Tags Seminar»

Shape Your Future Career as an International Visual Designer

Shape Your Future Career as an International Visual Designer

Seminar 23 September 2015 Loading..

Dalam seminar ini, Printex menghadirkan empat pembicara terkait Visual Design Specialist yakni Adi Nugroho. SA (Adobe Certified Associate dan Visual Design Specialist), Arbain Rambey (Fotografer Senior Kompas), Joni Hadi (Creative Designer Kompas-Gramedia), dan Rudi Askornnukul, Sales Manager WIFAG-Polytype Thailand Ltd. Seminar ini dimoderatori Bambang Supriyadi (Director PRINTEX Magazine). Para pembicara menjelaskan dan menampilkan ide-ide kreatif menjadi karya visual tercetak dengan kualitas tinggi.

Seminar berlangsung pada tanggal 7 Agustus 2015 dan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa dan dosen desain karya visual, pekerja desain visual dan para undangan.

Seminar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Datascrip dengan meminjamkan perangkat Wacom dan kamera Canon. Untuk perangkat notebook didukung oleh Xenom, merek perangkat mobile Indonesia.

Kreatifitas desain ini akan diterapkan ke industri tekstil dan fashion, karenanya seminar ini didukung juga oleh Gildan, merek kaos polos global dan printkaos, usaha print digital kaos serta WIFAG-Polytype Thailand Ltd.

Tujuan seminar ini untuk memberikan semangat baru kepada generasi muda dan desainer muda menuju dunia. Dan, para pelaku kreatif Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan desainer mancanegara. Sayangnya, di Indonesia belum banyak yang mempunyai pengakuan dari dunia secara legal atau bersertifikat.

Ke depan, produk-produk industri manufaktur kian mengarah pada produk yang bersifat personal dan unik. Kecenderungan ini dipicu oleh perkembangan yang pesat di bidang grafis dan digital. “Produk yang makin personal ini merupakan ciri dari industri 4.0,” kata Rudi Askornnukul, Sales Manager WIFAG-Polytype Thailand Ltd, ketika berbicara dalam diskusi bertema “Shape Your Future
Career as an Internatonal Visual Designer” pada Jumat (7/8), di area FGD Expo 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. “Ciri yang lain adalah murah dan berkualitas.” Rudi menjelaskan, Industri 4.0 merupakan perkembangan industri sejak masa revolusi industri, yang disebutnya sebagai Industri 1.0.,
dengan ditemukannya mesin yang dipakai di pabrik-pabrik. Kemudian  berkembang menjadi Industri 2.0 yang diawali dengan dipakainya tenaga listrik dalam industri. Sedangkan Industri 3.0 terjadi ketika pemakaian teknologi informasi dan otomasi dalam industri kian masif. “Dan kini, kita harus bersiap memasuki dalam industri 4.0,” tegas Rudi.

Selain itu, Rudi menyatakan perusahaan multinasional seperti Nike, bisa menerima pesanan produk individu atau orang per orang. “Jadi tidak lagi hanya memproduksi barang berdesain sama yang masif,” ucapnya. Nike, pernah menerima orderan dari 30 ribu orang dengan 30 ribu desain produk. Hal ini juga dilakukan Coca-Cola dan Unilever. Keunikan personal, harga terjangkau, dan produk berkualitas ini bisa dipenuhi lantaran adanya teknologi digital printing yang kian canggih.

Setelah mendapatkan pencerahan dari Rudi mengenai perjalanan industri. Peserta seminar juga disemangati oleh Arbain Rambey. Dalam dunia fotografi, khususnya jurnalistik fotografi, hadirnya perangkat digital tak bisa dihindari.

“Awalnya memang banyak fotografer yang menolak produk fotografi digital. Namun, lama kelamaan, banyak yang memakai karena memang ini tuntutan,” kata Arbain. Dalam dunia jurnalistik, penggunaan perangkat lunak digital semacam program Adobe Photoshop, bukanlah penipuan fakta. “Justru yang sering direkayasa adalah momen dan situasi, bukan perangkat digitalnya,” katanya.

Sementara Joni Hadi menilai dalam membuat karya-karya ilustrasi dan dekorasi, banyak dipermudah dengan kehadiran perangkat digital seperti Wacom. “Kerja menjadi cepat, dan lebih cepat mendapat pendatan,” tegas Joni.
Dan secara tegas Adi Nugroho menerangkan tentang teknologi digital yang kian membuka peluang untuk berkarir di dunia internasional, khususnya sebagai visual designer.

Di Adobe misalnya. Bagi para desainer yang berhasil mendapatkan sertifikasi Adobe, secara otomatis akan memperoleh peluang pekerjaan dari seluruh dunia, “Jadi, begitu mendapat sertifikasi, jika ada pekerjaan di Rumania misalnya, Anda langsung ditawari. Tinggal Anda memilih apakah mau diterima atau tidak,” terang Adi. Jadi peluang pekerjaan tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi dari berbagai Negara di dunia. Kita sekarang berada dalam iklim globalisasi, arus orang dan barang serta jasa datang dan pergi tanpa batas lagi. Siapkah kita menghadapi pasar bebas. Semoga, sumber daya manusia Indonesia siap berkompetisi. (Bud)

Read More »
Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Workshop Aladinstar Pisah Warna Manual

Event 03 November 2015 Loading..

Setelah beberapa waktu, tidak ada kegiatan berkumpul anggota SPM, Aladin SPS membuat acara Aladinstar yaitu kegiatan kumpul dari para pegiat screen printing dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan bahkan dari Kota Bandung.

Bertempat di Aladin SPS Cabang Tangerang, pada hari Minggu, 1 Nopember 2015,  dari jam 9:00 – 17:30 diadakan workshop pisah warna secara manual yang dipandu instruktur Chepy dari MADAT distro-merch &record Parung Bogor. Chepy mengajarkan bagaimana memisahkan warna secara manual untuk cetak spot color hingga 6 warna.

Menariknya semua peserta workshop yang berjumlah 50 orang dapat langsung mempraktekkan secara bergantian mencetak sablon di atas kaos GILDAN seri Soft Style warna hitam di atas meja sablon dengan 12 palet.

Dilanjutkan sesi kedua dengan memisahkan warna CMYK guna mendapat hasil full color. Dalam workshop itu juga ditampilkan demo cetak dengan mesin DTG ‘Ferari’ dari Surabaya.

Meski cuaca panas, para peserta workshop tetap bertahan hingga sore,mereka puas karena disamping mendapat pengetahuan baru dari instruktur, juga pengalaman dari teman sesama praktisi screen printing, untuk hal-hal yang sederhana misal menutup kaos dengan sepotong celotape agar kaos tidak kotor oleh gambar pas-cross. Terima kasih kepada semua pendukung acaraini, Aladin sps GILDAN , PRINTEX.

Read More »
Silaturahmi Nasional - Persiapan Industri Grafika Menghadapi MEA

Silaturahmi Nasional - Persiapan Industri Grafika Menghadapi MEA

Seminar 21 Januari 2016 Loading..

Industri Printing dan Grafika masih tetap eksis, walau pun terjadi pelemahan rupiah, krisis ekonomi global dan akan berlakunya pasar bebas. Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam industri grafika karena negara ini memiliki salah satu industri kertas terbesar di dunia.

Perubahan-perubahan di industri grafika terjadi, beberapa perusahaan percetakan skala mikro sudah menggunakan mesin-mesin digital printing canggih. Industri Grafika saat ini mendapatkan tantangan besar dari dunia digital. Sungguh pekerjaan yang tidak mudah untuk para wirausahawan percetakan dalam menanggapi tantangan tersebut. Dengan menjadi inovatif dan kreatif adalah satu-satunya jalan agar penggunaan kertas dalam industri grafika dapat terus berjalan.

 

Dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN ini diharapkan bahwa Indonesia mampu menarik investor-investor percetakan dari luar negeri untuk mengembangkan teknologi machinery. Kemajuan teknologi machinery adalah hal yang mutlak dalam industri manapun termasuk industri grafika. Mesin-mesin cetak offset yang digunakan oleh industri grafika Indonesia saat ini masih didominasi oleh kekuatan besar dalam industri grafika dunia seperti mesin Heidelberg dari Jerman dan mesin Komori serta Ryobi dari Jepang.

Efisiensi kerja  menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas perusahaan agar mampu berkompetisi dengan perusahaan sejenis, bahkan memenangkan  persaingan. Perusahaan harus melakukan efisiensi kerja  seperti perbaikan internal manajemen, mengikuti perkembangan teknologi, kompetensi Sumber Daya  Manusia ditingkatkan, dan memiliki data produksi yang lengkap dan akurat, serta penguasaan informasi dan teknologi secara utuh.

Indonesia harus optimis menghadapi pasar bebas ASEAN, Indonesia memiliki semua yang Negara lain punya. Mulai dari teknologi, mesin, sumber daya manusia hingga bahan baku. Pemerintah juga harus mendukung dengan kebijakan dan regulasi serta pembenahan dalam industri itu sendiri.

Sebagai contoh, Thailand membuat program 10 tahun untuk industri grafika dan pemerintah membujuk para pelaku usaha untuk pindah ke wilayah khusus dengan memberikan intensif dan tawaran yang menguntungkan.

Semua pihak harus bekerja sama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Yakinlah Indonesia mempunyai suatu yg baik dengan harga terjangkau.

Pemerintah dan Asosiasi terkait akan berupaya menjalin kerjasama. Indonesia masih sebagai base produksi sedangkan pemasarannya dilakukan oleh pihak lain atau luar negeri.

Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, masyarakat Indonesia harus saling bahu membahu dan bekerjasama dalam hal standarisasi harga dan spesifikasi yang jelas dan pasti, kualitas, biaya, dan delivery untuk menghasilkan suatu yang baik. bud

Read More »
IndoIntertex, Mini ITMA Indonesia

IndoIntertex, Mini ITMA Indonesia

Event 29 Maret 2016 Loading..

Keinginan memajukan dan membesarkan industri tekstil dan garmen Indonesia, membuat Paul Kingsen dari Peraga Expo berkomitmen secara rutin setiap tahun menyelenggarakan Pameran Indointertex. Pameran ini untuk menjembatani produsen dengan pelaku usaha dalam menyampaikan informasi dan produk terkini.

Indointertex, sebuah pameran bagi industri tekstil dan garmen atau apparel yang diselenggarakan setahun sekali. Akhir April 2016 nanti akan berlangsung pameran yang ke-14 kalinya. Pameran kali ini digawangi oleh Paul Kingsen sebagai Project Officer. Delapan tahun sudah Paul berkecimpung pada penyelenggaraan pameran ini.

Paul sebagai generasi kedua sebagai penyelenggara pameran Peraga Expo berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri tekstil dan garmen di Indonesia terutama untuk revitalisasi mesin. Sejak awal Peraga Expo menyelenggarakan pameran yang menampilkan mesin-mesin terbaru industri tekstil dan garmen sehingga para pelaku usaha bisa memperoleh informasi lebih dalam tentang teknologi mesin.

Pameran dan edukasi mesin dan teknologi industri tekstil dan garmen dengan nama IndoIntertex pertama kali diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat di arena PT Dirgantara Indonesia. Awalnya pameran diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan kami memilih lokasi Bandung sebagai tempat penyelenggaraan, karena 80 persen industri tekstil dan garmen berpusat di Kota Kembang ini.

Namun, antusias peserta dan pengunjung pada pameran ini begitu besar, membuat kami harus memindahkan lokasi pameran dari Bandung ke Jakarta. “Kami mencari lokasi yang representatif untuk pameran seperti ruangan, fasilitas pendukung seperti AC, Listrik, areal parkir dan lainnya. Kami sepakat mengambil lokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.” ujar Paul dalam perbincangan kami di kantor.

Kami ingin brand Indointertex ini lebih besar, kami ingin pameran ini dikenal dan melibatkan buyer dari Asia Tenggara. Kami mengundang para produsen atau pihak-pihak yang terkait dengan industri tekstil dan garment. Kami bukan hanya focus kepada buyer Indonesia saja tetapi juga Asia Tenggara. Jenis pameran seperti Indointertex global dikenal dengan nama ITMA. Peraga ingin menampilkan mini ITMA ala Indonesia atau Peraga. Kami pamerkan berbagai hal tentang tekstil printing, non woven dari hulu ke hilir sudah dihadirkan, tetapi porsinya masih kecil. Ke depan hal ini akan kami buat lebih focus dan semakin lebih besar, karena pasarnya berbeda-beda.

Peraga berupaya mengikuti tren yang terjadi di dunia tekstil dan garment. Kami sering berdiskusi dengan para pelaku usaha di industri ini tentang hal-hal yang diperlukan atau dibutuhkan mereka. “Kami ingin menjembatani pelaku usaha dengan perkembangan yang terjadi di industri misalnya teknologi dan produk terbaru,” kata Paul dalam perbincangan di kantor Peraga Expo atau PT Peraga Nusantara Jaya Sakti.

Sejak tahun 2010, penyelenggaraan IndoIntertex berlangsung di JIExpo Jakarta dan visi misi Peraga adalah ingin memajukan industri tekstil dan garmen Indonesia dan memperkenalkannya hingga ke luar negeri. Pameran ini menghadirkan perkembangan teknologi terbaru global yang diproduksi berbagai negara atau produsen. Pameran Indointertex semakin dinantikan oleh semua pihak. Sedianya pameran ini diselenggarakan dua tahun sekali, atas permintaan yang sangat besar dari para produsen dalam dan luar negeri serta pelaku usaha di industri tekstil dan garment, maka Indointertex diputuskan hadir setiap tahun sejak tahun 2013.

Lokasi pameran di Jakarta Internasional Expo di Kemayoran, Jakarta menyamankan semua pihak seperti penyelenggaraan pameran, peserta dan juga pengunjung. Terbukti setiap pameran, peserta yang berpartisipasi bisa dikatakan sebagian besar tetap atau sama.

Indointertex hadir bukan hanya mengejar target transaksi, pameran ini ingin mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha industri tektil dan garmen serta membuka pasar di industri tekstil dan garment di Indonesia dan dunia.


Oleh karena itu, Pameran ini didukung oleh berbagai pihak seperti Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta sejalan dengan program kementerian yakni program peremajaan mesin-mesin produksi. Pemerintah mensubsidi sebesar 10% jika melakukan peremajaan mesin produksi.

Indointertex menampilkan 90% eksibitor Indonesia dan selebihnya berasal dari kawasan regional Asia seperti China, India dan lain sebagainya. Eksibitor Eropa dan Amerika juga tertarik hadir. Mereka tertarik karena pameran ini sesuai dengan pasar mereka yakni memenuhi kebutuhan perusahaan atau pabrik. Indonesia dan Vietnam menduduki posisi sangat baik dan sangat berpotensi untuk industri tekstil dan garment. Sementara pengunjung pameran ini sekitar 70% berasal dari Jabodetabek dan Bandung, serta 20% dari daerah lain di Indonesia.

Masyarakat bisa hadir di pameran ini secara gratis dan sekitar 15 ribu pengunjung akan memadati pameran ini. Pengunjung pameran boleh dikatakan stabil, karena mereka merupakan pelaku usaha atau pihak-pihak terkait. Mereka datang dengan tujuan, apakah ingin mengganti mesin produksi, melihat kemajuan dan perkembangan teknologi atau mesin, atau sekedar meng-update pengetahuan atau informasi saja.

Pameran ini memang memasang target B to B (business to business) bukan business to consumer (B to C). Pihak perusahaan biasanya memerintahkan karyawannya untuk menghadiri pameran ini, sehingga mereka memperoleh informasi dan teknologi terbaru di Industri tekstil dan garment.

Tahun 2016, Indointertex akan digelar pada bulan April 2016. Paul menjelaskan akan melakukan ekspansi ke tekstil printing dengan melakukan kerjasama dengan world textile information network. Selain itu, pameran akan menampilkan mesin dan teknologi terbaru dari beberapa produsen dan berlangsungnya Musyawarah Nasional dan seminar Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). “Kami ingin menyajikan sebuah pameran Mini ITMA ala Peraga Expo di Indonesia,” tegas Paul.

Setiap pameran terselenggara cukup sukses, pihak peserta pameran cukup puas sehingga pameran ini bisa dikatakan stabil. Tahun ini kami ingin fokus ke industri tektil printing. Industri tekstil dan garmen tahun 2016 diperkirakan meningkat, kami juga optimis industri ini bertahan dan naik.

Pameran Indointertek 2016 akan lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya karena menempati ruangan dan fasilitas baru, sehingga pengunjung bisa menyaksikan alur one stop solution, mulai chemical, texprint, teknikal tekstil dan laundry. Pengunjung bisa menyaksikan industri hulu hingga hilir. Tahun 2016, industri tektil dan garment Indonesia diharapkan bangkit dan maju. Masyarakat Indonesia bisa melihat kemajuan dan perkembangan industri tekstil dunia di pameran ini. Jika Anda tidak hadir pada pameran ini akan sangat rugi. Indointertex 2016 hadir di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada tanggal 27-30 April 2016. (bud)

Read More »
INDO INTERTEX 2016 - Moving Forward for ASEAN’s Bright Market

INDO INTERTEX 2016 - Moving Forward for ASEAN’s Bright Market

Event 30 Maret 2016 Loading..

Peraga Expo menyelenggarakan pameran dagang terbesar internasional di ASEAN untuk industry tekstil dan garmen. 

Salah satu ajang pameran industri tekstil paling berpengaruh di Asia Tenggara - Indo Intertex 2016 akan dihelat di Jakarta. Pameran ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo, Indonesia pada tanggal 27 - 30  April 2016. Lebih dari 610 peserta pameran dari 24 negara turut serta meramaikan Indo Intertex 2016 yang akan memanfaatkan ruang lebih dari 23.300 meter persegi . Produk dan solusi yang dipamerkan akan meliputi mesin dan teknologi terbaru dalam pemintalan , tenun , rajut , pencelupan, pencetakan , pengujian tekstil dan peralatan pengukuran dan kontrol , mesin garmen dan aksesoris , produk tekstil serta semua jenis zat warna dan pigmen.

Respon yang cukup tinggi dari produsen tekstil terkenal dan garmen internasional untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia menjadikan nilai tambah strategis terhadap kualitas produk dan produktivitas yang lebih tinggi sebagai respon terhadap hadirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC).

IndoIntertex 2016 bertindak sebagai pelopor untuk memimpin transformasi dan peningkatan industri tekstil di Indonesia. Ajang ini membawa susunan produk dari seluruh dunia dengan dukungan kuat dari badan-badan perdagangan internasional dan badan-badan pemerintah seperti Jerman, Italia, Cina, Korea , Taiwan dan diikuti oleh sejumlah peserta pameran yang setia seperti JUKI, BROTHER dan Groz – Beckert yang akan menampilkan generasi terbaru dari jarum jahit dan Fongs yang akan menampilkan mesin pencelupan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi , penghematan energi dan ramah lingkungan.

Menyajikan Perpaduan Antara Bahan Tekstil dengan Teknologi

Selain demonstrasi one stop mesin tekstil dan peralatan, Indo Texprint 2016 yang hadir bersamaan, akan  menyediakan demo screen printing di Balai C2 yang memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan pakar-pakar sablon. Para pelaku industri juga dapat bisa mengakses teknologi terbaru , informasi dan pengembangan tren pasar tekstil dan pakaian.

Selain itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia(API) akan menyelenggarakan seminar dengan tema "Sustaining Tekstil dan Garmen di Indonesia" di mana para pembicara profesional akan menyoroti konservasi energi potensial dan pembangunan industri yang berkelanjutan . Pada hari ke-2 , Anfa ( Asia Non -woven Fabric Association ) akan memunculkan prospek pengembangan industri tekstil teknis di Indonesia saat WTIN ( Information Tekstil Dunia Network) yang akan membuat platform konferensi baru untuk teknologi digital printing .

Indo Intertex 2016 yang mengusung tema “Moving Forward for ASEAN’s Bright Market” ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian, Bapak Saleh Husin. (BW)

Read More »
BEKRAF Siap Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

BEKRAF Siap Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

News 31 Maret 2016 Loading..

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu sektor andalan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global, khususnya saat memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebagai lembaga yang bertanggungjawab langsung kepada presiden, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjadi pihak terdepan dalam mengelola dan menumbuhkembangkan potensi ekonomi kreatif kota-kabupaten di seluruh Indonesia secara sinergis dan berkelanjutan.

Skema kerja sama dalam pembangunan ekonomi kreatif adalah adanya kelengkapan infrastruktur kelembagaan dalam keterlibatan unsur ‘quadro helix’ (birokrasi, akademisi, bisnis dan komunitas) serta adanya dukungan infrastruktur digital yang berkualitas dan modern.

Ketua Panitia ICCC 2016, Liliek Setiawan mengatakan bahwa even ini akan banyak sekali menghasilkan sejumlah rekomendasi dan arahan yang berguna bagi pengembangan kota kreatif, “Banyak sekali arahan-arahan yang dihasilkan dari birokasi dalam bentuk kebijakan dan kemudian selanjutnya bisa diaplikasikan dari sisi bisnis dan juga ada community sebagai katalisatornya tidak lupa sekarang ada faktor plusnya yaitu media,” ujarnya.

Untuk merumuskan dan mematangkan konsep pengembangan ekonomi kreatif secara masif di tingkat kabupaten-kota, Bekraf bekerja sama dengan Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif Indonesia, Pemkot Malang dan Komunitas Malang Creative Fusion (MCF) ambil bagian dalam menyelenggarakan konferensi Indonesia Creative Cities Conference 2 (ICCC2), 31 Maret-1 April 2016 di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang juga bersamaan dengan pelaksanaan Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Expo ini dihadiri oleh seluruh walikota dan delegasi dari beberapa negara Asean.

Konferensi ICCC 2 yang bertajuk “Menuju Kota Kreatif Indonesia yang berkelanjutan” ini diharapkan mampu mewakili inovasi, komoditas, dinamika dan aneka bentuk kreativitas di indonesia yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi kreatif di level kota dan kabupaten. Selain itu, untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dalam upaya membangun potensi ekonomi kreatif yang ada dari masing-masing daerah.

Sasaran even ini secara nasional adalah terbentuknya organisasi Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif, lengkap dengan susunan pengurus dan program kerja, sehingga aktivitas di kota dan kabupaten bisa tumbuh, berkembang dan saling berkolaborasi sebagaimana terjadi di tingkat nasional maupun internasional. 

“Jejaring kota kreatif ini adalah kunci dari kemajuan ekonomi kreatif. Karena tidak mungkin semuanya diatur dari pusat. Di Malang bisa diatur dari pusatnya kota Malang. Tapi di Indonesia tidak bisa diatur kreativitas rakyatnya, kreativitas yang didukung oleh regulasi oleh pemimpin di pusat, tidak bisa. Jadi tanpa adanya jejaring kota kreatif ini, impossible kita melakukan percepatan,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Pada Konferensi ICCC2 ini akan dibahas sejumlah isu, keberhasilan dan permasalahan ekonomi dan industri kreatif. Hasil pembahasan tersebut diharapkan bisa merumuskan kesepakatan bahwa pengertian kota kreatif, industri kreatif dan ekonomi kreatif yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai dasar rekomendasi strategis penguatan kontribusi kota kreatif pada kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan.

Di lain kesempatan, Wali Kota Malang Mochamad Anton menyatakan perwakilan luar negeri seperti Kroasia dan China ikut meramaikan perhelatan akbar Kota Apel di akhir bulan ini. “Kami melibatkan berbagai negara yang memang telah melakukan sister city dengan kota Malang. Dimana kami juga sudah melakukan hubungan kerja, dimana UKM UKM ini sudah berlangsung di tempat mereka,” ujarnya.

Read More »