Tags Inks»

5 colour index separation and waterbased ink

5 colour index separation and waterbased ink

Graphic & Design 21 Agustus 2011 Loading..

Colour separation requiring gradual tonal change. This kind of gradient would normally be achieved by a uniform halftone as it is easier to achieve smooth results, but we thought we would give indexing a chance.

Read More »
10 Tips for Successful Simulated Process Printing

10 Tips for Successful Simulated Process Printing

Screen Printing 25 Agustus 2011 Loading..

Nothing´s automatic when it comes to making a simulated process print pop off the garment. Follow these insights to improve your process.

Read More »
CMYK

CMYK

Screen Printing 26 Agustus 2011 Loading..

FOUR COLOR PROCESS

Overview

Four-color process printing is where you start with finished full-color artwork and separate out the three subtractive primary colors of yellow, cyan, magenta, plus black.

Read More »
Digital Textile Printing

Digital Textile Printing

Digital Printing 29 Oktober 2011 Loading..

penulis: Benny Rahardjo
foto-foto: Dok. PRINTEX

Jika selama ini pencetakan kain dalam industri tekstil dilakukan dengan

Read More »
Tinta Waterbase

Tinta Waterbase

Screen Printing 11 November 2014 Loading..

Penulis: Benny Rahardjo

Tinta ini paling umum dan paling banyak digunakan di Indonesia. Selain murah, tinta ini juga sangat mudah digunakan karena tidak memerlukan peralatan pengering yang mahal. Total biaya pengoperasiannya relatif rendah.

Pada dasarnya tinta waterbase ada 4 jenis, yaitu :
► Rubber White
► Rubber Semi / Mat
► Rubber Clear
► Extender

Tinta Ruber White
Tinta jenis rubber white biasanya digunakan untuk mencetak di atas kain dengan dasar gelap. Tinta ini pekat sehingga dapat menutup warna kain dengan baik. Tinta rubber white juga biasa digunakan untuk underbase. Di sini, underbase difungsikan sebagai penutup warna kain sebelum dicetak dengan warna terang di atasnya. Beberapa printer juga menggunakan rubber white ini untuk dicampur langsung dengan pigmen pewarna, khususnya untuk warna-warna muda seperti pink, kuning muda, hijau, dan lain-lain. Namun tidak disarankan menggunakan tinta rubber white untuk dicampur langsung untuk warna tua. Sebab, tinta ini memiliki kandungan titanium (pigmen putih) sehingga akan memakan banyak pigmen. Ini akan mengakibatkan over pigment. Konsekuensinya, hal ini akan menyebabkan tinta mudah luntur saat dicuci.

Tinta Rubber Semi / Mat
Tinta rubber semi digunakan untuk dicampur dengan pigmen pewarna langsung, baik untuk warna muda maupun warna tua. Sesuai dengan sebutannya, tinta rubber semi ini memang memiliki campuran titanium yang lebih sedikit dibanding dengan rubber white. Titanium memang diperlukan agar tinta memiliki kepekatan yang baik untuk menutup pori-pori kain.

Tinta Ruber Clear
Tinta rubber clear memiliki dua fungsi, yaitu dapat digunakan sebagai underbase dan top coat sekaligus. Beberapa printer dengan kualitas ekspor mengunakan tinta rubber clear ini untuk underbase karena beberapa alasan:
1. Jika Anda menggunakan tinta underbase, clear dan terjadi misprint atau   meleset, hal itu tidak akan terlihat. Ini berbeda dengan underbase white.
2. Tinta underbase clear juga tidak menimbulkan bintik-bintik putih jika permukaan hasil cetak kurang rata atau kurang tertutup dengan sempurna.
3. Tinta rubber clear tidak mengandung titanium powder sehingga hasil cetakan awal akan lebih halus atau rata. Hal ini akan banyak mempengaruhi hasil cetakan di atasnya.

Tentu saja dengan menggunakan underbase clear Anda memerlukan cetakan berulang-ulang yang sangat dihindari oleh printer untuk produk lokal. Silahkan mencoba dan Anda akan mengetahui perbedaannya.

Tinta Extender
Tinta extender ini hampir mirip dengan tinta rubber clear. Tinta extender juga transparan, tetapi sebenarnya sangat jauh berbeda. Tinta extender hanya digunakan pada kain putih. Tinta extender akan menghasilkan cetakan yang sangat soft. Tinta ini juga cocok digunakan untuk proses cetak separasi 4 warna (CMYK). Beberapa pelanggan saat ini menginginkan hasil cetakannya mendekati tinta extender secara handfeel atau kelembutan pegangannya.
Dalam perkembangannya, banyak produsen kemudian menciptakan beberapa tinta special effect. Tinta special effect yang pertama diciptakan adalah puff atau timbul. Beberapa tinta waterbase special effect lainnya antara lain Discharge, Burn Out, Glow in the dark, Reflektif, Foil, Flocking, Glitter, Cristalina, Metallic, Brom.
Beberapa nama di atas bukan seperti flock, glliter, maupun foil. Ini bukan tinta murni tetapi bahan aplikasi untuk screen printing.

Read More »
Pewarna Alami, Permata Yang Belum Bersinar

Pewarna Alami, Permata Yang Belum Bersinar

Textile & Garment 28 Januari 2015 Loading..

Penulis :

Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, MS
Pengajar Jurusan Teknik Kimia
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta

Pada saat ini pewarna alami tidak banyak digunakan dan lebih banyak digunakan zat warna sintetis. Pewarna sintetis lebih banyak digunakan karena lebih praktis dalam penggunaan dan lebih terstandar, meskipun zat warna sintetis memiliki dampak negatif terhadap pengguna dan tidak ramah lingkungan. Penggunaan zat warna alami perlu digalakkan kembali agar dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam indonesia dan dapat mengurangi penggunaan zat warna sintetis yang berbahaya.
Seharusnya seluruh masyarakat Indonesia menjaga dan melestarikan serta membantu mengembalikan kebiasaan penggunaan pewarna berbahan alami. Namun sayang, zat warna alam pada saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai gambaran ratusan tahun silam, Indonesia sebagai pemasok zat warna alami yang menguasai pasar dunia. Salah satu tanaman sebagai sumber pewarna alami adalah tanaman indigofera. Berdasarkan studi pustaka dan bukti sejarah, tanaman ini dipakai sebagai pewarna sejak masa-masa sebelum masehi di negara-negara Eropa. Baru pada abad ke-16, masyarakat India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, membudidayakan indigofera secara besar-besaran.
Pembudidayaan indigofera di Indonesia dilakukan melalui culture stelsel, atas perintah pemerintah kolonial Belanda. Pewarna ini digunakan Belanda untuk menyaingi pewarna dari bahan woad (Isatis tinctoria) yang dibudidayakan di Prancis, Jerman, dan Inggris.
Pewarna Alami kalah pamor setelah zat warna sintetis diperkenalkan pada tahun 1897, setelah itu para pengusaha batik lebih tertarik menggunakannya sebagai pewarna produknya. Apa yang terjadi seratus tahun kemudian, sejak tanggal 13 Juni 1996, zat warna sintetis gugus azo, amino aromatis, naptol, direc, dan asam/basa telah dilarang peredarannya karena bersifat karsinogenik (CBI/HB – 3032).
Walaupun zat warna sintetis dilarang, para perajin batik umumnya tetap menggunakan zat warna sintetis karena dianggap lebih terjangkau, praktis, dan berwarna lebih cerah. Meskipun, zat warna sintetis mempunyai efek negatif terhadap pencemaran lingkungan dan berbahaya terhadap kesehatan.
Seiring dengan semakin tinggi kesadaran terhadap kesehatan dan lingkungan, kini potensi pewarna alami kembali digalakkan dan sangat prospektif untuk dikembangkan. Secara global, peminat zat warna alami tidak hanya berlaku di pembeli lokal, tetapi juga para pembeli dari berbagai Negara seperti Jepang dan Korea.
Mari kita kembali ke pewarna alami, agar lingkungan kita tidak semakin tercemar. Kami berharap para pengguna zat pewarna bersedia mengubah pola kebiasaan dengan menggunakan zat warna alami kembali sebagai pewarna produknya. Kita harus bangga karena Indonesia memiliki sumber bahan baku pewarna alami sangat melimpah.
Para leluhur bangsa Indonesia sudah mewariskan budaya penggunaan pewarna alami yang bermanfaat dan aman bagi kesehatan, serta lingkungan. Untuk itu produksi dan penggunaan zat warna alami sudah selayaknya dikembangkan secara optimal.
Untuk mendukung penggunaan kembali zat warna alami, tim peneliti zat warna alami UGM melakukan penelitian dan memproduksi zat warna alami yang praktis, murah, dan berkualitas, sehingga kompetitif dengan zat warna sintetis.
Dengan demikian pengrajin mau menggunakan sehingga dapat mengurangi penggunaan pewarna sintetis yang berbahaya. Kami ingin mengembalikan popularitas Indonesia sebagai produsen dan pengguna zat warna alami terbesar dunia, seperti pada masa lampau, ketika membawa keunggulan lokal ke tingkat global.
Untuk membuat 1 kg serbuk zat warna alami biru dari daun indigofera, dengan nama Gamaindigo, diperlukan sekitar 250 kg daun Indigofera. Jika ingin memproduksi zat warna alami Gamaindigo dalam kapasitas industri, diperlukan pasokan daun Indigofera dalam kapasitas besar, dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan petani.
Kendati membutuhkan pasokan bahan baku yang banyak, hasil yang didapat dari zat pewarna ini juga memuaskan. Setiap 50 gram serbuk zat warna alami biru Gamaindigo dapat digunakan untuk mewarnai 4 lembar kain berukuran standar 2,5 m yang memberikan hasil biru muda atau 2 lembar kain berukuran standar 2,5 m dengan hasil warna biru tua.
Potensi dan Prospek ZWA
Bila Indonesia mengoptimalkan penggunanan zat warna alami, otomatis akan membangun empat faktor utama ekonomi yaitu: investasi padat modal, menghidupkan sektor sosial budaya, pemberdayaan sumberdaya manusia (padat karya), dan pemanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah.
Optimalisasi zat warna alami ini sejalan dengan program pemerintah dalam transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam yang bertumpu pada labor intensive, menjadi aplikasi Iptek yang bertumpu pada innovation. Dengan demikian, penggunaan dan produksi pewarna alami dapat berkontribusi positif dalam percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sumber bahan baku zat warna alami yang ingin diproduksi dalam kapasitas industri harus berasal dari tumbuhan atau hewan yang memiliki nilai sosial dan ekonomi yang rendah dan jika dimanfaatkan sebagai bahan baku tidak akan merusak atau mengganggu lingkungan. Selain itu ketersediaannya harus dalam jumlah besar, mudah diperoleh, dan kontinyu. Indonesia memiliki sumber bahan baku zat warna alami yang memenuhi kriteria ini dan belum termanfaatkan dengan optimal.
Untuk memperjelas kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, berikut contoh-contoh pewarna alam yang bisa dihasilkan dari berbagai tumbuhan. Untuk menghasilkan warna biru alami berasal dari daun indigofera tinctoria, untuk menghasilkan warna kuning cerah alami dan kuat dari Kayu Tegeran. Jika ingin memperoleh warna kuning alami, coklat, dan hitam dapat diperoleh dari kulit buah Jolawe, untuk warna orange alami, merah hati, dan coklat kehitaman dibuat dari kulit kayu Tingi. Pewarna alami menghasilkan krem, coklat, hitam keabu-abuan berasal dari serbuk kayu Merbau.
Melihat potensi itu, produksi pewarna alam Indonesia bisa menjadi penyelamat masa depan yang memiliki nilai-nilai positif dan diharapkan bisa menekan penggunaan dan import zat warna sintetis.
Untuk merealisasikan gerakan penggunaan pewarna alami diperlukan kerjasama dan dukungan berbagai pihak. Kerjasama dan dukungan semua pihak diharapkan dapat menciptakan kerjasama saling menguntungkan, saling menghargai, dan saling mendukung yang bermuara untuk kemajuan Indonesia. Selain itu juga diperlukan dukungan regulasi dari pemerintah dalam gerakan penggunaan pewarna alami dan pemasarannya.
Mari kita kembalikan nilai-nilai dan kearifan lokal para leluhur Indonesia yang selalu menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam. Salam eco green dan clean production.

Read More »
MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

MOVEST 2015, Ajang Kreativitas Apparel Mahasiswa

News 15 April 2015 Loading..

Movest sebagai ajang kreativitas mahasiswa resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif  Jakarta hari ini 15 April 2015.

PT Printex Indo Putrajaya, penerbit Majalah Printex bekerjasama dengan Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Jakarta untuk menggelar kreativitas fashion mahasiswa dengan nama MOVEST 2015.

Movest 2015 digelar untuk meningkatkan kreativitas kawula muda atau mahasiswa di industri Apparel atau sandang Indonesia. Ajang ini diselenggarakan di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif atau Polimedia, Srengseng Sawah Jakarta mulai tanggal 15 - 16 April 2015.

Dalam MOVEST 2015 digelar berbagai kegiatan seperti pameran, demo perangkat apparel, kompetisi  jahit dan seminar industri Apparel Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan para vendor di industri Apparel seperti MImaki, Gildan, tinta InkTec, ASABA, Indo  digital, ideku, dan lain sebagainya dengan masyarakat dan mahasiswa sedini mungkin.

“Mempertemukan vendor dengan mahasiswa sangat penting khususnya bagi jurusan desain mode. Dengan perkembangan teknologi dan tren di industri apparel yang cepat harus diikuti dan dipahami sebagai bekal pengetahuan mereka ketika terjun di dunia kerja, kata Bambang Supriyadi, direktur utama PT Printex Indo Putrajaya dan pemimpin umum Majalah Printex.

Bambang menambahkan, bagi vendor informasi kemajuan dan perkembangan peralatan di industri apparel ke mahasiswa juga penting. Apalagi fashion sebagai salah satu lokomotif industri kreatif Indonesia. Sementara kami sebagai media berupaya menjembatani kesenjangan yang ada antara produsen, para pelaku usaha dan mahasiswa atau pihak lain terkait indutri apparel.

Kreativitas mahasiswa dalam MOVEST 2015 terlihat pada kompetisi fashion desain yang diikuti para mahasiswa dan siswa-siswi SMK dari sejumlah kota. Kompetisi Fashion desain diikuti oleh 30 tim yang terdiri dari 3-4 orang untuk setiap timnya.

Setiap tim harus membuat karya desain bertema baju pesta dan kerja kemudian diproduksi menggunakan perangkat digital untuk selanjutnya dijahit hingga jadi. Setelah menjadi sebuah busana pesta pada tanggal 16 April 2015 akan digelar Fashion Show. Dalam fashion show tersebut para juri akan menilai dan menentukan siapa yang berhak juara kompetisi Fashion desain Movest 2015.

Untuk pameran teknologi Movest 2015 menampilkan kemajuan dan kecanggihan berbagai perangkat teknologi tekstil atau apparel. Perangkat teknologi ini akan dihadirkan oleh ASABA distributor printer digital ecosolvent Mutoh, Indodigital menampilkan mesin Epson F2000, Indoplotter, Sabba Manggala Tama menampilkan mesin jahit Juki dan Rhino menampilkan mesin Print dan Cut untuk bahan Polyflek serta pewarnaan untuk tekstil oleh Pantone dan InkTec.

Selain peralatan berbagai aksesoris dan produk jadi juga ditampilkan para peserta pameran seperti smartyhands, ideku, Gildan, dan Jerry Moss.

Hal yang menarik di Movest 2015, Sabba Manggala Tama selama pameran akan menggelar kompetisi menjahit untuk para pengunjung tanpa dipungut bayaran atau gratis dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menarik. Sedangkan Rhino, akan menggelar demo desain print dan cut serta menyablonnya di kaos para pengunjung secara gratis.

Mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan Movest 2015 di Polimedia secara gratis dan boleh mengikuti berbagai acara yang digelar para peserta pameran.

Read More »
Mutu dan Standarisasi Tinta Sublimasi

Mutu dan Standarisasi Tinta Sublimasi

Digital Printing 08 Juni 2015 Loading..

Penulis: Budi Santoso

Sublimasi printing adalah transfer dari kertas ke atas kain polyester mau pun bahan lainnya. Sublimasi printing atau disebut juga dye-sublimation printer berkembang sangat pesat kerena kemudahan dalam produksi. Printing jenis ini dapat digunakan untuk usaha industri kecil karena dapat dilakukan dengan modal kecil.

Tinta sublimasi disebut juga dengan tinta dispersemengalami proses tinta menjadi gas karena pemanasan. Tinta akan meresap ke dalam serat polyester dan permanen sehingga memiliki daya cuci yang baik. Tinta ini dapat dibagi menjadi dua yakni low energy dan high energy.

Sebuah tinta yang dijual ke pasar harus memenuhi standarisasi yang jelas, hal ini penting untuk acuan produk atau industry di dunia. Inktec member contoh, tinta proses merupakan tinta yang digunakan untuk memproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu seperti offset lithography, rotograveru, letterpress atau sablon.

Oleh karena itu, tinta harus memenuhi standar baku tertentu misalnya spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai opacity atau transparency. Hal ini akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan tinta yang hanya digunakan untuk satu lapisan (single layer), karena tinta dapat ditumpuk.

Standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi internasional terhadap warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk proses percetakan: Sheet-fed dan heat-set web offset lithographic printing, Coldset, Offset lithographic printing, publication gravure printing, screen printing dan flexographic printing adalah ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5.

Saat ini teknik separasi berkembang pesat, penggunaan 4 tinta proses masih dominan. Demikian juga dengan metode menambah warna tinta cetak yang berkembang pesat. Pantone mengembangkan teknologi HIFI Color melalui proses hexachrome dan Opaltone.

Pada teknik digital inkjet printing perkembangan didorong oleh masalah teknis seperti kecilnya nozzle dalam printing head dan juga persaingan reproduksi warna yang sempurna sesuai target pasar. Hal senada dengan tinta, perangkat printer pun hadir dengan menyediakan warna hingga 6 – 12 warna.

“Standarisasi produk tinta merupakan hal yang mutlak. Hal ini sangat menguntungkan konsumen atau para pengguna produk. InkTec standarisasi Internasional merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi, terbukti InkTec diakui dan digunakan di hamper 100 negara di dunia” tegas A. Marzuki, Managing Director PT Sinar Mitra Cendikia.

Marzuki menambahkan standarisasi untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan mutu dan kualitas tinta. Para pengguna jangan sampai salah membeli tinta, karena tidak jarang setiap kloter produksi mutu dan kualitasnya warna berbeda-beda.

InkTec, merek tinta Go Green yang diproduksi perusahaan publik Korea Selatan yang sudah berumur 20 tahun  focus di ink jet technology, terus berinovasi menggunakan teknologi terbaru dalam proses produksi dan pengadaan bahan baku yang berkualitas dengan bantuan para tenaga ahli. InkTec berhasil memproduksi berbagai tinta seperti tinta desktop, Large Format, UV, hingga tinta khusus yang terbuat dari air emas untuk percetakan sircuit board PCB elektronik.

Beberapa sertifikasi tinta yang sudah dikenal dan dipakai di dunia seperti KTR Europe GmbH for DTI Water-Based Dye Ink, untuk keamanan penggunaan di bahan polyester, RoHs C, REACH Compliant. Sertifikasi menjadi hal yang mutlak bagi merek yang ingin memasuki area industri masal agar mutu dan kualitas terus terjaga dan terjamin dari waktu ke waktu.

Untuk printer Mimaki juga didukung oleh Tinta Dye Sub Sb300 ink. Belgian textile research centre Centexbel  memberikan sertifikat tinta yang ramah lingkungan kepada tinta Mimaki, dye sub seri Sb300. Sertifikat ini telah dianggap memenuhi kriteria Oeko-Tex standard 100 dan sistem Eco-passport certification  yang menjamin bahwa tinta tersebut tidak berbahaya bagi kulit manusia.

Produk ini merupakan tinta sublimasi aqueous yang diluncurkan pada 2012, dan diperuntukkan bagi printer tekstil Mimaki TS500-1800 (untuk dye sublimation transfer). Mike Horsten, general manager, marketing Mimaki EMEA menyatakan, sertifikat ini merupakan keuntungan bagi pabrik garmen.

Bagi konsumen, sebuah tinta bersertifikasi juga sangat penting, karena mutu dan kualitas yang teruji akan membuat produk yang bisa dihasilkan konsisten dan juga menghemat biaya, karena tidak cepat merusak mesin atau printer.

Setiap Negara memiliki lembaga sertifikasi yang akan disesuaikan dengan pasar di dalam negeri mereka masing-masing baik sertifikasi mutu bahan dan standar warna.

Pengguna tinta juga harus waspada pada beredarnya produk palsu, selain akan memperoleh produk yang tidak jelas kualitasnya juga akan merusak mesin atau head printer, sayangilah printer Anda dimiliki. jika head printer rusak maka akibatnya sangat mahal dan juga merusak hasil produksi.

Di Indonesia, pertumbuhan tinta digital terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini didorong oleh berbagai faktor misalnya hadirnya perangkat-perangkat terbaru di Indonesia, pengguna digital printing semakin besar dan palaku usaha juga terus bertambah.

Melihat pertumbuhan ini, para produsen tinta harus jeli mengambil hati konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh InkTec yang berupaya memberikan solusi mutu terbaik di kelasnya. Tinta InkTec compatible dengan berbagai merek printer, tinta ini sudah disesuaikan dengan standar mutu tinta dari setiap merek yang dipasarkan.

Sebuah printer tidak boleh asal dalam pemakaian tinta, karena setiap merek printer memiliki teknologi dan cara kerja pencetakan masing-masing, begitu juga dengan unsur tinta yang digunakan akan berbeda di setiap printer.

Dalam upaya memperbesar pasar, InkTec mengeluarkan jenis tinta baru yakni sublem SubliNova Hi Lite atau High Color Density) yang siap memberikan efisiensi biaya dan hasil maksimal mislanya warna lebih cerah, penggunaaan lebih hemat dan mampu menempel di kertas transfer tipis. Marzuki yakin teknologi ini belum dimiliki oleh produsen tinta compatible pada umumnya.

Di pasar terdapat tinta printer untuk semua jenis printer atau ada juga untuk semua merek printer sekaligus. Perlu diinformasikan hal ini akan sangat merugikan penggunanya karena mungkinkan seluruh printer bisa menggunakan tinta yang sama, sementara produsennya berbeda dan standarisasinya juga berbeda?

Read More »