Tags Fashion Show»

Panggung Los Angeles Fashion Week Untuk 5 Desainer Indonesia

Panggung Los Angeles Fashion Week Untuk 5 Desainer Indonesia

News 21 September 2016 Loading..

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Los Angeles mengundang beberapa desainer Tanah Air untuk ikut serta memamerkan koleksinya dalam perhelatan Los Angeles Fashion Week 2017 yang akan digelar pada 28 September – 2 Oktober 206 ini. Ivan Gunawan, Oscar Lawalata, Nonita Respati, Rinda Salmun, dan Aurelia Santoso lah yang memiliki kesempatan untuk  memamerkan koleksi  busana rancangannya di panggung runway.

Kelima desainer ini akan membawakan desain yang menjadi ciri khas mereka. Busana yang dipamerkan tentunya merupakan cerminan budaya bangsa yang beraneka ragam. Para desainer ini terpilih berdasarkan hasil kurasi yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia Los Angeles dan Indonesia Woman Alliance seperti dituturkan Ibu Fabiola Sondakh dari Indonesia Woman Alliance.

Ivan Gunawan akan mengambil tema print pada karya rancangannya. Dengan menampilkan sekitar 27 koleksi motif tenun Toraja yang motifnya dihasilkan melalui teknik digital printing. Untuk tema print ini, Ivan Gunawan berkolaborasi dengan Inoui Print. Ivan memastikan, dirinya berani menghadiri undangan ini karena dia mampu menghasilkan motif sendiri dalam waktu singkat dengan digital printing. Kerjasama Ivan Gunawan dengan Inoui Print sendiri telah terjalin selama 1 tahun.

“Merupakan penghargaan yang luar biasa mendapatkan undangan untuk mengikuti Los Angeles Fashion Week 2016 kali ini. Tentu saja kami akan mempresentasikan karya yang mencerminkan budaya Indonesia. Saya dengan Jajaka, Nonita Respati dengan Purana, Rinda Salmun, Oscar Lawalata dan Aurelia Santoso dengan Laisonnya,” ujar Ivan Gunawan. (BW)

Read More »
Digital Printing Mulai Dilirik Desainer

Digital Printing Mulai Dilirik Desainer

News 21 September 2016 Loading..

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Los Angeles mengundang beberapa desainer Tanah Air untuk ikut serta memamerkan koleksinya dalam perhelatan Los Angeles Fashion Week 2017 yang akan digelar pada 28 September – 2 Oktober 206 ini. Salah satu desainer yang akan hadir di ajang ini adalah Ivan Gunawan yang membawa brand Jajaka miliknya.

Ivan Gunawan mengambil tema print pada hasil karya rancangannya. Dengan teknik digital printing, Ivan akan memamerkan sekitar 27 desain dengan motif tenun Toraja. Semua motif yang dipamerkan, dicetak diatas kain katun dengan teknik digital textile printing.

Dalam tema print kali ini, Ivan Gunawan berkolaborasi dengan Inoui Print, satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa digital printing. “Dengan teknik digital printing, saya tidak perlu takut lagi apabila ada yang pesan desain saya dalam jumlah banyak. Saya tinggal serahkan kepada Inoui Print dan beres. Berbeda jika saya menggunakan motif tulis, tentu akan sangat lama,” ujar Ivan Gunawan.

Ibu Henny Kurniawan, CEO Inoui Print ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kerjasama ini telah berjalan cukup lama. Sudah ada 2 seri fashion Ivan Gunawan yang diproduksi bersama Inoui Print. “Ivan tinggal membuat desain motif, kemudian kami akan cetak,” sambung Henny.

Mengenai mesin, Henny mempercayakan kualitas hasil cetaknya pada mesin digital textile besutan pabrikan asal Jepang. Printer tekstil yang dipakai menggunakan printhead inkjet dengan tinta reactive sehingga kualitas hasil cetaknya tidak perlu diragukan lagi. (BW)

Read More »
Memperkuat Tren Busana Muslim Melalui Pameran

Memperkuat Tren Busana Muslim Melalui Pameran

News 22 September 2016 Loading..

Menyadari pesatnya perkembangan tren fesyen muslim, Kementerian Perdagangan menggelar Pameran Hijab, Fashion, & Accessories Mall To Mall 2016 di Mall Gandaria City pada 21-25 September 2016. Pameran ini diharapkan mampu menumbuhkan daya saing dan meningkatkan kualitas pelaku usaha fesyen muslim.

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Novi Vrisvintati mengungkapkan, “Tren fashionpreneur di kalangan pecinta fesyen muslim telah berkembang semakin kreatif dan inovatif, terutama untuk hijab. Ini perlu kita dukung. Kita harus menunjukkan bahwa produk fesyen Indonesia memiliki keunggulan baik dalam segi kualitas, estetika, dan kreativitas yang berdaya saing dan mempunyi nilai jual tinggi.”

Novi menyambut positif perkembangan industri fesyen muslim dan aksesorinya yang sangat pesat, seiring dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pameran ini juga menjadi salah satu cara mempersiapkan masyarakat yang mandiri di tengah persaingan kompetisi global. Pameran ini sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha fesyen, hijab, dan aksesori bagi para perancang busana muslim.

“Diharapkan pameran ini mampu meningkatkan daya saing dan memperkenalkan ragam fesyen muslim Indonesia. Kami menghadirkan stan tematik yang menampilkan hasil karya perancang fesyen, hijab, dan aksesori Indonesia yang sudah terkenal, baik nasional maupun global, khususnya yang sejalan dengan perkembangan kreasi ragam busana muslim tanah air,” lanjut Novi.

Rencananya pameran ini akan berlangsung secara safari di 8 mall di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta (Mall Gandaria City, One Belpark Mall, dan Kota Kasablanka), Bandung (Trans Studio Mall), Yogyakarta (Jogja City Mall), Surabaya (Grand Royal Mall), Palembang (Palembang Icon), dan Makassar (Ratu Indah Mall).

Selain pameran, diselenggarakan pula pagelaran busana, talk show, demo produk, serta make up dan hijab tutorial. Selain itu, digelar pula lomba fesyen muslim anak, kuis, permainan, dan pertunjukan musik. Beragam kegiatan ini diharapkan mampu memasyarakatkan tren fesyen muslim Indonesia. Novi menyambut baik dukungan yang datang dari anggota Asosiasi Perancang Busana Muslim yang hadir menyemarakkan kegiatan.

“Lewat pameran ini, Pemerintah juga mengemban misi meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” pungkas Novi. (BW)

Read More »
Kolaborasi Internasional Di Jakarta Fashion Week

Kolaborasi Internasional Di Jakarta Fashion Week

News 20 Oktober 2016 Loading..

Jakarta Fashion Week akan segera dihelat pada tanggal 22-28 Oktober di Senayan City – Jakarta. Event ini bertujuan untuk mengembangkan dunia mode di  Indonesia. Pada acara ini, Jakarta Fashion Week  melibatkan desainer-desainer Indonesia yang tergabung dalam program pengembangan kapasitas Indonesia Fashion Forward ke kancah internasional.

“Bekerja sama dengan berbagai organisasi dan institusi yang memiliki visi dan tujuan sama dengan Jakarta Fashion Week, yaitu mengembangkan dunia mode Tanah Air. Jakarta Fashion Week 2017 ini membawa misi penting dengan melibatkan desainer-desainer Indonesia yang tergabung dalam program pengembangan kapasitas Indonesia Fashion Forward ke kancah internasional, terutama ke beragam ajang pekan mode dunia,” ungkap Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.
Michelle Tjokrosaputro dari Bateeq, Anandia Maria Putri Harahap dari I.K.Y.K, Amanda Lestari dari LEKAT, Norma Moi dari Norma Hauri, dan Monique Soeriaatmadja dari SOE Jakarta hadir sebagai perwakilan dari desainer Indonesia Fashion Forward yang melakukan kolaborasi internasional di Jakarta Fashion Week 2017.

Di Jakarta Fashion Week 2017 nanti, Norma akan melakukan kolaborasi dengan perusahaan tekstil asal Negeri Sakura, yaitu Utic. Sementara itu, label Indonesia Fashion Forward generasi kelima, yaitu Bateeq, kembali melakukan kolaborasi dengan Suzuki Takayuki – desainer Jepang yang terkenal dengan konsep art clothing - sebagai bagian dari kerja sama antara Jakarta Fashion Week dengan Amazon Tokyo Fashion Week.

LEKAT dan SOE Jakarta akan menggelar koleksi kolaboratif dengan dua desainer muda asal Inggris, yaitu Billie Jacobina dan Rosella May, yang terinspirasi konsep sustainable fashion, atau mode berkelanjutan. Parade koleksi kolaboratif mereka tersebut merupakan bagian dari program residensi yang digelar oleh British Council di dua lokasi berbeda, yaitu Baduy, Banten, dan Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Agustus 2016 lalu.

Kolaborasi antara desainer Korea dan Indonesia juga akan tampil dalam Jakarta Fashion Week 2017, sebagai bagian dari kerja sama antara Jakarta Fashion Week dengan Council of Fashion Designers of Korea, Korea Creative Content Agency, dan Korean Cultural Center. Desainer ternama dari Korea, Lie Sang bong, akan berbagi panggung Fashion Tent dengan TOTON, yang juga merupakan desainer Indonesia Fashion Forward generasi kedua dan memenangkan perlombaan perancang mode International Woolmark Prize kategori busana wanita untuk ronde Asia. Sementara itu, desainer muda Indonesia, I.K.Y.K., generasi keempat Indonesia Fashion Forward, akan berkolaborasi dengan fashion brand Korea, Twee x Hwangsung Park.

Jangan lewatkan event Jakarta Fashion Week 2017 pada 22-28 Oktober 2016 di Senayan City, Jakarta.

Read More »
Gelaran Jakarta Fashion Week Resmi Dibuka

Gelaran Jakarta Fashion Week Resmi Dibuka

News 24 Oktober 2016 Loading..

Jakarta Fashion Week 2017 telah resmi dibuka di Senayan City, Jakarta pada Sabtu, 22 Oktober 2016. Selama sepekan, hingga tanggal 28 Oktober 2016, ratusan desainer, baik dari label busana kebanggaan Indonesia maupun internasional, akan menampilkan karya terbaik mereka dalam pesta perayaan mode yang menjadi arahan mode tahun depan, serta mendapatkan sorotan publik dunia ini.
Menginjak penyelenggaraan di tahun kesembilan, Jakarta Fashion Week 2017 memberi warna yang semakin kuat dalam laju industri mode Indonesia. Rangkaian program yang digelar sejak awal tahun, seperti workshop, seminar, Buyer’s Room, Factory Visit, serta sejumlah prestasi yang diukir melalui partisipasi para desainer di berbagai pentas internasional, akan dilanjutkan dengan perayaan pesta mode akbar.

Pada gelaran Jakarta Fashion Week 2017 akan menampilkan fashion show kolaborasi dengan para mitra, berbagai organisasi dan pusat kebudayaan internasional, seperti British Council, Council of Fashion Designers of Korea, Korea Creative Content Agency, Korean Cultural Center, Amazon Tokyo Fashion Week – Japan Fashion Week Organization, Department of International Trade Promotion Thailand, Australia-Indonesia Centre, Virgin Australia Melbourne Fashion Festival, serta sejumlah kedutaan besar asing di Indonesia, yaitu Kedutaan Besar Australia, Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar India, Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Korea Selatan, dan Kedutaan Besar Thailand. Fashion show kolaborasi tersebut menghadirkan nama-nama besar di dunia fashion, antara lain Lie Sang Bong dari Korea Selatan, Suzuki Takayuki dari Jepang, Ekà dan Amrich dari India, Richard Malone dari Inggris.

Meski pesta mode tahun ini diwarnai kehadiran para desainer mancanegara, Jakarta Fashion Week 2017 akan diawali dengan koleksi para desainer Indonesia Fashion Forward dari berbagai generasi, seperti Lotuz, Peggy Hartanto, Yosafat Dwi Kurniawan, Tex Saverio, Paulina Katarina, Bateeq, Byo, Jii by Gloria Agatha, Milcah, Major Minor, Sean & Sheila, ByVelvet, Friederich Herman, LEKAT.
Sejumlah desainer yang telah ditempa pengalaman dan prestasi dalam industri fashion Indonesia juga memastikan akan menampilkan koleksi terkini, antara lain Anne Avantie, Itang Yunasz, Musa Widyatmodjo, Didi Budiardjo. Sementara itu, para pencinta modest wear akan menjumpai arahan tren fashion tahun depan dari Etu by Restu Anggraini, Norma Hauri, Dian Pelangi, Jenahara, Ria Miranda, Rani Hatta, dan masih banyak lagi.
Kebangkitan kreativitas para desainer muda juga akan terlihat di runway Jakarta Fashion Week 2017, karena sejumlah sekolah mode sudah memastikan akan menampilkan karya anak didik mereka, seperti Abineri Ang Atelier et Createur de Mode, Binus Northumbria School of Design, LaSalle College Jakarta, Istituto Di Moda Burgo, dan tidak ketinggalan Esmod Jakarta.
 

Read More »
Sustainable Fashion, Trend Fashion yang Ramah Lingkungan

Sustainable Fashion, Trend Fashion yang Ramah Lingkungan

News 27 Oktober 2016 Loading..

Jakarta Fashion Week tidak hanya menyuguhkan parade busana diatas panggung runway, tetapi diramaikan pula dengan beberapa taklshow. Pemerintah Swedia bersama beberapa brand asal Swedia mengadakan talkshow  pada 25 Oktober 2016 dan mengangkat tema tentang tren sustainable fashion.

Beberapa brand seperti H&M, IFF dan Les Fables turut hadir dan menjelaskan bagaimana mereka mengaplikasikan tren Sustainable Fashion atau Eco Fashion tersebut dalam produk mereka.

Les Fables mengatakan bahwa pakaian ready to wear mereka mengusung tema eksperimental dalam menghasilkan produknya, dan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam.

Tidak hanya Les Fiables, IFF mengakui mereka juga membuat pakaian yang ready to wear namun dengan fungsi beragam. Bisa digunakan untuk ke kantor, dan dapat dipakai untuk acara lainnya di malam hari.

H&M tidak mau ketinggalan dalam mengikuti trend sustainable fashion. Mereka menggunakan sustainable material berupa bahan-bahan daur ulang atau yang bisa tahan lama.

Konsep Eco fashion atau sustainable fashion sedang digiatkan oleh pelaku industri fashion. Para desainer pakaian semakin peduli untuk membuat rancangan yang ramah lingkungan dan bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama. Sustainable fashion hadir atas kepedulian manusia terhadap lingkungan. Hal ini membuat para desainer merancang busana yang bisa tahan lama dan dapat digunakan untuk beberapa musim. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu membeli baju yang baru di setiap musimnya.

Read More »
Universitas Kristen Maranatha Gelar Evolusia

Universitas Kristen Maranatha Gelar Evolusia

News 28 Oktober 2016 Loading..

Pada tanggal 20 Oktober 2016 kemarin, Universitas Kristen Maranatha Bandung kembali menggelar satu event fashion show bertajuk Evolusia. Evolusia merupakan gabungan kata dari Evolusi dan Lusia, yang berarti proses perubahan yang baik untuk menjadi cahaya. Event ini merupakan agenda tahunan dari Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD).

Mengambil tema “Decoding The Future”, para mahasiswa memamerkan hasil rancangan mereka. Auditorium Prof. Dr. P.A Soerjadi M.A terasa gemerlap ketika satu persatu model berjalan dipanggung runway. Para model membawakan 106 busana hasil karya 22 orang mahasiswa semester akhir kemudian dilanjutkan dengan penampilan 11 busana mahasiswa semester lima. Sesi pertama didominasi dengan karya-karya busana dengan permainan material dan ragam elemen estetis, sedangkan pada sesi kedua banyak ditampilkan busana-busana bernuansa tradisi.

Isabella Isthipraya Andreas, M.Ds, Ketua Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain yang sekaligus Ketua Panitia, mengatakan bahwa “Decoding the future” yang diusung menjadi benang merah konsep pagelaran busana kali ini yang memang tidak serta merta menampilkan karya-karya dengan gaya desain futuristik. “Membaca” tren masa depan dalam konsep ini diinterpretasikan dengan memulainya dari saat ini, dan dari masa lalu sebagai akarnya.

"Kegiatan ini untuk mengakomodasi mahasiswa semester akhir. Harapannya, setelah lulus, mereka bisa siap untuk terjun langsung ke industri desain fashion," sambung Isabella di sela-sela acara. Isabella menjamin mahasiswanya mampu bersaing di industri fashion tingkat nasional. Mereka juga mendapat bekal wawasan dan kreativitas untuk mengangkat budaya lokal melalui sentuhan fashion. 

Read More »
EPSON, Mengawinkan Teknologi Dan Fashion

EPSON, Mengawinkan Teknologi Dan Fashion

News 28 Oktober 2016 Loading..

EPSON sebagai salah satu sponsor Jakarta Fashion Week 2017 menggandeng desainer Indonesia Sky.Inc dan desainer ternama Thailand, Thanit Tiansivarat dalam pagelaran busana yang berlangsung pada Kamis, 27 Oktober 2017, pukul 19.30.

Brand arahan Andrea Risjad dan Amot Syamsuri Muda, Sky.Inc, mempersembahkan koleksi bertajuk BI.ON.INC sebagai show pembuka. Koleksinya terinspirasi dari teknologi, science fiction dan extraterrestrial life yang ditampilkan dalam 48 desain. Warna monokrom dipadukan dengan merah, hijau, ungu dan emas menghiasi rangkaian busana yang tampil dalam bentuk bell sleeve, cut out, one shoulder dan dilengkapi detail patent leather. Motif yang ditampilkan pun beragam mulai dari motif roda mesin hingga chip komputer.

Show selanjutnya adalah pagelaran busana Thanit Tiansivarat, desainer Oh! Lala dan Dee Project. Dalam show pertamanya di Jakarta Fashion Week, Thanit menampilkan koleksi ELEMENTS yang terdiri dari 12 desain yang dibawakan 12 model anak. Mengambil inspirasi dari bumi, air, angin, api dan elemen alam lainnya. Dengan perpaduan warna biru, oranye dan bronze, koleksi didominasi bahan chiffon yang melayang.

Seluruh koleksi yang ditampilkan dalam show ini memiliki motif yang dicetak menggunakan printer digital textile dari EPSON. Teknologi PrecissionCore pada printer tersebut mampu merealisasikan warna-warna solid dan menampilkan gradasi warna secara sempurna.

Read More »