Tags TyeDye»

Kreativitas Untuk Naikkan Nilai Kaos

Kreativitas Untuk Naikkan Nilai Kaos

Other Application 21 Mei 2015 Loading..

Sebuah kaos akan memiliki nilai tambah jika tampil menawan dan hasil sebuah tangan yang trampil dan inovatif. Untuk menaikkan nilai sebuah kaos dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya sablon atau screen printing, Cut Out dan Tye Dye.

Seminar IAPE 2015 hari pertama diisi oleh Benny S Rahardjo dengan tema kreativitas untuk naikkan nilai kaos dengan tangan dan cara sederhana. Kaos hasil tangan trampil pasti tampil menarik perhatian. Untuk membuat kaos inovatif tidak harus mengeluarkan biaya mahal dan menggunakan peralatan canggih serta semua orang bisa melakukannya.

Di Indonesia minim informasi dan pendidikan terutama dalam hal teknologi, padahal banyak sekali yang bisa dikembangkan. Di industri tekstil atau kaos tidak perlu monoton. Beberapa cara untuk meningkatkan harga jual dan nilai lebih seperti:

Screen printing

Anda bisa beli kaos warna hitam atau abu-abu kemudian tambahkan desain untuk meningkatkan nilai jual.

Cut Out

Anda bisa berkarya dengan membuat model kaos sendiri dengan menggunakan gunting atau peralatan tajam lainnya. Kemudian dikreasikan dengan berbagai bentuk dan model.

Tye Dye atau Jumputan

Kreatifitas ini merupakan hasil tangan atau handmade sehingga satu kaos dengan kaos lainnya akan berbeda walau pewarnaan dan teknik atau cara yang sama.

Lakukan kreativitas di kaos yang Anda miliki untuk menghasilkan karya seni di kaos yang mumpuni

Read More »
Shibori, Teknik Pewarnaan Celup Dari Jepang

Shibori, Teknik Pewarnaan Celup Dari Jepang

Other Application 19 Oktober 2016 Loading..

Shibori atau Shiborizome merupakan teknik mewarnai kain yang berasal dari negeri Sakura, Jepang dan telah ada sejak abad ke 8. Kata shibori sendiri berasal dari kata kerja Shiboru, yang dapat diartikan sebagai proses memanipulasi bahan untuk menghasilkan bentuk tiga dimensi dengan cara mengikat dan membuat simpul.Teknik menghias kain ini biasa dilakukan menggunakan bahan celup alami diatas kain katun putih. Pada dasarnya teknik Shibori ini sama dengan Tie Dye atau Jumputan di Indonesia.

Teknik pewarnaan celup sebenarnya sudah ada sejak jaman kuno dan digunakan di berbagai negara. Namun istilah modernnya, Tie Dye atau ikat celup baru mulai populer tahun 60an di Amerika, meski konon teknik ini ditemukan oleh orang Afrika. Di Indonesia, juga ada teknik serupa dalam membuat motif dan warna pada kain putih polos dengan teknik mengikat dan menutup sebagian kain dengan karet gelang, tali rafia dan plastic, untuk selanjutnya dicelup pada pewarna kain atau wantex. Teknik ini dikenal dengan Jumputan.

Shibori sendiri lebih menerapkan teknik resist dyeing, atau proses pencelupan sebagian kain dengan cara mencegah bagian lainnya agar tidak terkena zat warna. Karena itu, pemahaman mengenai teknik celup ikat ini sangat dibutuhkan. Ada beberapa teknik Shibori yang dikenal, diantaranya:

Kanoko Shibori

Teknik ini dibuat dengan cara mengikat beberapa bagian kain sesuai pola yang diinginkan. Jika bagian-bagian kain diikat secara acak, maka hasilnya adalah bulatan-bulatan acak. Bila kain dilipat dulu sebelum diikat, maka pola yang dihasilkan akan berbentuk bulatan teratur ditempat-tempat yang dilipat.

Arashi Shibori

Teknik ini dibuat dengan cara melilitkan kain pada sebuah pipa, lalu diikat kencang dengan benang disepanjang pipa. Setelah itu kain didorong hingga membentuk sebuah kerutan. Teknik Arashi Shibori akan menghasilkan kain lipit berpola serong yang menyerupai hujan dikala badai.

Itajime Shibori

Secara tradisional, teknik ini dibuat dengan cara kain dijepit diantara dua potong kayu kemudian diikat dengan tali.

Miura Shibori

Teknik ini dikenal sebagai ikatan loop atau lubang, merupakan teknik menghias kain yang dilakukan dengan cara mencabut bagian-bagian tertentu pada kain menggunakan jarum kait. Benang tersebut tidak disimpul mati melainkan dikencangkan. Hasil akhir dari proses ini berupa selembar kain yang memiliki kemiripan dengan pola air. 

Kumo Shibori

Teknik ini melibatkan bagian lipatan kain yang halus dan merata. Kain diikat sangat rapat sehingga dihasilkan desain berbentuk mirip sarang laba-laba. Teknik ini merupakan teknik yang tepat untuk menghasilkan desain yang khusus.

Nui Shibori

Teknik ini dilakukan dengan membuat jahitan jelujur sederhana pada selembar kain kemudan menariknya seketat mungkin untuk menghasilkan sebuah kerutan yang rapat. (BW)

Read More »