Tags Pameran»

Indoprint 2014, Pameran 3 in 1 Terbesar di Indonesia

Indoprint 2014, Pameran 3 in 1 Terbesar di Indonesia

Event 24 November 2014 Loading..

Sekitar 400 perusahaan dari 20 negara turut ambil bagian dalam pameran INDOPLAS, INDOPACK dan INDOPRINT 2014 pada tanggal 3 – 6 September 2014 di Hall A – D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta dengan areal seluas 13 ribu meter persegi.

Pameran dua tahunan ini diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia dan PT. Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI). Pameran 2014 untuk melanjutkan kesuksesan pameran tahun 2012 dan menghadirkan teknologi canggih terkini, inovasi dan solusi-solusi bagi pasar industri dan retail Indonesia yang sedang tumbuh.

Pameran 3-in-1 ini menjadi pameran serba ada yang menghadirkan rangkaian produk terlengkap dan terbaru guna memenuhi kebutuhan rantai suplai dari hulu ke hilir bagi ketiga industri. Mulai dari bahan, komponen setengah jadi, mesin dan perangkat multi fungsi, solusi khusus.

Untuk industry plastik, para perserta menampilkan teknologi plastik canggih seperti mesin injeksi dan blow moulding, mesin efisiensi energi thermoprocessing dan mesin daur ulang, rangkaian ekstrusi dan komponen plastik.

Sementara untuk industri pengemasan, para peserta menampilkan solusi-solusi kreatif dalam pengemasan dan pemrosesan untuk folding carton, corrugated board dan industri material fleksibel. Selain itu berbagai aplikasi percetakan terbaik mulai dari sheetfed dan offset presses, solusi gravure hingga peralatan-peralatan percetakan-pengemasan terpadu ditampilkan.

Para peserta seperti ANDRITZ, ASABA, MIMAKI INDONESIA, KAWATA PACIFIC, KRAIBURG TPE TECHNOLOGY, WELDY dan YOKOGAWA INDONESIA menampilkan produk baru atau peningkatan produk dengan aspek teknis yang dapat menghemat energi dan biaya, reliabilitas produksi dan kemampuan kinerja yang tinggi.

Pameran ini juga mempertemukan asosiasi-asosiasi perdagangan terkemuka di dunia dan para ahli untuk berbagi ilmu serta perkembangan teknologi untuk mendorong Indonesia dan sektor industri plastik, pengemasan, pemrosesan dan percetakan Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.

Sebagai pameran dua tahunan, digelar pada waktu yang tepat mengingat siklus dua tahunan memberikan suasana yang tepat bagi produsen teknologi untuk mengakomodasi perubahan teknologi yang pesat, research & development, siklus inovasi guna menghadirkan mesin berkinerja tinggi & teknologi pemrosesan yang dkembangkan sesuai dengan standar internasional.

Rini Sumardi, Direktur WAKENI berharap pameran ini mampu memenuhi permintaan pasar dan kebutuhan produksi lokal. “Kami yakin  event ini memberikan platform bisnis yang kuat di mana para pengunjung dapat menemukan peluang jaringan bisnis yang kondusif, menjalin hubungan bisnis dan mendapatkan masukan-masukan praktis mengenai tren yang saat ini terjadi guna menginspirasi mereka mengambil keputusan bisnis yang baik,” jelasnya.

Read More »
All Print Indonesia 2014, Pagelaran Teknologi Printing Terbesar

All Print Indonesia 2014, Pagelaran Teknologi Printing Terbesar

Event 24 November 2014 Loading..

All Print Indonesia 2014 yang diselenggarakan Krista Exhibitions diikuti oleh perusahaan dari China, Korea, Malaysia,  Singapura, India, dan Taiwan menampilkan berbagai teknologi printing untuk cetak digital, cetak tekstil, cetak sablon, 3D Print, LED, LABEL, Kemasan atau box dan jasa cetak.

Berbagai mesin berteknologi pun didatangkan seperti mesin offset 4 warna dari Jepang, mesin offset 5 warna, Three-Knife Trimmers, Die-Cutting Machine, Book Binding Machines, Laminating Machines, Stitching Machines, large format digital printing, Computer to plate systems, continuous stationary printing presses, chemicals, ink-jet Papers, printing inks automated (combines), screen printing machines, adhesives & glues, Adhesive Viny, Consumable, Display system, Eco Solvent printer, ink & cleaning liquid, Pigment papers, Solvent printer, dan spare parts Machine.

Pameran ini menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema-tema menarik yang pastinya diperlukan oleh semua pihak yang terlibat guna memberikan informasi yang lebih lengkap. Selain itu, pameran juga memperlihatkan kegiatan demo and training vehicle wrapping.

All print Indonesia 2014 diharapkan dapat mendorong pelaku usaha di industri percetakan untuk menghasilkan produk-produk berkualitas. Ajang ini juga bisa menjadi jembatan penghubung dan sarana kemunikasi serta sumber informasi antara manufaktur, pelaku usaha dan pembeli atau konsumen. Pameran ini terbuka para pelaku bisnis, pengusaha di bidang percetakan dan mahasiswa.

Pameran ini didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan asosiasi seperti Asosiasi Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Tut Wuri Handayani, Asia Print, Indonesia Print Awards, Asian Print Awards, Indonesia Print Awards, Asian  Print Awards, Indonesia Packaging Federation (IPF), dan Indonesia Assosiation of exhibition and Convention Organizers.

“Industri grafika merupakan industri yang memiliki potensi begitu besar untuk dikembangkan. Indonesia merupakan Negara terbesar ke enam di dunia di industri pulp, sedangkan industri kertasnya menduduki posisi ke Sembilan terbesar di dunia, kata Panggah Susanto, Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, menurut ketua Asosiasi Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Jimmy Juneanto mengatakan, “Industri grafika yang ditekuni tidak akan mati seiring dengan perkembangan atau kemajuan teknologi yang terjadi, bahkan saling melengkapi untuk mendapatkan efisiensi yang lebih baik.”

Masyarakat merespon positif pameran ini. Antusias pengunjung sudah terlihat pada hari pertama pameran, sekitar 3.236 orang berbondong-bonding menyaksikan pameran. Para pengunjung ingin melihat, mengerti dan mengikuti kemajuan teknologi. 

Read More »
Charlie Taubleib, Icon Screen Printing Akan Hadir di Solo

Charlie Taubleib, Icon Screen Printing Akan Hadir di Solo

Screen Printing 13 Februari 2015 Loading..

Majalah PRINTEX berkesempatan mengunjungi Pameran FESPA China dan CSGIA Expodi Guangzhou, Tiongkok yang diselenggarakan pada tanggal 19 – 21 Nopember 2014 lalu untuk memamerkan perkembangan teknologi cetak tekstil. Selain itu, kami juga berkesempatan bertemu dengan tokoh Screen Printing Dunia berasal dari Denver, Colorado, Amerika Serikat bernama CHARLIE TAUBLEIB,
Saat bertemu dengan Charlie Taubleib, tidak ada kesan angkuh atau sombong. Beliau tetap bersahaja meski ilmunya tinggi. Dalam suasana penuh keakraban yang diselingi canda tawa, Majalah PRINTEX menawarkan kepada Charlie apakah bersedia hadir di Indonesia pada pameran IAPE SOLO 2015 yang menurut rencana akan diselenggarakan pada tanggal 5-8 Maret di Diamond Convention Center Solo, Jawa Tengah.
Ditengah kesibukannya keliling dunia hampir selama 200 hari dalam satu tahun, sebagai pembicara oleh banyak organisasi di berbagai negara, Charlie menyatakan kesanggupannya untuk hadir pada pameran IAPE SOLO 2015, yang kebetulan jadwal waktunya sedang kosong sehingga bisa datang ke Indonesia.
PRINTEX pernah bertemu dengan Charlie pada Pamera FESPA Asia di Singapore pada bulan Nopember 2011. Dan, kami sudah menulisnya sekilas di Majalah PRINTEX Edisi 2.
Latar belakang Charlie Taubleib
Charlie sebagai sarjana Seni Murni dari Western Michigan University di Kalamazoo, Michigan, Amerika Serikat tahun 1970, dengan major melukis dan minor di bidang cetak dan menggambar. Charlie menjadi anggota Akademi Teknologi Screen Printing, dan dipercaya untuk menjadi juri di berbagai kejuaraan seperti pada SGIA Golden Image Award, IMPRESSION award dan berbagai kejuaraan screen printing lainnya. Ia juga berhasil meraih berbagai penghargaan di bidang printing.
Meniti karir professional dari bawah yaitu sebagai paste-up and mechanical artis di Appleton-Century-Crofts New York, New York pada tahun 1971-1972. Kemudian, sebagai desainer di Penerbitan Fawcett di New York selama dua tahun (1972-1974). Selanjutnya, selama dua tahun pula bekerja sebagai Corporate Graphics pada American Broadcasting Company di New York pada tahun 1974-1976.
Akhirnya pada tahun 1976, Charlie mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Great American Screen Designs, Inc. Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Sebagai Owner/Vice President Co-founder perusahaan, Charlie mengkhususkan usahanya pada desain khusus T-shirt untuk pertunjukan konser musik rock.
Perjalanan usahanya begitu cemerlang sehingga mendapat penghargaan karena inovasinya di bidang desain screen printing Tshirt tersebut. Namun saying, perusahaan yang mempekerjakan 100 orang termasuk 6 artis, hanya berlangsung hingga tahun 1981.
Ingin lebih mengembangkan diri, Charlie bekerja di Fashion Design Group, Inc. Denver, Colorado, AS sebagai Plant Manager dari tahun 1981-1982. Perusahaan ini mengkhususkan pada pakaian olahraga ski dan liburan. Dan, pada tahun 1982-1983, ia membuat divisi screen printing dan berperan sebagai Technical Sales di LithoTech/ScreenTech Denver, Colorado, AS.
Charlie kembali mendirikan perusahaan bernama Bullseye Screen Printing Supplies, Inc. Denver, Colorado, AS. Kali ini, ia bertindak sebagai Owner/President dan menggerakkan perusahaan sehingga mempunyai kekuatan yang mampu memberikan dukungan produk yang baik dan dukungan teknis, selama tahun 1983-1995.
Dan, sejak tahun 1995 sampai dengan saat ini, Charlie mendirikan dan sebagai President Taublieb Consulting Greenwood Village, Colorado, AS. Institusi ini memberikan layanan seperti Plant Layout & Design Productivity, Analysis Plant Evaluation Quality Control Systems, Technical Problem Solving, Marketing Assistance, dan Employee Training Seminars & Workshops.
Pengalamannya yang banyak dan lengkap, membuatnya sangat dikenal dalam industri screen printing tekstil di Amerika, Asia, Eropa dan Amerika Latin. Ia beberapa kali dipercaya sebagai pembicara di workshop dan Seminar Imprinted Sportwear Show di Amerika yang sudah berumur 40 tahun, di forum SGIA dan DAX show, pembicara di forum FESPA (Federation Europe Screen Printing Asociation) di seluruh dunia, dan di Communiquez Textile di Perancis dan PSI dan TVP di Jerman.
Seminar manajemen dan teknik screen printing
Dalam pameran IAPE Solo, Jawa Tengah, PRINTEX bersama MORE Media Kreasi berencana menyelenggarakan berbagai seminar seperti tentang pengelolaan perusahaan garmen khususnya di bidang screen printing, bagi para pengusaha industri garmen dan lingkup industri tekstil dan seminar tentang teknik cetak screen printing bagi para praktisi industri screen printing.
Seminar-seminar ini akan dihadiri tokoh screen printing kelas dunia yakni oleh Charlie Taublieb. Kami berharap kehadiran tokoh terkenal ini dapat benar-benar bermanfaat bagi industri screen printing di Indonesia.


Dalam menyukseskan seminar ini, PRINTEX mengharapkan masukan dari berbagai pihak, trerutama mengenai permasalahan yang sering dijumpai para praktisi, dan ingin sekali mengetahui cara penanggulangannya. Jika ada masukan-masukan yang ingin disampaikan kepada PRINTEX, dapat disampaikan melalui: info@printexmag.com.
Kami perlu sampaikan, untuk informasi selanjutnya tentang rencana Seminar Charlie Taubleib akan kami sampaikan melalui website PRINTEX:
www.printexmag.com.

Read More »
PAMERAN BISNIS & TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAIAN 2nd GREAT JAVA ROADSHOW IAPE 2015

PAMERAN BISNIS & TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAIAN 2nd GREAT JAVA ROADSHOW IAPE 2015

Event 17 Februari 2015 Loading..

ASEAN Economic Community (AEC) atau Pasar Bebas ASEAN akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015. Seluruh negara anggota ASEAN sepakat segera mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata dan berarti di Kawasan Asia Tenggara.

Apabila AEC terlaksana, ASEAN akan menjadi pasar tunggal berbasis produksi tunggal, sehingga arus barang, jasa, investasi dan tenaga terampil, serta arus modal lebih bebas di antara Negara ASEAN, sehingga tingkat persaingan semakin tinggi.

Rendahnya peringkat Indonesia di tingkat pelaksanaan usaha pada tahun 2014 (Doing Business 2013, International Finance Corporation, Worl Bank) yaitu peringkat 114 dari 189 negara. Peringkat ini menjadi gambaran bahwa daya saing usaha Indonesia di kawasan ASEAN masih kurang. Indonesia akan menjadi tujuan pemasaran bagi produk Negara ASEAN lainnya, apabila tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk meningkatkan daya saing seperti:
1. Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia
2. Peningkatan Daya Saing Manajemen Usaha
3. Peningkatan Daya Saing Infrastruktur Usaha (Peralatan dan Teknologi).

Sandang/ pakaian/ apparel merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dipakai sehari-hari, sehingga sandang menjadi produk yang memiliki nilai kebutuhan lebih. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih besar daripada Negara ASEAN lainnya (40% penduduk ASEAN) merupakan pasar yang sangat potensial bagi sebuah produk.

MORE MEDIA KREASI bekerjasama dengan Majalah PRINTEX kembali akan menggelar roadshow pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) pada tahun 2015 dengan Brand “2Nd Great Java Roadshow IAPE”.
IAPE merupakan Pameran Bisnis dan Teknologi Produksi Sandang (Apparel Production) yang menyajikan proses bisnis mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari proses desain, proses produksi hingga proses penjualan barang jadi, sehingga akan tersaji rantai model bisnis yang komprehenship. Pameran ini akan menyajikan proses produksi sandang pokok (pakaian) dan sandang penunjang (aksesoris, topi, dan lain lain).

Pameran IAPE mengusung misi untuk menggiatkan usaha produksi sandang beserta kelengkapannya dengan melaksanakan sosialisasi dan pemasaran ke daerah. Masyarakat akan mendapatkan informasi produk bisnis atau pun teknologi terbaru untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing memenuhi kebutuhan dalam negeri (nasional) mau pun luar negeri (ekspor).

IAPE juga bertujuan untuk memfasilitasi para peserta pameran untuk memperkenalkan, mempromosikan dan memasarkan produk-produknya kepada pengunjung pameran. Sedangkan bagi pengunjung, pameran ini sebagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan perlengkapan usaha dibidang produksi pakaian secara komprehensif, dalam rangka menangkap peluang bisnis yang lebih menguntungkan.
Pameran ini diharapkan mampu menjadi media komunikasi yang komprehensif sehingga terjalin kerjasama atau interaksi dan transaksi saling menguntungkan.

ROADSHOW IAPE 2015 HADIR DI KOTA SOLO
Pameran SEBAGAI salah satu media penyampaian informasi yang komprehensif dalam memperkenalkan produk atau brand dan menjadi media edukasi yang tepat agar produk dapat diserap dengan baik oleh pasar. Dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat, pameran bisa menjadi salah satu ujung tombak pemasaran yang efektif.

Brand 2nd Great Java Roadshow IAPE 2015 akan hadir di Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah. Solo dipilih sebagai tempat pertama (pembuka) pelaksanaan dengan pertimbangan, saat ini industri produksi pakaian (Garment, Konveksi, Sablon) di wilayah Jawa Tengah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Wilayah Jawa Tengah memiliki nilai lebih yang menguntungkan dan mendukung tumbuhnya iklim industri yang kondusif.
Pameran IAPE di Kota Solo akan dilaksanakan pada 5 – 7 Maret 2015 dengan mengambil tempat penyelenggaraan di Diamond Solo Convention Center, Jl. Slamet Riyadi, Solo.

Pameran ini sangat tepat untuk dikunjungi para pelaku bisnis industri produksi pakaian di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur Bagian Barat seperti Madiun, Ponorogo, Ngawi, Blitar dan sekitarnya guna mendapatkan informasi terkini dan peluang bisnis produksi pakaian paling terbaru.

Read More »
IFW 2015, The Biggest Fashion Movement

IFW 2015, The Biggest Fashion Movement

News 25 Februari 2015 Loading..

The biggest fashion movement, Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 akan digelar Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan PT. Kerabat Dyan Utama (Radyatama) mulai tanggal 26 Februari-1 Maret 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

Penyelenggaraan event mode tahun keempat ini berusaha meraih mimpi besar bagi perkembangan industri mode Indonesia. Selain itu, ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada tahun 2025 dengan diperkuat blueprint Ekonomi Kreatif Subsektor Mode.

"Fashion sebagai bisnis yang besar. Nilainya hingga Rp200 triliun atau 30 persen dari total industri kreatif Indonesia dan bernilai ekspor sekitar Rp100 triliun. Fashion yang mampu menyerap 4 juta tenaga kerja  masih bisa dikembangkan. Industri ini harus kita bangun bersama,  saya yakin industri fashion Indonesia bisa unggul di dunia," kata Arief Yahya. Menteri Pariwisata.

IFW ini merupakan ajang peluang bisnis seperti presentasi dan etalase segala yang dilakukan para stakeholder terkait ready to wear craft fashion, komoditi potensial ekspor, pameran dagang taraf internasional, peragaan busana, seminar, talkshow, workshop, dan kompetisi desain. “Untuk menjadi pusat mode dunia, Indonesia harus mengoptimalkan kekuatan lokal. Kekayaan lokal dan kepedulian lingkungan harus diterapkan oleh seluruh pelaku industri mode di tanah air,” papar Dina Midiani.

Mengusung aspek bisnis dan inovasi, Indonesia Fashion Week 2015 akan menggelar  pameran dagang 747 label fashion lokal beragam kategori seperti women’s wear, men’s wear, kid’s wear, moslem wear, accessories, dan textile. Selain itu juga menampilkan 2.522 outfits karya 230 desainer tanah air dan mancanegara seperti Jepang, Korea, India, dan Australia.

IFW 2015 mengundang para buyer lokal dan internasional ke dalam pameran zona B2B  yang menampilkan 100 brand lokal siap B2B. Hal ini untuk mendukung program Indonesia Business Fashion Development, yakni program inkubasi pengembangan bisnis.

Sementara, untuk menyokong geliat bisnis busana muslim, tersedia zona khusus busana muslim berdaya tampung 160 booth busana muslim.  Sekitar 40 booth diantaranya merupakan program coaching dan branding Kementerian Perdagangan. “Kementerian Perdagangan berupaya mengangkat fashion muslim Indonesia untuk menjadi mode muslim dunia. Melalui program The Indonesia Brands inilah kami memasarkan dan mempromosikan brand mode muslim Indonesia di tingkat internasional. Kami juga mempertemukan fashion designer dengan buyer dan distributor dari mancanegara,” jelas Sulistyawati, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan.

Local Movement

IFW 2015 tetap konsisten mengusung Local Movement sebagai bagian dari gerakan untuk bangga, dukung, dan pakai produk local. Hal ini diharapkan dapat memacu percepatan produksi dan promosi produk Indonesia ke pasar internasional.

Kampanye gaya lokal Sarong is The New Denim. Textileone untuk kedua kalinya ditunjuk sebagai Official Uniform menampilkan seragam team & crew IFW yang memakai jaket dan vest yang dipadukan dengan sarung sebagai bagian dari kampanye Sarong is The New Denim.

Green Movement

IFW 2015 juga menggaungkan Green Movement, gerakan untuk menerapkan konsep Sustainable Fashion atau Eco-Fashion sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan hidup melalui kampanye “Fashionable People, Sustainable Planet”.

Sejak tahun 2013, IFW bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk mendukung workshop dan program edukasi mengenai Sustainable Fashion di zona Green Point (zona edukasi dan display inovasi sustainable fashion atau produk mode ramah lingkungan).

Untuk menggaungkan karya kreator mode Indonesia ke tingkat internasional, Indonesia Fashion Week turut pula berkolaborasi dengan delegasi dari sejumlah negara, antara lain Australia, Prancis, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Korea, Singapura, Swedia, Thailand, Inggris, dan Venezuela.

Indonesia Fashion Week diharapkan dapat menjadi sentra untuk mengarahkan pelaku mode di Indonesia dalam mengembangkan produk berkonten lokal dengan kualitas global, media jejaring bisnis antar pelaku mode di tanah air, media penyampaian informasi dan pengetahuan tren mode, dan media promosi produk mode Indonesia agar dikenal di tingkat global. 

Read More »
Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

Charlie Taublieb, Multicolor Printing on Dark Garments

News 25 Februari 2015 Loading..

Ketika saya mendengar istilah “Simulated Process Printing”, saya langsung terpikir pada kaos hitam. Mungkin karena latar belakang saya dalam industri ini adalah mencetak kaos Rock’N’Roll ketika pertama kali memulainya. Bukan berarti pula bahwa simulated process color tidak dapat dilakukan dengan baik  pada bahan kain berwarna  kenyataanya, bila proses desain dan separasi dilakukan dengan tepat, hasil cetak akan nampak bagus dari setiap warna dari hitam ke putih, tetapi seringkali dihubungkan dengan warna gelap.

“Simulated Process Printing” adalah istilah yang sering digunakan tetapi tidak selalu dapat didefinisikan. Interpertasi saya dengan istilah itu adalah “gambar tampil dengan warna penuh yang dibuat dengan penggunaan titik raster dari warna kuning, magenta, cyan dan hitam untuk menciptakan efek warna penuh, nyatanya tidak”. Gambar diharapkan tampil warna penuh, tetapi nyatanya kita masih memerlukan ada warna khusus untuk gambar itu. Warna-warna mungkin berubah dari satu gambar ke gambar lain, dan tinta biasanya opaque. Jika gambar didesain dan diseparasi dengan tepat, dapat dicetak dengan warna apapun termasuk hitam.

Untuk mengerjakan simulated process print, anda memerlukan gambar yang kontras, artinya bagian highlight yang kuat dan shadow yang kuat dengan satu arah penyinaran. Agar berhasil dalam pencetakan, adalah penting untuk mengerti apa saja yang harus dilakukan  untuk mecapai hasil simulated process print yang baik, dalam kasus saya, hasil cetak nampak bagus d iatas kaos hitam.

Pertama, Ketahui untuk siapa Anda membuat desain ini. Ketika pertama kali masuk dalam industri, kami mencetak untuk konser Rock’N’Roll. Hari ini, tetapi khususnya di tahun 1970 an, apapun warna selain hitam tidak akan bagus penjualannya di dalam konser. Jika anda mendesain untuk biker, olahraga ekstrim atau beberapa atlet profesional, kaos warna hitam paling banyak dibeli. Disamping itu, biker tidak akan pernah memakai warna pink. (selengkapnya dapat Anda baca di Majalah PRINTEX XV, 2015 dan dalam seminar di Indonesia Apparel Production Expo 2015 di Solo, Jawa Tengah, 5 – 8 Maret 2015)

Read More »
IAPE 2015, Industri Apparel Indonesia Menuju MEA 2015

IAPE 2015, Industri Apparel Indonesia Menuju MEA 2015

News 04 Maret 2015 Loading..

PT. More Media Kreasi bekerjasama dengan Majalah Printex kembali menghadirkan Pameran Bisnis dan Teknologi Produksi Pakaian dengan tajuk Indonesia Apparel Production Expo 2015. Pameran yang diselenggarakan pada tanggal 5 hingga 7 Maret di Diamond Convention Centre Solo ini mengusung tema Kesiapan Industri Apparel Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

IAPE 2015 kali ini menghadirkan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi produksi pakaian, bahan/material, aksesoris dan kelengkapan lainnya. Selain itu, pada pameran ini juga dihadirkan rangkaian acara seminar dengan pembicara-pembicara yang kompeten di industri apparel. Salah satu pembicara adalah Mr. Charlie Taubleib, salah seorang pakar screen printing yang diundang khusus dari Amerika.

Maksud dan tujuan dibalik diselenggarakannya pameran ini ialah selain sebagai wadah branding dan promosi bagi para peserta pameran, diharapkan pameran ini dapat menjadi penghubung antara produsen apparel dengan masyarakat sehingga mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan teknologi apparel. Pameran ini juga diharapkan mampu menjadi media promosi yang efektif dan efisien.

Indonesia Apparel Production Expo diselenggarakan tanggal 5-7 Maret 2015, bertempat di Diamond Solo Convention Center, Jl. Slamet Riyadi 390 Solo. Pameran terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 sampai 19.00.

Read More »
IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

IAPE 2015 Solo Resmi Dibuka Hari ini

News 05 Maret 2015 Loading..

Ajang pameran tekstil terbesar di Indonesia yang diselenggarakan di Diamond Solo Convention Center mulai tanggal 5 – 7 Maret 2015 resmi dibuka sekitar pukul 10.00 pagi. Pembukaan dilakukan oleh Liliek Setyawan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia.

Gelegar Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2015 dimulai hari ini. “Solo sebagai kota kreatif dipilih untuk kedua kalinya. Solo boleh dikatakan sebagai salah satu pusat industri kreatif khususnya tekstil di Indonesia. Pemerintah harus terus mendukung para pelaku usaha,” kata Bambang Supriyadi, Penyelenggara IAPE 2015 Solo.

Bambang menambahkan, industri fashion sangat besar kontribusinya bagi pendapatan negara, sekitar 7% telah ikut memberikan kontribusi. Fashion mendukuki peringkat kedua atau hanya dibawah kuliner dalam kontribusi terhadap pendapatan negara.

Berbagai pihak baik itu pemerintah sebagai pemegang regulasi, asosiasi tekstil dan pemerintah daerah hadir dalam pembukaan ajang ini. Dari pihak pemerintah, dari Kementrian Perdagangan dihadiri oleh Donna Gulton, Direktur kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan.

Dalam sambutannya Donna mengatakan, “Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki pangsa pasar yang sangat besar, pelaku usaha banyak dan memiliki kualitas bagus yang tidak kalah dengan yang negara lain.”

Sementara dari pihak Asosisasi Pertekstilan Indonesia, Liliek Setyawan mengatakan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 12,74 miliar dollar AS sedangkan impornya sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Namun, Liliek yakin Indonesia sangat mampu bersaing di kancah ASEAN karena Indonesia memiliki banyak keunggulan seperti Indonesia mempunyai penduduk terbesar di ASEAN yakni 43% dari total  penduduk ASEAN.

Indonesia juga memiliki sumberdaya alam dan manusia yang besar serta berdaya saing tinggi. Tetapi perlu diingat, jangan kita terlena dalam menyikapi pasar bebas. kita lengah maka menyebabkan membanjinya produk luar Indonesia. “Indonesia akan mampu bersaing jika bisa menguasai masyarakat sendiri dan ASEAN, karena menguasai ASEAN berarti menguasai dunia,” kata Liliek.

Para pengunjung bisa menikmati berbagai produk tekstil yang menjadi peserta pameran. Ada booth zona Digital printing, SPS dan bordir. Pameran ini dibuka hingga tanggal 7 Maret 2015.

Read More »