Tags Graphic & Design»

Step by Step Tees Design

Step by Step Tees Design

Graphic & Design 27 Oktober 2011 Loading..

Oleh Yohanes Hasudungan

STEP 1

Ada banyak cara untuk menghasilkan sebuah desain.

Read More »
Masa Depan Pendidikan Tinggi Desain

Masa Depan Pendidikan Tinggi Desain

Graphic & Design 01 Desember 2014 Loading..

Penulis: Bambang Supriyadi

Saat ini dan masa mendatang kehidupan seseorang ditentukan oleh pendidikan yang telah diperolehnya. Berlawanan dengan tuntutan masa depan, justru sekolah tidak menyiapkan siswa pada tuntutan masa depan, tetapi berkutat dengan sistem pendidikan masa lalu. Bisa jadi tenaga, dana dan pemikiran kita dihabiskan untuk mempersiapkan, menakar dan melaksanakan sistem pendidikan yang mungkin tidak akan berlaku di masa depan.

Diperlukan suatu sistem pendidikan yang berorientasi pada masa depan yang tidak bisa muncul seketika, perlu gerakan massal, pemikiran terbuka dan keberanian untuk meletakkan dasar yang tanggap terhadap masa depan. Manusia Indonesia semakin terpusatkan pada tugas intelektual dan kreatif. Orang yang progresif yang berani bicara melawan arus sering dituduh peramal, futuritis dan pemimpi. Jacque Barzun berkata :”Sangat tidak masuk akal untuk mencoba mendidik demi hari ini yang tidak mungkin didefinisikan”.

Para pendidik diam-diam mengakui kebangkrutan sistem sekarang, tapi belum berani melangkah lebih jauh karena masih ragu untuk menetapkan masa depan sebagai titik tolak. Sementara itu kecaman bertubi-tubi terhadap sistem pendidikan saat ini: terlalu standard, pengelompokkan yang generalis, peran guru yang yang otoriter, kurang kesempatan individu untuk berkembang mandiri, sitem penilaian tertutup, laboratorium, studio dan perpustakaan yang terbatas, Guru besar yang pasif dan sarana fisik yang tidak memadai.

Perlu kurikulum yang dinamis, luwes yang mampu membekali keperluan manusia kontemporer, sehingga mahasiswa kelak mampu menghadapi masalah yang berubah-ubah dan tidak terduga. Bagian penting dari kurikulum sekarang perlu dipertahankan, agar modernisasi masa depan tidak berjalan serampangan.

Eward de Bono, Guru besar Universitas Oxford di London menawarkan, “Kita perlu berfikir secara lateral yang berkaitan erat dengan pemahaman, kreatifitas dan humor, karena kebudayaan itu bermakna membangun gagasan”. Suatu masalah perlu didekati secara intuitif, tidak hanya secara rasional dan sistematis. Bahkan Prof.Van Peursen menulis secara sederhana, ”Bila kita hanya meneruskan garis-garis perkembangan ke arah semua dunia yang mungkin, maka manusia dapat menjadi buta terhadap segala sesuatu yang dalam dunia ini tidak mungkin”.

Pendidikan desain merupakan salah satu pendidikan termuda di dunia. Lahir dari tantangan industrial dan perkembangan ekonomi yang cepat, sehingga tercipta Desainer oleh tenaga perancang dengan latar belakang beragam seperti seniman, insinyur, tukang, guru, perajin dan lainnya.

Desain bukan seni, menurut Prof Charles L.Owen, Guru besar Illinois Institute of Technology, bukan pula enjinering, apalagi sains. Desain adalah satu perpaduan dari berbagai disiplin. Pendidikan yang maju adalah yang menyajikan mata kuliah umum yang diperkaya oleh spesialisasi dan mengarah pada satu, Metoda pemecahan masalah; dua, Penyusunan konsep dan tiga, Visualisasi dan komunikasi. Mahasiswa desain tidak perlu menghindari spesialisasi malahan mereka harus menempa diri pada tugas dari berbagai disiplin ilmu, bahkan perlu merintis profesi yang menghimpun berbagai didiplin menjadi paduan cipta yang fungsional dan estetis.

Kebudayaan lokal

Ciptaan intelektual dan artistik berkaitan erat dengan kemerdekaan berfikir, mengeluarkan pendapat, ungkapan seni yang bermanfaat untuk memperkaya khazanah kebudayaan suatu bangsa. Penciptaan artistik menjadi ciri dari kondisi sosial dan budaya suatu masyarakat bebas dari pengaruh atau diskriminasi politik, ideologi, ekonomi dan sosial budaya. Kebudayaan ini berkaitan dengan kesempatan mendapat pendidikan nilai budaya lokal maupun internasional sehingga dapat mendorong, menyemangati inovasi dan kreatifitas baru.

Rayuan maut oleh budaya asing.
Bila pengembangan budaya terbengkalai, maka dapat berakibat porak poranda budaya karena banjir bandang budaya luar atau kegersangan kering kerontang budaya, terutama dalam pengalihan satu generasi kepada generasi berikut. Dampak lain yaitu kita “dijajah” oleh budaya “baru” yang bertentangan dengan nilai yang dianut dan dijunjung tinggi. Maka jati diri masyarakat bangsa telah hilang hilang atau runtuh pilar-pilarnya. Bentuk dan cara masuknya budaya ini beraneka cara dan wujud berupa dasa muka, dasa kemanisan, dan dasa kebengisan. Ketidak sadaran kita untuk tunduk dan takluk ini buka untuk perseorangan atau kelompok, tetapi untuk seluruh anak bangsa nusantara jadi bersifat kolektif.

Kebangkitan budaya nasional
Dalam keadaan terkepung budaya asing, dalam keadaan porak poranda kehilangan jati diri, para seniman, perancang, desainer, arsitek, tidak akan sulit menempa diri, mengembangkan karakter gubahan atau ciptanya yang khas nusantara yang keIndonesiaan. Akankah kita terus menerus akan menjadi “to become” Indonesia? Dan bukan menjadi “to be” Indonesian seperti bangsa lain yang bangga to be American, to be Japanesse, to be France. Para perancang atau desainer Indonesia mendapat tugas berat untuk menciptakan karya seni rupa atau desain yang berwajah, berkarakter, berjiwa dan mengandung roh nusantara. Tentunya kita masih ingat peristiwa dimana bangsa lain ingin mengakui: batik, angklung, reog, gamelan dan lainnya, menjadi warisan budaya asli mereka karena kerinduan akan warisan asli bangsanya, sedangkan kita menyia-nyiakannya.

Read More »
Draw with Wacom Tablet

Draw with Wacom Tablet

Graphic & Design 28 Januari 2015 Loading..

Penulis: Benny Setiawan Rahardjo

Graphic Designer saat ini sangat dimanjakan dengan teknologi, beberapa saat yang silam kita dimudahkan dengan kemunculan mouse, sehingga proses memilih materi yang ada pada layar monitor lebih dimudahkan, dengan teknologi saat ini Mouse sudah mulai ditinggalkan, khususnya bagi para Graphic Design, mouse sudah digantikan oleh teknologi tablet yang disebut dengan Wacom Tablet. Graphic designer lebih dimudahkan karena Wacom tablet berbentuk pena sehingga proses mengambar menjadi lebihnya aman dan leluasa.
Wacom tablet memiliki banyak model, tentukan model tablet Wacom yang akan Anda beli. Setiap tablet memiliki pro dan kontra mereka sendiri, setiap Wacom juga dibuat untuk kegiatan yang berbeda. Tergantung pada apa yang akan Anda gunakan, misalnya menggambar atau mengedit foto. Beberapa model Wacom antara lain :
-Wacom Bamboo Series
-Wacom Intuos Series
-Wacom Cintiq Series

Wacom Bamboo
Wacom bamboo adalah tablet keluaran Wacom yang paling murah, dibuat untuk rumahan atau perkantoran, setiap input akan ditampilkan pada layar monitor bukan pada tablet.

Wacom Intuos
Wacom Intuos dibuat untuk profesional, jika Anda memiliki anggaran yang ketat tetapi Anda ingin kualitas Wacom yang baik, maka model Intuos adalah pilihan yang bijak. Wacom Intuos 4 memiliki 2048 tingkat tekanan, sedangkan Wacom Intuos 2 dan 3 memiliki 1024 tingkat tekanan yang sempurna dan lebih dari cukup untuk digunakan untuk T-Shirts design.

Wacom Cintiq
Jika Anda adalah profesional dan Anda ingin meningkatkan produktivitas Anda, maka Anda perlu Wacom Cintiq series. Ini bukan tablet biasa, karena Anda dapat langsung mengambar dan mendapat gambar langsung pada layar Wacom.

Read More »
Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

News 25 Februari 2015 Loading..

Ketika saya mendengar istilah “Simulated Process Printing”, saya langsung terpikir pada kaos hitam. Mungkin karena latar belakang saya dalam industri ini adalah mencetak kaos Rock’N’Roll ketika pertama kali memulainya. Bukan berarti pula bahwa simulated process color tidak dapat dilakukan dengan baik  pada bahan kain berwarna  kenyataanya, bila proses desain dan separasi dilakukan dengan tepat, hasil cetak akan nampak bagus dari setiap warna dari hitam ke putih, tetapi seringkali dihubungkan dengan warna gelap.

“Simulated Process Printing” adalah istilah yang sering digunakan tetapi tidak selalu dapat didefinisikan. Interpertasi saya dengan istilah itu adalah “gambar tampil dengan warna penuh yang dibuat dengan penggunaan titik raster dari warna kuning, magenta, cyan dan hitam untuk menciptakan efek warna penuh, nyatanya tidak”. Gambar diharapkan tampil warna penuh, tetapi nyatanya kita masih memerlukan ada warna khusus untuk gambar itu. Warna-warna mungkin berubah dari satu gambar ke gambar lain, dan tinta biasanya opaque. Jika gambar didesain dan diseparasi dengan tepat, dapat dicetak dengan warna apapun termasuk hitam.

Untuk mengerjakan simulated process print, anda memerlukan gambar yang kontras, artinya bagian highlight yang kuat dan shadow yang kuat dengan satu arah penyinaran. Agar berhasil dalam pencetakan, adalah penting untuk mengerti apa saja yang harus dilakukan  untuk mecapai hasil simulated process print yang baik, dalam kasus saya, hasil cetak nampak bagus d iatas kaos hitam.

Pertama, Ketahui untuk siapa Anda membuat desain ini. Ketika pertama kali masuk dalam industri, kami mencetak untuk konser Rock’N’Roll. Hari ini, tetapi khususnya di tahun 1970 an, apapun warna selain hitam tidak akan bagus penjualannya di dalam konser. Jika anda mendesain untuk biker, olahraga ekstrim atau beberapa atlet profesional, kaos warna hitam paling banyak dibeli. Disamping itu, biker tidak akan pernah memakai warna pink. (selengkapnya dapat Anda baca di Majalah PRINTEX XV, 2015 dan dalam seminar di Indonesia Apparel Production Expo 2015 di Solo, Jawa Tengah, 5 – 8 Maret 2015)

Read More »
IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

News 05 Maret 2015 Loading..

Ajang pameran tekstil terbesar di Indonesia yang diselenggarakan di Diamond Solo Convention Center mulai tanggal 5 – 7 Maret 2015 resmi dibuka sekitar pukul 10.00 pagi. Pembukaan dilakukan oleh Liliek Setyawan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia.

Gelegar Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2015 dimulai hari ini. “Solo sebagai kota kreatif dipilih untuk kedua kalinya. Solo boleh dikatakan sebagai salah satu pusat industri kreatif khususnya tekstil di Indonesia. Pemerintah harus terus mendukung para pelaku usaha,” kata Bambang Supriyadi, Penyelenggara IAPE 2015 Solo.

Bambang menambahkan, industri fashion sangat besar kontribusinya bagi pendapatan negara, sekitar 7% telah ikut memberikan kontribusi. Fashion mendukuki peringkat kedua atau hanya dibawah kuliner dalam kontribusi terhadap pendapatan negara.

Berbagai pihak baik itu pemerintah sebagai pemegang regulasi, asosiasi tekstil dan pemerintah daerah hadir dalam pembukaan ajang ini. Dari pihak pemerintah, dari Kementrian Perdagangan dihadiri oleh Donna Gulton, Direktur kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan.

Dalam sambutannya Donna mengatakan, “Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki pangsa pasar yang sangat besar, pelaku usaha banyak dan memiliki kualitas bagus yang tidak kalah dengan yang negara lain.”

Sementara dari pihak Asosisasi Pertekstilan Indonesia, Liliek Setyawan mengatakan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 12,74 miliar dollar AS sedangkan impornya sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Namun, Liliek yakin Indonesia sangat mampu bersaing di kancah ASEAN karena Indonesia memiliki banyak keunggulan seperti Indonesia mempunyai penduduk terbesar di ASEAN yakni 43% dari total  penduduk ASEAN.

Indonesia juga memiliki sumberdaya alam dan manusia yang besar serta berdaya saing tinggi. Tetapi perlu diingat, jangan kita terlena dalam menyikapi pasar bebas. kita lengah maka menyebabkan membanjinya produk luar Indonesia. “Indonesia akan mampu bersaing jika bisa menguasai masyarakat sendiri dan ASEAN, karena menguasai ASEAN berarti menguasai dunia,” kata Liliek.

Para pengunjung bisa menikmati berbagai produk tekstil yang menjadi peserta pameran. Ada booth zona Digital printing, SPS dan bordir. Pameran ini dibuka hingga tanggal 7 Maret 2015.

Read More »
Charlie Taubleib Icon Screen Printing Dunia

Charlie Taubleib Icon Screen Printing Dunia

News 06 Maret 2015 Loading..

Charlie Taubleib merupakan tokoh Screen Printing Dunia dari Denver, Colorado, Amerika Serikat. Tokoh yang telah menjadi icon screen printing hadir dalam ajang IAPE SOLO 2015 yang berlangsung pada tanggal 5-8 Maret 2015 di Diamond Convention Center Solo, Jawa Tengah.

 

Charlie selama 200 hari dalam setahun sibuk berkeliling dunia sebagai pembicarabagi banyak organisasi. Namun Indonesia beruntung, tahun ini ia bersedia hadir dalam pameran IAPE SOLO 2015.

 

Sarjana Seni Murni dari Western Michigan University di Kalamazoo, Michigan, Amerika Serikat tahun 1970, dengan major melukis dan minor di bidang cetak dan menggambar sering menjadi juri berbagai kejuaraan seperti pada SGIA Golden Image Award, IMPRESSION award dan berbagai kejuaraan screen printing lainnya.

 

Charlie meniti karir profesional dari bawah yaitu sebagai paste-up and mechanical artis di AppletonCentury-Crofts New York, New York pada tahun 1971-1972. Kemudian, sebagai desainer di Penerbitan Fawcett di New York selama dua tahun (1972-1974). Setelah itu, selama dua tahun ia bekerja sebagai Corporate Graphics pada American Broadcasting Company di New York pada tahun 1974-1976.

 

Pada tahun 1976, Charlie mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Great American Screen Designs, Inc. Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Sebagai Owner/Vice President Co-founder perusahaan, Charlie mengkhususkan usahanya pada desain khusus T-shirt untuk pertunjukan konser musik rock. Perjalanan usahanya begitu cemerlang sehingga mendapat penghargaan karena inovasinya di bidang desain screen printing Tshirt tersebut. Namun saying, perusahaan yang mempekerjakan 100 orang termasuk 6 artis, hanya berlangsung hingga tahun 1981.

 

Charlie ingin terus berkembang dengan bekerja di Fashion Design Group, Inc. Denver, Colorado, AS sebagai Plant Manager dari tahun 1981-1982. Perusahaan ini mengkhususkan pada pakaian olahraga ski dan liburan. Dan, pada tahun 1982-1983, ia membuat divisi screen printing dan berperan sebagai Technical Sales di LithoTech/ScreenTech Denver, Colorado, AS.

Charlie kembali mendirikan perusahaan bernama Bullseye Screen Printing Supplies, Inc. Denver, Colorado, AS. Kali ini, ia bertindak sebagai Owner/President dan menggerakkan perusahaan sehingga mempunyai kekuatan yang mampu memberikan dukungan produk yang baik dan dukungan teknis,selama tahun 1983-1995.

Sejak tahun 1995 sampai dengan saat ini, Charlie mendirikan dan sebagai President Taublieb Consulting Greenwood Village, Colorado, AS. Institusi ini memberikan layanan seperti Plant Layout & Design Productivity, Analysis Plant Evaluation Quality Control Systems, Technical Problem Solving, Marketing Assistance, dan Employee Training Seminars & Workshops.

Charlie sangat dikenal dalam industri screen printing tekstil di Amerika, Asia, Eropa dan Amerika Latin. Ia beberapa kali dipercaya sebagai pembicara di workshop dan Seminar Imprinted Sportwear Show di Amerika yang sudah berumur 40 tahun, di forum SGIA dan DAX show, pembicara di forum FESPA (Federation Europe Screen Printing Asociation) di seluruh dunia, dan di Communiquez Textile di Perancis dan PSI dan TVP di Jerman.

Pada kesempatan pada ajang pameran IAPE Solo, Jawa Tengah, MORE dan Majalah PRINTEX menggelar seminar berbagai seminar seperti tentang pengelolaan perusahaan garmen khususnya di bidang screen printing, bagi para pengusaha industri garmen dan lingkup industri tekstil dan seminar tentang teknik cetak screen printing bagi para praktisi industri screen printing. Dan, Charlie Taublieb sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut. 

Read More »
Charlie Tanda Tangani Buku Screen Printing

Charlie Tanda Tangani Buku Screen Printing

News 06 Maret 2015 Loading..

Pameran IAPE 2015 Solo, Jawa Tengah menjadi ajang istumewa bagi pembeli buku Screen Printing sourcing handbook karangan Benny S Rahardjo yang baru saja diluncurkan. Apa istimewanya? Pembeli selain memperoleh tanda tangan dari penulisnya juga mendapatkan tanda tangan dari tokoh yang menjadi icon screen printing dunia asal Denver, Colorado, Amerika Serikat.

Salah satu yang beruntung adalah kelompok penggiat screen printing Ponorogo, Jawa Timur. Mereka selain mendapatkan tanda tangan dari sang icon juga berkesempatan berfoto bersama dengan pengarang buku dan Charlie Taublieb.

Selain penggiat sablon Ponorogo, tukang sablon yang melancong ke Malaysia juga terlihat aktif dan berkeinginan berfoto bersama Charlie dan Benny.

Booth Printex setelah pembukaan terlihat ramai, karena di booth tersebut berkumpul para pakar screen printing dan para pengunjung pameran yang umumnya membuka usaha di industri apparel.

Read More »
Eridani dan Norma Hauri Tampil di BIFF & BIL 2015

Eridani dan Norma Hauri Tampil di BIFF & BIL 2015

News 12 Maret 2015 Loading..

Pada ajang fashion kelas dunia Bangkok International Fair & Bangkok International Leather Fair 2015 (BIFF & BIL) di Bangkok, Thailand yang berlangsung pada tanggal 11-15 Maret 2015 akan dimeriahkan dengan tampilnya dua desainer Indonesia Fashion Forward.

Dua desainer Indonesia Fashion Forward, 8Eri dan Norma Hauri akan tampil di runway BIFF & BIL 2015 yang mengusung tema Catching the Creative Spirit. BIFF & BIL merupakan trade fair produk fashion dan lifestyle terbesar di ASEAN yang dihadiri oleh para buyer dari kawasan Asia dan Eropa.

BIFF & BIL kali ini merefleksikan pertumbuhan kreativitas dan desain berkualitas dari industri tekstil, fashion dan produk kulit di negara-negara di Asia. Eridani dari 8Eri akan mengusung koleksi bertema Asianation.

" Asianation terinspirasi dari eksotisme kesederhanaan budaya orang Asia dalam kehidupan sehari-hari. Kami menonjolkan effortless beauty dalam kehidupan mereka yang semakin modern," kata Eridani. Koleksi ini sangat cocok dipakai oleh wanita berusia 30-45 tahun, khususnya mereka yang mencintai seni.

Eridani berpartisipasi di BIFF & BIL 2015 selain bertujuan untuk memasarkan produknya ke buyers dari berbagai Negara, juga  ingin menjalin kerjasama dengan buyers dan mencari ide segar. Kami ingin menambah wawasan dan mencari informasi tentang desain yang sedang berkembang secara nyata di luar Indonesia.

Sementara itu, Norma Hauri mengangkat tema The Lines. "Struktur garis tegas menjadi inspirasi koleksi Hauri Sub line dari Norma Hauri musim ini. Tampilan gaya modern divisualisasikan melalui garis yang membentuk pola geometrikal dan tekstur bahan serta detail yang diaplikasikan dalam koleksi.

“Mengusung pilihan warna yang sederhana dan dasar menjadi penegas kesan modern dalam deretan busana berbentuk abaya yang menjadi spesifikasi dan produk utama dari Hauri," ucap Norma. Norma berharap, partisipasi di BIFF & BIL ini dapat menjadi kesempatan untuk branding dan bertemu para buyers internasional.

Keikutsertaan 8Eri dan Norma Hauri di BIFF & BIL 2015 mewarnai kesibukan para desainer Indonesia Fashion Forward selama bulan Februari dan Maret. Sebelumnya, Dian Pelangi ambil bagian di New York Couture Fashion Week dan International Fashion Showcase yang diselenggarakan bersamaan dengan London Fashion Week akhir bulan lalu.

Minggu ini, tiga desainer Indonesia Fashion Forward lain, yaitu Major Minor, Toton dan Peggy Hartanto juga ambil bagian di Paris Fashion Week. Dan minggu depan, Toton dan dan Etu akan ambil bagian di Tokyo Fashion Week.

 

Keberhasilan enam desainer Indonesia menembus pesta mode berpengaruh di industri fashion dunia tersebut tak lepas dari kesuksesan program Indonesia Fashion Forward yang digagas oleh Jakarta Fashion Week  bekerja sama dengan British Council dan didukung oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam program ini, para desainer diarahkan agar siap menguasai pasar lokal dan menembus pasar global.

"Berkat program Indonesia Fashion Forward, kami lebih siap memasuki pasar internasional dan bisa mempersiapkan dengan matang tools yang diperlukan untuk trade show, seperti BIFF & BIL ini," kata Norma. Senada dengan Norma, Eridani mengungkapkan manfaat lain dari program IFF terhadap brand yang ia bangun. "Saya semakin percaya diri dalam membawa produk saya untuk bersaing di dunia desain internasional. Bimbingan serta komentar mereka yang jujur dan membangun, membuat produk yang saya ciptakan menembus level yang sesuai," tambahnya.

"Keberhasilan para desainer menembus event fashion kelas dunia akan menginspirasi lebih banyak desainer Indonesia agar dapat memenangkan persaingan di pasar internasional. Dan program Indonesia Fashion Forward akan terus melahirkan lebih banyak desainer muda yang akan siap mengangkat karya asli Indonesia ke pasar global. Dan pada tahun ini, para pecinta fashion dapat melihat secara langsung koleksi terbaik para desainer IFF di Jakarta Fashion Week 2016," kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

Read More »