Tags Textile»

High-Volume Shops Stay

High-Volume Shops Stay

Textile & Garment 23 Agustus 2011 Loading..

Adding new customers, increasing business with current ones and adding new products cap decorators´ list of most lucrative business strategies.

Dec 1, 2007

Read More »
10 Tips for Successful Simulated Process Printing

10 Tips for Successful Simulated Process Printing

Screen Printing 25 Agustus 2011 Loading..

Nothing´s automatic when it comes to making a simulated process print pop off the garment. Follow these insights to improve your process.

Read More »
Mengenal Ragam Jenis Kain

Mengenal Ragam Jenis Kain

Textile & Garment 11 November 2014 Loading..

Penulis: B. Wisanggeni

Dunia fashion telah booming sejak puluhan tahun lalu. Tidak lagi terhitung jumlah jenis pakaian yang telah diproduksi dan digunakan oleh banyak orang. Tetapi tidak semua orang tahu dan mengerti apa nama bahan yang digunakan untuk pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, kami akan sedikit mengulas tentang beberapa jenis kain dan karakteritisknya.

Cotton

Nama bahan ini cukup familiar ditengah masyarakat. Bahan ini pula yang sering jadi andalan distro untuk menarik pembeli. Bahan ini terdiri dari 2 macam yaitu Cotton Combed dan Cotton Carded. Sifat kedua jenis bahan ini sama yaitu tidak panas dan dapat menyerap keringat karena bahan dasarnya adalah serat kapas. Tetapi ada satu ciri yang membedakan keduanya, Cotton Combed lebih halus dan lebih ringan sehingga lebih nyaman digunakan dibanding Cotton Carded. Jika digunakan untuk kaos, biasa dikenal dengan jenis Cotton Combed 20’s, 30’s dan lain-lain. Ini membedakan tebal tipisnya kaos. Adapula yang dinamakan Double Cotton, bahan ini lebih tebal dari Combed 20’s. Bahan ini nyaman dan biasanya berat kebawah ketika dipakai. Sayangnya, bahan ini cepat melar ketika sering dicuci.

Viscose

Bahan ini biasanya digunakan untuk lingerie, underwear, casual wear sampai jaket. Bahan ini halus, licin dan lentur. Ketika dipakai terasa lembut dan dingin di kulit. Bahan ini juga menyerap keringat dan warnanya mengkilat. Viscose terbuat dari serat kayu Eucalyptus, sejenis pohon Pinus. Perawatan untuk pakaian dengan bahan Viscose adalah jangan merendam dengan deterjen dalam waktu yang lama.  Ada pula bahan yang dicampur dari bahan Viscose dengan Cotton. Bahan ini disebut CVC-Cotton Viscose. Kelebihan bahan ini adalah tingkat susut polanya(Shrinkage) lebih kecil dari Cotton.

Polyester

Bahan ini terbuat dari serat sintetis, terkadang perpaduan dari serat fiber poly dengan bijih plastic. Tidak heran jika pakaian dengan bahan ini jika dipakai akan terasa panas dan tidak menyerap keringat. Biasanya noda makanan maupun minyak sulit hilang dari pakaian berbahan dasar Polyester atau PE. Bahan Polyester kerap juga dicampur dengan bahan Cotton. Bahan ini namanya TC atau Teteron Cotton. Kualitasnya berada dibawah Cotton karena sifat Polyester yang panas dan tidak menyerap keringat. Tetapi bahan ini memiliki kelebihan diantaranya tahan kusut dan tidak cepat melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Linen

Bahan kain ini hampir seperti katun, namun memiliki serat yang lebih kuat. Bahan ini sangat cocok untuk dibuat sebagai gaun ataupun casual wear. Bahannya nyaman dipakai karena dingin dan menyerap keringat. Perawatan untuk pakaian berbahan Linen harus ekstra perhatian, bahan ini mudah kusut sehingga anda harus memperhatikan petunjuk mencuci maupun menyetrikanya dengan benar. Pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air hangat ketika hendak mencucinya.

Wool

Bahan ini tebal dan menyerap air sehingga sangat susah dibersihkan apabila terkena noda dan akan menyusut jika cara mencucinya tidak benar. Karena tebal sehingga cukup berat dipakai, orang akhirnya lebih banyak memilih jenis Lightweight Wool. Bahan ini lebih ringan dan cukup awet tanpa mengurangi kesan mewahnya.

Sutra

Bahan ini sering juga disebut Silk. Seperti namanya, bahan ini memang terbuat dari kepompong ulat sutra. Sutra umumnya menyerap air dan sangat mudah sobek. Untuk itu, pencucian dengan sistem dry clean sangat disarankan untuk pakaian berbahan sutra. Kain sutra ini berkembang menjadi beberapa jenis diantaranya Chiffon, Crepe de Chine, Duchesse Satin, Dupion, Georgette, Habutai, Matika, Organza, Taffeta dan masih banyak lagi

Denim

Denim merupakan material kain yang terbuat dari katun Twill. Teksturnya mirip karpet tapi lebih tipis dan halus. Nama Denim sendiri di yakini berasal dari Perancis dengan nama bahan Serge de Nimes. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini hanya memiliki satu warna yaitu Indigo. Tapi dengan perkembangan zaman, dibuatlah Denim dengan warna-warna lain. Bahan ini merupakan bahan yang sangat popular di masyarakat. Jeans merupakan salah satu pakaian yang terbuat dari bahan Denim. Nama Jeans sendiri dipopulerkan pertama kali oleh Levi Strauss dan Jacob Davis melalui perusahaannya Levis yang memproduksi celana berbahan Denim pada 1873.

Leather & Suede

Bahan ini sebetulnya sama-sama terbuat dari kulit. Yang membedakan adalah jika Leather terbuat dari bahan kulit luar, maka Suede terbuat dari bahan kulit bagian dalam. Penggunaan bahan ini akan terlihat elegan dan mewah. Perawatannya pun memerlukan perhatian khusus. Ada beberapa hewan yang kulitnya biasa di manfaatkan pada industry fashion diantaranya kambing, domba, sapi, buaya, ular dan sebagainya. Tetapi anda jangan sampai terkecoh dengan penampilan, karena saat ini banyak juga tersedia bahan kulit sintetis. Untuk membedakan antara kulit asli dan sintetis, anda dapat melihat pada teksturnya, biasanya kulit sintetis bertekstur halus tanpa kerutan. Selain itu, dapat pula dibedakan dari baunya. Kulit sintetis, bahannya cenderung tidak berbau, bahkan ada yang wangi. Kemudian, cek pula berat bahan. Kulit asli akan lebih berat dibanding kulit buatan atau sintetis.

Lycra

Banyak orang mengenal Lycra dengan nama Spandex. Bahan ini terbuat dari campuran bahan kimia elastomer. Ciri kain ini adalah lentur dan memiliki elastisitas tinggi. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti baju renang, baju aerobic, legging, baju selam dan sebagainya. Pemakaian bahan spandex atau lycra ini biasanya dicampur dengan bahan lain seperti Polyester. Untuk baju renang, persentase penggunaan bahan spandex mencapai hampir 10% yang digabung dengan bahan Nylon atau Polyester.

Drill

Kain Drill merupakan kain yang dipintal dalam tekstur diagonal dengan jalinan benang yang kuat. Kain Drill biasa terbuat dari bahan katun atau polyester. Jika di klasifikasi berdasar serat, Drill terbagi atas 3 serat yaitu Twist Drill atau kain berserat kecil, American Drill atau kain berserat sedang dan Japan Drill atau kain berserat besar.

Lacoste

Lacoste sering dikenal dengan nama Pique. Kain ini merupakan kain yang memiliki pori-pori. Kain ini biasanya terbuat dari bahan katun, polyester atau gabungan dari keduanya. Nama Lacoste sendiri diambil dari nama produsen kaos yang mengunakan bahan kain Pique. Selain Lacoste, produsen lain yang menggunakan bahan kain ini adalah Polo. Yang membedakan adalah jika Pique Polo memiliki pori-pori yang lebih kecil, sementara Pique Lacoste memiliki serat yang berpori besar.

Canvas

Kain ini bertekstur tebal dan kasar. Biasanya sering digunakan untuk jaket lapangan yang digunakan pada pertambangan atau untuk mendaki gunung. Karena tebal, kain ini mampu melindungi tubuh penggunanya dari goresan batu atau benda lainnya. Ketebalan ini pulalah yang membuat pakaian yang terbuat dari bahan ini memiliki bobot yang tidak ringan.

Demikian beberapa jenis kain yang sering ditemui dipasaran. Apabila anda hendak membeli bahan pakaian, tentukan terlebih dahulu jenis bahan yang akan dipergunakan. Selamat berbelanja.

Read More »
Flocking

Flocking

Screen Printing 13 November 2014 Loading..

Sebagai satu teknik, flocking dapat diterapkan pada beberapa media misalnya kertas tebal untuk memperindah kartu ucapan, pakaian jadi dan lainnya. Teknik ini sudah dikenal lama dan dapat dikerjakan sebagai karya kerajinan secara manual. Untuk membuat produk masal anda memerlukan peralatan khusus untuk menerapkan aplikasi ini, tidak hanya ditabur diatas permukaan pakaian saja.

Untuk jelasnya anda dapat melakukannya sebagai berikut:

1. Bentangkan kain yang akan anda Flocking diatas permukaan yang rata
2. Cetak dengan menggunakan bingkai screen printing yang sudah anda persiapkan sebelumnya, sesuai gambar yang dikehendaki. Cetak tanpa menggunakan tinta tetapi menggunakan lem atau flocking additive sehingga gambaryapun terbentuk.

3. Taburkan serbuk Flocking diatas bagian gambar yang sudah tercetak
sebelumnya, dan bersihkan sisa-sisa serbuk yang jatuh diluar gambar / lem
4. Keringkan sehingga serbuk Flocking menyatu dengan kain Anda, dan gambar indahpun terbentuk.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses Flocking:

1. Ketebalan lem, bila diaplikasikan terlalu tebal tidak mudah kering dan lem akan “memakan” serbuk Flocking.
2. Pengaturan suhu pengeringan lem pada mesin pengering yang tepat karena
bila terlau panas akan kering dan Flocking menjadi keras/kaku. Demikian sebaliknya kalau kurang panas/ kering, Flocking akan mudah rontok atau terkelupas pada saat dicuci, karena belum terjadi senyawa yang baik antar lem
dan Flocking.

PERHITUNGAN EKONOMIS FLOCKING
Jumlah persentase serbuk Flocking yang beterbangan terbuang(waste) pasti akan mempengaruhi biaya produksi dan harga jualpun menjadi lebih mahal.
Untuk menekan biaya, ada alternatif teknik lain yaitu Flocking Transfer. Teknik
ini adalah proses memindahkan Flocking yang sudah dicetak di sebelumnya
diatas kertas transfer (pre printed), kemudian gambar Flocking yang terbalik tadi
dipindahkan ke atas kain dengan menggunakan mesin press panas. Proses ini pasti lebih mudah dan murah, namun ada keterbatasan antara lain: hanya satu warna, motif gambar terbatas sesuai desain pabrik pembuatnya misal gambar
harimau, kurang terasa kesan beludru di jari dan yang terakhir kurang tahan cuci.Flock Transfer

Read More »
Swans Twenty, Paduan Busana Tradisional Sentuhan Modern

Swans Twenty, Paduan Busana Tradisional Sentuhan Modern

News 09 Desember 2014 Loading..

Para desainer berlomba menampilkan rancangannya dengan mengangkat kain budaya Nasional, misalnya Edward Hutabarat, Didit Maulana dengan tenun ikatnya, atau Ghea Panggabean dengan motif kekayaan Nusa Tenggara Timur yang didesain wearable untuk acara sehari-hari.

Swans Twenty, brand lokal baru di industri fashion yang muncul pada pertengahan 2014 lalu yang mempunyai visi untuk memperkenalkan motif-motif asli negeri ini kepada khalayak muda. Misalnya, motif batik, songket, dan juga kerah ala kebaya Jawa sehari-hari.

Busana anak muda identik dengan warna-warni super cerah, ripped everywhere, dan jauh dari kesan etnik. Cukup banyak orang beranggapan, busana etnik biasanya sih identik dengan orang-orang yang berumur tetapi hal ini tidak berlaku bagi SwansTwenty.

Awalnya mereka menawarkan karya busana secara online di swanstwenty.com. “Koleksi kami diminati oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara seperti Malaysia, Brunei, Hongkong, dan Australia,” kata Lucy Akmaltalia, pemilik dan Direktur Branding Swans Twenty.

Lucy membuka butik ini untuk memastikan bahwa koleksi bisa didapatkan di butik, sehingga kenyamanan konsumen menjadi lebih. “Berdasarkan pengalaman kami ketika membeli beli baju secara online ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang ditampilkan,” jelasnya dalam pembukaan butik Swans Twenty di Jakarta.

Butik SwansTwenty menghadirkan koleksi busana sentuhan tradisional Indonesia yang dapat dipakai sebagai busana keseharian, khususnya bagi generasi muda yang tetap ingin tampil young, trendy dan chic.

Butik berkonsep “Traditional Touch of Modern Indonesia”, hadir di Jalan Gandaria 1 No.47 , Jakarta Selatan dengan menawarkan rancangan busana karya anak bangsa. Koleksi Swans Twenty cocok untuk segmen pasar berusia 18 – 30 tahun dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp300 ribu sampai  Rp1,5 juta. Selain itu, juga menawarkan merek second line mereka yakni “Nimonina”. Merek ini untuk mengakomodir keinginan para konsumen segmen B dan C untuk busana dengan kisaran harga Rp50 ribu – Rp300 ribu.

‘SwansTwenty´ dan ‘Nimonina by SwansTwenty´ siap mengakomodasi tren busana yang mengangkat unsur tradisional Indonesia. Model-model busana yang modis ini tak lain merupakan sentuhan kreatif para desainer muda berbakat yang menjadi tulang punggung kepiawaian dua brand dalam membidik pasar fashion Tanah Air.

Desainer Dibalik Swans Twenty dan Nimonina

Sentuhan inovatif dan kreatif dua desainer muda berbakat Indonesia yakni Mega dan Sofia Sari Dewi mampu menghadirkan rancangan modern sentuhan tradisional. Mega sebagai desainer peringkat 11 besar lulusan terbaik sekolah mode Susan Budiarjo tahun 2014 sedangkan Sofia Sari Dewi merupakan juara ketiga kontes “Citilink Desaigner Challenge” dan Nominator Reka Baru Design Indonesia tahun 2014.

Mega dan Sofie bermimpi ingin menjadikan fashion lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Masyakarkat Indonesia jangan hanya bangga pakai produk luar negeri, fashion lokal juga bagus-bagus,” kata Sofia.

Hasil rancangan mereka pada merek Swans Twenty diterima dan diminati konsumen Malaysia dan sudah menghiasi tiga butik di Malaysia. “Orang Malaysia sangat excited dengan fashion dari Indonesia karena cutting-nya bagus,” tandasnya.

“Semoga butik Swans Twenty bisa terus memenuhi kebutuhan para fashionista dimana pun dan terus eksis dalam industri fashion, serta dapat menjadi spot fashion berkelas," harap Lucy Akmalita. Lucy menambahkan sesuai makna dariu nama SwansTwenty yaitu brand ini akan terbang melanglang buana seperti angsa dan dapat diteruskan hingga lebih dari tujuh turunan.

Read More »
NANOSNG MEMBUAT IGE YOGYA LEBIH NGEJRENG

NANOSNG MEMBUAT IGE YOGYA LEBIH NGEJRENG

News 09 Desember 2014 Loading..

Sebagai salah satu peserta pameran IGE (Indonesia Grafika Expo) kali ini di Yogyakarta 15-18 Oktober 2014, NANOSNG salah satu perusahaan Korea yang bergerak dibidang cetak digital di atas tekstil nampak sangat menonjol. Dengan “gerbang” yang tinggi seperti arch de triumph di Paris, stand NANOSNG berdiri megah di tengah peserta lannya.

Mr.Yang Bae Geun, Direktur SNG menyatakan bahwa setiap kali ikut pameran selalu membawa seluruh peralatan cetak sublimasinya secara lengkap yaitu printer MUTOH seri VJ1324 V, RJ 900X, VJ 1624W dan VJ1638 WX  serta Heat Press KYUNGILTECH type GTS 44 dan type ATM 3-70. Semuanya ini untuk menunjukkan kepada khalayak Yogya bahwa proses cetak sublimasi ini mudah dan tidak perlu tenaga banyak.

Kalau di stand NANOSNG kita melihat satu motor trail besar dan beberapa jersey dan pakaian balap, maka pada pameran kali ini, NANOSNG mengajak patner lokalnya di Yogyakarta yaitu ADRIANS ADRIANS dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pembalap motor trail dan road racer, dan mengembangkan bisnisnya dengan  membuka toko untuk keperluan balap, seperti motor, pakaian balap, jersey dan kelengkapan lainnya. ADRIANS juga telah mengembangkan jasa printing digital subimasi untuk pembuatan pakaian balap.

“Dengan rangkaian peralatan printing sublimasi yang relatif sederhana  dapat dipakai sebagai modal awal untuk membuka usaha jasa printing tekstil” ungkap Iwan, dari Pemasaran NANOSNG. Printing sublimasi tidak hanya diterapkan dalam pakaian olah raga, tetapi juga untuk mencetak kain sifon, dan juga pada kain satin untuk jilbab, sarung bantal dan berbagai kegunaan lainnya.

Untuk itu pada pameran kali ini NANOSNG lebih mentargetkan untuk memberi edukasi untuk industrialis Yogya dan Solo akan kemampuan ini, karena selama ini banyak jasa printing sublimasi dikerjakan di Bandung dan Jakarta yang sebenarnya bisa dikerjakan di Yogya sendiri

Pada pameran IGE kali ini NANOSNG telah menjual beberapa mesin heatpress GTS dan mesin laminating yang bekerjasama dengan perusahaan leasing Verena. “Dengan dana sebesar 205 juta rupiah Anda sudah dapat memulai bisnis printing sublimasi”, imbuh Iwan. (Bambang Supriyadi, PRINTEX)

Read More »
Philips Steam Plus, Membersihkan Pakaian dengan Uap Air

Philips Steam Plus, Membersihkan Pakaian dengan Uap Air

News 22 Desember 2014 Loading..

Dalam upaya membantu para ibu di Hari Ibu Nasional, 22 Desember 2014. Philips Indonesia, perusahaan yang berkomitmen untuk membawa inovasi bermakna  di bidang peralatan rumah tangga, hadirkan produk inovatif untuk membantu Ibu memberikan  yang  terbaik bagi keluarga.

“Philips mengucapkan ‘terima kasih’ kepada seluruh Ibu atas dedikasi dan kasih tanpa batas atau “Care Without Limits” yang mereka berikan kepada keluarga,” kata Nick Andrews, Head of Marketing Philips Consumer Lifestyle Indonesia.

Oleh karena itu, seorang Ibu sudah selayaknya dibantu dengan peralatan berteknologi yang mudah dan efisien. Utnuk memudahkan menyeterika cucian dan merawat produk tesktil di rumah. Philips menciptakan peralatan dengan teknologi terkini untuk pakaian bernama Philips Steam Plus.

Philips Steam Plus merupakan perangkat untuk membersihkan pakaian menggunakan uap tanpa bahan kimia dan hanya menggunakan air, tetapi sangguh membunuh bakteri hingga 99,9%. Philips Garment Steamer dapat membantu para Ibu untuk membuat pakaian kusut menjadi licin sekaligus melindungi kain yang halus.

Seperti diutarakan Ahli tekstil yang juga dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Muhammad Fahmi, bahwa perawatan produk tekstil  yang benar saat di rumah maupun ketika  bepergian untuk jenis-jenis tekstil atau bahan sangat penting. “Kebanyakan para Ibu tidak terlalu menaruh perhatian bahwa isi lemari baju keluarga mereka terdiri dari berbagai jenis bahan dan pakaian, untuk itu para Ibu harusnya mulai mengubah cara menangani cucian termasuk mencuci dan menyetrika,” lanjut Fahmi.

Sebaiknya pergunakan peralatan yang mampu mengimbangi perkembangan produk-produk perawatan tekstil berkualitas tinggi, seperti seterika kering dan uap, atau garment steamer, yang memudahkan melakukan perawatan berbagai jenis tekstil termasuk mencuci dan menyeterika. Para Ibu bisa menyeterika lebih cepat, dan pakaian bisa langsung dipakai oleh keluarga untuk tampil rapi di acara apapun  setiap harinya.

Philips, perusahaan dengan pengalaman lebih dari 120 tahun dalam menyediakan inovasi bermakna untuk peningkatkan kualitas hidup, telah mengembangkan sejumlah  inovasi untuk rumah yang didasarkan pada kebutuhan utama para Ibu.

Philips mengerti peran penting Ibu dalam menciptakan dan menjaga kesehatan serta kebahagiaan keluarga, karena itu kami ingin mendukung semua pekerjaan Ibu menjadi lebih mudah. Dengan begitu, Ibu akan punya lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama orang-orang yang paling mereka cintai.

Read More »
Target Ekspor Tekstil Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2019

Target Ekspor Tekstil Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2019

News 13 Januari 2015 Loading..

Pemerintah dan pengusaha Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) diharapkan saling bekerjasama untuk meningkatkan ekspor nasional tiga kali lipat pada tahun 2019. Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta kedua pihak bersma-sama mewujudkan target pemerintah ini.

Nilai ekspor industri TPT Indonesia diharapkan mencapai nilai 36 miliar Dolar AS pada tahun 2019, saat ini nilai ekspor industri TPT telah mencapai 12,68 miliar Dolar AS dengan surplus neraca perdagangan sekitar 4,21 miliar Dolar AS. Dengan nilai ekspor tersebut,  produk TPT mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar 11,22% terhadap total ekspor industri nasional.

Menperin menyatakan industri TPT mampu mempertahankan surplus rata-rata senilai 4,3 miliar Dolar AS dengan kontribusi ekspornya di atas 10% terhadap total ekspor industri nasional. Kontribusi produk tekstil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan non migas mencapai 8,67%. Dalam hal tenaga kerja industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 10,6% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Padahal neraca perdagangan nasional mengalami defisit sejak tahun 2012.

"Saya harap para pengusaha industri TPT bersama pemerintah dapat bekerja sama untuk mewujudkan target ekspor 2019 sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing," kata Saleh Husin, Menteri Perindustrian (Menperin).

Menperin mengutarakan industri TPT nasional merupakan industri strategis yang memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri, serta penghasil devisa ekspor non migas dengan nilai yang cukup signifikan. Sementara itu, industri TPT memiliki struktur industri yang telah terintegrasi dari hulu ke hilir. Produk garmen nasional sudah diakui dunia sebagai produk berkualitas baik yang diminati di manca Negara.

Industri TPT telah menunjukkan nilai surplus perdagangan dalam beberapa tahun terakhir mencapai lebih dari 6 milyar dolar AS. Bahkan pada triwulan II tahun 2014, ekspor industri garmen mencapai 3,7 miliar Dolar AS atau berkontribusi sebesar 58% dari total ekspor Industri TPT Nasional.

Sementara itu, di sisi ketenagakerjaan, industri garmen memberi kontribusi penyerapan tenaga kerja mencapai 800 ribu orang dan setiap tahunnya memberikan tambahan penyerapan tenaga kerja baru hingga 30 ribu orang. Sebesar 52% dari SDM industri TPT diserap oleh industri garmen.

Gambaran di atas mencerminkan, industri garmen berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian nasional dan produk garmen Indonesia diakui kualitasnya di mancanegara. Namun, kinerja yang sudah baik ini harus lebih ditingkatkan dengan mengintegrasikan kemampuan suplai bahan baku kain dari dalam negeri.

Saat ini, industri TPT membutuhkan kain hingga 2,1 juta ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi industri kain mencapai 2,5 juta ton per tahun. Melihat ketidakseimbangan itu maka seharusnya kebutuhan produk kain dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri. Indonesia masih melakukan impor kain mencapai 615 ribu ton atau 29% dari kebutuhan kain domestik.

Pemerintah sudah berupaya memperbaiki program untuk industri ini, misalnya Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan industri TPT yang telah berlangsung selama delapan tahun seharusnya telah memiliki kemampuan yang memadai. Ke depan koordinasi dan komunikasi yang terbuka diharpkan dapat menjawab permasalahan yang terjadi.

Untuk mewujudkan target maka Kementerian Perindustrian berkomitmen akan mendukung industri TPT agar bisa berjaya di pasar domestik  maupun mancanegara.

Read More »