Tags DTG»

MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

News 15 April 2015 Loading..

Movest sebagai ajang kreativitas mahasiswa resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif  Jakarta hari ini 15 April 2015.

PT Printex Indo Putrajaya, penerbit Majalah Printex bekerjasama dengan Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Jakarta untuk menggelar kreativitas fashion mahasiswa dengan nama MOVEST 2015.

Movest 2015 digelar untuk meningkatkan kreativitas kawula muda atau mahasiswa di industri Apparel atau sandang Indonesia. Ajang ini diselenggarakan di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Srengseng Sawah Jakarta mulai tanggal 15 - 16 April 2015.

Dalam MOVEST 2015 digelar berbagai kegiatan seperti pameran, demo perangkat apparel, kompetisi  jahit dan seminar industri Apparel Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan para vendor di industri Apparel seperti MImaki, Gildan, tinta InkTec, ASABA, Indo  digital, ideku, dan lain sebagainya dengan masyarakat dan mahasiswa sedini mungkin.

“Mempertemukan vendor dengan mahasiswa sangat penting khususnya bagi jurusan desain mode. Dengan perkembangan teknologi dan tren di industri apparel yang cepat harus diikuti dan dipahami sebagai bekal pengetahuan mereka ketika terjun di dunia kerja, kata Bambang Supriyadi, direktur utama PT Printex Indo Putrajaya dan pemimpin umum Majalah Printex.

Bambang menambahkan, bagi vendor informasi kemajuan dan perkembangan peralatan di industri apparel ke mahasiswa juga penting. Apalagi fashion sebagai salah satu lokomotif industri kreatif Indonesia. Sementara kami sebagai media berupaya menjembatani kesenjangan yang ada antara produsen, para pelaku usaha dan mahasiswa atau pihak lain terkait indutri apparel.

Kreativitas mahasiswa dalam MOVEST 2015 terlihat pada kompetisi fashion desain yang diikuti para mahasiswa dan siswa-siswi SMK dari sejumlah kota. Kompetisi Fashion desain diikuti oleh 30 tim yang terdiri dari 3-4 orang untuk setiap timnya.

Setiap tim harus membuat karya desain bertema baju pesta dan kerja kemudian diproduksi menggunakan perangkat digital untuk selanjutnya dijahit hingga jadi. Setelah menjadi sebuah busana pesta pada tanggal 16 April 2015 akan digelar Fashion Show. Dalam fashion show tersebut para juri akan menilai dan menentukan siapa yang berhak juara kompetisi Fashion desain Movest 2015.

Untuk pameran teknologi Movest 2015 menampilkan kemajuan dan kecanggihan berbagai perangkat teknologi tekstil atau apparel. Perangkat teknologi ini akan dihadirkan oleh ASABA distributor printer digital ecosolvent Mutoh, Indodigital menampilkan mesin Epson F2000, Indoplotter, Sabba Manggala Tama menampilkan mesin jahit Juki dan Rhino menampilkan mesin Print dan Cut untuk bahan Polyflek serta pewarnaan untuk tekstil oleh Pantone dan InkTec.

Selain peralatan berbagai aksesoris dan produk jadi juga ditampilkan para peserta pameran seperti smartyhands, ideku, Gildan, dan Jerry Moss.

Hal yang menarik di Movest 2015, Sabba Manggala Tama selama pameran akan menggelar kompetisi menjahit untuk para pengunjung tanpa dipungut bayaran atau gratis dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menarik. Sedangkan Rhino, akan menggelar demo desain print dan cut serta menyablonnya di kaos para pengunjung secara gratis.

Mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan Movest 2015 di Polimedia secara gratis dan boleh mengikuti berbagai acara yang digelar para peserta pameran.

Read More »
Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Event 03 November 2015 Loading..

Setelah beberapa waktu, tidak ada kegiatan berkumpul anggota SPM, Aladin SPS membuat acara Aladinstar yaitu kegiatan kumpul dari para pegiat screen printing dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan bahkan dari Kota Bandung.

Bertempat di Aladin SPS Cabang Tangerang, pada hari Minggu, 1 Nopember 2015,  dari jam 9:00 – 17:30 diadakan workshop pisah warna secara manual yang dipandu instruktur Chepy dari MADAT distro-merch &record Parung Bogor. Chepy mengajarkan bagaimana memisahkan warna secara manual untuk cetak spot color hingga 6 warna.

Menariknya semua peserta workshop yang berjumlah 50 orang dapat langsung mempraktekkan secara bergantian mencetak sablon di atas kaos GILDAN seri Soft Style warna hitam di atas meja sablon dengan 12 palet.

Dilanjutkan sesi kedua dengan memisahkan warna CMYK guna mendapat hasil full color. Dalam workshop itu juga ditampilkan demo cetak dengan mesin DTG ‘Ferari’ dari Surabaya.

Meski cuaca panas, para peserta workshop tetap bertahan hingga sore,mereka puas karena disamping mendapat pengetahuan baru dari instruktur, juga pengalaman dari teman sesama praktisi screen printing, untuk hal-hal yang sederhana misal menutup kaos dengan sepotong celotape agar kaos tidak kotor oleh gambar pas-cross. Terima kasih kepada semua pendukung acaraini, Aladin sps GILDAN , PRINTEX.

Read More »
Mengenal Mesin Heat Press

Mengenal Mesin Heat Press

Digital Printing 17 Maret 2016 Loading..

Ketika berbicara tentang sublimasi printing, tentunya tidak dapat lepas dari peranan perangkat bernama Heat Press. Heat Press adalah mesin yang digunakan untuk menyatukan gambar atau desain pada kain, tshirt atau media lainnya.

Dalam proses sublimasi, desain atau gambar disatukan dengan media kain, tshirt atau media lainnya menggunakan perangkat Heat Press. Perangkat ini menggunakan daya tekan dan juga hawa panas pada suhu tertentu untuk mentransfer gambar pada kain.

Hal terpenting pada sebuah mesin Heat Press adalah kemampuannya untuk membagikan suhu secara konsisten diseluruh permukaan pelat. Hal ini untuk menjamin penerapan yang konsisten dari perpindahan panas. Suhu yang tepat juga penting dalam satu proses produksi sublimasi untuk hasil yang berkualitas. Selain itu, tekanan yang stabil juga sangat memperngaruhi kualitas akhir sebuah aplikasi.

Beberapa fitur yang harus diperhatikan saat memilih mesin Heat Press antara lain:

-          Kemudahan penggunaan

-          Kemudahan dalam mencari dan mengganti sparepart

-          Temperatur yang konsisten

-          Pengukur tekanan digital

-          Pembaca suhu digital yang akurat

-          Garansi

-          Ukuran mesin

Secara umum ada 2 jenis mesin Heat Press kecil yang beredar dipasaran.  Jenis Heat Press tersebut adalah Clamshell Heat Press dan Swinger Heat Press.

Clamshell Heat Press

Mesin ini memiliki engsel dibagian belakang pelat atas yang akan berfungsi untuk membuka dan menutup. Media aplikasi diletakkan di pelat bawah, pelat atas kemudian ditutup untuk mengalirkan panas dan suhu yang sesuai. Proses yang ditawarkan oleh mesin Clamshell Heat Press ini cukup sederhana. Ukuran mesinnya juga tidak terlalu menyita tempat.

Swinger Heat Press

Mesin Heat Press jenis ini membutuhkan ruangan yang lebih banyak karena saat membuka atau menutup, pelat atas diayunkan menjauh dari pelat bawah. Sistem ini akan membuat pengguna nyaman saat meletakkan bahan di atas pelat karena memungkinkan pengguna untuk akses penuh ke substrat.

Saat ini, banyak produsen yang menciptakan mesin heat press model swing yang dapat digunakan pada beberapa media yang berbeda. Mesin heat press model all in one dapat dilepas pada bagian pemanasnya untuk kemudian diganti dengan plat pemanas yang sesuai dengan media yang dibutuhkan seperti gelas, mug, topi dan lain-lain.

Selain mesin Heat Press ukuran kecil, saat ini telah tersedia pula mesin Heat Press dengan ukuran besar atau dikenal dengan Industrial Heat Press. Yang termasuk dalam jenis industrial heat press adalah mesin Roll to Roll Press.

Read More »
IAPE BALI RESMI DIBUKA

IAPE BALI RESMI DIBUKA

Event 08 April 2016 Loading..

 

Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2016 di Denpasar, Bali yang berlangsung mulai tanggal 7 – 10 April 2016 resmi digelar. Pameran ini diharapkan bisa menggerakkan usaha produksi sandang atau pakaian di Bali dan sekitarnya.
Indonesia Apparel Production Expo (IAPE), pameran bisnis dan teknologi produksi pakaian (Apparel Production), yang menyajikan proses produksi apparel mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan kain hingga produk jadi, mulai dari proses desain hingga proses produksi barang jadi, sehingga akan tersaji rantai model bisnis yang komprehenship.

“Kami berupaya menginformasikan perkembangan dan kemajuan teknologi terkait proses produksi apparel, sehingga para pelaku usaha atau masyarakat mendapatkan informasi mengenai produk atau pun teknologi terbaru. Dengan informasi dan melihat langsung produk diharapkan mampu menghasilkan produk berkualitas dan juga mampu bersaing serta mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri (nasional) maupun luar negeri (ekspor), “ kata Aulia Suhandika, Project Manager Pameran IAPE.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan roadshow IAPE, pada tahun 2016 ini menunjukkan, bisnis atau industri produksi pakaian di daerah tumbuh dan berkembang. Roadshow 2016 telah dimulai di kota Solo pada Maret lalu, kini IAPE 2016 hadir di Denpasar Bali pada tanggal 7-10 April 2016.

Pameran IAPE Bali diikuti berbagai pidak seperti pihak Distributor, Produsen, Kaos Polos, Mesin Jahit, Mesin bordir , Jarum, perlengkapan sblon, printer digital, Print & Cut, Hot Fix dan lainnya.

IAPE merupakan pameran bisnis dan teknologi produksi pakaian (apparel production), yang menyajikan proses produksi mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan kain, mesin produksi hingga produk jadi, mulai dari proses desain hingga proses produksi barang jadi. , sehingga akan tersaji rantai model bisnis yang komprehenship.

“Indonesia sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang berjalan sejak awal 2016 akan membuat para pelaku usaha mempunyai pesaing dari Negara-negara tetanggai sehingga persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan komunikasi lebih intens kepada relasi dan target pasar dalam rangka mempertahankan konsumen yang telah ada dan sekaligus mendapatkan pasar yang baru,” kata Bambang Supriyadi, Ketua Panitia IAPE.

Dalam pidato pembukaan , Paryono, Kepala Balai Diklat Industri Denpasar, Kementerian Perindustrian menyampaikan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan pameran industri tekstil dan garment di Denpasar, Bali. “Pamerana ini diharapkan mampu mengedukasi dan memberikan perkembangan informasi dan teknologi terbaru kepada para pelaku usaha di Bali” kata Paryono. Paryono berharap para pelaku usaha Indonesia dapat terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.

“Pameran teknologi ini juga akan menjadi pendorong bagi para pelaku usaha di Bali. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Selain itu pameran jangan hanya menjadi arena pajang mesin atau ajang promosi tetapi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bisnis kreatif di bali, tambah Paryono.

Selamat berpameran. Hadiri dan ramaikan pameran IAPE 2016 di Bali. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Read More »