bertekstur tebal dan kasar. Biasanya sering digunakan untuk jaket lapangan yang digunakan pada pertambangan atau untuk mendaki gunung. Karena tebal, kain ini mampu melindungi tubuh penggunanya dari goresan batu atau benda lainnya. Ketebalan ini pulalah yang membuat pakaian yang terbuat dari bahan ini memiliki bobot yang tidak ringan.

Demikian beberapa jenis kain yang sering ditemui dipasaran. Apabila anda hendak membeli bahan pakaian, tentukan terlebih dahulu jenis bahan yang akan dipergunakan. Selamat berbelanja.

Read More »
Flocking

Flocking

Screen Printing 13 November 2014 Loading..

Sebagai satu teknik, flocking dapat diterapkan pada beberapa media misalnya kertas tebal untuk memperindah kartu ucapan, pakaian jadi dan lainnya. Teknik ini sudah dikenal lama dan dapat dikerjakan sebagai karya kerajinan secara manual. Untuk membuat produk masal anda memerlukan peralatan khusus untuk menerapkan aplikasi ini, tidak hanya ditabur diatas permukaan pakaian saja.

Untuk jelasnya anda dapat melakukannya sebagai berikut:

1. Bentangkan kain yang akan anda Flocking diatas permukaan yang rata
2. Cetak dengan menggunakan bingkai screen printing yang sudah anda persiapkan sebelumnya, sesuai gambar yang dikehendaki. Cetak tanpa menggunakan tinta tetapi menggunakan lem atau flocking additive sehingga gambaryapun terbentuk.

3. Taburkan serbuk Flocking diatas bagian gambar yang sudah tercetak
sebelumnya, dan bersihkan sisa-sisa serbuk yang jatuh diluar gambar / lem
4. Keringkan sehingga serbuk Flocking menyatu dengan kain Anda, dan gambar indahpun terbentuk.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses Flocking:

1. Ketebalan lem, bila diaplikasikan terlalu tebal tidak mudah kering dan lem akan “memakan” serbuk Flocking.
2. Pengaturan suhu pengeringan lem pada mesin pengering yang tepat karena
bila terlau panas akan kering dan Flocking menjadi keras/kaku. Demikian sebaliknya kalau kurang panas/ kering, Flocking akan mudah rontok atau terkelupas pada saat dicuci, karena belum terjadi senyawa yang baik antar lem
dan Flocking.

PERHITUNGAN EKONOMIS FLOCKING
Jumlah persentase serbuk Flocking yang beterbangan terbuang(waste) pasti akan mempengaruhi biaya produksi dan harga jualpun menjadi lebih mahal.
Untuk menekan biaya, ada alternatif teknik lain yaitu Flocking Transfer. Teknik
ini adalah proses memindahkan Flocking yang sudah dicetak di sebelumnya
diatas kertas transfer (pre printed), kemudian gambar Flocking yang terbalik tadi
dipindahkan ke atas kain dengan menggunakan mesin press panas. Proses ini pasti lebih mudah dan murah, namun ada keterbatasan antara lain: hanya satu warna, motif gambar terbatas sesuai desain pabrik pembuatnya misal gambar
harimau, kurang terasa kesan beludru di jari dan yang terakhir kurang tahan cuci.Flock Transfer

Read More »
Swans Twenty, Paduan Busana Tradisional Sentuhan Modern

Swans Twenty, Paduan Busana Tradisional Sentuhan Modern

News 09 Desember 2014 Loading..

Para desainer berlomba menampilkan rancangannya dengan mengangkat kain budaya Nasional, misalnya Edward Hutabarat, Didit Maulana dengan tenun ikatnya, atau Ghea Panggabean dengan motif kekayaan Nusa Tenggara Timur yang didesain wearable untuk acara sehari-hari.

Swans Twenty, brand lokal baru di industri fashion yang muncul pada pertengahan 2014 lalu yang mempunyai visi untuk memperkenalkan motif-motif asli negeri ini kepada khalayak muda. Misalnya, motif batik, songket, dan juga kerah ala kebaya Jawa sehari-hari.

Busana anak muda identik dengan warna-warni super cerah, ripped everywhere, dan jauh dari kesan etnik. Cukup banyak orang beranggapan, busana etnik biasanya sih identik dengan orang-orang yang berumur tetapi hal ini tidak berlaku bagi SwansTwenty.

Awalnya mereka menawarkan karya busana secara online di swanstwenty.com. “Koleksi kami diminati oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara seperti Malaysia, Brunei, Hongkong, dan Australia,” kata Lucy Akmaltalia, pemilik dan Direktur Branding Swans Twenty.

Lucy membuka butik ini untuk memastikan bahwa koleksi bisa didapatkan di butik, sehingga kenyamanan konsumen menjadi lebih. “Berdasarkan pengalaman kami ketika membeli beli baju secara online ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang ditampilkan,” jelasnya dalam pembukaan butik Swans Twenty di Jakarta.

Butik SwansTwenty menghadirkan koleksi busana sentuhan tradisional Indonesia yang dapat dipakai sebagai busana keseharian, khususnya bagi generasi muda yang tetap ingin tampil young, trendy dan chic.

Butik berkonsep “Traditional Touch of Modern Indonesia”, hadir di Jalan Gandaria 1 No.47 , Jakarta Selatan dengan menawarkan rancangan busana karya anak bangsa. Koleksi Swans Twenty cocok untuk segmen pasar berusia 18 – 30 tahun dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp300 ribu sampai  Rp1,5 juta. Selain itu, juga menawarkan merek second line mereka yakni “Nimonina”. Merek ini untuk mengakomodir keinginan para konsumen segmen B dan C untuk busana dengan kisaran harga Rp50 ribu – Rp300 ribu.

‘SwansTwenty´ dan ‘Nimonina by SwansTwenty´ siap mengakomodasi tren busana yang mengangkat unsur tradisional Indonesia. Model-model busana yang modis ini tak lain merupakan sentuhan kreatif para desainer muda berbakat yang menjadi tulang punggung kepiawaian dua brand dalam membidik pasar fashion Tanah Air.

Desainer Dibalik Swans Twenty dan Nimonina

Sentuhan inovatif dan kreatif dua desainer muda berbakat Indonesia yakni Mega dan Sofia Sari Dewi mampu menghadirkan rancangan modern sentuhan tradisional. Mega sebagai desainer peringkat 11 besar lulusan terbaik sekolah mode Susan Budiarjo tahun 2014 sedangkan Sofia Sari Dewi merupakan juara ketiga kontes “Citilink Desaigner Challenge” dan Nominator Reka Baru Design Indonesia tahun 2014.

Mega dan Sofie bermimpi ingin menjadikan fashion lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Masyakarkat Indonesia jangan hanya bangga pakai produk luar negeri, fashion lokal juga bagus-bagus,” kata Sofia.

Hasil rancangan mereka pada merek Swans Twenty diterima dan diminati konsumen Malaysia dan sudah menghiasi tiga butik di Malaysia. “Orang Malaysia sangat excited dengan fashion dari Indonesia karena cutting-nya bagus,” tandasnya.

“Semoga butik Swans Twenty bisa terus memenuhi kebutuhan para fashionista dimana pun dan terus eksis dalam industri fashion, serta dapat menjadi spot fashion berkelas," harap Lucy Akmalita. Lucy menambahkan sesuai makna dariu nama SwansTwenty yaitu brand ini akan terbang melanglang buana seperti angsa dan dapat diteruskan hingga lebih dari tujuh turunan.

Read More »
Membangun Branding Melalui Packaging

Membangun Branding Melalui Packaging

Inspiring Your Business 07 September 2015 Loading..

 

Dijaman serba internet saat ini, hampir semua pekerjaan dapat dikerjakan secara online. Tidak hanya surat menyurat, bahkan berbelanjapun kini dapat dilakukan dengan online. Saat ini banyak sekali orang yang menawarkan barang dagangannya melalui internet, bahkan perusahaan-perusahaan besar mulai melirik e-Commerce sebagai satu lini jualannya.

Bagi anda yang memiliki usaha clothing, anda dapat memanfaatkan layanan internet untuk menjajakan produk clothing anda karena kemajuan teknologi menawarkan kemudahan proses dan fleksibilitas. Tentu saja, dalam berjualan, kualitas produk menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Jangan sampai pembeli kecewa ketika menerima baju atau kaos pesanan yang kualitasnya ternyata jauh dari harapan.

Tidak hanya kualitas produk yang harus anda perhatikan. Sebagai penjual, anda juga harus memperhatikan cara packing atau mengemas produk untuk dikirim kepada konsumen. Tampilan kemasan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen saat produk sampai ditangannya. Dan ini cukup mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen. Karena cantiknya satu kemasan produk merupakan bagian dari branding. Branding yang kreativ pasti akan menjadi media marketing yang baik.

Apabila kemasan produk anda menarik dan konsumen senang saat menerimanya, maka citra bisnis anda mulai terbangun, konsumen akan berfikir untuk melakukan repeat order. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan  untuk membangun brand anda dengan kemasan produk.

Ciri Khas

Buat ciri khas yang mencerminkan toko online dan kemasan produk anda. Bisa karena bentuk kemasannya, warna, atau logo.

Kemasan Yang Menarik

Terkadang, para penjual online memanfaatkan barang bekas untuk mengirim barang dagangannya dengan alasan penghematan. Misalnya kardus bekas. Sebaiknya anda hindari hal ini, karena ini juga menjadi penilaian atas keseluruhan produk anda. Mungkin anda dapat menggantinya dengan kertas daur ulang yang kemudian anda stempel dengan logo toko online anda.

Keamanan Produk

Setelah memperhatikan tampilan kemasan, penting juga untuk memperhatikan keamanan produk yang anda kirimkan. Untuk produk clothing seperti baju atau kaos, sebelum dan/atau sesudah dibungkus, ada baiknya bila dikemas lagi menggunakan plastic. Ini menjaga agar apabila bungkus sobek, produk anda tetap terjaga.

Mempercantik Kemasan

Penting bagi penjual online, untuk mengemas pesanan dengan tampilan yang unik, menarik, dan berkesan secara visual. Misalnya anda bisa menambahkan pita pengikat, selotip warna-warni, atau stiker yang menarik. Cara ini dapat menaikkan nilai jual produk di mata konsumen.

Masukkan Kartu Nama

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, anda dapat menyertakan kartu nama kedalam kemasan produk  yang dikirimkan. Mungkin terlihat sepele, tetapi hal ini dapat mempengaruhi brand awareness toko online anda.

Masukkan Katalog dan Detail Produk

Ini termasuk salah satu cara untuk berpromosi. Dengan menyertakan catalog dan detail produk dalam kemasan yang dikirim, maka anda “memaksa” konsumen untuk melihat produk apa lagi yang anda jual. Bukan tidak mungkin, apabila mereka berminat, mereka akan memesan kembali.

Sisipkan Gimmick atau Bonus-bonus Kecil

Anda dapat menjaga kesetiaan konsumen dengan menyisipkan gimmick atau bonus-bonus kecil dalam kemasan produk yang dikirimkan. Bisa berupa gantungan kunci, sticker, ballpoint dan lain-lain. Ini akan membuat konsumen merasa diperhatikan dan diistimewakan.

Berikut ada beberapa contoh kemasan unik dan menarik yang bisa anda jadikan referensi bagi produk anda.

Read More »
PENTINGNYA SERTIFIKASI DAN STANDARISASI PRODUK

PENTINGNYA SERTIFIKASI DAN STANDARISASI PRODUK

Textile & Garment 14 September 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Testex melakukan standarisasi dengan melihat dan mengacu kepada regulasi internasional, seperti di Eropa dan Amerika. “Negara di Eropa memang yang paling komit dan peduli terhadap perubahan atau perkembangan produk tekstil. Mereka hampir enam bulan sekali me-review zat-zat kimia apa aja yang tidak boleh ada di produk tekstil,”kata Titi Susanti, Director PT Testex Testing and Certification.


Titi mengutarakan, jika ingin mengekspor barang-barang ke Eropa harus memenuhi standarisasi mereka yakni REACH dan jika mengekspor barang atau produk dalam volume satu ton per tahun, maka produknya harus teregistrasi.

Standar Oeko-Tex 100 menjadi salah satu standart internasional untuk produk dan setiap bulan Januari standar ini melakukan update perubahan atau penambahan parameter baru. Bahkan bisa juga memasukkan zat baru yang tidak boleh terkandung, padahal sebelumnya diperbolehkan, karena setelah diteliti dianggap berbahaya bagi kesehatan. Saat ini Standar Oeko-Tex 100 telah menguji sekitar 300 zat yang dianggap berbahaya dan tidak boleh digunakan dalam produk. Jumlah zat yang terlarang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 1992 sebagai awal pengujian hanya sekitar 100-an zat, tetapi hingga 30 Juni 2015 sudah menjadi 300 zat.
Berdasarkan data yang ada di seluruh dunia sudah teregistrasi 150 ribu sertifikat Oeko-Tex dan tersebar di lebih dari 90 negara. Sedangkan Indonesia, lebih dari 200 perusahaan sudah meregistrasikan produknya. Sebagai informasi standarisasi yang dilakukan oleh Testex sama di setiap negara mana pun, yang dibedakan hanya pada penggunaan produknya, misalnya pakaian untuk bayi pengujian dan kandungan komponennya harus lebih ketat dibandingkan pakaian untuk orang dewasa. Kulit seorang bayi masih sangat rentan dan sensitif.
Salah satu contoh pengujian untuk produk bayi yang tidak dilakukan pada pakaian orang dewasa adalah menguji ketahanan luntur terhadap air liur. Jika sebuah produk sudah mendapatkan sertifikasi Oeko-Tex bisa dikatakan produk tersebut ramah lingkungan dan bisa diterima di semua negara. Testex rutin melakukan produk control untuk melihat kebenaran sebuah produk, apakah konsisten memproduksi produk sesuai standarisasi. “Kami akan membeli produk yang beredar di pasar tanpa sepengetahuan produsen. Kemudian, kami melakukan pengujian, jika menemukan masalah kami akan melakukan pengecekan ke perusahan penghasil produk. Kami melakukan investigasi masalah, proses apa yang menyebabkan terjadinya penyimpangan standarisasi. Masalah yang biasa kami temukan hanya pada ketahanan luntur
atau kandung pH yang tidak sesuai.
Kami mengharuskan mereka memperbaiki diproses produksi dan mereka juga harus memberikan tahapan atau pengujian apa saja yang telah dilakukan selama tiga bulan terakhir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas yang selalu sesuai standart. Mereka akan mengirimkan test report yang telah dilakukan di perusahaan sendiri atau dengan pihak ketiga, Testex memiliki hak untuk mengetahui proses produksi dan testing rutin yang dilakukan. Sementara perusahaan yang telah memiliki sertifikat, setiap tiga bulan sekali wajib melakukan review produknya sendiri, agar sesuai dengan standar yang berlaku atau terbaru. Berbagai kontrol terus dilakukan untuk menjaga kualitas produk agar tetap benar.

Seiring berjalannya waktu, kesadaran produsen dan konsumen akan sertifikasi terus meningkat, entah karena tuntutan buyer atau kesadaran mereka sendiri. Untuk mendaftarkan produknya, mereka pasti mempertimbangkan faktor ekonomi dan bisnis, misalnya jika menggunakan pewarna yang berkualitas dan ramah serta teregistrasi pasti harganya mahal.

Produk tekstil Indonesia yang sudah teregistrasi misalnya Velvet Junior, merek pakaian bayi Jakarta. Produsennya menyadari pentingnya sertifikasi sejak tahun 2008. Produk ini hanya dipasarkan di Indonesia. Selain, sertifikasi internasional Velvet Junior juga memiliki sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia). Jadi Velvet Junior memakai bahan dan komponen untuk produknya, hampir 90 persen produk lokal.
Suatu produk garmen yang memiliki logo Oeko-Tex, dipastikan semua komponennya seperti kancing, benang jahit, dan lainnya juga sudah bersertifikasi. Dari mana mereka mengetahui komponen produknya yang sudah memiliki sertifikasi, Testex bersedia membantu perusahaan atau mereka bisa melihat langsung di website Oeko-Tex. Produk bersertifikasi terbagi dalam berbagai kategori, baik negara dan produk.
Kami menyarankan untuk produsen, sebaiknya mereka mencari solusi atau mencari zat-zat yang lebih baik, karena mereka harus bertanggung jawab pada produk yang mereka jual. Mungkin efeknya tidak dalam jangka waktu dekat tetapi memiliki efek dalam jangka waktu panjang. Misalnya, ada zat yang mengganggu hormon anak-anak, efeknya memang tidak langsung tapi memerlukan waktu.
Produsen harus peduli pada generasi penerus dan kita semua hidup sehat sepanjang masa. Produsen harus lebih bertanggung jawab dengan produk yang dikeluarkan atau dihasilkan atau jual. Untuk konsumen, harus lebih cerdas dan cermat ketika membeli pakaian. Mereka bisa melihat dan memperhatikan logo-logo yang terdapat pada pakaian yang akan dibeli. Jangan sampai tertipu dengan logo-logo aneh atau bohong.
Kita sering menerima laporan pemalsuan logo sertifikasi dari pasaran. Berkat laporan masyarakat kita akan menindaklanjuti laporan tersebut, langsung ke perusahaan yang mengeluarkan produknya. Untuk mengedukasi sertifikasi ini, kami sering melakukan edukasi dan seminar dengan masyarakat terutama
kepada ibu-ibu.
Secara mata telanjang, kita sulit mengetahui bahwa produk ini mengandung zat berbahaya atau tidak. Mungkin selain terdapatnya logo sertifikasi bisa diketahui dari baunya, kadang sebuah produk yang terbungkus dan ketika dibuka baunya menyengat atau tercium bau anyir. Tapi hal itu harus tetap diuji atau perlu pembuktian sesuai prosedur. Adanya logo SNI menandakan produktersebut sudah tidak mengandung formalin yang tinggi, tidak mengandung zat logam berat dan lainnya. Sedangkan untuk logo Oeko-Tex berarti sudah lebih banyak lagi zat-zat berbahaya yang bisa dihindarkan. Pakaian tersebut bisa dikatakan sudah terbebas dari ancaman zat-zat berbahaya.

Read More »